Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 10: Bertemu Akmal lagi.


__ADS_3

    Kina memang selamat dari perbuatan keji dan tidak beradab Ages namun ia harus menanggung malu yang tidak terkira sebab Akmal melihat segalanya tadi, melihat betapa Kina sudah dipermalukan tidak tanggung-tanggung Ages bahkan seolah sengaja membuat Kina terlihat oleh Akmal karena saat gadis itu hendak pindah Ages menahannya untuk tetap diam di tempat.


Hari sudah mulai malam dan Ages juga sudah selesai dengan pekerjaannya, sejak tadi Kina hanya diam saja merenung dan menyalahkan dirinya sendiri.


Tekanan di batin Kina semakin tidak terkendali lagi, raganya benar-benar tidak terluka namun di bagian dalam sana seluruh persendian juga hati terasa remuk redam.


Ages bangkit dan terlihat sibuk mengemasi barang-barangnya hingga Kina kebingungan sendiri melihatnya. Bukankah jam kerja Ages masih belum selesai? Kenapa laki-laki itu terlihat hendak pulang. Karena setau Kina Ages biasanya pulang kerja setelah sehabis Maghrib.


"Kenapa masih duduk seperti orang bodoh disana?"


Ages berjalan kearah Kina dengan wajah tidak bersahabat dan dengan ragu Kina bangkit dari duduknya, mencoba untuk memperbaiki baju yang ia kenakan apalagi tadi sempat robek karena ulah Ages yang tidak berperasaan itu.


Kina dengan perlahan mengikuti Ages berjalan keluar dari ruangan itu, benar-benar tidak nyaman dengan pandangan orang-orang dikantor kearahnya. Ia sadar itu adalah karena penampilan nya, ia sadar kalau itu adalah kesalahan nya juga ah apakah itu adalah kesalahan nya? Karena Ages yang menyuruhnya untuk memakai pakaian tidak pantas itu.


Ia ingin mengatakan kepada Ages kalau ia sama sekali tidak nyaman, ia ingin meminta agar Ages meminjam sesuatu untuk menutupi tubuhnya itu namun kembali lagi kepada rasa takut yang tidak bisa dibendung itu.


Kina memilih untuk pasrah saja menahan rasa malu dipandang seolah bukan manusia dan ia tidak bisa menyalahkan mereka yang salah faham kepada nya.


Sampai di lobi Ages mengeluarkan mobil dari parkiran sedangkan Kina hanya berdiri menunggu perintah dari laki-laki itu.


"Hari ini kamu pulang sendiri,aku sedang sibuk dan memiliki urusan lain."


Tiba-tiba saja laki-laki itu mengatakan hal tidak terduga, bagaimana bisa ia menyuruh Kina pulang sendiri dengan penampilan seperti itu apalagi saat ini hari sudah mulai gelap belum lagi Kina sama sekali tidak membawa uang sama sekali.


Belum sempat Kina menjawab dan bersuara Ages sudah melengkang pergi begitu saja berlalu tanpa peduli dengan pendapat gadis itu.


"Ta,,taapi..."


Kata yang akan disampaikan oleh gadis itu benar-benar hanya sampai disitu saja, ia tidak bisa melanjutkan nya karena Ages sudah pergi begitu saja.


"Bagaimana dengan ku? Aku tidak punya uang dan aku tidak mungkin berkeliaran dengan penampilan seperti ini apalagi saat ini hari sudah mulai gelap."


Kina benar-benar dibuat bingung dan kelimpungan karena Ages yang tidak berperasaan dan Tia memiliki peri kemanusiaan sama sekali.


Langkah demi langkah Kina berjalan menyusuri jalanan dengan keadaan yang sangat mengenaskan. Gadis itu benar-benar merasa tidak nyaman dengan dirinya sendiri apalagi saat melihat tatapan orang yang melihat kearah nya, ia sadar namun ia tidak bisa berbuat apapun. Kalau saja ia memiliki uang maka ia sudah menaiki angkot,ojek atau semacamnya agar segera sampai lebih cepat karena semakin gelap maka suasana akan semakin tidak aman.

__ADS_1


Sebuah klakson berbunyi tepat di dekat Kina hingga gadis itu terhenti kemudian berbalik dengan pelan. Ia benar-benar kaget karena itu adalah Akmal.


Kina langsung berbalik dan berjalan begitu saja mencoba untuk menghindari Akmal. Ia tidak akan lagi berurusan dengan laki-laki itu bagaimanapun keadaannya karena rasa malu yang ia tahan itu sudah tidak bisa ia tanggung lagi.


"Kina,, tunggu!"


Akmal turun dari motornya kemudian mengejar Kina yang hendak berlari itu namun dengan cepat Akmal kini sudah berada di hadapan gadis itu. Kina sudah tidak bisa lagi menghindar dan hanya bisa diam menunduk menghindari bersitatap muka dengan Akmal.


"Kina! Kenapa kamu terlihat sangat berbeda?" Tanya Akmal dengan lembut.


Gadis itu hanya diam saja tak ada jawaban dan respon dari Kina, gadis itu memilih untuk diam dan tidak akan menjawab Akmal. Ia tak bisa menjelaskan apapun kepada Akmal karena biar bagaimanapun ia sudah sangat buruk Dimata Akmal.


"Kenapa dengan mu hmmm? Ini bukanlah Kina yang aku kenal, ku mohon jelaskan kepada ku agar aku bisa menarik kesimpulan dan jika kamu butuh bantuan maka aku benar-benar akan bersedia untuk membantu mu."


Kina meremas pelan ujung dress pendek itu, menyakitkan karena harus mendengar itu dari Akmal biar bagaimanapun ia sudah sangat buruk dan tidak baik dihadapan laki-laki itu maka lebih baik tidak usah menjelaskan nya. Lebih baik diam dan semua akan berlalu apalagi Kina berharap untuk tidak akan bertemu dengan Akmal lagi.


"Maaf aku harus secepatnya pulang!"


Baru kali ini suara keluar dari bibir gadis itu, bukan menjawab pertanyaan Akmal namun ia malah mengatakan akan pulang.


Mungkin karena terlalu sering mendapatkan perlakuan kasar dari Ages kina menjadi sangat sensitif saat bersentuhan dengan laki-laki manapun.


"Ma,,maaf!" Akmal dengan cepat melepaskan tangannya.


"Bagaimana kalau aku mengantar mu pulang? Sudah sangat gelap saat ini. Jalanan tidak aman kalau malam hari,"ucap Akmal dengan pelan.


Kina menggeleng dan mencoba berjalan dengan pelan lagi.


"Ku mohon Kina, aku khawatir dengan mu jika kamu pulang sendiri berjalan kaki dan dengan keadaan seperti ini."


Kina tersenyum miris, apakah ia masih pantas untuk Akmal khawatir kan? Bukankah ia sudah sangat buruk dalam pandangan laki-laki muda itu?.


"Tidak usah khawatir dengan ku, aku bahkan lebih kuat dari yang kamu bayangkan."


Kina berjalan dengan cepat namun dikejar lagi oleh Akmal dan kini Kina merasakan sebuah jaket telah menutupi tubuhnya yang terbuka itu, benar-benar seperti sebuah kehangatan yang tiba-tiba saat tubuhnya yang diterpa angin malam kini sudah merasakan sedikit kehangatan karena jaket yang dibalutkan oleh Akmal di bahu gadis itu.

__ADS_1


Jantung nya berdetak semakin kencang, ras pilu memang makin dalam karena kaget mendapatkan perlakuan hangat setelah sekian lama ia mendapatkan ketidakadilan.


"Setidaknya kamu harus terlihat aman, setidaknya kamu harus menutupi tubuhmu agar tetap aman. Sekuat apapun kamu, kamu tetap Kina gadis lugu, dan lemah seperti yang ku kenal dahulu."


Deg,


Kata-kata itu benar-benar tidak menghibur Kina sama sekali, ia malah semakin sakit karena mengingat hidupnya yang benar-benar sudah hancur saat ini.


"Taksi!"


Akmal menghentikan sebuah taksi dan menahan Kina untuk tidak pergi sendirian. Ia benar-benar tidak bisa membiarkan kina pulang begitu saja.


"Naiklah, kembali ke rumah dengan keadaan selamat agar aku bisa tenang."


Kina awalnya ragu namun ia benar-benar sangat takut untuk pulang sendirian namun jika ia harus di antar oleh Akmal maka ia juga tidak akan mau. Rasanya ia sudah tidak pantas untuk dekat dengan Akmal lagi. Ia begitu hina untuk laki-laki itu.


"Masuklah, aku tahu kamu tidak akan mau jika pulang dengan ku jadi lebih baik kamu pulang dengan taksi ini saja."


Kina masuk dengan perlahan kemudian Akmal menutup pintu taksi dengan perlahan pula, ia masih bisa melihat gadis itu dari kaca mobil yang terbuka itu.


"Sampai ke rumah kamu istirahat yah, wajahmu terlihat sangat kelelahan."


Kina sama sekali tidak membalas nya, gadis itu hanya diam menatap lurus ke depan.


"Tolong antar dia dengan selamat yah pak!"


Akmal membayar taksi itu dan kini Kina sudah melengkang pergi meninggalkan Akmal yang menatap taksi yang semakin menjauh itu.


...🌼to be continued 🌼...


Aaaa Akmal kamu benar-benar laki tahuuuuu, mau dong satu yang kayak akmallll.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀

__ADS_1


__ADS_2