
Afri sedang mandi di kamar mandi, sedangkan kina sendiri baru saja selesai mandi lalu bergantian dengan Afri. Walaupun mereka memakai kamar yang sama mereka benar-benar sangat adem satu sama lain. Tidak ada perselisihan dan kina yang awalnya merasa tidak enak itu langsung terbiasa disekitar Afri ditambah lagi karena gadis itu sungguh sangat friendly dan juga ramah.
Setelah kina selesai memakai handbody dan juga menyisir rambutnya ia keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur. Gadis itu akan memasak makanan untuk makan malam mereka bertiga.
Walaupun sebenarnya Kina sedikit ragu juga khawatir akan seperti apa suasana meja makan nantinya. Semenjak kejadian tadi Akmal tak kunjung keluar dari kamar, ia takut suasana akan terasa canggung dan juga tidak nyaman.
Kina menggeleng lalu kembali fokus untuk melanjutkan mengeluarkan beberapa bahan makanan dari kulkas. Gadis itu selalu saja bersemangat memasak karena melihat perbelanjaan yang sangat segar juga lengkap itu.
Kali ini Kina berniat untuk kembali memasak soto udang yang disebut Akmal dengan kata enak itu. Gadis itu memang baru saja mencoba memulai menu baru itu tapi karena respon bagus dari Akmal ia sungguh sangat ingin memasak nya kembali lagi.
"Kali ini Afri harus mencoba nya juga, aku ingin melihat reaksi Afri saat merasakan masakan ku."
Kina bersemangat sekali ingin menghidangkan banyak sekali jenis makanan bagi Afri juga Akmal.
Ia kembali teringat dengan suasana canggung tadi, ia bisa merasakan sakitnya jadi Afri. Gadis itu benar-benar terlihat sangat tulus kepada Akmal namun Akmal juga tidak bisa dipaksa perasaan nya. Ia tahu Akmal sama sekali tidak berniat untuk marah juga menyakiti Afri. Akhh memikirkan nya saja Kina malah ikut merasakan kebingungan sendiri.
"Lagi masak apa na?"
Kina kaget karena tiba-tiba saja Akmal sudah keluar dari kamarnya kemudian datang kearahnya sembari bertanya.
Kina awalnya kebingungan namun dengan cepat ia bereaksi, ia tahu Akmal juga sedang berusaha mengalihkan suasana agar tidak terkesan canggung.
"Aku masak soto udang nih mal, kamu kan bilang kalau rasanya enak tadi aku mau coba masak lagi. Gapapa kan?" Tanya Kina dengan pelan.
Akmal tersenyum mengangguk lalu berjalan kearah Kina, gadis itu malah dibuat kaget karena Akmal yang malah ikut membantu nya memasak.
"Enak banget malah na, aku mau lagi dong dimasakin soto yang sama."
"Oke sippp. Kamu tunggu aja dimeja makan mal, aku bakal siapin ini kok."
akmal dengan cepat menggeleng kearah Kina "Biar aku bantuin kamu aja," ucap Akmal dengan lembut.
__ADS_1
Kina mencoba untuk menghentikan Akmal untuk tidak membantu nya sebisa yang ia mampu. Namun akmal masih saja bersikeras untuk membantu nya, kalau Afri melihat itu bukankah ia akan gagal dalam membantu gadis itu. Kina benar-benar akan membantu mereka berdua sebisanya.
"Maafin aku yah na!"
Kina yang sedang sibuk menyaring tauge itu seketika dibuat bingung dengan Akmal yang tiba-tiba saja minta maaf kepada nya.
"Ha?" Bingung Kina kearah Akmal.
"Maaf karena kamu harus melihat hal-hal seperti tadi, aku dan Afri sama sekali tidak ada hubungan apa-apa. Kami ditunangkan dengan keterpaksaan. Gadis itu terus saja mengejar ku saat aku sama sekali tidak menginginkan nya," ucap Akmal dengan kesal.
Kina bisa merasakan sakitnya jadi Afri, kalau saja Kina bersikap sama dengan apa yang dilakukan Afri mungkin Akmal juga akan melakukan hal yang sama terhadap nya. Jujur saja ia sendiri kerap kali kurang mengontrol diri untuk tidak menunjukkan rasa sukanya dihadapan Akmal. Namun karena ia takut akan membuat Akmal risih ia memilih untuk memendam nya sendiri.
"Kamu tidak perlu meminta maaf mal, aku sama sekali tidak ada hubungan nya dengan itu. Itu adalah pribadi kalian berdua dan aku tidak berhak ikut campur, "ucap Kina dengan pelan.
Mereka kemudian kembali terdiam dan Kina mencoba mengalihkan pembicaraan agar mereka tidak semakin merasakan canggung satu sama lain.
"Wahh sudah matang yah! Boleh aku rasain gak?" Tanya Akmal dan Kina dengan cepat mengangguk.
"Enak banget na, kamu emang gak pernah gagal kalau masak makanan.
Kina tersenyum senang mendengar itu namun dengan cepat ia menggeleng, ia hampir saja melupakan Afri. Kina meninggalkan Akmal di dapur seorang diri dan ia berjalan ke kamar ternyata Afri sudah berdiri disana sejak tadi.
Ia jelas mendengar segalanya, segala aktivitas mereka baik itu sikap manis Akmal terhadap Kina bahkan tatapan laki-laki itu jelas menunjukkan bahwa Kina adalah gadis yang ia sayangi.
Afri benar-benar bisa melihat benih-benih cinta diantara mereka berdua, gadis itu tidak bisa menolak karena itu adalah kenyataan yang sesungguhnya kalau Akmal dan Kina sebenarnya saling mencintai. Dan gadis itu adalah gadis yang ditunggu oleh Akmal selama ini.
"Eh Afri kamu Uda ada disini dari tadi? " Tanya Kina kaget karena melihat Afri sudah berdiri didekat pintu.
Afri dengan pelan mengangguk lalu tersenyum kearah kina "Kalian lagi masak yah? Seru banget kayaknya."
Kina mengangguk lalu memegang tangan Afri dengan lembut "Sekarang kesempatan buat kamu fri, kamu cepat bantuin Akmal masak. Aku akan menyusun meja makan agar tidak menganggu kalian."
__ADS_1
Afri benar-benar tahu kalau ia akan sangat jahat jika menerima tawaran Kina saat ia tahu kalau mereka sendiri saling mencintai. Namun, Afri juga sangat ingin egois untuk menggunakan kesempatan itu berdua dengan Akmal.
"Tunggu apa lagi ayoo!"
Kina menarik tangan Afri menuju dapur lalu dilihat oleh Akmal dengan tatapan datar nya.
"Afri kamu bisa kan bantuin Akmal? Aku siapin meja makan dulu yah. Mal kamu masak bareng Afri aja yah?" Tanya Kina dengan pelan lalu dibalas anggukan oleh Akmal.
Afri semakin yakin kalau Kina adalah gadis yang ditunggu Akmal karena laki-laki itu bahkan menurut apapun kata Kina. Hatinya jelas sakit saat mengetahui fakta itu.
"Kenapa aku sangat ingin Kina pergi dari rumah ini? Aku tahu aku egois tapi kali ini aku benar-benar tidak ingin berbagi dengan Kina." Afri membatin sejak tadi.
"Aku bantuin apa mal?" Tanya Afri dengan lembut.
Akmal sama sekali tidak ingin membalas ucapan Afri namun karena Kina melihat kearah mereka mau tidakaj Akmal harus membalasnya.
"Kamu cuci saja mentimun itu!"
Afri benar-benar sangat senang mendengar suara Akmal, jujur saja saat sedang memasak begini saja Afri benar-benar sangat bahagia karena ia seolah sedang memasak bersama dengan Akmal yang mencinta nya walaupun sebenarnya tidak sama sekali.
Akmal sendiri tidak hentinya melirik kearah Kina yang sibuk menata meja makan. Afri berusaha yang mengalihkan perhatian Akmal dengan banyak pertanyaan walaupun Akmal sangat acuh tak acuh meladeninya.
Kina Sendiri mencoba untuk tidak melihat kearah mereka, ia tidak ingin diliputi cemburu dan ia harus segera sadar diri karena bagaimanapun Afri adalah gadis yang pantas untuk Akmal.
Afri bisa melihat dengan jelas tatapan Akmal saat melihat kina, ia dipenuhi cinta seolah sangat takut kalau kina akan cemburu.
...🌼To be continued 🌼...
Hayoo pada kenapa nih tiga orang, defenisi cinta segitiga banget inimah.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys 🧀