Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 65: Pingsan


__ADS_3

      Kina memang merasakan suhu tubuhnya seolah naik dan juga seluruh tubuhnya lemas , bahkan untuk berjalan saja ia sedikit kesulitan namun tetap saja tidak benar jika ia menurut begitu saja kepada Ages untuk tetap berbaring diatas ranjang itu. Ia butuh istirahat tapi tidak untuk disana. Ages akan semakin melihat dirinya lebih rendah lagi dan akan berbuat sesukanya lagi nanti.


"Kenapa tiba-tiba tubuhku merasa lemas begini?" Gumam Kina pelan dan perlahan menuruni tangga satu persatu.


Jujur saja kina hampir saja jatuh saat hendak turun dari tangga itu, penglihatan nya berbayang dan gadis itu hampir saja terjatuh namun ia merasakan tubuhnya ditahan oleh seseorang dari belakang.


"Hati-hati, kamu bisa saja terjatuh jika memaksakan diri."


Suara Ages lembut menerpa Indra pendengaran Kina, ia memang salah karena nekat namun tetap saja tidak benar jika terus saja bersikap pasrah dihadapan Ages. Karena ia akan semakin takut laki-laki itu akan menganggap ia gadis gampangan.


Lembut dan juga menuntun Ages membantu Kina untuk bangkit dan berdiri tegap kembali, tentu saja dengan tangan yang menopang tubuh lemah gadis itu.


Dengan kasar kina menepis tangan Ages dan kembali berjalan menuruni tangga mengabaikan Ages yang terlihat sangat khawatir melihat kina nekad untuk tetap berjalan.


"Ku mohon berhenti bersikap seperti ini, kamu sedang tidak baik-baik saja dan kamu harus istirahat."


Kina mengabaikan itu dan berjalan kearah dapur membuka kulkas dan mengeluarkan bahan makanan dengan perlahan.


"Kamu kenapa sangat keras kepala begini? Kamu harus berhenti dan beristirahat."


Kina diam dan melihat kearah nya dengan kesal, wajahnya semakin pucat dan juga ia merasa kram di area perutnya.


"Mas yang kenapa? Aku tidak mengerti sama sekali. Akhir-akhir ini mas terlihat sangat berbeda, aku bingi. Sejak kapan mas sangat peduli dengan keadaan ku? Bukankah aku sudah pernah lebih hancur dan sakit dibandingkan ini? Demam bukan apa-apa bagiku dibandingkan dengan yang sudah kualami selama ini mas."


Kina menahan air matanya dan dengan cepat ia menepis kasar air matanya yang masih saja lolos begitu saja, akhh siall ia sudah berjanji tidak akan pernah menangis lagi.


Ages kembali terdiam karena segala ucapan Kina benar-benar sangat tajam. Gadis itu jelas sangat terluka selama ini.


"Apa mas mengira kehilangan sesuatu yang dijaga selama ini tidak sakit? Apakah demam lebih menyakitkan saat sesuatu dibawah sana mas robek paksa tanpa ampun bahkan saat aku meminta untuk berhenti dengan suara keras meraung? Tidak sama sekali mas. Demam ini sama sekali tidak ada apa-apanya dibandingkan semua itu."


Ages langsung diam dan merasakan sakit diulu hatinya, kata-kata kina benar-benar berhasil membuat ia semakin merasa bersalah.


"Mohon pas pergi dari situ, aku sedang sibuk dan hendak memasak. Aku tidak bisa diam saja , sudah sangat terlambat untuk memasak dan mas juga sudah terlambat masuk ke kantor."


Ages menggeleng dengan cepat dan mencoba untuk meyakinkan Kina kalau ia sama sekali tidak apa jika ia terlambat makan atau bahkan ke kantor.


"Kamu tidak usah memasak, aku tidak apa tidak usah makan dan tidak masuk kantor hari ini. Ku mohon berhentilah sebelum keadaan mu semakin parah."

__ADS_1


Kina tersenyum smirk kearah Ages "Akhh aku lupa. Memang segalanya sangat mudah bagi mas bukan? Hahah tapi tetap saja aku harus bekerja sebelum mas marah dan mengatakan aku benar-benar tidak berguna."


Deg,


Benar-benar sangat menyayat hati namun itu adalah kebenaran nya. Ages benar-benar sudah sangat kurangajar kepada Kina selama ini. Benar-benar tidak tahu diri jika ia bersikap seolah perduli saat ini.


Ages perlahan mundur dan menjauh dari kina, ia tahu sepertinya Kina Sudah sangat lama menahan segala rasa sakit itu. Ia benar-benar tidak bisa menjawab dan berkata lagi sebab apa yang disebut oleh gadis itu seluruhnya adalah kebenaran yang nyata.


Kina sendiri semakin merasa tubuhnya semakin pegal apalagi pada bagian perutnya yang semakin terasa kram yang berlebih. Pandangan nya juga semakin berbayang.


"Aku kuat, demam bukanlah apa-apa bagimu Kina," gumam gadis itu dengan pelan dan terlihat semakin lemas.


Ages melirik dan melihat dengan seksama keadaan Kina benar-benar sangat mengkhawatirkan.


Dan apa yang di khawatirkan oleh Ages benar-benar terjadi saat ini. Kina terjatuh dilantai saat sedang menyiapkan beberapa sayuran dan hendak memotong nya.


"Kina!" Teriak Ages kaget dan berlari kearah gadis itu.


Tanpa ba-bi-bu Ages langsung mengangkat tubuh gadis itu keluar, untung saja mobil sudah lebih dahulu dipanaskan oleh bapak itu diluar.


"Kenapa dengan neng kina den?" Tanya bapak itu khawatir saat melihat Ages berlari menghampiri nya dengan wajah yang sangat khawatir.


Ages membawa kina masuk ke dalam mobil lalu bapak itu dengan terburu-buru menjalankan mobil meninggalkan rumah.


Ages benar-benar sangat khawatir dengan Kina sejak pagi tadi, ia terlihat sangat lesu dan juga lemas. Gadis itu sangat keras kepala hingga berakhir seperti ini. Namun Ages tidak bisa mengalahkan kina karena tindakan gadis itu juga berupa tindakan memperhatikan diri.


"Kenapa dengan mu? Ku mohon ini hanya demam biasa. Aku tidak ingin lebih parah dari itu," gumam Ages dengan khawatir sembari menggenggam tangan kina dengan erat.


Bapak itu hanya diam saja melihat sisi ini dari Ages terlihat sangat tidak biasa, laki-laki itu terbiasa memperlihatkan sisi dinginnya.


"Neng kina akan baik-baik saja den, Aden tidak usah terlalu khawatir begitu."


"Aku tidak ingin kehilangan lagi pak, aku benar-benar sangat takut untuk kehilangan lagi. "


Sampai di rumah sakit Ages langsung menggendong tubuh lemah Kina masuk ke dalam sembari berteriak lantang memanggil dokter.


"Tolong sembuhkan istriku. Tolong dok," ucap Ages dengan pasrah sembari mengikuti Kina yang dibawa oleh beberapa suster menuju sebuah ruangan.

__ADS_1


"Mohon bapak berhenti disini saja, kami akan melakukan pemeriksaan terhadap pasien."


Ages awalnya menolak dan ngotot untuk ikut masuk namun sudah menjadi peraturan rumah sakit, karena mereka takut proses pemeriksaan dan juga penanganan itu akan terganggu nantinya.


"Tolong sembuhkan istriku sus, tolong jangan biarkan ia kesakitan atau semacamnya."


Mereka tersenyum karena melihat tingkah Ages, padahal terlihat sangat jekas Kina hanya demam biasa kenapa reaksinya begitu hebat.


Pintu tertutup perlahan hingga Ages tidak bisa lagi melihat Kina. Tubuhnya bergetar hebat karena tiba-tiba saja ia didatangi oleh rasa takut yang sangat hebat, ia ketakutan takut akan kehilangan Kina.


Hatinya tidak tenang dan juga ia dihantui kehilangan untuk kedua kalinya. Benar-benar sudah sangat sering ia kehilangan namun untuk kali ini ia benar-benar tidak ingin kehilangan orang yang ia cintai lagi.


"Bagaimana ini? Apa aku akan kehilangan lagi? Kumohon jangan lagi."


Bapak itu melihat keadaan Ages begitu mengenaskan, ia terlihat sangat hancur juga berantakan. Wajahnya pucat dan juga tubuh nya bergetar hebat.


"Neng kina akan baik-baik saja den, kita berdoa saja . Aden jangan terlalu bersedih begini."


Ages menggeleng dengan cepat lalu air matanya benar-benar lolos secara sempurna dan juga sangat deras. Bagaimana bisa ia tidak menangis saat membayangkan akan kehilangan Kina, lalu apakah ia akan sendirian lagi di dunia ini?.


"Hiks,, aku gagal menjaganya pak, aku yang sudah menyakiti nya. Aku benar-benar gagal pak. Bagaimana ini? Apakah aku berhak untuk mengharapkan nya pak?" Tangis Ages pecah dan bapak itu langsung memeluk Ages yang gemetar itu.


"Kita doakan saja yang terbaik untuk neng kina den, Aden sangat pantas untuk neng kina. Setiap orang pasti memiliki kesalahan baik itu kecil maupun kesalahan yang sangat fatal sekali pun. Kalau Aden benar-benar merasa bersalah maka Aden harus berusaha untuk memperbaiki nya kepada neng kina, saya berharap kalian akan bahagia saat sedang bersama."


Ages mengangguk dan menangis dengan keras dipelukan sang bapak. Jujur saja ia sama sekali tidak perduli lagi dengan pandangan orang lain terhadap dirinya.


"Maafkan aku dan kurahap kamu baik-baik saja."


...🌼To be continued 🌼...


Haduhhh Kina kamu kenapa hmm? Kerasa banget tau sakitnya Kina sampai sini. Aku lega banget kina ungkapin semuanya ke Ages. Enak aja main perhatian gitu seolah gak ada salah sama sekali.


"Jangan jadi kompor dong Thor, pliss gak lucu tau. aku beneran sayang sama kina tauuu."


"Doamat"


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys 🧀


__ADS_2