Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 19: Sibuk dengan urusan orang lain.


__ADS_3

Benar-benar diluar dugaan, Ages tidak pernah mengira perasaan juga sikap manusia bisa berubah sekilas itu. Melihat sikap para ibu-ibu yang ada disana yang berubah 180 derajat karena karangan singkat yang sudah dibuat oleh Ages itu. Padahal sangat jelas sekali mereka sangat tidak menyukai Ages saat pertama kalinya mereka berjumpa namun kini mereka memandang Ages seperti seorang laki-laki setia dan juga berwibawa.


"Maafkan kami karena sudah salah faham, kamu sudah melalui banyak hal yang menyedihkan. Maafkan kami karena tidak tahu apa-apa dan malah menuduh yang bukan-bukan."


Ages dengan cepat mengangguk seolah ia tidak keberatan walaupun sebenarnya ia sangat ingin mengatakan kepada mereka agar berhenti ikut campur dengan urusan orang lain. Karena terlalu mencampuri urusan orang lain bukanlah perilaku yang baik.


"Ini minumlah, kamu pasti sudah sangat kesulitan dalam menangani istri mu ditambah lagi rasa sakit karena kehilangan anak kalian."


Ages ragu untuk menerima minuman botol itu dari ibu tadi, namun biar bagaimanapun ia tetap harus menunjukkan sikap laki-laki baik nan berwibawa dihadapan mereka.


"Ha? Minuman murahan? Dia pikir aku akan berterima kasih karena diberikan minuman murahan ini?" Batin Ages dengan wajah sedikit senyuman smirk nya.


"Kalau boleh tahu, dimana kalian bertemu?" Tanya ibu-ibu itu lagi seolah sengaja ingin memperpanjang dialog itu.


Ages ingin pulang karena hari sudah mulai malam, wahh ia tidak mengira kalau ia sudah di sana seharian. Tidak mandi dan hanya makan sedikit tadi.


Karena itu Ages ingin mengakhiri percakapan tidak penting itu dan bergegas pulang untuk mandi kemudian beristirahat. Benar-benar melelahkan hari ini.


"Khem,, lain kali saja kita cerita yah buk. Saya ingin pulang kerumah dulu."


Seketika mata keempat ibu-ibu tadi membelalak tidak setuju saat mendengar itu. Bagaimana bisa Ages mengatakan ingin pulang saat istrinya masih belum sadarkan diri karena suntik penenang tadi.


"Pulang? Kenapa kamu pulang?" Tanya mereka serempak.


"Saya capek dan ingin istirahat!"


"Apa? Bagaimana bisa kamu pulang dan beristirahat dirumah saat istri mu sedang terbaring dirumah sakit. Laki-laki yang baik pasti akan tinggal kemudian menjaganya."


Ages kembali mengumpat dalam hati, benar-benar sial sekali dia harus bertemu dengan modelan orang yang begitu sibuk dalam mengurusi urusan orang lain. Apa urusannya jika Ages meninggalkan Kina disana dengan keadaan tidur.


"Sialll melelahkan sekali untuk menanggapi nya dengan sopan. Benar-benar menjengkelkan karena dia terlalu suka mengurusi urusan orang lain."


Ages dengan cepat dan hendak menjelaskan namun ia segera ditarik oleh mereka menuju ranjang Kina kemudian menutup tirai seperti yang di lakukan Ages waktu itu.


Ages benar-benar tidak bisa lagi menahan kekesalan nya, benar-benar menyiksa nya karena harus menuruti apa mau mereka.


"Sialan, aku sudah sangat lelah dan butuh istirahat."

__ADS_1


Ages dengan terpaksa mencoba untuk beristirahat disana saja, sedikit berdumal dan kesal karena Kina nampak terlelap diatas ranjang.


"Ini semua gara-gara kamu gadis Sialan! Alhh menjengkelkan."


Saat Ages hendak berbaring diatas ranjang cadangan yang ada disana namun ia dikagetkan karena para ibu-ibu itu mengintip dibalik tirai seolah seorang penguntit saja.


Ages kaget bukan main karena kepala mereka masuk dicela tirai dengan tatapan yang sangat mencurigakan. Biarkan Ages istirahat! Mereka tidak mengizinkan Ages untuk pulang dan untuk tiijuga mereka mengusik ketenangan Ages.


"Bukankah ranjang cukup luas untuk kalian berbaring bersama?" Tanya ibu itu dengan bisikan.


Ages mengeryit pelan karena ucapan ibu tadi, apa maksudnya? Dia meminta Ages untuk tidur di ranjang yang sama dengan kina? Ohh benar-benar tidak Sudi untuk nya.


Jangan kalian berpikir karena Ages sudah menyentuh gadis itu dan bahkan mengambil keperawanan nya ia suka berada disekitar gadis itu. Jelas semua itu ia lakukan dengan emosi yang memuncak. Semua itu ia lakukan atas dasar dendam saja. Jadi untuk satu ranjang tanpa niat untuk balas dendam maka Ages benar-benar sangat keberatan dengan hal itu.


"Mohon maaf, kami butuh satu ranjang lagi. Boleh kami ambil kan?"


Ages tidak habis pikir lagi, mereka bertanya apa bagaimana? Mereka mengambil ranjang itu dengan seenaknya dan meninggalkan Ages yang berdiri.


"Awas saja kalau kamu periksa Kalian masih belum satu ranjang," ucap mereka sebelum benar-benar pergi dengan ranjang cadangan yang mereka rebut dari Ages.


Jujur saja Ages benar-benar sangat marah dan kesal namun entah kenapa saat berhadapan dengan mereka Ages tak bisa melawan dan hanya bisa pasrah saja. Apa benar yah yang dikatakan banyak orang kalau energi ibu-ibu itu sang berbeda.


Ages benar-benar jengkel kembali saat melihat Kina yang terlihat menutup mata dengan tenang. Padahal Ages mengalami hal ini karena dirinya.


"Bisa-bisanya kamu tidur dengan nyenyak saat aku kesulitan begini? Akhhh menyebalkan sekali!"


Ages sangat ingin memukul kina namun ia tahan karena saat ini Ages sedang berada di rumah sakit, entah kapan mereka pasti akan datang melihat kearah Ages lalu sibuk dengan ini itu seolah Ages adalah keluarga mereka.


"Entahlah, aku semakin membenci manusia."


Karena sudah terlanjur ngantuk Ages mau tidak mau harus naik keatas ranjang milik Kina, untuk keluar dan pulang kerumah saja ia tidak bisa karena beristirahat paling nyaman adalah dirumah. Untung saja ukuran ranjang benar-benar cukup luas padahal itu adalah kelas ekonomi.


"Harap jangan ganggu ketenangan ku," guma Ages mencoba untuk menutup mata.


Namun sialnya, berkali-kali ia mencoba untuk tidur dengan banyak posisi berbalik kesana kemari namun ia tak kunjung bisa tidur. Benar-benar menyiksanya karena ia seolah tengah dipermainkan.


"Sialan! Kenapa tidak ada yang berjalan dengan lancar hari ini?" Kesal Ages mencoba untuk tetap tidur namun ia masih tetap terjaga.

__ADS_1


Dengan kesal ia berbalik kearah kanan yang ada Kina disana juga menghadap kearahnya sejak tadi. Mata gadis itu terpejam dengan tenang.


Ages benar-benar beru pertama kalinya benar-benar memperhatikan wajah kina dengan jarak sedekat dan sedekat ini. walaupun mereka sudah sangat sering berjarak sedekat ini baik itu saat Ages mencuri ciuman nya berkali-kali dan juga banyak hal lainnya yang mengharuskan mereka berhadapan dengan jarak yang dekat.


"Sejak kapan gadis ini secantik ini?" Gumam Ages dengan pelan.


Ia tidak sadar dengan ucapannya sendiri, jujur saja ia terhipnotis dengan kemolekan wajah kina. Wajahnya putih mulus dan juga terlihat sangat alami. Ages benar-benar seolah baru bertemu dengan orang baru. Entah apa yang membuat ia benar-benar tidak bisa memalingkan wajahnya dari wajah kina.


Bibir gadis itu merah ranum dan sedikit bengkak karena ulah Ages malam itu, matanya sembab namun masih saja memancarkan aura kecantikan yang sangat luar biasa.


"Kenapa dia terlihat seperti orang yang berbeda jika dilihat dari jarak sedekat ini?" Gumam Ages dengan pelan.


Sejak tadi mata Ages tidak hentinya memperhatikan bibir Kina yang seolah meminta untuk dicium itu. Ages tidak ingin melakukan hal-hal yang sama sekali tidak berhubungan dengan misi balas dendam nya.


"Kenapa dengan mu tiba-tiba? Akhh." Ages benar-benar tidak habis pikir dengan nya.


Kali ini ia ingin menikmati bibir kina bukan karena ingin membalas dendam, hanya saja ia ingin menikmati nya karena tidak tahan melihatnya seolah tengah menantang Ages untuk mencicipi nya.


"Jangan gila Ages, kenapa kamu jadi seperti ini?" Gumam Ages menahan dirinya.


Persetan dengan itu semua, hanya Ages yang tahu tindakan bodoh nya itu. Sebut saja ia pengecut karena saat ini hasratnya benar-benar tidak bisa ia tahan lagi.


Perlahan ia mendekat kearah Kina yang masih menutup mata dengan tenang itu. Bibirnya bergerak pelan dan kini ia benar-benar telah berhasil menempelkan bibir dibibir Kina.


Ibu-ibu yang baru saja hendak melihat kearah Ages dan Kina langsung mundur dan tersenyum senang. Mereka melihat hal itu dan mereka tersenyum satu sama lain.


Ages awalnya hanya berniat menempelkan nya saja namun karena terasa sangat nikmat ia mulai menggerakkan bibirnya perlahan, menyesap bibir Kina secara sepihak.


Bukankah Ages sudah mulai dari niat awalnya? Sejak kapan ia menikmati ciuman dengan kina tanpa rasa dendam?.


...🌼To be continued 🌼...


Hayoo hayooo kena pelet ciuman kina tuh kamu, katanya gak suka tapi kok mesumin kina diam-diam?.


Jangan lupa yah like dan komen nya wan kawan.


See you guys 🧀

__ADS_1


__ADS_2