
Ages sudah mandi dan kini sedang dibantu oleh kina untuk mengenakan pakaian nya. Kina memang sudah menyiapkan piyama tidur untuk Ages dan kini ia hendak memasukkan tangannya piyama itu untuk Ages.
"Sakit gak mas?" Tanya Kina dengan pelan.
Ages sendiri hanya diam saja dari tadi, menahan diri benar-benar sangat sesulit itu. Ia tidak tenang ditambah hawa terasa semakin panas disana. Walaupun ia sudah mandi namun ia kembali berkeringat banyak karena gejolak dalam dirinya benar-benar seolah tengah melawan hatinya untuk tetap tenang.
"Aku baik-baik saja sayang, lebih baik kamu mandi saja sudah mulai larut."
Kina mengangguk namun ia malah dibuat bingung saat Ages begitu berkeringat banyak padahal ia sudah selesai mandi.
"Kenapa mas berkeringat begitu banyak? Padahal mas baru saja mandi. Apakah mas demam?" Tanya Kina yang awalnya sudah beranjak dan hendak ke kamar mandi namun ia kembali mendekat kearah Ages hingga Ages benar-benar kaget dan hampir saja copot jantung nya.
Bagaimana Ages tidak kaget karena Kina begitu dekat dengan nya sembari meletakkan tangan nya di dahi laki-laki itu.
"Mas tidak panas kok, kenapa mas berkeringat banyak?" Khawatir Kina mencoba untuk memastikan lagi dan lagi.
Ages benar-benar hampir gila karena Kina, gadis itu sepertinya tidak sadar dengan keadaan Ages saat ini. Hasrat dalam dirinya benar-benar sudah hampir tidak bisa ia bendung lagi. Apalagi mengingat janji kina saat dikantor tadi.
"Sayang seharusnya kamu mandi, malam sudah semakin larut!"
Kina seketika mundur dan mengangguk berjalan menuju kamar mandi untuk segera mandi. Ages tertinggal sendiri diatas ranjang dengan perasaan cemas dan juga diri yang hampir saja lepas kendali.
"Sial, kenapa dengan diriku? Benar-benar hampir tidak bisa menahan diriku."
Ages berdiri dan mondar-mandir didepan ranjang untuk menghilangkan perasaan tidak tenang karena pikirannya terus saja dipenuhi dengan pikiran yang bukan-bukan. Melihat wajah Kina ia hampir tidak bisa mengendalikan diri, ditambah lagi pakaian gadis itu sungguh sedikit terbuka.
Ages benar-benar mencoba untuk tetap menahan dirinya dan tidak berniat untuk memaksa Kina, karena untuk apa ia memaksakan kehendaknya saat gadis yang ia cintai itu merasa terpaksa dan tidak menginginkan hal itu?.
"Bagaimana ini? Apa aku harus mandi lagi?" Gumam Ages dengan sedikit nafas panjang.
Sudah beberapa saat ia mencoba untuk tetap tenang dan memikirkan hal-hal yang bisa membuat ia merasa rileks. Ia hampir berhasil namun seketika pertahanan nya runtuh karena Kina keluar dari kamar mandi hanya mengenakan sebuah kemeja kebesaran milik Ages.
Yah! Itu adalah kemeja yang Ages kenakan tadi. Kemeja itu tertinggal didalam kamar mandi karena dibawa oleh Ages tadi, benar-benar membuat Ages tidak bisa mengendalikan diri.
Kina sendiri sama sekali tidak berniat untuk menggoda iman Ages, ia lupa untuk membawa pakaian nya ke dalam kamar mandi karena terlalu terburu-buru dengan Ages yang memaksa nya untuk segera mandi.
"Mas minjem kemeja mas bentar yah? Aku lupa membawa baju ke dalam kamar mandi tadi."
Kina dengan wajah polosnya keluar begitu saja dengan paha yang terpampang dihadapan Ages. Berkali-kali laki-laki itu menelan ludahnya kasar karena melihat hal itu. Paha putih mulus dan juga seolah sengaja dihidangkan dihadapan nya, bukankah hal tersebut wajar membuat Ages hampir menerkam kina?.
"Wahh benar-benar menyiksaku! Bagaimana caraku agar Kina mau melakukan itu dengan ku malam ini? Sepertinya aku benar-benar akan gila karena nya."
"Dimana piyama tidur ku?" Gumam Kina terus saja mencari.
Ages tidak bisa memalingkan pandangannya dari arah Kina, sudah tahu keadaan Kina benar-benar akan membuat ia hilang kendali tetap saja akan terasa mubadzir untuk ia lewatkan. Matanya hampir saja keluar dari sarangnya saat Kina menunduk dan sedikit menungging untuk meraih sesuatu di dalam lemari.
Ages buru-buru memalingkan wajahnya memegangi dadanya sembari berucap beberapa kata yang bisa memenangkan dirinya.
"Tidak bisa dibiarkan, aku harus mencari cara! Hanya malam ini aku berkesempatan untuk mendapatkan hak ku,"gumam Ages mencari akal.
Ia berniat menghasut Kina dan mendapatkan persetujuan gadis itu sebelum ia benar-benar sudah rapi dengan piyamanya.
"Akhh,,,"
Kina yang baru saja mendapatkan piyama nya langsung kaget karena mendengar Ages meringis. Dengan cepat ia meletakkan piyama itu di depan lemari kemudian berlari menuju Ages untuk memeriksa keadaan laki-laki itu.
"Ada apa mas? Apa ada yang sakit?" Tanya Kina dengan wajahnya yang dipenuhi dengan ke khawatiran.
Ages sedikit tersenyum karena melihat reaksi kina, ia berharap ia akan berhasil melakukan nya malam ini. Namun seketika senyuman itu luntur beriringan dengan keringat yang semakin bercucuran karena hawa semakin panas saja.
Kina benar-benar tidak sadar dengan penampilan nya saat ini, ia jelas tidak sedang memakai dalaman saat ini. Ages bisa melihat setengah dari gundukan miliknya dibalik kemeja milik Ages.
Karena posisi Kina yang berada dihadapan Ages dan postur tubuh mereka yang berbeda jauh Ages bisa melihat dari atas dua gundukan Kina tanpa balutan bra.
Gluk
Lagi dan lagi Ages hanya bisa menelan ludah karena hanya bisa melihat tanpa menyentuh nya. Bayangan bermain disana membuat Ages hampir tidak bisa menahan dirinya lagi.
"Dimana yang sakit mas?" Tanya Kina lagi.
__ADS_1
"Tangan ku sedikit perih sayang,"ucap Ages dengan wajah dibuat-buat sesakit mungkin.
Jelas saat mendengar itu Kina merasa khawatir, pasalnya tangan Ages sudah mulai sembuh namun karena Ages itu mengeluh sakit Kina khawatir masih ada masalah disana.
"Mas duduk dulu yah! Kita lihat apakah ada masalah di tangan mas,"ucap Kina mencoba menuntun Ages untuk duduk di tepi ranjang.
Ages tersenyum pelan karena sedikit jalannya mulai terbuka, Kina sendiri yang membawa mereka duduk di ranjang. Benar-benar suasana yang mendukung bukan?.
Kina duduk dihadapan Ages dan memegang perlahan tangan Ages kemudian meniupnya secara perlahan-lahan juga.
Gluk
Lagi dan lagi, sepertinya ini sudah tidak bisa disebutkan lagi berapa jumlahnya saat Ages menelan ludah karena Kina. Gadis itu meniup tangan Ages sembari menunduk hingga dua gundukan itu semakin nyata dihadapan Ages.
"Kenapa dia tidak sadar juga? Aku semakin gila karena nya."
"Bagaimana mas?"tanya kina masih sibuk dengan meniupi tangan Ages.
"Sudah mendingan sayang, kamu sangat ahli dalam mengobati heheh."
"Mas bisa aja ihh, yaudah aku ganti baju dulu yah mas!"
Langkah kaki Kina tertahan saat Ages dengan cepat menahan tangan nya. Ia melihat kearah Ages dengan tatapan kebingungan.
"Ada apa mas? Apa masih terasa perih?"tanya Kina mendekat kearah Ages lagi.
Dengan cepat Ages menarik Kina hingga Kini duduk didepan nya dengan wajah yang sangat kebingungan.
"A,,ada apa mas?"tanya kina kemudian memperbaiki posisi kemeja yang ia kenakan. Sebab saat Ages menarik nya kemeja yang ia kenakan sedikit tersingkap keatas hingga memperlihatkan paha mulusnya begitu banyak.
Ages tidak menjawab dan hanya melihat kearah kina dengan tatapan yang sangat lekat, tatapan nya jelas menunjukkan segalanya. Hanya saja Kina yang sedikit ragu untuk memahami itu. Siapapun akan tahu kalau Ages memiliki niat yang kuat dengan Kina.
"Ada apa mas?" Tanya Kina lagi menunggu jawaban dari Ages.
Ages masih diam saja kemudian mendekat kearah Kina. Gadis itu masih tetap dalam posisinya, seketika ia mengingat dengan jelas kejadian dikantor tadi. Ia juga mengingat sempat berjanji dengan Ages untuk melanjutkan nya malam ini karena terganggu dengan Niken tadi.
"A,,apa mas Ages hendak mengungkit hal itu?"batin Kina sedikit ragu.
"Apa kamu melupakan sesuatu sayang?" Bisik Ages dengan nada yang sama seperti saat dikantor tadi. Laki-laki itu selalu saja mencoba untuk memancing Kina dengan nada suara yang menggoda.
"Ma,, maksud mas apa? Apa kita melupakan sesuatu?" Tanya Kina mencoba untuk tetap berpikir positif. Siapa tahu Ages tidak mengingat hal itu lagi.
Ages tersenyum pelan dan mendekat kearah kina untuk berbisik lagi "Sepertinya kamu juga tahu sayang ap yang mas maksud, bukankah sudah saatnya kita melakukan nya? Malam sudah mulai larut hmmm."
Deg
Gila! Ages benar-benar sudah tidak bisa menahan diri hingga begitu blak-blakan kepada Kina. Ia mengatakan dengan begitu jelas hingga kini Kina yang bergati menelan liurnya ragu.
Kina tidak tahu harus mengatakan apa lagi, untuk menolak ia tidak memiliki alasan lagi dan untuk setuju juga ia tidak tahu harus melakukan apa nanti nya.
"Bagaimana sayang?"tanya Ages dengan wajah penuh harap.
Kina bisa melihat itu, sepertinya sejak tadi Ages tidak bisa berhenti memikirkan hal itu dan kina juga baru sadar kenapa Ages berkeringat begitu banyak? Pasti karena memikirkan hal ini juga.
"Apa mas sangat menginginkan nya?"tanya Kina dengan pelan.
Ages dengan cepat mengangguk, pertanyaan itu benar-benar sangat lucu Karena jelas sekali Ages sangat menginginkan itu. Apalagi mengingat hubungan mereka yang kini sudah sangat baik itu.
"Ta,,tapi aku tidak tahu harus melakukan apa mas, aku tidak terbiasa dan tidak berpengalaman dengan hal seperti ini."
Ages tersenyum karena mendengar itu dari Kina, bagaimana bisa gadis itu begitu polos mengatakan hal seperti itu.
"Mas akan menuntun mu sayang,"bisik Ages dan semakin mendekati Kina.
Deg
Jantung kina benar-benar tidak bisa ia kendalikan lagi, bagaimana bisa bersikap biasa saja saat melihat Ages yang semakin mendekat kearah nya.
Perlahan ia memejamkan matanya dengan ragu karena melihat Ages yang hendak mengecup pelan bibir nya.
__ADS_1
Cup
Benar-benar sangat romantis bukan? Ages dengan lembut dan penuh penghayatan mengecup pelan bibir Kina. Mendiamkan nya disana sejenak,kina juga juga hanya diam saja menunggu apa lagi yang akan dilakukan oleh laki-laki itu kepada nya.
Setelah mendiamkan bibirnya beberapa saat, Ages memegang pinggang Kina dengan tangan nya yang tidak sakit dan bibirnya ia gerakkan dengan perlahan melumaat bibir Kina hingga gadis itu mulai terbuai dengan gerakan bibir Ages.
Ia mengikuti setiap gerakan bibir Ages, walaupun terkesan kaku Ages benar-benar senang karena Kina berusaha untuk menyeimbangkan gerakan bibirnya.
Masih dengan bibir yang saling memagut satu sama lain, Ages perlahan menggerakkan tangan nya ditubuh Kina. Gadis itu jelas merasakan kalau sebuah tangan sudah mulai masuk kedalam kemeja yang ia kenakan itu.
Ages tersenyum disela ciuman itu karena merasakan kalau Kina benar-benar mempermudah jalannya permainan ini. Gadis itu sama sekali tidak memakai apapun di dalam sana selain dalaman segitiga pelindung lembahnya.
"Sshhtr,,"
Kina sedikit melenguh saat Ages menyentuh kulit perut nya. Mengelus dan mengusap bagian pusat tubuhnya. Senyum laki-laki itu jelas semakin melebar saat ia berhasil memegang dua gundukan itu secara bergantian.
Kina kaget dan sedikit tersentak mundur dari dekat Ages, Ages juga ikut kaget karena melihat Kina yang begitu kaget itu.
"A,,ada apa sayang?" Tanya Ages melepaskan tangannya yang sempat menggenggam dua gundukan itu.
"A,,aku malu mas! A,,aku tidak terbiasa dan kaget saat mas memegangi nya,"ucap Kina dengan wajah memerah dan malu.
Ages hampir saja tertawa karena melihat wajah Kina yang memerah itu, ditambahkan lagi ia menunduk dengan suara kecilnya ia mengatakan kalau ia merasa malu dan tidak terbiasa.
"Tidak apa sayang, kenapa kamu harus malu? Mas akan memberikan kenikmatan yang sesungguhnya untuk mu hmmm."
Ages berusaha untuk membujuk Kina dengan perlahan mencium bibir gadis itu, kina pun akhirnya menurut dan kembali terbuai dengan ciuman Ages yang bahkan memaksa lidahnya untuk masuk ke rongga mulut Kina. Gadis itu sesekali melenguh karena Ages yang kembali masuk ke dalam kemeja itu mengelus area perut Kina.
Gadis itu hampir saja tersentak lagi saat Ages kembali menyentuh dua gundukan miliknya namun karena Ages yang masih sibuk memberikan kecupan kepada Kina gadis itu langsung teralihkan lagi.
"Akhh,,,shht."
Kina melepaskan ciumannya dan mendesah pelan saat Ages dengan lembut meremas dua gundukan itu secara bergantian. Wajah Kina juga bahkan merem melek karena ulah Ages.
Karena tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan Ages langsung turun ke leher Kina dan mengecup serrrta menghisapnya meninggalkan beberapa bekas disana.
"Akhh," kina tidak hentinya mengeluarkan suara-suara aneh itu tidak perduli sebanyak apa ia mencoba menahannya.
"Jangan ditahan sayang, panggil saja namaku." Gumam Ages dengan pelan dan kina hanya diam setelah mendengar itu.
Ages benar-benar bahagia karena sepertinya impiannya akan segera ia dapatkan malam ini. Namun semua itu langsung buyar karena suara perut Kina yang berbunyi tanda lapar
Kruk
Seketika aktivitas mereka terhenti, Ages melihat kearah Kina dan kina juga demikian. Kalau hanya sekali mungkin Ages benar-benar akan berusaha untuk mengabaikan itu namun bunyi itu terdengar lebih dari dua kali.
"Sayang? Apa kamu lapar?" Tanya Ages dengan pelan.
Kina merasa tidak enak kepada Ages, mereka sudah memulainya namun jujur saja ia sebenarnya merasa lapar. Entah kenapa akhir-akhir ini ia sangat mudah untuk merasa lapar.
"A,,aku baik-baik saja mas!"
Kina tidak ingin membuat Ages kecewa apalagi melihat wajah laki-laki itu sudah sangat menginginkan nya. Ia terlihat sangat tersiksa sejak tadi.
"Sepertinya kamu sangat lapar sayang, kita sudahi saja malam ini. Aku tidak ingin kamu kelaparan dan anak kita juga akan merasakan nya di sana,"guma Ages bangkit dan mengambil piyama tidur Kina.
"Kamu ganti baju dulu sayang nanti masuk angin."
Ages benar-benar harus sabar karena tidak ingin membahayakan kandungan kina, untuk masalah nya harus ia tanggung sendiri.
Kina meraih piyama itu dan berjalan ke kamar mandi dengan wajah yang kebingungan serta merasa bersada Ages. Laki-laki itu terlihat sangat tidak rela namun harus tetap sabar demi kesehatan buah hati mereka.
"Akhh benar-benar menyiksaku!"
...🌼To be continued 🌼 ...
Awokawok,rasain tuh Ages. Kayaknya tadi kamu ngira bakal dapetin yang kamu mau kan. Ooh tidak semudah itu hehehe, makanya jangan bikin kesel author wkwkwk. Gimana dong Ages? Apa kamu gak bakal dapetin itu yah?.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys 🧀