Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 39: Kina mulai membaik


__ADS_3

Sudah seminggu lebih Ages dan Kina tidak pernah bertemu, Akmal benar-benar sangat berusaha agar Kina tidak dilihat dan tidak ditemukan oleh Ages. Laki-laki itu benar-benar menjadi Kina layaknya seorang yang sangat berharga baginya.


Kondisi Kina juga sudah sangat jauh membaik, gadis itu sudah mulai merasa normal dengan dirinya tanpa dihantui rasa takut seperti dahulu lagi. Begitu juga dengan pergelangan tangan nya yang sudah membaik itu walaupun belum sepenuhnya kering. Ia juga sudah merasakan kalau kehidupan nya benar-benar sangat indah karena bersama dengan Akmal meskipun timbul perasaan tidak enak dalam dirinya karena terus saja menjadi benalu untuk Akmal.


Pagi-pagi sekali kina bangun dari tidurnya dan keluar dari kamar tamu yang kini menjadi kamar untuk nya. Akmal tidak tanggungjawab dalam memberikan kenyamanan untuk nya. Ia bahkan mendapatkan kamar pribadi dirumah itu, saat Kina membutuhkan sesuatu maka Akmal dengan sangat cepat mendapatkan itu untuk nya. Bukankah hal semacam itu benar-benar sangat manis? Namun Kina terkesan sangat tidak tahu diri karena terus saja hidup menumpang disana.


Pintu kulkas Kina buka secara perlahan lalu mengeluarkan bahan-bahan makanan yang masih sangat segar itu dari dalam nya. Akmal adalah tipe orang yang sangat sehat, ia lebih memilih membeli sayuran sendiri dibandingkan dengan membeli lewat daring atau memesan makanan yang sudah jadi.


Kina benar-benar kagum dengan isi kulkas yang tidak pernah kosong setiap ia membuka nya, sayuran segar benar-benar ada disana begitu juga dengan beberapa bahan yang kamu perlukan sudah lengkap semua.


Seketika kilas suasana rumah Ages tersirat dalam benak Kina. Ia ingat betul kalau Ages selalu saja membiarkan kulkas kosong. Ia hanya belanja bahan jadi saja, padahal dia adalah seorang CEO namun sangat tidak perduli dengan kesehatan nya.


"Apa-apaan kamu kina? Kenapa malah mengingat nya?" Kina menggeleng dengan cepat mengusir bayangan laki-laki itu dari pikirannya.


Dengan perlahan ia mulai memotong beberapa cabe juga bawang untuk dijadikan bumbu. Gadis itu memang seorang yang suka memasak dengan hasil masakan yang sangat hebat.


Saat Kina sedang sibuk memasak tiba-tiba saja Akmal keluar dari kamar sudah lengkap dengan kemeja nya. Benar-benar sangat rapi juga bersih.


Kina yang sedang sibuk merebus air itu langsung terdiam seketika memandangi ketampanan Akmal. Laki-laki itu benar-benar sangat suka membuat jantung kina berdebar-debar tanpa tahu kina sangat susah payah untuk terlihat biasa saja.


"Masak apa kamu hmmm?" Tanya Akmal dengan pelan berjalan menuju kearah kina.


Kina yang ditatap oleh Akmal benar-benar salting brutal. Gadis itu tidak sengaja melukai tangan nya saat sedang memotong sayuran.


"Akhhh."


Akmal kaget saat mendengar ringisan kina dan laki-laki itu langsung mengambil kotak P3K lalu berjalan kearah Kina.

__ADS_1


"Hati-hati saat berurusan dengan pisau na, lihat tangan berharga mu sampai luka begini," nasehat Akmal dengan pelan lalu mulai mengobati tangan kina.


Gadis itu hanya diam saja dengan jantung yang semakin tidak karuan, bagaimana bisa ia tahan saat hatinya benar-benar sudah tidak bisa diajak kompromi. Begitu Juga dengan perasaan nya yang begitu tidak bisa ia ajak untuk bekerjasama. Akmal hanya begitu saja ia sudah hampir gila.


Laki-laki itu dengan lihai mengobati luka Kina dan gadis itu hanya diam saja membiarkan Akmal menyelesaikan nya.


"Sudah selesai, lain kali kamu harus hati na! Kamu duduk saja biar aku saja yang memasak hmm."


Dengan cepat kina menggeleng karena bagaimana mungkin Kina membiarkan Akmal memasak saat laki-laki itu sudah rapi dengan kemejanya.


"Tidak bisa mal, kamu saja yang duduk disana aku akan memasak dengan cepat kok..kamu sudah rapi begitu aku gak mau kamu malah terkena bau masakan mal."


Akmal awalnya masih saja bersikeras untuk menggantikan Kina, karena tangan gadis itu sudah luka Akmal merasa tidak enak membuat nya bekerja.


Kina dengan pelan mendorong Akmal menuju kursi dan Akmal hanya menurut dengan pasrah saja.


Akmal tersenyum lalu mengangguk kearah Kina, gadis itu ikut tersenyum karena melihat senyuman hangat Akmal.


Sementara kini Ages baru saja bangun dari tidurnya, melihat sekeliling kamar yang berantakan itu. Ia sama sekali tidak perduli dengan keadaan kamar nya, untuk menyewakan jasa pembersih saja ia enggan karena itu semua adalah tugas Kina menurut nya.


Laki-laki itu masih saja duduk diatas ranjang sembari merenung pelan. Sudah lebih dari seminggu sejak kepergian kina kabur dari pandangan nya. Ages benar-benar uring-uringan karena tidak ada kina disana.


"Wahh hebat sekali dia bersembunyi dari ku selama ini, sudah lebih dari seminggu dan gadis itu benar-benar tidak terlihat batang hidungnya. Jangan pikir kamu sudah bebas karena aku tidak akan menyerah untuk menemukan mu."


Ages meraih ponselnya yang berada di nakas tepat disamping ranjang miliknya. Ia kembali melihat gambar yang dikirim oleh anggota itu secara tiba-tiba lalu menyoroti foto laki-laki yang menggenggam erat tangan Kina.


"Sialan! Siapa laki-laki brengsekk ini? Berani sekali dia memegang tangan istri orang! Awas saja kalau sampai kutemukan, akan ku hancurkan hidup mu."

__ADS_1


Ages merasa kesal setiap kali memiliki gambar itu, namun tetap saja ia harus melihat nya untuk mencari tahu dimana dan apa ciri khas nya. Karena hanya dengan begitu ia bisa mencari keberadaan Kina yang seolah menghilang ditelan bumi.


"Kenapa Kina terlihat sangat nyaman dengan laki-laki itu? Apa mereka benar-benar berselingkuh? Wahh benar-benar diluar dugaan sekali. Pantas saja gadis itu sampai nekat lari ternyata untuk menemui selingkuhan nya."


Ages melempar ponsel miliknya dengan kasar diatas kasur. Ia kesal karena harus melihat hal itu ,benar diluar dugaan melihat Kina berdua dengan laki-laki lain.


"Aku kesal karena gadis itu hanya lancang saja, tidak ada hal lain. Aku sama sekali tidak cemburu, aku hanya kesal saja."..a


"Lebih baik aku mandi saja agar lebih segar, tugas dikantor juga sudah mulai menumpuk. Semua itu gara-gara gadis kurangajar itu."


Entahlah, Ages hanya ingin menumpahkan seluruh kesalahan kepada kina walaupun sebenarnya Kina sama sekali tidak ada hubungannya dengan tugas dikantor yang sudah mulai menumpuk itu.


Ages masuk ke dalam kamar mandi dengan malas sembari menghidupkan shower, katakan saja ia gila karena ada rasa rindu dalam dirinya kepada Kina. Bayangan gadis itu terus saja mengikuti juga menghampiri nya.


Seperti saat ini ia mandi, apa yang ia ingat adalah manisnya bibir Kina saat ia kecup dirumah sakit malam itu. Mencuri ciuman kina adalah salah satu kebodohan yang pernah ia lakukan.


"Kenapa dengan mu Ages? Jangan gila!" Seketika ia mencoba untuk mengalihkan pikiran gila itu.


Ages benar-benar tersiksa dengan perginya Kina, ia sangat ingin segera menemukan gadis itu.


...🌼To be continued 🌼...


Hayooo kamu cemburu tuh ges, mana pake kebayang lagi. Bilang aja kalo kangen banggg gak usah gengsi.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀

__ADS_1


__ADS_2