
Setelah selesai saling temu kangen di ruangan ganti kini Akmal juga Afri harus pindah ke hadapan para tamu dan berdiri di pelaminan menyambut para tamu undangan yang datang menghadiri pernikahan mereka.
Sedangkan saat ini Kina dan Ages sudah pindah dari ruangan ganti juga dan beralih duduk di kursi khusus para tamu sesuai dengan tempat yang sudah disediakan.
Akmal terlihat sangat tampan dengan jas nya begitu juga dengan Afri yang terlihat sangat hebat disana dengan gaun nya yang begitu kembang dan sesuai dengan tubuhnya yang sintal itu. Mereka terlihat sangat serasi saat sedang bersanding disana.
Senyuman Kina tidak ada habisnya saat melihat kedua sahabatnya itu benar-benar telah bersama. Mengingat hubungan mereka yang sangat mustahil untuk bersama namun ternyata hati manusia memang serumit itu hingga tanpa disangka Kina mendapatkan undangan pernikahan mereka berdua.
"Aku benar-benar sangat senang dengan hari bahagia mereka ini mas, saat itu aku sangat takut mereka tidak akan bisa bersama karena Akmal terlihat sangat cuek kepada Afri." Kina tersenyum sembari membicarakan kisah cinta kedua sahabatnya itu.
Akmal diam saja tersenyum kearah istrinya, wajah laki-laki itu terlihat sangat sendu dibalik senyuman nya. Kina sedikit tidak mengerti apa sebenarnya yang sedang dipikirkan oleh suaminya itu.
"Kalau saja mas melihat langsung hubungan mereka selama ini maka mas tidak akan percaya mereka akan menikah seperti ini, Afri sudah sangat lama menginginkan Akmal mas sampai mengejar nya hingga sekarang. Akmal sangat dingin kepada Afri hingga aku Takut mereka tidak akan bisa bersama,"ucap Kina lagi mengingat suasana saat itu.
Sebenarnya ia masih ingat dengan jelas saat itu ia adalah salah satu benalu dalam hubungan mereka, saat itu adalah saat paling terpuruk bagi Kina karena Ages telah melukainya dengan merenggut kesucian nya secara paksa.
Saat itu Kina lari dari rumah sakit karena tidak ingin bertemu dengan Ages yang sudah tanpa perasaan menghancurkan harapan hidupnya saat itu. Saat ia kabur ia bertemu dengan Akmal ditengah jalan dan menyelamatkan nya membawa ia dan merawatnya dengan sangat baik.
Kina awalnya benar-benar hampir saja mengakhiri hidupnya karena sudah tidak ada harapan lagi untuk nya namun karena Akmal yang begitu perhatian kepada nya maka ia kembali merasa hidup dan mencoba untuk memulai kehidupan yang baru lagi.
Ia sempat beberapa hari bersama Akmal dengan perasaan yang menggebu dan menggelora ditambah lagi Akmal terlihat seperti menginginkan Kina juga. Kina benar-benar tidak tahu diri dan egois hingga berharap bisa bersama dengan Akmal.
Seketika harapan itu harus ia buang dan tanam saat mengetahui fakta bahwa Akmal ternyata sudah memiliki tunangan yang sangat baik dan cantik. Afri, gadis hebat yang sangat baik hati dan parasnya hingga Kina tidak bisa lagi berharap sebab ia sudah kalah telak bahkan sebelum ia mencoba untuk membandingkan nya.
Kina bisa melihat cinta yang sangat besar dalam diri Afri hingga gadis itu memilih untuk pergi dan mengakhiri perasaan yang seharusnya tidak ia pupuk itu.
Senyuman Kina timbul dan dengan cepat ia menggeleng karena hal itu sudah berlalu dan seharusnya ia menguburnya sedalam mungkin. Ia tersenyum karena merasa saat ini bahkan lebih membahagiakan dibandingkan hari itu.
Kina melirik kearah Afri dan Akmal dan ia menghela nafas lega karena melihat kedua sahabatnya itu sudah sangat bahagia saat ini.
Kemudian Kina beralih melihat kearah Ages yang memasang wajah sendu dan terlihat sangat murung menunduk. Tentu saja Kina bisa melihat bahwa Ages sedang tidak baik-baik saja saat ini. Padahal tadi ia terlihat sangat senang dan ceria namun kini ia terlihat sangat tidak bersemangat lagi.
Dengan lembut Kina mengulurkan tangannya memegang tangan Ages yang menganggur diatas meja, Ages yang menunduk itu seketika melihat kearah kina yang melihat kearahnya juga.
"Kenapa mas? Apa mas sedang tidak enak badan?" Tanya Kina dengan wajah ikut khawatir sebab Ages terlihat sangat berbeda dengan yang tadi.
Ages dengan cepat menggeleng "Mas baik-baik saja kok sayang, kamu tidak usah khawatir begitu."
Kina menggeleng dengan cepat karena ia jelas bisa merasakan kalau saat ini Ages sedang tidak baik-baik saja. Ia tidak bisa membohongi Kina yang sudah sangat faham betul dengan dirinya.
"Aku tahu kalau saat ini mas sedang memikirkan sesuatu, kenapa hemm? Apa ada yang mengganjal dalam pikiran mas?" Bisik Kina mencoba mencari tahu.
Ages memutar tubuhnya kearah Kina dan dengan cepat ia menggeleng, karena sebenarnya hal yang ia pikirkan itu benar-benar akan membuat ia semakin merasa bersalah lagi.
Ages sejak tadi mencoba untuk menahan diri agar tidak terlalu memikirkan hal itu, namun karena mereka saat ini sedang berada di gedung aula pernikahan yang dihias sangat mewah dan juga terlihat pasangan yang sangat hebat dan juga saling mencintai membuat rasa bersalah semakin mendalam dalam diri Ages.
Melihat wajah Kina yang sejak tadi sangat senang melihat kedua sahabatnya yang begitu serasi disana membuat Ages merasa bersalah kepada Kina karena ia dulu begitu jahat kepada istrinya.
__ADS_1
Memaksa Kina untuk menikah saat itu Kina adalah adik iparnya yang juga sangat tersakiti karena kehilangan kakaknya, Kina harus menikah dengan nya dan berpura-pura bahagia dihadapan para tamu tentu saja karena diancam oleh Ages yang sangat tidak berperasaan itu.
Rasa bersalah di dalam diri Ages jelas sudah tidak bisa ia bendung lagi karena ia sangat jahat kepada Kina selama ini, ia bersikap semaunya bahkan mengatakan hal yang tidak benar dan kasar kepada Kina dan ia juga tidak segan bermain tangan dan mengasari Kina yang selalu saja sabar menghadapi nya.
Air mata Ages hampir saja terjatuh karena rasa bersalah yang kian mendalam kepada Kina, karena mereka saling berhadapan satu sama lain Ages semakin tidak bisa membendung air matanya. Saat ini mereka sedang tidak dirumah dan bahkan dihadapan banyak tamu, Ages tidak perduli dan malah semakin merasa bersalah.
"Kenapa mas? Kok tiba-tiba nangis gini? Apa aku ada salah mas?" Tanya Kina lagi.
Padahal tadi pagi Kina yang menangis karena merasa bersalah dan saat ini Ages yang menangis karena rasa bersalah juga. Mereka benar-benar dua manusia yang cocok untuk bersama, seolah jodoh mereka memiliki perasaan yang sama.
"Maafkan aku sayang, aku benar-benar sudah jahat kepada mu selama ini. Kamu sudah sangat menderita karena memiliki suami yang jahat seperti ku ini, seharusnya orang yang pantas untuk mu adalah orang seperti Akmal, aku benar-benar laki-laki yang jahat."
Kina kaget karena ternyata Ages memikirkan hal itu sejak tadi hingga ia terlihat sangat murung dan berdiam diri. Jujur saja Kina sudah membuang jauh-jauh masa lalu yang kelam itu, karena ia sudah sangat bahagia saat ini sebab Ages menyayangi nya terlalu dalam hingga menutupi rasa sakit itu.
Kina memeluk Ages dengan pelan, ia menutupi suaminya yang menangis itu agar orang-orang disana tidak bisa melihatnya menangis.
"Kenapa mas masih memikirkan hal itu dan mengingat nya? Aku saja sudah lupa mas. Aku tidak ingat apapun selain kebahagiaan saat ini, suamiku ini adalah suami baik dan juga sangat menyayangi ku sangat besar dibandingkan seluruh laki-laki di dunia ini. Mas tidak usah menangis dan bersedih seperti ini hmmm."
Kina menepuk pelan bahu suaminya dan mencoba untuk menenangkan suaminya yang masih saja menangis itu.
Kina sungguh sudah melupakan segalanya dan hanya mengingat kebaikan Ages saja karena suaminya benar-benar sudah sangat berubah total. Untuk apa kina mengingat segala keburukannya saat ia sudah sangat jauh berubah ke arah yang lebih baik.
"Mas sudah jahat sayang, maafkan mas karena sudah membuat mu menderita selama ini sayang. Setiap hari aku sama sekali tidak pernah bisa melupakan segala kejahatan dan juga kejamnya diriku kepada mu sayang. Aku tidak pernah berhenti merasa bersalah karena segala perbuatanku,"ucap Ages memeluk Kina lebih erat lagi.
Kina tersenyum dan mencoba untuk menenangkan Ages lagi, suaminya benar-benar terlihat sangat merasa bersalah hingga tidak bisa berhenti menangis.
Ages mencoba untuk menenangkan dirinya juga, ia benar-benar sudah gila karena menangis ditempat rame seperti itu. Kina sebenarnya tidak merasa malu ia hanya ingin menghentikan Ages yang menangis itu.
Ages melepaskan pelukannya dan menunduk dihadapan Kina, istrinya tersenyum dan mengangkat wajahnya untuk mereka bisa saling berhadapan satu sama lain.
Wajah Ages terlihat sangat sembab karena baru saja menangis dan dengan lembut Kina mengusap air mata Ages.
"Apa yang perlu mas khawatirkan? Aku sama sekali tidak mengingat seluruh masa lalu kita mas. Aku sudah melupakan segalanya dan mas sudah menggantikan nya dengan kebahagiaan."
"Mas masih saja merasa bersalah sayang, kamu sudah sangat banyak menderita karena mas."
Ages berkali-kali mengatakan hal itu padahal sebenarnya Kina sudah melupakan semuanya. Ia benar-benar sudah sangat bahagia saat ini.
"Sudahlah mas, kita tidak boleh seperti ini hemm. Aku tidak ingin melihat mas menangis karena kita kan udah janji cuma ada tawa saja."
Ages mengangguk dengan cepat dan mengusap air matanya dengan cepat pula hingga kina tersenyum melihat itu.
"Yaudah sekarang kita mendingan liat pernikahan Akmal sama Afri aja yah mas, mereka terlihat sangat bahagia tuh."
Ages tersenyum dan berbalik melihat kearah Akmal juga Afri yang masih saja sibuk dengan beberapa tamu yang tidak ada habisnya. Mereka terlihat sudah sangat kelelahan namun masih bersikap profesional dengan tersenyum cerah dihadapan para tamu.
"Habis ini kita kemana sayang? Apa kita langsung pulang saja?" Tanya Ages mencoba bertanya kepada Kina karena mereka sudah jarang keluar main-. Mereka keluar hanya untuk berbelanja dan ke kantor saja.
__ADS_1
"Sepertinya akan sangat bosan jika kita langsung pulang mas, lebih baik kita ke taman di dekat sini saja untuk menandatangani taman dan orang-orang disana heheeh."
Kina benar-benar ingin keluar melihat dunia luar, ia ingin bersantai menghilangkan rasa bosan nya karena terlalu lama berdiam diri di rumah.
"Apa kamu tidak kelelahan sayang? Bukankah sebaiknya kita pulang saja dan kamu harus beristirahat di rumah. Kamu sudah terlalu banyak bergerak sejak tadi bahkan kamu sempat berlari pagi tadi,"ucap Ages membujuk Kina karena ia khawatir istrinya akan sangat kelelahan karena banyak beraktivitas hari ini.
"Pliss yah mas, aku benar-benar bisa dirumah saat ini. Aku ingin melihat dunia luar sedikit lebih lama. Aku sama sekali tidak kelelahan mas ,aku baik-baik saja . Boleh yah! Kita ke taman aja yah mas. Gak bakal lama kok hehehe."
Ages benar-benar tidak tega untuk menolak permintaan Kina tapi ia merasa ada sesuatu yang buruk akan terjadi, entah kenapa ia merasa setelah ini mereka sebaiknya kembali ke rumah saja.
"Baiklah sayang, tapi kita bentar aja yah disana. Mas ngerasa ada sesuatu yang tidak enak secara tiba-tiba."
Kina terlanjur Senang dan memeluk Ages karena Ages mengizinkan untuk mereka keluar sebentar sebelum kembali ke rumah. Ages ikut tersenyum karena melihat reaksi istrinya yang begitu hebat dan juga sangat kegirangan itu.
"Apa kamu sesenang itu sayang?" Tanya Ages karena melihat Kina benar-benar sangat bersemangat bukan main.
Kina dengan cepat mengangguk karena ia sangat senang dan juga bersemangat. Ages sepertinya tidak tahu se bosan apa Kina selama ini dirumah.
Kina bisa faham dan mengerti dengan maksud Ages menahan kina keluar lama-lama diluar, ia sama sekali tidak bermaksud untuk mengurung kina di dalam rumah. Ia hanya khawatir saja takut terjadi sesuatu dengan Kina dan calon buah hati mereka yang sebentar lagi akan hadir di dunia ini.
"Seneng banget mas, aku tuh pengen banget jalan-jalan lama sama mas diluar."
"Sabar yah sayang, nanti kalau dedek udah lahir kita jalan-jalan diluar bareng dia sepuas kamu deh. Nanti kita jelajahi tempat apa saja yang kamu ingin kunjungi," ucap Ages mengelus pelan pipi Kina yang sudah sangat senang mendengar nya.
Membayangkan nya saja Kina sudah sangat tidak bisa menahan rasa senang. Ia sangat tidak sabar untuk menunggu momen itu akan tiba.
Bayangkan saja Ages dan kina beserta buah hati mereka pergi keluar dari rumah berjalan-jalan dengan sangat damai. Mereka terlihat sangat bahagia dan juga begitu serasi.
"Mamah gak sabar sayang liat kamu lahir, pasti kamu juga begitu kan?" Tanya Kina mengelus pelan perutnya.
Ages tersenyum dan ikut mengelus perut Kina hingga kina tersenyum juga "Tentu saja mamah, aku sangat tidak sabar ingin bertemu dengan mamah ku yang hebat dan juga sangat cantik di dunia."
Ages berbicara seperti seorang anak kecil seolah yang berbicara tadi adalah anak mereka yang saat ini sedang berada di dalam kandungan kina. Jelas sekali mereka akan tertawa setelah itu.
"Mas lucu banget hehehe," ucap Kina tertawa begitu juga dengan Ages yang ikut tertawa setelah itu.
Mereka sangat bahagia terlihat dari perbincangan kecil itu, Ages benar-benar masih merasa bersalah namun ia harus berusaha mengontrol perasaannya.
"Kita harus berbahagia selalu yah mas."
Kina memeluk Ages yang dengan cepat membalas pelukannya juga. Sangat nyaman dan Kina masih tempat ternyaman tempat Ages untuk bersandar dan mengistirahatkan hati dan jiwanya.
...🌼To be continued 🌼...
Hayoo bapak mesum akhirnya nangis juga, gak malu apa mas udah tua masih aja cengeng gitu hehehe. Makanya jadiin aku bini kedua kamu tuh biar aku gak godain kamu Mulu Ges, author serius loh ini cepetan makanya.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys 🧀