
Kina benar-benar tidak mengerti dan percaya dengan apa yang sedang terjadi saat ini. Apakah ia benar-benar sedang jatuh cinta kepada Ages? Namun segala yang ia rasakan akhir-akhir ini benar-benar sama dengan gejala saat orang-orang sedang jatuh cinta. Kina tidak sebodoh itu untuk tidak tahu, namun ia butuh kepastian dengan perasaan nya sendiri, bukankah lebih baik jika ia benar-benar mulai mencintai Ages karena biar bagaimanapun Ages adalah ayah dari bayinya sedang ia kandung saat ini.
Perlahan pelukan Ages ia lepas dan ia beralih melihat kearah kina yang hanya diam saja. Ages tersenyum karena kina sudah memberikan ia lampu hijau tentang kejelasan hubungan mereka. Sepertinya perjuangannya untuk mendapatkan hati kina Sudah mulai terjawab.
"Ma,,Mas mandi dulu. Hari ini mas masuk kantor kan?" Tanya Kina mencoba untuk menghilangkan rasa canggung itu.
Gadis itu jelas merasa canggung dan sedikit malu karena sudah mengutarakan perasaannya yang sebenarnya kepada Ages.
"Bagaimana kalau aku bolos saja sayang? Hari ini aku sangat bahagia sampai tidak ingin jauh darimu hehehe."
Ages berbicara dengan Santainya sedangkan kina yang mendengar itu semakin memerah oipii, entahlah akhir-akhir ini gadis itu sangat mudah untuk salah tingkah karena sikap Ages yang begitu manis dan pandai merayu.
"Mas apaan sih ihh, kemarin juga mas udah libur masa mau libur lagi sih?" Kina mencoba untuk tetap terlihat tenang saat ia sendiri sangat canggung.
"Kamu mau gak ikut mas ke kantor? Mas gak bakal bisa fokus kalau kamu gak ikut. Apalagi tangan mas lagi sakit, kalau mas butuh sesuatu bagaimana?" Tanya Ages dengan nada sedikit manja.
Mata kina sedikit terbelalak karena baru kali ini ia melihat seorang Ages bersikap seperti itu. Siapapun pasti tahu kalau itu bukanlah image yang cocok untuk seorang Ages. Kina bahkan sampai merinding melihat itu.
"Mas tolong yah jangan gitu, aku sampai merinding melihat mas bertingkah seperti itu."
"Memangnya mas kenapa sayang? Mas kan cuma mau dimanja sama istri sendiri. Masa gak boleh?"tanya Ages lagi dengan nada yang serupa.
"Mas ihhh." Kesal Kina karena Ages sepertinya sedang menggoda nya.
"Jadi gimana sayang? Kamu mau kan nemenin mas ke kantor? Mas gak mau sendiri ahh nanti mas butuh apa-apa dan gak bisa gunain tangan kanan mas, kamu mau liat mas kesulitan?" Tanya Ages lagi.
"Kan mas ada asisten pribadi dan sekretaris disana, aku malah gak bakal dibutuhin disana mas. Aku gatau apa-apa apalagi itu masalah pekerjaan di kantor mas."
Ages cemberut karena kina sepertinya tidak peka, ia jelas memiliki asisten pribadi yang akan membantu nya namun ia hanya membuat alasan itu untuk bisa dekat dengan Kina dan bisa bersama dengan gadis itu.
"Jadi kamu gamau nih sayang? Padahal kan mas lagi butuh kamu." Nada bicara Ages terdengar sangat sendu.
Kina yang melihat Ages terlihat kecewa dan nada bicara laki-laki itu juga sangat sendu membuat kina merasa bersalah dan merasa tidak enak.
"Baiklah mas aku ikut saja, aku akan berusaha membantu mas disana kalau tiba-tiba saja ada pekerjaan mas bisa menuntun ku untuk menyelesaikan nya."
Senyuman Ages benar-benar merekah karena senang. Gadis itu akhirnya mau menemaninya ke kantor. Sepertinya hari ini ia akan semangat untuk bekerja karena ada Kina disana untuk nya.
"Yaudah sekarang mas mandi dulu aku kebawah dulu nyiapin sarapan,"ucap Kina hendak berjalan namun ditahan oleh Ages hingga langkah kaki kina tertahan.
"Kenapa mas? Air sudah aku siapkan jadi mas tinggal mandi aja." Kina.
Ages menggeleng dan melihat kearah Kina hingga gadis itu kebingungan. Bukankah Ages menahan nya karena air? Lalu apa lagi?.
"Ada apa mas?" Tanya Kina berbalik dan mendekat kearah Ages.
"Bantu mas untuk mandi sayang,"pinta Ages dengan wajah memelas.
"Ha?"
Kina jelas kaget setelah mendengar itu dari Ages. Ia pikir Ages sudah menghilangkan sikap anehnya itu tapi ternyata ia masih saja sama anehnya. Soalnya bukan pertama kalinya Ages meminta hal itu kepada Kina.
"Ma,, maksud mas aku membantu mas mandi?"tanya Kina dengan sedikit tidak percaya.
Ages dengan cepat mengangguk dan tersenyum kearah Kina "Mas aneh banget ihh, masa mandi juga harus aku bantuin?" Bingung kina.
"Kan kamu tau sendiri sayang kalau tangan mas lagi sakit, mas kesulitan untuk mandi dengan sebelah tangan."
Kina akhirnya faham dan langsung merasa bersalah karena menolak permintaan Ages tadi, ia yang salah karena berpikiran yang macam-macam tentang ucapan Ages yang memintanya untuk membantu nya mandi.
"Ba,, baiklah mas." Kina benar-benar merutuki dirinya sendiri karena ia sempat-sempatnya memikirkan hal lain saat Ages hanya sekedar meminta bantuan nya saja.
Ages tersenyum karena kina bersedia membantunya, jujur saja ia sebenarnya bisa mandi sendiri namun wajar saja ia meminta bantuan kina karena Ages sedang membutuhkan perhatian Kina dan tidak ingin jauh dari gadis itu.
__ADS_1
Kina sebenarnya tidak tahu harus melakukan apa setelah menyetujui permintaan Ages. Mereka sama-sama salah tingkah dan malah diliputi rasa canggung satu sama lain.
"Khem, Ki,,kita ke kamar mandi sekarang?" Tanya Ages canggung.
"I,,iya mas."
Kina mengangguk dan berjalan mengikuti Ages menuju kamar mandi, namun ia kembali kebelakang berbalik hingga Ages ikut berbalik melihat dengan raut wajah tidak mengerti kearah kina.
"Kemana sayang?"tanya Ages pelan.
"Eugh ,,itu mas mau ngambil handuk sama piyama."
Ages mengangguk dan lebih dahulu masuk ke dalam kamar mandi. Ia sebenarnya sangat gugup tanpa sebab namun kalau ia pikirkan lagi seharusnya sebagai laki-laki ia tidak boleh bersikap seperti itu, bagaimana mungkin Kina tidak canggung kalau Ages juga merasa canggung. Seharusnya ia bisa mencair kan suasana atau membuat Kina lebih rileks lagi.
"Hmmm sebaiknya aku membuka bajuku lebih dahulu,"ucap Ages membuka satu persatu kancing baju tidurnya.
Kina sendiri sejak tadi masih berdiri di depan pintu kamar mandi, mencoba untuk menenangkan dirinya karena membayangkan membantu Ages untuk mandi ia benar-benar tidak bisa berpikir jernih lagi.
"Tenangkan dirimu Kina, kenapa malah memikirkan hal yang bukan-bukan? Kamu hanya mencoba berbakti kepada suami. Ayo kamu pasti bisa,"gumam kina mencoba menyemangati dirinya sendiri.
Entah sejak kapan ia mulai menganggap Ages adalah suaminya sampai ia sendiri kata itu keluar dari bibirnya sendiri.
Kina mencoba melangkah kan kakinya dengan ragu dan perlahan ia masuk ke dalam kamar mandi, awalnya ia sudah mencoba untuk tetap tenang dan memberanikan diri namun saat ia berhasil masuk ke dalam kamar mandi seluruh keberanian itu seketika runtuh dan ciut.
Bagaimana mungkin Kina tidak gentar saat ia masuk Ages sedang melepaskan baju tidurnya dan kini dada bidang miliknya dan juga perut kotak-kotak itu sudah terpampang nyata di hadapan Kina.
Gadis itu seketika melemas namun ia masih berusaha untuk tetap berdiri tegap. Benar-benar sangat menyiksa hingga Kina hampir saja mengatakan kalau ia tak akan sanggup untuk melanjutkan ini kembali. Namun karena ia sudah menyetujui permintaan Ages dan tangan laki-laki itu juga sedang sakit maka ia tak kuasa untuk mengatakan nya.
"Sayang, tolong mas dong! Mas sedikit kesulitan untuk melepaskan baju mas,"ucap Ages karena tangan bajunya yang sebelah kanan masih belum sempat ia lepaskan.
Kina benar-benar sangat tidak sanggup namun karena Ages benar-benar terlihat membutuhkan bantuan nya maka ia dengan ragu berjalan mendekati Ages.
"I,iya mas."
Kina mendekat namun ia malah kaget saat ia berhadapan dengan dada bidang Ages. Ternyata melihat dari dekat lebih membahayakan bagi kesehatan jantung kina, bisa-bisa ia akan terkena serangan jantung akibat melihat tubuh Ages yang begitu indah.
"Eugh,,en,, enggak kok mas. Baiklah aku akan membantu mas untuk melepaskan nya,"ucap Kina.
Dengan lembut gadis itu membantu Ages melepaskan bajunya tanpa harus menyakiti tangan nya lagi. Ages sendiri tidak kuasa menahan senyumnya karena melihat Kina yang benar-benar gugup ditambah lagi pipinya benar-benar memerah karena malu.
"Dia benar-benar sudah jatuh cinta kepada ku, "batin Ages dengan hati yang sudah tidak karuan lagi karena merasa senang.
Setelah melepaskan bajunya Ages beralih melepaskan celananya namun ia seketika terhenti saat Kina mengatakan untuk ia berhenti.
"Tu,, tunggu mas. Berhenti dulu,"ucap gadis itu kemudian berbalik.
Ages melihat kebingungan kearahnya Kina karena gadis itu juga sempat mengagetkan nya.
"Kenapa sayang? Apa ada sesuatu hal lagi yang kamu lupakan?" Tanya Ages pelan.
"Bi,, bisakah mas tidak usah membuka celana mas?" Tanya Kina dengan pelan bahkan saking pelan nya suara kina nyaris tidak terdengar oleh Ages.
"Bagaimana bisa mas mandi dengan celana panjang ini?" Tanya Ages lagi.
"A,,aku tidak bisa membantu mas mandi kalau mas tidak memakai celana. A,aaku.."
Kina bahkan tidak sanggup untuk mengatakan hal itu, Ages yang mendengar itu benar-benar tidak bisa lagi menahan tawanya. Kenapa Kina begitu polos dan menggemaskan.
"Berbalik dulu sayangkuu!" Pinta Ages dengan lembut.
Kina jelas menolak karena ia bisa melihat bayangan Ages yang sudah berhasil membuka celananya. Bagaimana bisa Kina berbalik saat ia tahu apa yang akan ia lihat nanti nya.
"Ti,, tidak mau mas, a,,aku belum siap untuk melihat nya."
__ADS_1
Ages tertawa lagi, kina sepertinya salah faham dengan keadaan Ages saat ini. Ages juga tidak sebodoh itu untuk menunjukkan hal itu kepada Kina disaat seperti ini. Ia tidak mungkin menunjukkan nya saat Kina belum siap.
"Berbalik lah sayang, tidak apa."
"A,,aku tidak mau mas, mas kenapa sih? Kalau mas bersikap aneh kayak gini lagi aku marah nih."
Kina terdengar sangat gugup dan juga sedikit kesal, gadis itu sepertinya benar-benar salah faham dengan Ages. Benar-benar mengecewakan namun membuat Ages tidak bisa berhenti tertawa.
"Berbalik lah sayang tidak apa,"ucap Ages dengan lembut menarik Kina hingga gadis itu berbalik.
Saat ia hendak menutup matanya ia melihat Ages yang kini hanya memakai celana pendek diatas paha nya. Dan seketika Kina mengurungkan niatnya untuk menutup matanya.
"Lo,,loh?" Kaget Kina karena apa yang ia lihat tidak sesuai dengan apa yang ia bayangkan.
Jujur saja kina sempat membayangkan kalau saat ia berbalik maka ia akan melihat milik Ages atau semacamnya. Karena ia jelas melihat bayangan laki-laki itu sedang menurunkan celananya tadi.
"Kenapa kamu terlihat kecewa sayang? Apa yang sedang kamu pikirkan hmmm?" Tanya Ages mendekat kearah Kina.
Gadis itu benar-benar malu dan gugup, ia jelas salah karena memikirkan hal yang tidak pantas. Kenapa dengan nya akhir-akhir ini? Kenapa ia begitu sering memikirkan hal yang tidak-tidak tentang Ages?.
"Mikir apa kamu hmmm? Kamu membayangkan apa sayang?" Goda Ages karena melihat Kina yang benar-benar sedang memerah saat ini.
Kina sendiri semakin mundur karena melihat Ages berjalan maju kearahnya, laki-laki itu jelas tahu apa yang sebenarnya dipikirkan oleh Kina tadi.
"A,a,,aku tidak memikirkan apapun mas. Ke,,kenapa mas mendekat kearah ku?" Tanya Kina dengan gugup.
Ages tersenyum pelan lalu menghentikan langkahnya karena ia tidak ingin berlama-lama menggoda Kina, apalagi mengingat gadis itu sedang malu saat ini bisa-bisa ia akan marah dan kesal kepada Ages.
"Baiklah sayang, kalau begitu kita bisa langsung mandi kan?"
"Mas tolong diperhatikan kata-katanya, aku disini untuk membantu mas mandi bukan untuk mandi bersama,"ucap Kina mencoba membenarkan karena saat mendengar itu dari bibir Ages ia sedikit tidak enak.
Ages tersenyum mengangguk dan memasuki bathtub. Kina mencoba membantu Ages untuk masuk dan laki-laki itu juga dibantu oleh Kina untuk mengambil beberapa barang yang ia butuhkan.
Kina merasa tidak enak saat harus berada disana melihat Ages mandi.
"Mas aku tunggu diluar saja yah, kalau mas sudah selesai mas tinggal manggil aku saja."
"Ehh tunggu sayang, mas kesulitan untuk memakai sabun nih! Bantuin mas yah,"ucap Ages dengan wajah memelas nya.
Kina sebenarnya berniat untuk kabur namun Ages lebih pintar dan tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Ia ingin ditemani oleh Kina sampai akhir.
Kina akhirnya mengurungkan niatnya dan berjalan kembali mendekat kearah Ages, dengan sedikit gugup kina mengambil sabun dan sedikit ragu ia mendekat kearah Ages yang juga mendekat kearah nya.
"Maaf yah sayang kalau mas ngerepotin kamu. Kalau saja tangan mas gak sakit pasti mas bisa mandi sendiri,"ucap Ages dengan wajah bersalah yang dibuat-buat. Pada sebenarnya Ages sempat berdoa agar tangan nya tidak pulih dengan cepat.
"Tidak apa kok mas, semua ini kan salahku. Mas mendapatkan luka ini juga karena hendak memasak untuk ku. Aku tidak merasa di repotkan,"ucap Kina dengan lembut.
Kina memang tidak merasa direpotkan namun ia hanya merasa tidak nyaman dan gugup karena harus berhadapan dengan tubuh Ages yang hampir saja polos dihadapan nya.
Ages yang mendengar itu tersenyum senang, ia bahkan memikirkan banyak cara untuk memanfaatkan tangan nya yang sakit itu untuk mendapatkan perhatian Kina.
"Minta tolong apa lagi yah setelah ini?" Bingung Ages sembari memikirkan nya.
Kina sendiri jelas tidak tahu akan hal itu, ia murni ingin menolong Ages yang tukang caper itu.
...🌼To be continued 🌼...
Hayoo nih calon bapack emang rada gak ada akhlak yah..masa minta dibantuin mandi segambreng dah. Keliatan banget capernya untung aja kina baik hati dan tydack sombong.
"Apasih Thor, aku caper sama istri ku kok kamu yang sibuk?" Ages.
"Kamu terkesan sangat alay mazz."
__ADS_1
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀