Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 26: Akmal si pria hangat


__ADS_3

Kina masih saja menangis dipunggung Akmal hingga baju bagian belakang milik Akmal benar-benar basah hingga menerpa kulitnya. Ia tidak buka suara sama sekali, ia biarkan Kina meluapkan segalanya disana. Karena gadis itu terlihat seolah sudah sangat lama memendam hal itu.


Motor Akmal berhenti tepat di depan sebuah rumah minimalis namun sangat elegan, jujur saja melihat nya dari luar saja sudah sangat sempurna bagaimana dengan kondisi di dalamnya.


Kina tidak memperhatikan lagi masalah rumah saat ini, baginya adalah menjauh dari Ages adalah sebaik-baik kehidupan yang sangat ia impikan.


Akmal turun dari motornya kemudian mencoba untuk menuntun kina untuk turun pula, namun untuk bergerak saja gadis itu sudah sangat kesulitan. Ia hampir saja terjatuh saat hendak turun, untung saja Akmal dengan sigap menahan tubuh gadis itu.


"Permisi yah na," ucap Akmal dengan pelan.


Ia mengangkat kembali tubuh mungil juga ramping itu, kina lagi-lagi kaget karena hal itu namun ia mencoba untuk tetap tenang. Merasa tidak enak karena selalu saja menyusahkan Akmal.


"A,aku akan berjalan sendiri."


Akmal dengan cepat menggeleng karena ia tidak sebodoh itu untuk tidak peka dengan keadaan kina, untuk turun dari motor saja gadis itu sangat kesulitan. Bagaimana dengan berjalan menuju rumah?.


"Kamu sangat lemah sekarang, kamu tidak boleh banyak bergerak dulu."


Kina hendak protes lagi namun ia urungkan, karena ia tidak ingin membuat Akmal semakin kesulitan lagi jika terus saja memberontak.


Gadis itu hanya diam saja mengalungkan tangannya dileher Akmal agar laki-laki itu tidak kesulitan, walaupun tangan nya sedikit sakit dengan posisi itu namun ia tahan agar Akmal lebih mudah untuk menggendong nya.


Pintu terbuka otomatis hanya dengan sentuhan telunjuk Akmal saja. Benar-benar canggih dan juga hebat.


Suasana rumah sangat damai karena bernuansa abu-abu halus, seluruh perabotan tertata rapi sesuai tempatnya. Tidak ada satupun perabotan yang terlihat mengganggu pandangan. Benar-benar rumah impian banyak orang.


Namun sayang sekali suasana rumah terlalu sepi untuk rumah secantik itu. Begitu sunyi dan lembab seolah seharian tidak ada orang bernafas disana.


Akmal menurunkan Kina tepat diatas sofa, gadis itu Segera memperbaiki posisi duduknya begitu juga dengan pakaian nya yang sempat tersingkap tadi.


"Tunggu sebentar yah, aku masakin bubur dulu bua kamu. Tubuhmu sangat lemah seperti nya kamu tidak makan sejak tadi," ucap Akmal dengan wajah khawatirnya.


Kina menahan tangan Akmal hingga langkah laki-laki itu terhenti, gadis itu dengan cepat menggeleng karena ia sama sekali tidak ingin menyusahkan laki-laki itu.

__ADS_1


"Ti,,tidak usah, aku merasa tidak enak karena menyusahkan mu."


Akmal tersenyum dengan manis kearah Kina kemudian menggeleng " Kamu sama sekali tidak menyusahkan ku, kamu diam saja beristirahat aku buatkan bubur sebentar yah."


Kina mengangguk dengan pelan karena tidak sanggup untuk protes lagi saat Akmal sudah ada dihadapannya. Suara lembut laki-laki itu benar-benar menyelinap ditelinga nya memberikan kesan damai.


Akmal berlalu dengan cepat ia menyiapkan bubur untuk kina, ia benar-benar mengerti dan bisa melihat tubuh gadis itu sangat membutuhkan asupan. Ia lemah dan juga lunglai untuk sekedar berdiri saja gadis itu tidak sanggup lagi.


Kina hanya diam saja bersender didinding sofa, matanya menatap kearah langit-langit rumah dan melihat sekeliling dengan kondisi tubuh yang tak berdaya itu.


"Kenapa suasana rumah begitu sepi? Dimana orangtua Akmal? Bukankah mereka tinggal bersama?"batin Kina merasa bingung.


Namun ia buru-buru menggeleng, untuk memikirkan hal itu saja kina sudah kehabisan tenaga. Lebih baik memejamkan mata mencoba untuk tenang dan mengembalikan energi yang sudah lama hilang.


Tidak lama berselang waktu, Akmal datang dari arah belakang dengan nampan berisi susu juga semangkuk bubur.


"Makanan sudah siap," ucap Akmal dengan nada lembut.


Kina masih sedikit lemah disofa, dengan susah payah ia mengangkat kepalanya yang saat itu juga Akmal buru-buru membantu nya kemudian duduk di samping gadis itu.


Gadis itu benar-benar tidak habis pikir, mau sejauh mana lagi Akmal membuat ia grogi dan merasa canggung. Laki-laki bahkan menyuapinya untuk makan bubur.


"A,,aku bisa sendiri," ucap Kina dengan lemah namun Akmal menggeleng dengan cepat.


"Kamu sangat lemah, untuk malam ini kamu terima saja semuanya. Perutmu sudah sangat kosong dan butuh diisi makanan."


Kina terdiam, benar-benar tidak bisa dibantah karena Akmal sepertinya sudah meniatkan itu sejak tadi.


Mau tidak mau kina harus membuka mulutnya, karena ia tidak ingin terlihat susah untuk diatur saat Akmal sudah sangat perhatian kepada nya.


Kina dengan pelan membuka mulutnya menerima suapan dari Akmal, laki-laki itu tersenyum dengan pelan karena melihat Kina yang makan bubur itu.


"Bagus, makan yang banyak agar tubuhmu tidak lemah."

__ADS_1


Akmal benar-benar sangat senang saat melihat kina begitu patuh menerima suapan demi suapan darinya.


Ia lalu teringat dengan masa-masa mereka saat di kampung dulu, saat gadis itu tengah terluka Akmal dengan perhatian menyuapi Kina saat mereka bersekolah dahulu.


Kina juga memikirkan hal yang sama, ia pernah merasakan damainya hidup dengan bunga-bunga cinta disekelilingnya. Jujur saja ia merindukan saat-saat itu, sangat berbeda dengan sekarang. Untuk bernafas dengan damai saja sudah syukur.


"Aaa sedikit lagi, kamu harus banyak makan agar tidak lemah. Kamu kurusan sekali sekarang."


Akmal menatap dengan sendu kearah Kina yang benar-benar sangat berbeda dengan Kina yang dulu.


Kina hanya diam saja menurut menerima seluruh suapan demi suapan yang diberikan oleh Akmal. Damai sekilas namun ia kembali merasa canggung juga merasa tidak enak karena menyusahkan Akmal.


Ia ingat betul saat ia dengan kasar berkata kalau ia dan Akmal seharusnya bersikap untuk saling tidak mengenal. Lihatlah saat ini, Kina sangat membutuhkan bantuan Akmal.


"Minum susu dulu agar energimu cepat pulih, wajahmu sangat pucat dan juga terlihat sangat lemah. Aku benar-benar khawatir takut kamu kenapa-napa," ucap Akmal dengan lembut.


Jantung gadis itu berdebar kencang karena mendengar ucapan Akmal, lagi dan lagi ia akan terlihat bodoh dihadapan Akmal. Gadis itu sangat lemah jika harus berhadapan dengan Akmal.


Sejak dahulu Kina benar-benar sangat menyukai sosok Akmal, laki-laki muda yang sangat hebat, bijaksana dan juga penuh kasih sayang itu. Sangat tidak pantas untuk diharapkan oleh seorang seperti Kina.


Karena terlalu sadar akan keadaan diri Sendiri, kina lebih memilih untuk menyimpan rasa suka sepihak itu. Hingga ia dan Akmal harus terpisah karena orangtuanya pindah tugas ke kota ini.


"Habiskan saja susunya, jangan sisakan."


Akmal mencoba menyemangati Kina untuk menghabiskan susu itu, kina menurut saja dan menghabiskan semuanya.


Akmal tersenyum pelan dan merasa bangga karena berhasil membuat Kina menghabiskan bubur serta susu itu.


...🌼To be continued 🌼...


Hayyooo apa gak makin falling in love sama Akmal? Tolong dia tuh sweet pake banget. Mau satuuuu.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys 🧀


__ADS_2