Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 41: Aku yakin itu dia


__ADS_3

     Pintu terbuka dengan lebar memperlihatkan  Akmal yang datang dari arah luar sembari membawa baerkas yang sudah ia siapkan dari rumah. Semenjak Kina bersama dengan nya selama seminggu lebih baru kali ini ia benar-benar berhadapan langsung dengan Ages karena selama ini ia hanya melihat Ages dari kejauhan atau ia memang sengaja mendekat kearah Ages untuk mencari informasi.


Ages benar-benar kaget saat melihat gelang berwarna coklat yang dikenakan oleh Akmal ditangan kanan nya. Sama seperti gelang yang ada ditangan laki-laki disamping Kina.


Ages melihat lebih jelas lagi dengan membesarkan foto tersebut pada bagian gelang laki-laki di foto itu. Sama persis dan Ages melihat kearah postur tubuh Akmal ia kembali kaget karena mereka terlihat sangat sama persis.


Akmal sendiri kini sudah sampai di depan meja milik Ages, ia malah dibuat kebingungan saat melihat Ages melihat kearahnya dengan tatapan lekat. Ia sudah berusaha bersikap biasa saja namun karena melihat Ages melihat nya demikian membuat Akmal sedikit kebingungan.


"Mohon maaf pak, ini berkas yang bapak minta pada divisi pemasaran."


Ages langsung mengalihkan pandangannya dan bersikap biasa saja seolah tidak curiga dengan Akmal. Mereka benar-benar saling menutupi satu sama lain.


"Baiklah, letakkan saja disana." Ucap Ages pelan menyuruh Akmal meletaynya diatas meja.


"Kalau begitu saya permisi pak."Akmal hendak berlalu namun ditahan oleh Ages hingga langkah kaki pemuda itu terhenti.


"Tunggu!"


Akmal berbalik kearah Ages dan memasang wajah kebingungan " Apa masih ada hal yang bapak perlukan?" Tanya Akmal dengan pelan.


"Ooh masih berpura-pura tidak tahu yah? Lihat saja aku benar-benar yakin laki-laki difoto itu adalah kamu." Batin Ages dengan kesal.


"Saya lupa namamu siapa dan dari divisi mana?" Tanya Ages dengan wajah datarnya.


"Ooh nama saya Akmal dari divisi pengembangan pak, " ucap Akmal dengan pelan.


Ages mengangguk mengerti kemudian memberikan kode dengan tangannya agar Akmal segera keluar dari ruangan nya.


Akmal keluar dari ruangan Ages dengan wajah kesal dan juga sedikit emosi. Dan memang setiap melihat wajah Ages Akmal benar-benar sangat tidak bisa diam begitu saja. Ia ingat segala penderitaan yang dialami Kina karena laki-laki jahat itu.


"Bagaimana bisa dia bersantai dan terlihat biasa saja saat ia sudah hampir membunuh Kina." Kesal Akmal berjalan menuju lift.


Bersikap biasa saja dihadapan Ages benar-benar sangat sulit bagi Akmal karena ia sangat ingin menonjok wajah Ages lalu melampiaskan seluruh penderitaan yang dirasakan Kina saat bersama nya.

__ADS_1


Akmal seolah tidak perduli lagi dengan posisi nya yang merupakan bawahan Ages. Rasa hormatnya sudah hanyut dan memang Ages sangat tidak pantas untuk dihormati.


Sementara Ages langsung saja menelpon sekretaris nya yang saat ini sedang berada diluar ruangan nya.


"Halo pak, apakah ada yang bisa saya bantu?" Tanya sekretaris nya dengan sopan.


"Segera berikan saya informasi tentang laki-laki yang baru saja keluar dari ruangan saya tadi."


Setelah mengatakan hal itu Ages langsung mematikan sambungan dan kembali melihat foto didalam ponselnya.


Ages benar-benar merasakan kalau ada yang aneh dari Akmal. Laki-laki itu benar-benar sama dengan laki-laki yang ada difoto itu belum lagi kenyataannya adalah gelang yang ia pakai sama dengan gelang laki-laki itu.


"Ahh bukankah Akmal pernah menyapa kina saat gadis itu pertama kali datang kesini? Akhh bagaimana mungkin mereka bisa bersama? Kina saat itu sama sekali tidak ingin bertemu dengan Akmal."


Ages terus saja memikirkan suatu kemungkinan laki-laki yang difoto itu adalah Akmal.


Saat ini Kina sangat sibuk dengan berberes rumah, gadis itu memang sengaja membersihkan segala sudut rumah yang sebenarnya sudah sangat bersih itu. Memang Akmal adalah tipikal laki-laki yang begitu menyukai kebersihan. Seluruh isi rumah benar-benar tertata sangat rapi.


Piring juga sudah habis ia cuci bersih, ia tersenyum lega karena sudah selesai membersihkan seluruh isi rumah sampai ke dapur-dapur nya walaupun sebenarnya tidak ada yang istimewa disana.


Kina hendak duduk disofa sembari melihat majalah disana, seperti biasa ia akan sangat bosan sendirian dirumah itu sembari menunggu kepulangan Akmal. Untuk keluar rumah ia benar-benar tidak berani karena takut Ages atau orang suruhannya tiba-tiba melihat dirinya.


Belum juga sempat Kina duduk tiba-tiba saja bel berbunyi dua kali. Kina yakin itu bukan Akmal karena laki-laki itu pasti menghubungi nya lebih dahulu sebelum kembali ke rumah.


Dengan ragu Kina berjalan kearah pintu karena ia benar-benar khawatir itu adalah Ages atau orang-orang suruhan nya. Bagaimana jika mereka membobol masuk untuk menangkap kina?.


Kina bisa melihat dari jendela kalau orang yang menekan bel itu adalah seorang gadis. Kina bernafas lega karena itu bukanlah sesuai dengan ketakutan nya.


Sekali lagi bel berbunyi dan dengan cepat kina membuka pintu hingga gadis yang hendak menekan bel itu kaget karena melihat keberadaan Kina disana.


"Loh? Kok! Ini rumah Akmal kan?" Tanya gadis itu dengan pelan.


Kina benar-benar kagum karena melihat kecantikan gadis dihadapannya, ia begitu sempurna dengan setelan yang ia kenakan itu. Belum lagi kulitnya benar-benar sangat terawat.

__ADS_1


Kina dengan cepat mengangguk menanggapi pertanyaan gadis itu "Iya mbak, ini rumah Akmal."


"Ooh kirain salah rumah," ucapnya pelan lalu masuk kedalam hingga Kina sedikit kebingungan.


"Wahh interior nya udah berubah yah, ehh ini masih disini rupanya."


Kina menutup pintu dengan pelan lalu mengikuti gadis yang baru saka datang lengkap dengan koper ditangan nya.


"Oh iya kamu siapa?" Tanya gadis itu kearah Kina dengan pelan.


"Saya kina mbak,teman Akmal dari kampung."


Gadis itu mengangguk mengerti, ia sudah cukup dengan jawaban itu. Mendengar kata teman saja ia sudah merasa aman dengan posisi nya.


"Kalau tau mbak siapa yah?" Tanya Kina dengan pelan.


"Ahh kenalin gua Afri. Tunangan Ages," ucap gadis itu dengan santai lalu kembali melihat sekeliling rumah.


Deg,


Jujur Kina kaget banget denger kata tunangan, dia sama sekali tidak tahu kalau Akmal ternyata sudah memiliki seorang tunangan. Bagaimana ia bisa tahu kalau Akmal sudah memiliki tunangan saat laki-laki itu tidak pernah bercerita.


"Oh iya jangan manggil mbak dong, kita kayaknya seumuran deh. Panggil Fri aja deh," ucapnya terkesan ramah.


Kina hanya bisa mengangguk tersenyum dengan hati yang tidak bisa ia gambarkan rasa terkejutnya.


...🌼To be continued 🌼...


Kaget dong pasti, cowok yang kita suka dan bahkan bersama dengan kita selama beberapa hari tiba-tiba udah punya tunangan aja. Ehh lebih parah kina sih udah nikah aja hahahah.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀

__ADS_1


__ADS_2