Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 44: Sudah terbiasa


__ADS_3

   Kina masih mematung diam dibalik pintu, benar-benar tidak tahu harus bagaimana sekarang ini. Ia juga sebenarnya tidak ingin menyaksikan perdebatan antara Akmal dengan Afri tadi apalagi ia bahkan sempat melihat mereka berciuman walaupun sebenarnya Afri yang mencium Akmal. Jujur saja kina masih belum siap melihat hal itu, entahlah masih ada rasa pilu di hatinya saat melihat itu. Namun, ia hanya mengikuti instruksi dari Afri untuk bersembunyi disana.


Akmal masuk ke kamar nya kemudian menutup pintu begitu saja, kina tidak tahu harus bagaimana setelah ini. Ia merasa kasihan dengan Afri yang sempat menunduk itu lalu dengan cepat ia mengangkat kepalanya.


"Hei, kenapa masih berdiri disana? Kamu gak capek diri Mulu?" Tanya Afri beralih dari ambang pintu menuju sofa lalu duduk disana.


Kina hanya bisa menatap kearah Afri tanpa ekspresi, ia tidak bisa berbohong dan benar saja ia melihat wajah Afri yang benar-benar terluka itu. Namun, Gadis itu masih saja berusaha terlihat ceria.


"Sini duduk na," ucap Afri pelan.


Kina merasa tidak enak karena menyaksikan itu, kina takut Afri akan merasa malu kepada dirinya.


Kina dengan pelan berjalan kearah Afri dan gadis itu dengan cepat menariknya duduk disofa.


"Kamu kaget banget yah pasti?" Tanya Afri pelan sembari tersenyum.


Gadis itu tidak langsung menjawab, ia hanya mengangguk saja dengan pelan karena memang ia sempat kaget dengan pertikaian kecil itu.


"Mungkin Akmal lagi capek makanya gitu yah, kamu gapapa kan?" Tanya Kina dengan khawatir kearah Afri.


Gadis itu tersenyum mengangguk lalu merentangkan tangannya kearah Kina "Bisa peluk bentar gak?" Tanya gadis itu.


Kina tentu saja kaget karena Afri malah menanyakan itu, benar-benar diluar dugaan Afri bersikap seolah mereka adalah sahabat yang sudah lama dekat.


Karena merasa tidak enak Kina perlahan mendekat dan memeluk Afri "Aaa seneng banget ada kamu tau, aku jadi ngerasa ada yang nemenin pas lagi butuh temen."

__ADS_1


Kina hanya diam saja, bagaimana bisa Afri masih bisa tersenyum setelah apa yang ia alami tadi. Kina sendiri sampai kaget pasalnya belum pernah melihat Akmal bersikap seperti itu kepada orang lain.


"Aku dengan Akmal dituangkan karena kedua orang tua kami yang minta, aku jelas seneng banget saat tahu kalau Akmal akan dijodohkan dengan ku, aku sudah sangat lama menginginkan nya hehehe."


Kina hanya diam saja mendengarkan cerita Afri, gadis itu benar-benar bercerita meskipun tanpa diminta oleh Afri.


"Awalnya aku mengira kalau Akmal juga merasakan hal yang sama, namun ternyata hanya aku yang senang. Sejak dahulu Akmal selalu berkata bahwa ia sangat ingin bebas mencintai siapapun yang ia mau seolah ia sedang menunggu seseorang sejak lama."


Kina masih saja terdiam menunggu apa yang akan dikatakan oleh Afri lebih lanjut lagi.


"Kami dijodohkan dari SMA, sampai sekarang Akmal masih saja bersikap seperti itu kepada ku. Aku sudah terbiasa dan bagiku itu sudah seperti makanan sehari-hari, awalnya aku mengira saat aku memilih melanjutkan studi ku di luar negeri ia akan merindukan ku dan perasaan nya akan berubah dan menerima kehadiran ku."


Afri melihat kearah Kina dan gadis itu juga melihat kearah nya. Kina berhasil menangkap Sirat kesedihan yang mendalam dari tatapan wajah Afri.


Kina bisa memahami perasaan Afri karena ia juga merasakan hal yang sama kepada Akmal, laki-laki itu benar-benar layak untuk dicintai banyak orang. Dan kina juga Afri adalah salah satu korban perasaan yang jatuh kedalam pesona nya.


Afri tiba-tiba memegang tangan Kina hingga Gadis itu kaget bukan main, memang Afri sangat ramah dan juga sangat suka bersikap manis seperti itu kepada orang lain. Wajahnya juga sangat manis untuk ditolak.


"Kamu mau kan bantuin aku buat dapetin Akmal? Aku butuh support nih na. Kalau kamu bantuin aku kayaknya semuanya gak bakal sesulit dulu lagi deh, Akmal kayaknya bakal dengerin kamu tau."


Kina jelas merasa permintaan Afri benar-benar diluar dugaan, bagaimana bisa ia meminta gadis yang menyukai Akmal untuk membantunya mendapatkan Akmal untuk nya.


Kina terdiam pelan, namun kalau dipikir-pikir juga ia sama sekali tidak berhak untuk mengharapkan seorang Akmal. Karena orang yang cocok untuk Akmal adalah gadis seperti Afri baik itu penampilan juga latarbelakang mereka sangat pantas untuk saling melengkapi dan juga bersanding bersama.


"Gimana hmmm? Kok kamu diam aja na? Kamu gak mau yah bantuin aku?" Tanya Afri dengan pelan sembari sedikit cemberut.

__ADS_1


Kina merasa tidak enak untuk menolak itu, biar bagaimanapun ia memang harus secepatnya merelakan impian tidak tahu diri itu. Sudah seharusnya ia sadar dan memikirkan bagaimana caranya untuk bisa melupakan rasanya kepada Akmal.


"Kok diam na? Kamu beneran gak bisa yah bantuin aku?" Tanya Afri lagi dengan wajah memelas nya.


"Iya fri aku bakal bantuin kamu kok, Jang sedih yah pokoknya."


Dengan cepat Afri memeluk kina hingga gadis itu kembali kaget karena Afri. Gadis itu sangat manis untuk ditolak oleh Akmal, kina saja sebagai seorang perempuan sangatlah menyukai sosok Afri dari segala aspek gadis itu benar-benar sangat sempurna bagi Akmal. Mungkin kalau mereka benar-benar akan menikah maka anak mereka akan terlihat cantik juga Tampan karena berasal dari seorang ibu yang cantik juga ayah yang tampan.


Akhh kina benar-benar merasa iri hanya dengan membayangkan nya saja. Ia tahu kalau ia tidak berhak untuk cemburu namun tetap saja ada rasa yang tidak nyaman diulu hatinya.


"Kamu udah janji yah bakal bantuin aku, aku gamau tahu pokoknya kamu harus bantuin aku na."


"Iya fri aku bakal bantuin kok heheh, pokoknya kamu bilang aja deh aku bakal ngapain. Soalnya aku kurang faham dengan hal-hal seperti ini,"ucap kina dengan jujur walaupun sebenarnya ia sedikit pilu dengan hatinya.


Afri tersenyum senang saat mendengar itu dari Kina dan dengan cepat ia memeluk kembali gadis itu.. sudahlah mungkin sudah kebiasaan untuk nya.


Kina tidak tahu apakah ia benar-benar akan bisa Ikhlas, namun ia memang harus ikhlas karena bagi dirinya untuk Akmal melihat kearahnya sudah sangat mustahil. Karena seorang seperti Afri saja ia tidak bisa menerima nya apalagi dengan gadis seperti Kina. Hahaha jauh sekali dari kriteria.


...🌼To be continued 🌼...


Hayoo Afri kamu gatau apa kina juga suka sama Akmal tau. Eh tapi kasian juga jadi Afri. Dari dulu Suka sama Akmal.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀

__ADS_1


__ADS_2