
Ages masih saja terpuruk diatas kursi tunggu di rumah sakit itu, menunggu kabar dari dokter tentang Kina. Bagaimana kabar gadis itu dan apa sebenarnya yang sedang terjadi? Bapak itu sudah lebih dahulu kembali kerumah atas perintah Ages dan sekarang tinggal ia seorang diri disana menunggu kabar dari dokter.
Hidup seorang diri dan disaat seperti ini Ages sangat membutuhkan dorongan juga seseorang disisinya yang mengatakan kalau semuanya akan baik-baik saja. Ia tidak akan kehilangan lagi untuk kesekian kalinya, kehilangan Lena sudah cukup membuat hatinya hancur dan untuk kehilangan Kina ia benar-benar tidak akan tahu seperti apa jadinya ia.
"Semoga tidak ada hal yang serius, maafkan aku karena sudah gagal menjagamu "
Ages terus saja menyalahkan dirinya, hatinya sakit karena mengingat segala ucapan kina yang merupakan sebuah kenyataan bahwa selama ini Ages benar-benar sudah sangat jahat terhadap dirinya.
Segala kejahatan yang ia perbuat kepada gadis itu seolah sedang kembali terputar dalam otaknya. Ia tidak segan-segan membuat Kina tersiksa dengan perlakuan dan juga sikapnya, dan dengan tanpa perasaan ia merenggut kesucian Kina hingga gadis itu hampir saja mengakhiri hidupnya.
"Maafkan aku hiks,,"
Ages benar-benar merasakan betapa sakitnya menjadi seorang kina dengan segala perbuatannya yang begitu kejam. Wajar saja gadis itu akan membencinya.
Tiba-tiba saja pintu terbuka dan seorang dokter datang menghampiri Ages yang dengan cepat Ages bangkit dan mendekat kearah dokter itu.
"Ba,, bagaimana keadaan istri saya dok?" Tanya Ages dengan sangat khawatir.
Dokter itu tersenyum lalu mengelus pelan bahu Ages "Tidak ada yang perlu di khawatirkan pak, istri bapak baik-baik saja. Beliau hanya demam biasa dan ditambah juga dengan gejala kehamilan yang mulai terlihat."
Ages langsung mengeryit tidak mengerti dengan ucapan dokter itu. Sepertinya telinga nya masih berfungsi kan? Apa dia salah dengar?.
"Ha,,hamil dok? Maksud dokter?" Tanya Ages dengan pelan .
Dokter itu malah ikut kebingungan, bukankah mereka pasangan? Kenapa sampai tidak tahu mengenai kehamilan Kina? Apa mereka tidak melakukan program atau semacamnya?.
"Istri bapak sedang mengandung saat ini, tanda-tanda kehamilan memang masih belum terlihat jelas karena usia kandungan yang masih sangat muda. Namun perlu bapak perhatikan saat ini kandungan beliau sedang rentan dan perlu diperhatikan dengan sangat baik."
Ages masih saja kaget dan matanya bahkan tidak bisa ia kedipkan lagi, hatinya yang tadi sakit malah beralih dengan kebahagiaan. Jujur saja ia sama sekali tidak mengira hal ini akan terjadi namun satu hal yang pasti entah kenapa hatinya benar-benar bahagia mendengar Kina saat ini tengah mengandung buah hatinya.
"Silahkan melihat pasien pemeriksaan sudah selesai," ucap dokter itu lalu berlalu.
"Baik dok terima kasih dok," ucap Ages dengan senang.
Dengan perlahan Ages membuka pintu untuk melihat keadaan Kina, gadis itu masih saja terbaring diatas ranjang dengan mata terbuka sekilas ia melirik kearah Ages yang baru saja datang dan dengan cepat ia berbalik melihat kearah lain.
Ages sendiri sejak tadi tidak sabar ingin menyampaikan berita gembira ini kepada Kina, ia sangat tidak bisa mengungkapkan kebahagiaannya karena ia akan menjadi seorang ayah bagi anak-anak kina juga dirinya.
__ADS_1
"Bagaimana perasaan mu? Apakah masih sakit?" Tanya Ages dengan pelan menyentuh dahi Kina mencoba memeriksa suhu tubuh gadis itu.
Sebuah tepisan dapat Ages rasakan dan jelas itu adalah Kina. Ia menepis tangan Ages dengan kasar karena tidak suka dengan Ages yang selalu saja menyentuh nya.
"Tidak usah perhatian begitu mas, aku tidak terbiasa!"
Kina mencoba untuk bangkit dan hendak dibantu oleh Ages namun jelas ditolak oleh Kina begitu saja.
"Kamu jangan banyak bergerak dulu, kondisi mu masih belum stabil saat ini. Lebih baik berbaring saja dahulu nanti kita pulang saat kamu sudah merasa lebih baikan," ucap Ages dengan pelan mencoba untuk meyakinkan Kina.
Sejak tadi ia sedikit kebingungan bagaimana caranya menyampaikan berita itu kepada Kina. Melihat reaksi kina ia menjadi ragu apakah gadis itu akan senang mendapatkan berita itu atau malah sebaliknya.
"Mas tidak usah bersikap seperti itu bisa kan? Aku risih!"
Kina melirik kesal kearah Ages yang langsung diam mendapatkan reaksi itu dari Kina. Gadis itu benar-benar sangat membenci Ages sepertinya.
"Kumohon dengarkan aku kali ini, kamu belum boleh banyak bergerak. Kamu harus istirahat, bisakah kamu mendengarkan aku kali ini saja?" Pinta Ages dengan putus asa.
"Bukankah aku sudah cukup mendengarkan kamu mas? Kenapa begitu egois?" Kesal kina menahan air matanya.
Kina memang keras kepala, ia hendak bangkit lagi dan berniat meninggalkan Ages namun langsung ditahan oleh Ages.
"Kenapa kamu sangat susah untuk diberitahu? Aku mohon dengarkan aku kali ini. Kamu tidak boleh terlalu banyak bergerak dahulu, ini bukan hanya untuk kebaikan kamu tapi untuk kebaikan anak kita. Dokter berpesan untuk kamu lebih banyak istirahat demi kandungan mu."
Gerakan memberontak Kina yang awalnya begitu brutal langsung melemah dan dia melihat kearah Ages dengan wajah tidak percaya. Apakah ia salah dengar atau semacamnya.
"A,,anak? Kandungan? Apa aku salah dengar mas?" Tanya Kina begitu kaget.
Ages Langsung mengangguk tersenyum karena ia sangat senang bisa mengatakan nya langsung kepada Kina.. semoga saja respon gadis itu sama dengan nya.
"Tidak sama sekali, saat ini kamu sedang mengandung buah hati kita. Mas mengerti dengan perubahan suasana hatimu, mas maklum jika kamu bersikap seperti ini pasti karena bawaan bayi kita."
Kina langsung terdiam dengan bulir air mata yang sangat deras jatuh begitu saja. Hatinya hancur saat mendengar itu, ia bahkan harus mendapatkan kenyataan bahwa ia sedang mengandung saat ini.
Ages kaget karena tiba-tiba saja Kina menangis dalam diam, isakan tidak terdengar sama sekali namun air matanya jatuh begitu deras membuat Ages sangat khawatir.
"Ke,, kenapa dengan mu? Apa ada yang sakit?" Khawatir Ages memeriksa keadaan Kina.
__ADS_1
Gadis itu sama sekali tidak menjawab dan masih saja menangis. Hatinya hancur dan tidak tahu lagi bagaimana dengan hidup nya setelah ini.
"Kumohon jangan menangis, aku sangat khawatir dan tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi. Bagian mana yang sakit? Apa kepalamu masih sakit? " Khawatir Ages mencoba memeriksa keadaan Kina.
Kina masih saja diam dan tidak menanggapi pertanyaan Ages. Ia hanya bisa merasakan rasa sakit dan kecewa saat ini, baginya suara Ages sudah sangat samar dalam pendengaran nya.
"Kenapa kamu hanya diam saja? Beritahu aku bagian mana yang sakit?" Tanya Ages dengan penuh ke khawatiran.
"Keluar mas!"
"Ha?"
Kina melihat kearah Ages dengan mata tidak suka begitu juga dengan air matanya yang semakin deras mengalir hingga membuat Ages tak kuasa melihat itu.
"A,aku.."
"Aku mau mas keluar sekarang! Tinggalkan aku sendirian, aku sedang ingin sendiri saat ini."
Ages benar-benar tidak bisa membiarkan itu, Ages takut Kina akan melakukan sesuatu yang aneh atau semacamnya. Ia terlihat sangat syok dengan berita kehamilan nya.
"Kenapa dengan mu? Apa kamu sedang kesakitan atau semacamnya? Beritahu mas Kumohon!"
"Keluar mas! Apa mas tidak faham dengan bahasa ku?" Kesal kina semakin menangis hebat.
Ages benar-benar tidak sanggup melihat itu, sebelum kina semakin menangis dengan penuh keterpaksaan Ages berjalan keluar walaupun berat hatinya ia tetap harus menurut keluar meninggalkan Kina di dalam ruangan itu sendirian.
...🌼To be continued 🌼...
Aaaaa kasian banget Kina, kayaknya syok banget yah dapat kabar udah hamil aja. Kamu sih ges main buntingin kina aja, aduhhh.
"Sebagai suami yang baik kan emang udh harus gitu Thor, lagian gak pengen dapet ponakan yah kamu?"
"Tau ah,"
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀
__ADS_1