
Pagi-pagi sekali Sud terdengar suara gemericik air dari arah kamar mandi, tentu saja itu adalah Ages yang sedang mandi dan membersihkan diri di dalam sana hingga Kina yang masih tertidur lelap diatas ranjang perlahan terbangun karena mendengar itu. Gadis itu masih menutup mata dan perlahan matanya terbuka sembari ia usap dan mencoba untuk bangkit dari tidurnya.
Saat ia hendak bangun ia langsung dibat kaget karena masih dengan keadaan Begitu polos tanpa sehelai benangpun, untung saja saat ini ia tengah dibalut dengan selimut karena saat ia bangun disitulah Ages keluar dari kamar mandi setelah menyelesaikan aktivitas mandinya itu.
Ages tersenyum melihat Kina yang begitu panik dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang sebenarnya sudah sangat puas dipandangi oleh Ages pagi tadi sebelum ia mandi.
"Kenapa mas tersenyum begitu?" Tanya Kina tersenyum karena Ages yang baru saja mandi dan keluar dengan handuk yang melilit dibagian bawahnya itu tersenyum kearahnya seperti sedang mengejeknya saja.
"Memangnya kenapa sayang? Apa mas tidak diperbolehkan untuk tersenyum?" Tanya Ages dengan pelan sembari berjalan kearah lemari untuk mengambil baju santainya.
Kina menatap curiga kepada Ages sepertinya Suami nya itu menyembunyikan sesuatu darinya.
"Mas kenapa tersenyum seperti itu? Aku benar-benar curiga heemm."
Ages meraih baju kaos dan juga boxernya dari lemari kemudian berjalan kearah Kina sembari menggeleng dengan cepat dan tersenyum lagi.
"Tidak ada sayang, mas hanya merasa kamu begitu lucu dan menggemaskan karena Panik dan menutup tubuhmu dengan selimut tadi. Mas kira karena apa ehh ternyata karena itu."
"Tentu saja aku panik mas, saat aku bangkit aku melihat tubuhku sangat polos tanpa apapun, benar-benar memalukan uhh."
"Kenapa itu memalukan sayang? Sebelum mandi aku sudah puas memandangi betapa indahnya dirimu hehehe."
Kina melirik tidak percaya dengan apa yang diucapkan suaminya itu, benar-benar laki-laki mesum dan ahli dalam membuat Kina panas dingin dan gadis itu sungguh tidak bisa menduga seorang Ages.
"Mas ihh, memalukan!" Kesal Kina menutup dirinya dengan selimut karena perkataan Ages benar-benar sungguh membuat ia malu.
Membayangkan Kina yang tertidur dengan pulas dan Ages yang memandangi tubuh polosnya membuat Kina malu dan pipinya memerah karena hal itu.
"Heyy, kenapa kamu harus malu sayang? Bukankah tadi malam lebih luar biasa dibandingkan yang tadi. Wahh mas benar-benar hampir gila tadi malam sayang, benar-benar malam yang indah."
"Udahh ahh gak usah dibahas lagi, mas jangan bikin aku tambah malu ah."
Ages tersenyum dan menggantungkan handuk nya kemudian berjalan kearah Kina setelah ia sudah memakai bajunya dengan lengkap.
"Loh, mas kok gak make baju kantor?"bingung Kina karena Ages hanya memakai baju kaos oblong ditambah boxer saja.
Padahal hari ini bukanlah hari Minggu tapi suami nya terlihat santai hanya dengan baju Santai nya itu dan ia juga terlihat sangat santai pagi ini.
"Kita gak ke kantor hari ini sayang,"ucap Ages pelan dan duduk disamping Kina.
"Loh, kok gitu mas? Mas mau bolos lagi yah? Ihh kok bandel banget sih mas. Kita ke kantor aja yah masa mau bolos kantor lagi, aku baik-baik aja kok mas jadi gak usah khawatir lagi. Aku bisa temani mas ke kantor biar mashppphh."
Cup
Ages menarik tengkuk Kina dengan lembut dan membungkam bibir Kina hingga ucapan gadis itu terhenti begitu saja bahkan sebelum ia selesai mengucapkan apa yang akan ia ucapkan.
Awalnya Ages hanya mendiamkan nya namun perlahan ia menggerakkan bibirnya disana membuat Kina tidak bisa berbuat apapun selain menerima itu dari Ages.
Laki-laki itu perlahan melepaskan pagutan bibir nya dari bibir Kina dan menatap gadis itu dengan seksama hingga pipi Kina memerah karena hal itu.
Cinta itu masih sam hebat nya dan masih saja bergejolak gemuruh dihati mereka berdua. Kina masih saja sama berdebar nya begitu juga dengan Ages bahkan api asmara dalam diri mereka masih saja sama kuatnya hingga saat ini atau bahkan masih bertambah persentase nya.
"Mas pikir dengan mencium ku aku akan berhenti mengomel? Mas sih bandel banget suka bolos kantor ah. Walaupun mas itu seorang CEO disana bukan berarti mas seenaknya saja bolos begitu."
Ages tersenyum memandangi Kina yang mengomel itu, gadis itu sedang serius saat ini tapi entah kenapa Ages melihat nya begitu manis dan juga imut.
"Kamu sadar gak sayang kalau sedang mengomel begini kamu bertambah cantik dan juga terlihat sangat imut."
"Mas aku serius ahh, malah sempet sempet nya ngegombal. Dasar buaya!"
Kina menarik selimut lebih dekat dengan nya karena Ages dengan nakal meremass kedua gundukan nya hingga selimut penutup tubuh Kina langsung tersingkap.
"Kamu lupa yah sayang kalau hari ini kita harus ke pesta pernikahan Akmal. Bukankah kita memang harus bolos kantor hari ini?" Tanya Ages dengan pelan.
__ADS_1
Kina langsung teringat dengan pernikahan Akmal yang sudah sangat ia nantikan itu, bodoh memang! Bagaimana bisa Ages lebih ingat hal itu padahal mereka sempat memiliki kesan yang buruk satu sama lain.
"Astaga mas kok aku bisa sampai lupa begini? Padahal aku sudah sangat menantikan hal itu sejak lama. Benar-benar bodoh kamu Kina," ucap Kina dengan wajah tidak percaya kalau ia bisa melupakan itu.
"Apa kita ke kantor saja sayang dan melewatkan pernikahan mereka?" Tanya Ages dengan niat menggoda istrinya itu.
Tentu saja reaksi Kina benar-benar sangat menyenangkan untuk dilihat karena ia benar-benar tidak ingin melewatkan pernikahan sahabat nya itu ditambah lagi calon istrinya juga sudah menjadi sahabat nya.
"Jangan mas jangan, kumohon! Aku benar-benar tidak ingin melewatkan kesempatan ini. Aku sudah sangat lama menantikan melihat Akmal berbahagia dan aku juga merindukan Afri."
"Benarkah? Bukankah kamu sangat ingin mas ini menjadi seorang CEO yang bijaksana dengan tidak bolos kantor? Kita ke kantor saja yah sayang."
Kina benar-benar merutuki dirinya karena berbicara seperti itu kepada Ages tadi, benar-benar senjata makan tuan dan Ages memutarbalikkan nya kepada dirinya sendiri.
"Bagaimana hemm?" Tanya Ages lagi dengan pelan.
"Mas jangan bercanda ah, kita pergi kan ke acara pernikahan Akmal?" Tanya Kina dengan wajah memelasnya.
"Gimana yah? Mas kan cuma nurutin apa mau istri mas, katanya tadi mas harus ke kantor."
Cup
Kina mencium pipi Ages berharap laki-laki itu akan setuju dengan nya, benar-benar bodoh kina menggali kuburan nya sendiri. Padahal Ages sudah berniat pergi eh malah ia sok bijak menggurui hingga Ages berubah pikiran.
Ages tersenyum karena melihat Kina yang berusaha untuk membujuk nya dengan mencium pipinya berkali-kali.
"Mas tidak akan semudah itu untuk luluh sayang, lagian kan mas cuma nurut aja hemm."
"Yaudah kita liat seberapa tangguh mas!"
Kina mendekat kearah Ages dengan selimut yang masih ia pegang erat untuk menutupi tubuhnya itu, Ages tersenyum menantikan apa yang akan dilakukan istrinya untuk membujuk dirinya. Pada sebenarnya Ages hanya bercanda saja sepertinya Kina benar-benar serius mengira Ages tidak ingin menghadiri pernikahan Akmal juga Afri.
Cup
Kina menarik tengkuk suaminya dan mencium Ages begitu buas, bibirnya begitu kaku mencium Ages namun ia berusaha untuk membuat Ages luluh dengan itu.
"Mas ihh kita kesana yah hemmm. Iya yah mas!" Kina bermanja-manja diperlukan Ages hingga tidak sadar selimut yang ia pakai tadi ternyata sudah terjatuh keatas lantai.
Ages jelas bisa melihat tubuh polosnya yang begitu padat dan perut buncitnya itu, kina yang menyadari itu langsung panik dan hendak meraih selimut itu namun ditahan oleh Ages.
"Kamu benar-benar seksi sayang, karena kamu berhasil membuat mas tergoda maka kita akan ke pesta pernikahan Akmal juga Afri nanti. Tapi sebelum itu kita bersenang-senang dulu hemmm."
Ages mendekat kearah Kina hingga gadis itu benar-benar kaget dan juga juga panik melihat senyuman mesum Ages yang berusaha mendekat kearah nya.
"Mas,,mas mau ngapain?" Tanya Kina panik.
"Tentu saja ingin menikmati tubuh istriku yang begitu bahenol hemm."
"Mas ihh aku mau mandi ahh, mas kan kita udah main tadi malam."
Ages tersenyum smirk dan hampir saja mendekat kearah Kina "Mas masih kurang gimana dong? Siapa suruh kamu seksi begini sayang? Mas kan gak tahannn." Ages lebih dekat dan Kina benar-benar pasrah.
Cup
Ages mencium kening Kina hingga gadis itu langsung membuka matanya yang sempat terpejam itu.
"Hahaha mas bercanda sayang, bukankah kita sudah membeli baju pesta kemarin dan akan sangat sayang jika tidak dipakai untuk menghadiri pesta pernikahan Akmal nanti nya."
Bugh,,
"Akhh,,,"
Bughh,,
__ADS_1
"Akhh maaf sayang cukup akhh,,"
Kina memukul bahu Ages dengan keras karena merasa dipermainkan oleh suaminya itu. Benar-benar memalukan sekali karena ia harus terlihat polos dihadapan suaminya itu.
Kina dengan cepat menutup dirinya dengan selimut tadi dan melihat kesal kearah Ages yang tersenyum sumringah itu.
"Mas nakal ihh, benar-benar menyebalkan!" Kesal Kina dengan wajah cemberut.
"Hahaha maafkan mas yah sayang habisnya kamu lucu banget jadi mas gak bisa berhenti godain kamu. Ekspresi kaget juga khawatir mu bahkan terlihat seperti seni sayang,"ucap Ages dengan wajah tersenyum nya.
Kina benar-benar tidak akan pernah terbiasa dengan bibir penuh gombalan suaminya itu.
"Dasar kang gombal," Sindir Kina hingga Ages sedikit terkekeh karena mendengar itu.
"Baiklah sekarang saatnya istri ku yang cantik dan seksi ini harus mandi pagi, Suami baik dan tampan ini sudah menyiapkan air hangat untuk mu sayang, sekarang kamu mandi dulu yah."
Kina tersenyum mengangguk dan merentangkan kedua tangannya kearah Ages menunggu suami nya itu mengangkat tubuh nya menuju kamar mandi.
"Mas bangun jam berapa tadi?" Tanya Kina pelan saat Ages mengangkat tubuh nya yang sudah dibalut dengan piyama mandi itu menuju kamar mandi.
"Mas bangun pagi sekali sayang, "ucap Ages membuka pintu kamar mandi dengan pelan.
"Kenapa mas tidak membangunkan ku? Aku mungkin bisa membantu mas melakukan sesuatu."
Ages menggeleng"Kamu terlihat sangat pulas sayang, dan lagipula mas akan merasa bersalah jika membangunkan istri mas yang kelelahan karena semalaman kamu sudah sangat banyak beraktivitas memuaskan mas heheh."
Bugh.
"Masih aja dibahas, mas udah ahh."
Ages tersenyum kearah Kina dan mengecup pelan bibir istrinya itu sebelum ia mendudukkan nya di bathtub Ages perlahan membuka piyama mandi itu hingga kini Kina sudah sangat polos dihadapan suaminya itu.
"Aku bisa mandi sendiri kok mas, kali ini biarkan aku yang mandi sendiri dan aku akan memanggil mas begitu selesai."
Ages kali ini lebih penurut dengan Kina karena ia juga bisa melihat gadis itu masih malu saat Ages yang harus memandikan nya.
"Baiklah sayang, mas juga mau beresin kamar dulu hemm. Panggil mas kalau sudah selesai yah,"ucap Ages dengan lembut mengelus pucuk kepala Kina.
Kina mengangguk tersenyum dan melihat Ages yang pergi meninggalkan nya disana. Ia memegang kepalanya bekas elusan Ages dan ia benar-benar tidak kekurangan sedikitpun kasih sayang dari Ages.
Banyak yang mengatakan kalau saat saat trimester terakhir akan sangat berat bagi seorang ibu hamil, tapi entah kenapa Kina benar-benar menikmati setiap momen dan ia sama sekali tidak merasa kesulitan dalam hal apapun karena ada Ages yang begitu memanjakan juga mengurus nya dengan sangat baik.
"Aku benar-benar beruntung memiliki suami seperti mas Ages, aku sungguh tidak tahu harus bagaimana mengungkapkan rasa syukur ini." Kina tersenyum sangat senang dan memulai acara mandinya.
"Akh,," ia merasakan kalau buah hatinya bergerak disana hingga ia sedikit kesakitan.
"Ada apa sayang? Kamu bergerak aktif hemm."
Kina mulai merasakan kalau rasa sakit itu perlahan hilang, ia tersenyum mengelus area perutnya itu dan benar-benar merasakan kalau buah hatinya sungguh hidup didalam sana.
"Mamah gak sabar dengan kehadiran mu ke dunia ini sayang, papah juga pasti juga merasakan hal yang sama tidak sabar melihat mu sayang, sebentar lagi kita akan bertemu dan mamah harap kamu sehat-sehat disana yah sayang. Mamah akan sangat bangga dengan kehadiran mu jadi mamah harap kamu baik-baik saja disana,"ucap Kina mengelus perut nya dengan sangat lembut dan merasakan buah hatinya di dalam sana.
Sementara Ages saat ini tengah sibuk merapikan ranjang baik itu membentuk sprei agar terlihat rapi begitu juga dengan bantal yang ia atur tapi dan selimut yang ia lipat dengan rapi juga. Siapapun yang melihat itu pasti akan setuju jika ia disebut sebagai suami idaman atau ideal.
Mungkin beberapa dari kalian akan bertanya kenapa tidak ada asisten rumah tangga dirumah itu. Karena Kina melarang Ages untuk menyewa mereka karena ia merasa pekerjaan rumah masih bisa ia lakukan dan itu adalah sebelum ia hamil sebesar ini, Ages juga sampai saat ini terbiasa dengan pekerjaan rumah. Ia bisa menghandle semua itu sekaligus dengan pekerjaan kantor nya.
Baru-baru ini Kina sudah meminta Ages untuk menyewa asisten rumah tangga namun Ages yang malam menolak saat ini, ia berkata bahwa akan sangat tidak nyaman jika ada orang lain disana dengan mereka.
Kina akhirnya memilih untuk membiarkan nya saja karena Ages benar-benar orang yang teguh dengan pendirian nya.
...🌼 To be continued 🌼...
Aaaa mau dong satu yang kayak agess, ahh atau Ages mau gak author yang jadi pengganti kina? Pengen punya suami kayak Ages ahh.
__ADS_1
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan
See you guys 🧀