
Ages benar-benar tidak tanggung-tanggung kalau hasratnya sudah memuncak. Masalah nya adalah saat ini masih sangat pagi dan dini untuk ia tidak bisa menahan gejolak dalam dirinya. Bukan karena apa, padahal mereka semalaman sudah bermain sebentar namun dipagi hari Ages bahkan menginginkan itu lagi.
Kina yang kewalahan karena harus meladeni hasrat suaminya yang tidak kunjung habis saat melihat dirinya, jujur saja Kina juga menikmati itu hingga terkadang ia tidak benar-benar bisa menolak Ages.
Seperti pagi ini, Ages bahkan sudah selesai menyiapkan makanan untuk Kina dan hendak menjemput gadis itu untuk sarapan. Tapi karena melihat Kina ia benar-benar tidak bisa menahan dirinya.
"Mashhh,,"
Kina tidak bisa menahan untuk tidak mengeluarkan suara-suara aneh dari bibirnya karena permainan Ages diarea dadanya sungguh tidak ada habisnya. Ia banyak bermain disana mulai dari meremass, memutar dan bahkan bergantian ia hisap satu persatu.
Tidak hanya itu, bagaimana mungkin Kina tidak menggila karena Ages tidak hanya bermain di area gundukan itu saja. Ia bahkan masih bermain di Awah sana, mengusap juga mengelus nya hingga Kina sedikit menggelinjang karena merasakan sensasi yang luar biasa.
"Kamu semakin basah sayang,apa seenak itu?" Tanya Ages menggoda Kina hingga pipi gadis itu semakin memerah dan ia sebenarnya menahan malu
"Mashhh,,mashhh apaann sihk." Kina bahkan tidak bisa berbicara dengan benar lagi karena ulah Ages.
"Jangan mengeluarkan suara seperti itu sayang, kamu tidak sadar itu begitu seksi hingga mas tidak bisa menahan diri."
Kina dengan cepat menutup mulutnya setelah mendengar itu dari Ages, ia sama sekali tidak bermaksud untuk menggoda Ages namun karena perbuatan laki-laki itu ia tidak bisa berhenti untuk mengeluarkan suara desahann itu.
Ages tersenyum karena melihat tingkah istrinya yang begitu lucu itu, bagaimana bisa ia begitu imut bahkan disaat seperti ini?.
"Bagaimana sayang? Apa kamu menikmati nya?" Bisik Ages saat ia mengusap sesuatu dibawah sana lagi dan lagi.
Lihatlah betapa nakalnya seorang Ages, ia menggoda Kina terus menerus. Bagaimana bisa Kina tidak mengeluarkan suara-suara itu saat Ages sendiri tidak hentinya mengusap sesuatu dibawah sana.
"Kenapa diam saja sayang? Bukankah ini nikmat?" Tanya Ages berbisik.
Laki-laki itu terlalu sibuk bermain dan juga menikmati momen pagi itu hingga tiba-tiba perut Kina berbunyi lagi. Jujur saja ia sudah kelaparan sejak tadi, namun ia merasa tidak enak jika mengganggu kesenangan suaminya.
Kruk
Seketika aktivitas Ages terhenti dan melihat kearah Kina, ia benar-benar melupakan niat awalnya naik keatas. Ia naik hanya untuk membangunkan Kina karena sarapan sudah ia siapkan dibawah.
"Astaga sayang, mas sampai lupa kalau kamu belum sarapan."
Ages langsung menghentikan aktivitas nya dan merapikan pakaian istrinya, ia juga mengambil dalaman untuk ia berikan kepada istrinya.
"Pakailah sayang, atau kamu ingin mas yang pakaikan?" Goda Ages dengan senyuman nakalnya.
"Nakal ihhh,"ucap Kina dengan ekspresi kesal yang dibuat-buat.
Ages tidak bisa menahan gelak nya karena melihat reaksi kina "Nakal-nakal begini kamu suka kan sayang?" Goda Ages lagi.
"Gak ah, udahh deh mas keluar aja aku mau make dalaman nih."
"Pakai saja sayang, bukankah mas sudah sangat sering melihat semuanya. Jadi tidak ada yang perlu ditutup-tutupi lagi,"ucap Ages masih berdiri disana menunggu Kina.
Kina melirik kearah Ages karena mulut laki-laki itu kalau ngomong suka bener. Gak ada filter sama sekali.
"Ihhh itu kan beda konsepnya mas, kalau sekarang kan kita lagi gak ngapain jadi aku malu!"
"Pakai aja sayang mas gak papa kok.".
"Siapa juga yang khawatirin mas?aku malu mas ihhh." Kesal Kina karena Ages benar-benar sulit untuk ia bujuk.
Ages tertawa karena melihat ekspresi Kina, ia benar-benar tidak siap untuk Ages melihat nya saat sedang memakai dalaman nya.
"Padahal gapapa loh sayang mas disini, kalau kamu kesulitan mas bisa bantuin kamu buat makenya."
Kina melirik sinis kearah Ages, sampai kini modus hidung belangnya masih saja terlihat. Apa susahnya bagi kina untuk memakai dalaman? Jelas sekali ia hanya ingin modus pegang sana pegang sini.
"Mas kalau gak keluar aku gak mau yah dipegang sama mas. Aku mau kita pisah ranjang!"
Deg
__ADS_1
Seketika Ages panik bukan main, jujur saja saat Kina mulai mengancam seperti saat ini ia benar-benar tidak bisa lagi membantah. Ancaman seperti ini lebih mengerikan dibandingkan dengan kebangkrutan perusahaan. Ages tidak bisa membayangkan kalau sampai hal itu terjadi.
"Yahhh hati-hati saat berbicara sayang, mas gamau ahh kita pisah ranjang." Takut Ages dengan wajah cemberut nya.
"Makanya mas jangan bandel ah! Ngeselin banget,"ucap Kina dengan mood nya yang kembali berbeda kali ini.
Semenjak hamil ia seringkali mengalami perubahan mood yang tiba-tiba hingga terkadang Ages juga ikut kewalahan menghadapi mood Kina. Namun sejauh ini Ages benar-benar sudah mulai terbiasa hingga tidak ada pertengkaran karena Ages yang selalu berusaha mengayomi keadaan Kina.
"Iya sayang iya mas keluar yah hehehe. Kalau udah selesai panggil mas yah!" Ages perlahan keluar dari kamar karena tidak ingin Kina semakin kesal saja.
Bukankah seharusnya disaat seperti ini Ages juga marah karena sikap Kina yang begitu kekanakan itu? Namun Ages sama sekali tidak marah. Ia bahkan tersenyum saat keluar dari kamar, apa ia sudah dibutakan oleh rasa cintanya hingga bagaimana pun sikap dan keadaan Kina gadis itu sangat imut dalam pandangan nya.
"Hahaha benar-benar lucu, ia masih saja malu kepada ku padahal kami sudah melakukan itu berkali-kali dan aku bahkan sudah hafal dimana letak tahi lalat ditubuhnya," gumam Ages berdiri di depan pintu kamar menunggu kabar dari Kina.
Ia menunggu di depan pintu karena Kina kini sudah mulai kesulitan untuk berjalan sebab perutnya yang semakin buncit itu. Gadis itu bahkan seringkali hampir terjatuh karena jujur saja Ages juga tahu kalau itu sangat berat hingga ia seringkali khawatir dengan Kina.
"Bagaimana sayang? Apa sudah selesai?" Tanya Ages dengan pelan.
"Sudah mas!"
Ages masuk ke dalam kamar dan melihat Kina sudah bangkit dari ranjang dan hendak berjalan kearah Ages.
"Sayang hati-hati!" Ages hendak berlari kearahnya karena khawatir jika Kina terjatuh.
"Mas tunggu disana. Aku akan berjalan kesana,"ucap kina.
Ages hendak datang namun Kina menahan nya lagi "Mas jangan kesini dulu. Aku ingin berjalan sendiri sampai kesana. Tidak baik jika aku tidak bergerak seperti ini, memang sedikit sulit tapi aku masih bisa mas."
Seketika langkah Ages terhenti dan membiarkan Kina datang kearah nya. Senyuman gadis itu begitu lebar hingga Ages tidak bisa melepaskan pandangannya dari arah Kina.
"Kenapa dia selalu secantik itu? Istri ku benar-benar cantik." Gumam Ages sembari tersenyum melihat Kina yang hampir saja sampai.
"Wahhh istri ku hebat, akhirnya sampai hehehe."
Kina terlihat sedikit ragu untuk menuruni tangga karena keadaannya. Ia sama sekali tidak keberatan dengan berjalan kemana pun namun saat melihat tangga ia sangat takut tidak bisa menjaga buah hati mereka.
Ages bisa merasakan kalau tanginya diremas oleh Kina karena merasa gugup untuk menuruni tangga dihadapan mereka.
"Loh?"
Kina kaget saat ia merasakan tubuhnya melayang di udara dan ternyata itu adalah Ages. Laki-laki itu benar-benar diluar batas pemikiran Kina karena ia terlihat sangat merasa enteng saat menggendong seorang Kina yang jelas akan sangat berat sebab sedang mengandung anak mereka.
"Mas aku itu berat tau! Mas turunkan saja aku,"ucap Kina dengan wajah kagetnya.
"Kamu sama sekali tidak berat sayang, mas bahkan bisa membawamu berkeliling di kota ini dengan menggendong mu saja."
Kina benar-benar tidak bisa lagi membantah Ages karena ia jelas tahu kalau Ages benar-benar tidak keberatan dengan menggendong tubuhnya yang berat itu.
"Mas benar-benar senang karena bisa melakukan hal seperti ini untuk mu sayang, mas lebih takut kalau mas sama sekali tidak bisa membantu mu saat sedang berjuang seperti ini. Kamu sudah sangat hebat karena berhasil menjaga buah hati kita sayang, jadi biarkan mas juga membantu mu untuk melakukan itu."
Kina benar-benar tidak bisa berkata-kata lagi karena akhir-akhir ini Ages benar-benar sangat keren dan begitu hebat Dimata nya.
Ages hampir sampai dimeja makan, bohong jika Ages berkata kalau kina sama sekali tidak berat. Ia sebenarnya kewalahan namun entah kenapa itu terasa sangat menyenangkan karena itu adalah kina. Ia merasa sangat bahagia bahkan hanya karena menggendong istrinya itu.
"Kenapa memandangi mas seperti itu hmmm?" Tanya Ages menurunkan Kina dengan perlahan.
Kina hanya diam saja lalu melihat kearah Ages dengan tatapan yang begitu lekat. Benar-benar diluar kendali dan juga diluar impian nya bahwa ia akan seberuntung ini memiliki seorang Ages yang begitu menyayangi dan mencintai nya. Ia kehilangan sosok Kaka yang begitu baik dan juga menyayangi nya dan sosok itu hadir dalam diri Ages saat ini.
Kina kembali hidup dan merasakan bagaimana kehidupan yang sebenarnya. Ia benar-benar sangat bahagia sekarang ini. Apakah kakaknya juga akan bahagia melihat ini?.
"Kenapa sayang? Apa ada hal yang kamu butuhkan?" Tanya Ages dengan pelan karena melihat kina masih saja memandangi nya sejak tadi.
Kina menggeleng dengan cepat dan Ages juga hendak mengambil kursi untuk duduk disampingnya istrinya namun tangan nya ditahan oleh Kina hingga ia berbalik dan memandang dengan tatapan yang tidak mengerti.
"Kenapa sayang?" Tanya Ages lagi masih dengan nada yang sangat lembut.
__ADS_1
Kina seketika memeluk Ages yang berdiri sedang ia dalam keadaan duduk saat ini. Ages jelas kaget karena hal itu.
"Kenapa nih tiba-tiba hehehe. Bikin mas takut aja,"gumam Ages karena ia sangat rawan dengan momen seperti ini.
"Maafin aku yah mas!"
Ages mengeryit tidak mengerti karena tiba-tiba saja Kina minta maaf kepada nya. Kina sama sekali tidak memiliki sedikit kesalahan kepada Ages jadi Ages tidak tahu Kina minta maaf untuk apa?.
Age hendak melepaskan pelukannya dan melihat kearah Kina namun gadis itu menahan nya hingga mereka masih diposisi yang sama sat ini.
"Kenapa hmmm? Kenapa istri cantik ku ini minta maaf saat dia begitu sempurna dan tidak pernah berbuat kesalahan kepada ku?" Tanya Ages dengan lembut.
Kina menggeleng di dalam pelukan itu dan Ages jelas sadar itu. Hingga ia semakin dibuat bingung oleh kina yang tiba-tiba bersikap begitu melankolis.
"Maafkan aku mas, maaf karena akhir-akhir ini aku seringkali bersikap tidak sopan kepada mas. Aku sangat sulit untuk mengendalikan mood ku akhir-akhir ini, aku benar-benar tidak sengaja melakukan hal itu mas."
Ages benar-benar tidak bisa lagi menahan senyumnya karena mendengar penuturan istri nya itu, benar-benar berhati lembut bukan? Padahal siapapun tahu itu kalau setiap emosi dan juga moodnya terjadi karena saat ini ia masih di dalam posisi mengandung dan berbagai macam emosi seringkali tercampur.
Seharusnya Kina tidak perlu meminta maaf karena Ages sangat faham dengan keadaan istri nya itu. Kina benar-benar gadis baik karena meminta maaf untuk hal-hal seperti itu yang bahkan diluar kendali nya.
"Seperti tadi aku tidak bermaksud untuk mengancam mas seperti itu, aku bahkan berkata mas ngeselin dengan nada yang sarkas. Aku sama sekali tidak berniat untuk melakukan hal itu mas, aku tidak bisa mengendalikan moodku secara tiba-tiba."
Ages melepaskan pelukannya dan berjongkok dihadapan Kina yang sedang duduk itu, wajah gadis itu memerah dengan mata yang berbinar dan terlihat sekali air mata hendak jatuh disana.
"Kenapa kamu meminta maaf sayang, heyy kamu bahkan hampir menangis. Mas sama sekali tidak marah dan mas juga sangat faham bagaimana posisi kamu sayang, semua itu adalah emosi yang terkadang menghampiri beberapa orang yang sedang dalam masa kehamilan. Mas sangat faham dan bisa memaklumi hal itu, untuk kedepannya kamu tidak perlu merasa bersalah dan juga meminta maaf sayang."
"Mas sangat baik kepada ku dan sangat tidak pantas aku membalas nya dengan sikap seperti itu mas, aku terlalu tidak tahu diri."
Ages menggeleng dan memeluk istrinya dengan lembut"Jangan menangis sayang, kamu bahkan jauh lebih baik dari pada mas. Siapapun tahu kalau orang yang paling beruntung disini adalah aku sayang, aku harus bersikap baik karena terlalu bersyukur bisa bersama gadis sehebat kamu sayang."
Ages benar-benar tidak pernah gagal mengatakan hal-hal yang membuat Kina lebih merasa aman dan juga lebih percaya diri. Suaminya itu seperti seorang konselor dalam kehidupan nya, semenjak bersama Ages Kina merasakan ketenangan jiwa dan juga kehidupan yang sangat bermakna.
"Sekarang kita makan yang sayang, kamu sudah sangat lapar bukan?"
Kina dengan cepat mengangguk dan Ages dengan cepat mengusap bekas air mata dipipi istrinya dan ia juga mengecup pelan bekas air mata itu.
"Mas gamau yah ada air mata lagi! Mas gak suka tauuu liatnya,"ucap Ages dengan wajah cemberut hingga Kina tersenyum pelan.
"Mas masak apa tuh?" Tanya Kina sat melihat beberapa jenis makanan diatas meja.
Ages kemudian mengambil beberapa dan memperlihatkan nya kepada Kina.
"Makanan kesukaan kamu sayang, telur lapis dengan beberapa sayuran di dalamnya. Sebelum memasak mas sudah lebih dahulu konsultasi dan dokter menyarankan untuk kamu lebih banyak mengonsumsi ini sayang, mas hanya bisa menyajikan sebisa mas. Semoga kamu suka yah hehehe."
Lagi dan lagi Kina tidak bisa berkata-kata lagi karena suaminya itu sungguh sangat hebat dan semua orang pasti setuju kalau Ages adalah suami ideal.
"Tuh kannn,,mas tuh hebat dan keren banget. Aku gak bisa gak nangis karena sangat bersyukur hisk,,"
Kina menangis lagi karena terlalu bersyukur, Ages sangat hebat hingga ia tidak bisa untuk tidak menangis.
Ages tertawa dan mengusap air mata istrinya"Kenapa kamu sangat manis sayangku? Mas sampai tidak tahan ingin mencium mu."
Cup
Ages mengecup pelan bibir Kina hingga tangisan gadis itu terhenti dan berganti dengan ekspresi malu-malu.
Pagi itu suasana sangat damai dan juga penuh haru, mereka seolah sepasang sejoli yang baru saja dimabuk cinta karena rasa cinta masih terasa hangat disana.
...🌼To be continued 🌼...
Hadeuhh Ages kamu tuh gak kira-kira yah masih pagi juga. Eh tapi kamu keren banget huuu. Jadiin aku bini keduamu ceffattt.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀
__ADS_1