Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 42: Afri


__ADS_3

       Gadis bernama Afri itu masih sibuk mengelilingi rumah milik Akmal, ia benar-benar tahu seluruh seluk beluk rumah itu. Tidak ada lagi alasan Kina untuk tidak percaya karena Afri juga terlihat sudah kenal betul dengan tempat itu seolah menandakan kalau sebelum Kina Afri sudah lebih dahulu tinggal bersama Akmal.


"Foto ini dulu diambil pas Akmal lulus ke kampus yang dia impikan, gue masih ingat betul kalau Akmal seneng banget."


Kina hanya terdiam lalu tersenyum paksa kearah Afri. Benar-benar sebuah kejutan yang sangat tidak ingin didengar oleh kina bahwa Akmal ternyata sudah punya tunangan.


Jujur saja, ia benar-benar sakit saat mengetahui itu padahal ia dengan Akmal sama sekali tidak ada hubungan apa-apa. Akmal terlihat baik dan perhatian kepada Kina seolah ia sangat menyayangi Kina. Namun, kini gadis itu sadar bahwa tidak ada cinta untuk orang seperti dirinya. Akmal bersikap baik karena merasa kasihan saja.


Kina yang salah karena terlalu berharap dengan kehidupan bahagia, mengingat kata-kata Akmal akan menyelamatkan dan mencoba untuk membebaskan Kina dari Ages benar-benar membuat Kina kembali hidup. Ia benar-benar percaya saat itu akan datang.


Tapi seluruh kebahagiaan dan harapan itu langsung hilang dari diri Kina. Ia seolah dihempaskan dari langit keatas tanah hingga seluruh tubuhnya benar-benar remuk dan tidak sanggup untuk bermimpi lebih lagi.


Mata kina berhenti kearah Afri yang tersenyum sembari melihat beberapa gambar diatas meja hias itu. Kina tersenyum miris saat melihat dirinya sendiri.


Jelas Akmal akan melihat dan memilih Afri dibandingkan dirinya, karena Kina kalah dalam segala hal. Ia adalah gadis yang tidak akan pernah dipilih. Penampilan Afri benar-benar sangat mewah dan elegan. Kulitnya terawat begitu juga dengan wajahnya begitu cerah seolah ia adalah gadis paling bahagia di dunia.


Kina menarik dan membandingkan dirinya yang sama sekali tidak ada apa-apa nya jika dibandingkan dengan Afri. Gadis miskin dari desa ditambah lagi seorang tawanan yang sudah tidak suci lagi. Akmal pasti tidak waras jika lebih memilih Kina dibandingkan Afri.


"Kenapa dengan mu kina? Sejak kapan kamu berani untuk bermimpi lebih tinggi? Bukankah seharusnya kamu sadar posisi?" Batin Kina kecewa dengan harapan nya sendiri.


"Loh! Kok kamar gue ada yang ngisi?" Tanya gadis itu dengan wajah sedikit kecewa.


Kina langsung berjalan kearah Afri dengan wajah tidak enak, ia benar-benar sangat tidak ingin menimbulkan kesalahpahaman diantara mereka.


"Ini kamar kamu yah?" Tanya Kina dengan wajah canggung.


"Hmm setiap gue kesini yah pasti make nih kamar, ooh kamu yang tidur disini?" Tanya Afri dengan pelan.


Gadis itu sama sekali tidak terlihat kesal, ekspresi nya masih sama . Kina saja yang merasa tidak enak.


"Maaf yah , aku bisa pindahin barang-barang aku kok. Aku gak maksud buat ngerebut kamar kamu,"ucap Kina dengan sedikit rasa bersalah.

__ADS_1


Afri yang mendengar itu langsung tertawa pelan, benar-benar diluar dugaan nya. Kina terlihat sangat takut juga merasa bersalah.


"Kenapa kamu minta maaf, ini kan rumah Akmal dan kita sama-sama menumpang disini, tidak usah pindahkan. Kan kita bisa make nih kamar barengi, aku malah seneng ada temen satu kamar."


Benar-benar diluar prediksi kina, penampilan mewah Afri juga gaya bicaranya sangat berbeda dengan sifatnya. Kina sangat takut kalau saja Afri salah mengira Kina akan merebut Akmal ternyata gadis itu benar-benar sangat ramah juga tulus. Wajar saja Akmal menyukai Afri karena nilai yang Kina berikan kepada Afri saja benar-benar sangat tinggi.


"Gapapa yah kalau aku make kamar ini?" Tanya Kina mencoba untuk memastikan.


"Udahh ayok masuk, jangan gitu elahh kamu kayak aku siapa aja."


Ia bahkan merubah gaya bicaranya dengan Kina yang awalnya memakai bahasa Lo gue kini berubah menjadi aku kamu. Jujur Kina menyukai sosok Afri, good vibes.


Kina hanya diam saja saat sampai di kamar, gadis itu sibuk membereskan barang-barang nya mulai dari menggantungkan pakaian ke lemari.


"Ahh aku akan pindahkan pakaian ku, kamu saja yang memakai itu." Kina hendak memindahkan pakaian nya namun ditahan oleh Afri.


"Jangan dong, kan kita bisa make bareng-bareng. Jangan gitu ahhh santai aja, kalau kamu temen Akmal berarti aku juga temen kamu dong. Jahat banget aku gak diajak," dia sedikit mengerucut kan bibirnya hingga Kina tersenyum kikuk .


Ages sendiri setelah sekretaris nya mengirimkan data pribadi tentang Akmal baik itu seluruh pendidikan juga alamatnya. Laki-laki itu tersenyum seolah telah mendapatkan kunci di tangannya.


"Baiklah, aku sudah memegang kelemahan mu! Untuk saat ini aku hanya perlu memastikan apakah laki-laki itu benar-benar menyembunyikan kina atau tidak."


Akmal benar-benar bersemangat karena merasa Kina akan segera ia dapatkan kembali.


"Kalian berurusan dengan orang yang salah, seminggu bebas bukankah sudah cukup?" Smirk Ages bangkit dari kursinya.


"Mohon maaf tuan, sebentar lagi berkas dari Rusia akan sampai."


Ages yang hendak pergi itu langsung terhenti dan berbalik kearah sekretaris nya.


"Kamu saja yang urus itu, setelah selesai dengan pengecekan segera hubungi saya."

__ADS_1


"Baik tuan," ucapnya menunduk.


Ages buru-buru masuk kedalam lift sembari tersenyum seolah kemenangan akan ada ditangannya. Bukankah ia sudah mengatakan kalau Kina tidak akan pernah bisa lari dari nya.


"Lihat saja, aku akan segera mendapatkan mu kembali. "


Ages lebih memilih turun langsung kali ini, orang-orang suruhan nya sudah ia pecat karena tidak becus bahkan untuk menangkap kina seorang.


Ages melajukan mobilnya menuju alamat milik akmal, kali ini ia benar-benar akan memastikan kalau Kina ada dirumah Akmal atau tidak.


Ia berhenti tepat di depan sebuah rumah minimalis yang terkesan elegan. Ia yakin itu adalah alamat Akmal dan rumah itu adalah rumah Akmal.


Ia memastikan sekali lagi dan ternyata benar, nomor rumahnya juga sama dengan data yang tertera disana.


Ages sama sekali tidak turun dari mobilnya, ia tidak ingin menimbulkan kecurigaan kepada siapapun.


Memastikan apakah Kina berada disana ataupun tidak, Ages hanya akan melihat dari kejauhan saja.


Ia tidak ingin mengambil resiko dengan menarik perhatian kina kemudian gadis kabur setelah melihat nya.


Walaupun belum pasti, Ages benar-benar sangat yakin kalau Kina sedang bersama dengan Akmal sejak ia kabur waktu itu.


Karena hanya Akmal seorang yang menjadi kenalan kina, walaupun sebenarnya Ages juga sedikit ragu mengingat reaksi Kina saat dikantor hari itu. Dia sama sekali tidak ingin melihat Akmal, bukankah akan aneh jika kina bersama dengan laki-laki itu sekarang?.


...🌼To be continued 🌼...


Ages turun tangan langsung guysss, kina bakal ketangkap gak yahhh.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀

__ADS_1


__ADS_2