
Kina jelas bisa melihat ambulan yang saat ini ia naiki dengan Ages yang masih terbaring dihadapan nya itu sudah sampai di depan rumah sakit. Dengan cepat Ages diturunkan dari ambulan dibantu oleh beberapa perawat yang baru saja datang untuk membantu petugas itu. Kina mencoba untuk turun dan dengan cepat dibantu oleh perawat yang lainnya pula.
"Selamatkan suami saya sus! Saya benar-benar sangat khawatir dengan nya, saya mohon sus."
Kina berbicara dengan nada yang sangat putus asa dan air mata yang tidak kunjung berhenti mengalir itu. Sejak tadi ia mencoba untuk menahan rasa sedih juga takut dalam dirinya tetap saja ia tidak bisa karena Ages sangat menyedihkan dengan keadaan itu.
Suster yang membantu Kina turun tadi kemudian mengangguk dan mengelus pelan punggung Kina. Gadis dihadapannya benar-benar terlihat sangat hancur dan terlihat menyedihkan dengan keadaan itu. Ia hancur dan sedang mengandung saat ini dan dihadapan nya juga suaminya sedang sekarat. Bukankah itu adalah sebuah cobaan yang sangat menyiksa?.
"Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan suami ibu, kami harap ibu tenang dan rileks karena saat ini ibu juga terlihat sangat tidak sehat dan butuh istirahat. Jangan terlalu memikirkan nya, saat ini suami ibu akan segera ditangani oleh dokter di ruangan pemeriksaan."
Suster itu menjawab dengan sebaik mungkin dengan harapan Kina bisa tenang dibandingkan saat tadi, kina mencoba untuk mengerti dan bersabar juga, ia mengangguk dan ikut berjalan mengikuti suster itu menuju ke ruangan dimana Ages sedang di periksa.
"Ibu seharusnya beristirahat juga saat ini, bagaimana kalau kita ke tempat istirahat saja? Saya akan mengantarkan ibu kesana untuk diperiksa juga. Karena saat ini ibu terlihat sedang tidak sehat dengan wajah pucat begitu,"ucap suster itu mencoba untuk membujuk Kina agar beristirahat. Sangat perhatian sekali kepada kina.
Jelas Kina tidak akan setuju karena saat ini ia ingin masuk ke dalam ikut melihat Ages diobati memegang tangan suami nya berharap Ages bisa merasakan kehadiran nya disana untuk memberikan semangat agar Ages bisa sembuh dengan cepat.
"Saya tidak ingin istirahat sus, saya benar-benar baik-baik saja. Bukankah lebih baik kalau saya ada disamping suami saya saat ini. Saya harus disana untuk memegang tangan nya,"ucap Kina menolak tawaran suster itu yang berniat baik untuk memberikan ia kesempatan beristirahat.
Kina bersikeras ingin masuk ke dalam ruangan yang dimana saat ini disana Ages sedang diperiksa dan diobati. Kina benar-benar tidak bisa membiarkan suaminya disana sendirian, kina harus ada tepat di samping nya.
Kina hendak masuk ke sana namun dengan cepat ditahan oleh suster itu karena sudah menjadi aturan rumah sakit keluarga pasien tidak boleh masuk saat pemeriksaan dan juga pengobatan sedang berlangsung karena banyak sekali kasus yang terjadi pihak keluarga menganggu proses pengobatan pasien karena terlalu banyak menangis dan membuat dokter kewalahan.
"Tidak bisa Bu, sudah menjadi peraturan rumah sakit kalau keluarga pasien tidak boleh masuk ke dalam saat pasien sedang menjalani proses pengobatan."
Kina langsung terdiam dan merasa sangat lemas, ia lebih baik melihat Ages saat sedang diperiksa saat ini karena ia benar-benar mati khawatir karena Ages tak kunjung dapat kabar saat ini.
"Lebih baik kita beristirahat saja yah Bu, saya masih memiliki tugas lain untuk memeriksa bangsal sebanyak tiga lantai lagi. Saya sangat tidak bisa membiarkan ibu sendiri disini, bagaimana kalau kita ke tempat istirahat saja Bu?" Tanya suster itu sendiri lembut mencoba untuk membujuk Kina.
Ia jelas sangat berhati lembut dan peduli dengan banyak orang, bukankah ia terlalu ramah dan sabar untuk menghadapi Kina yang begitu keras kepala itu? Saat ia meminta gadis itu untuk beristirahat Kina menolak dan bahkan bersikeras untuk masuk ke dalam ruangan dimana Ages dirawat.
"Saya tidak mungkin beristirahat disaat seperti ini sus, saya sangat ingin masuk ke dalam melihat keadaan suami saya. Benar-benar sangat menyesakkan karena bersama diri seperti ini akan membuat saya semakin khawatir saja."
Kina benar-benar sangat jeras kepala karena tidak mau mendengarkan ajakan suster itu, belum lagi ia terlihat sangat tidak stabil kini. Seperti nya Kina tidak mengerti dengan gejala yang timbul di dirinya saat ini, matanya sangat sayu dan juga ia terlihat sangat butuh istirahat.
"Saya harap ibu bisa mendengarkan saya dan menurut untuk beristirahat saat ini,"ucap suster itu lagi dengan harapan Kina akan menurut. Namun karena mengingat Ages yang masih dirawat itu Kina tidak bisa menurut dan tetap memilih untuk keras kepala di hadapan suster itu.
"Maafkan saya sus karena bersikap sangat keras kepala kepada suster yang sudah sangat baik memperhatikan saya dan mengajukan diri untuk mengantarkan saya ke ruangan istirahat. Tapi saya adalah istri dari laki-laki yang sedang dirawat di dalam saat ini. Saya tidak bisa pergi begitu saja. Kalau suster sedang sibuk silahkan dilanjutkan saja pekerjaan nya biar saya tunggu disini, saya ingin mendengar dan melihat langsung hasil pemeriksaan dokter dan bagaimana keadaan suami saya."
Suster itu mengerti dan tidak bisa berkata-kata lagi sebab Kina sangat setia dan juga perhatian sekali kepada suaminya. Ia jelas sangat membutuhkan waktu istirahat yang cukup saat ini namun ia lebih memilih untuk menemani Ages yang sedang dirawat di dalam.
"Baiklah kalau begitu buk, saya minta maaf karena tidak bisa menemani ibu lebih lama disini karena masih memiliki tugas lain saat ini, kalau ibu butuh sesuatu jangan segan memanggil suster yang lain yah!"
Suster itu juga dengan wajah sedikit sedih meninggalkan Kina yang begitu rapuh saat suster itu pergi meninggalkan nya sendiri di depan ruangan Ages dirawat.
Kina memegang gagang pintu depan lembut dan menangis disana, membayangkan Ages saat ini sedang dirawat dan diperiksa saat ini membuat Kina semakin hancur dan tidak bisa berpikir jernih lagi, suaminya sangat ia cintai dan begitu mencintai nya juga.
Kejadian tadi terus saja berulang kali terputar dalam benak Kina, Ages yang masih tersenyum lebar saat ia hendak masuk ke dalam antrian es krim. Senyuman senang nya saat ia berhasil mendapatkan es krim dengan mudah dan yang terakhir adalah senyuman Ages sebelum kejadian mengenaskan itu terjadi dihadapan kina.
"Hiks,,,aku harus bagaimana mas ? Aku hikss,,aku sangat tidak bisa menahan rasa takut ini mas hiks,,ku mohon bertahan lah karena aku dan anak kita menunggu kamu sadar mas,"gumam kina masih menangis didepan ruangan Ages dirawat.
Kenangan Ages yang selalu saja sibuk menggoda nya membuat Kina semakin merasa sakit. Suaminya benar-benar memperlakukan ia sangat baik tanpa adanya kekurangan perhatian sedikitpun.
Semenjak kina mengandung dan juga dalam keadaan hamil besar, Ages selalu saja mengurus segala keperluan Kina baik itu pakaian dan bahkan laki-laki itu juga yang memandikan Kina hampir setiap saat Kina hendak mandi maka Ages lah yang memandikan nya.
Kina jelas malu sebenarnya namun karena Ages Terus saja meminta ia untuk tidak malu karena Ages akan tetap melakukan itu saat Kina sedang mengandung besar saat ini. Ia tidak ingin istrinya merasa kelelahan dengan aktivitas seperti itu.
Kina jelas mengingat saat saat dimana Ages begitu perhatian dan lembut mengurus nya dan bahkan ia juga tidak terlihat terpaksa ataupun merasa kesal karena Kina hampir selalu merepotkan nya dengan Segala kegiatan yang hampir segalanya Ages yang melakukan nya.
Karena Ages bahkan Sempat sempatnya menggoda Kina hingga mereka tidak pernah sekalipun tidak melakukan hal-hal romantis karena setiap kali Ages menggoda nya maka mereka akan berakhir saling bercumbu satu sama lain.
Kina akan memasang wajah kesal saat Ages selalu berusaha modus kepada dirinya.
__ADS_1
Flashback on
Seperti pagi ini, Ages bahkan sudah selesai menyiapkan makanan untuk Kina dan hendak menjemput gadis itu untuk sarapan. Tapi karena melihat Kina ia benar-benar tidak bisa menahan dirinya.
"Mashhh,,"
Kina tidak bisa menahan untuk tidak mengeluarkan suara-suara aneh dari bibirnya karena permainan Ages diarea dadanya sungguh tidak ada habisnya. Ia banyak bermain disana mulai dari meremass, memutar dan bahkan bergantian ia hisap satu persatu.
Tidak hanya itu, bagaimana mungkin Kina tidak menggila karena Ages tidak hanya bermain di area gundukan itu saja. Ia bahkan masih bermain di Awah sana, mengusap juga mengelus nya hingga Kina sedikit menggelinjang karena merasakan sensasi yang luar biasa.
"Kamu semakin basah sayang,apa seenak itu?" Tanya Ages menggoda Kina hingga pipi gadis itu semakin memerah dan ia sebenarnya menahan malu
"Mashhh,,mashhh apaann sihk." Kina bahkan tidak bisa berbicara dengan benar lagi karena ulah Ages.
"Jangan mengeluarkan suara seperti itu sayang, kamu tidak sadar itu begitu seksi hingga mas tidak bisa menahan diri."
Kina dengan cepat menutup mulutnya setelah mendengar itu dari Ages, ia sama sekali tidak bermaksud untuk menggoda Ages namun karena perbuatan laki-laki itu ia tidak bisa berhenti untuk mengeluarkan suara desahann itu.
Ages tersenyum karena melihat tingkah istrinya yang begitu lucu itu, bagaimana bisa ia begitu imut bahkan disaat seperti ini?.
"Bagaimana sayang? Apa kamu menikmati nya?" Bisik Ages saat ia mengusap sesuatu dibawah sana lagi dan lagi.
Lihatlah betapa nakalnya seorang Ages, ia menggoda Kina terus menerus. Bagaimana bisa Kina tidak mengeluarkan suara-suara itu saat Ages sendiri tidak hentinya mengusap sesuatu dibawah sana.
"Kenapa diam saja sayang? Bukankah ini nikmat?" Tanya Ages berbisik.
Laki-laki itu terlalu sibuk bermain dan juga menikmati momen pagi itu hingga tiba-tiba perut Kina berbunyi lagi. Jujur saja ia sudah kelaparan sejak tadi, namun ia merasa tidak enak jika mengganggu kesenangan suaminya.
Kruk
Seketika aktivitas Ages terhenti dan melihat kearah Kina, ia benar-benar melupakan niat awalnya naik keatas. Ia naik hanya untuk membangunkan Kina karena sarapan sudah ia siapkan dibawah.
Flashback off
Tangisan kina semakin pecah karena mengingat segala sikap Ages yang begitu banyak ulahnya. Suaminya itu selalu saja memiliki banyak cara untuk menggoda dan modus kepada nya, baik itu saat ia sedang mandi, tidur dan bahkan saat sedang makan saja Ages akan mencari berbagai macam cara untuk bisa mencium bibir nya.
Ages sangat menyayangi kina lebih dari apapun dan Kina bisaa mengetahui itu, suaminya itu sangat perhatian dan juga mengabdikan dirinya untuk mengurus kina. Ages bahkan seringkali memilih untuk bolos kerja karena mengurus dan bersama dengan Kina. Kalau saja bukan karena kina yang memaksa Ages untuk bekerja maka ia akan tetap mengurus Kina dan mengamanahkan kantor kepada Niken yang merupakan asisten pribadi milik Ages.
Senyuman Ages tidak kunjung berhenti menghampiri kina, segala ingatan tentang Ages juga tidak kunjung berhenti datang kearah kina. Hatinya sang sakit karena harus menahan segala nya kini.
Perhatian dari Ages terlihat sangat jelas di benak Kina. Suaminya itu benar-benar sangat berbeda dengan laki-laki lain pada umumnya, ia selalu saja memiliki banyak cara untuk membahagiakan Kina.
Semenjak kina mengandung Ages bersikeras untuk tidak memperbolehkan istri nya untuk memakan makanan cepat saji dan hanya boleh memakan masakan rumahan saja, oleh karena itu Ages masuk ke kursus masak untuk belajar masak agar ia bisa menyajikan makanan yang sehat untuk istrinya.
Setiap hari Ages memasak makanan untuk Kina dengan senang hati tentunya, kina sangat senang dan bangga karena memiliki suami yang sangat perhatian kepada nya. Ditambah lagi sebelum memasak maka Ages akan melakukan konsultasi dengan dokter terkait makanan yang harus dimakan oleh istrinya dan makanan yang tidak boleh dimakan oleh kina karena saat ini kina sedang mengandung maka ia harus mengonsumsi makanan sehat.
Saat Kina meminta dan menginginkan untuk membantu Ages maka Ages tidak akan mengizinkan Kina banyak bergerak, saat berpindah dari satu tempat ke tempat lain juga kina hampir tidak pernah berjalan karena ada Ages yang dengan cepat menggendong nya menuju tempat itu.
Setiap kali Kina mengatakan untuk ia bisa memasak dan membantu Ages akan menolak saat Kina juga mengatakan akan berjalan sendiri maka Ages juga menolak dengan ucapan kalau istrinya tidak boleh capek.
Kina bisa melihat segala bayangan mereka saat ini.
Flashback on
Kina terlihat sedikit ragu untuk menuruni tangga karena keadaannya. Ia sama sekali tidak keberatan dengan berjalan kemana pun namun saat melihat tangga ia sangat takut tidak bisa menjaga buah hati mereka.
Ages bisa merasakan kalau tanginya diremas oleh Kina karena merasa gugup untuk menuruni tangga dihadapan mereka.
"Loh?"
Kina kaget saat ia merasakan tubuhnya melayang di udara dan ternyata itu adalah Ages. Laki-laki itu benar-benar diluar batas pemikiran Kina karena ia terlihat sangat merasa enteng saat menggendong seorang Kina yang jelas akan sangat berat sebab sedang mengandung anak mereka.
__ADS_1
"Mas aku itu berat tau! Mas turunkan saja aku,"ucap Kina dengan wajah kagetnya.
"Kamu sama sekali tidak berat sayang, mas bahkan bisa membawamu berkeliling di kota ini dengan menggendong mu saja."
Kina benar-benar tidak bisa lagi membantah Ages karena ia jelas tahu kalau Ages benar-benar tidak keberatan dengan menggendong tubuhnya yang berat itu.
"Mas benar-benar senang karena bisa melakukan hal seperti ini untuk mu sayang, mas lebih takut kalau mas sama sekali tidak bisa membantu mu saat sedang berjuang seperti ini. Kamu sudah sangat hebat karena berhasil menjaga buah hati kita sayang, jadi biarkan mas juga membantu mu untuk melakukan itu."
Kina benar-benar tidak bisa berkata-kata lagi karena akhir-akhir ini Ages benar-benar sangat keren dan begitu hebat Dimata nya.
Ages hampir sampai dimeja makan, bohong jika Ages berkata kalau kina sama sekali tidak berat. Ia sebenarnya kewalahan namun entah kenapa itu terasa sangat menyenangkan karena itu adalah kina. Ia merasa sangat bahagia bahkan hanya karena menggendong istrinya itu.
"Kenapa memandangi mas seperti itu hmmm?" Tanya Ages menurunkan Kina dengan perlahan.
Kina hanya diam saja lalu melihat kearah Ages dengan tatapan yang begitu lekat. Benar-benar diluar kendali dan juga diluar impian nya bahwa ia akan seberuntung ini memiliki seorang Ages yang begitu menyayangi dan mencintai nya. Ia kehilangan sosok Kaka yang begitu baik dan juga menyayangi nya dan sosok itu hadir dalam diri Ages saat ini.
Tidak hanya itu saja. Ingatan saya Ages memasak untuk nya juga teringat sangat jelas dibenak kina.
"Mas lanjut masak saja tidak usah menghiraukan ku disini,"ucap Kina lagi dan lagi.
Ages tersenyum dan kembali memulai acara masaknya yang sempat terhenti tadi, dengan lihai ia membersihkan beberapa bahan masakan baik itu sayuran hijau dan juga bahan makanan lainnya.
Kina diam saja memperhatikan Ages dan tidak menggoda nya lagi seperti tadi, Ages juga terlalu larut dalam acara memasak nya hingga ia tidak sadar kalau Kina mengabadikan momen itu dengan merekam nya.
Potongan sayuran itu terlihat sangat cantik dan juga rapi, dengan terampil tangan Ages memotong sayuran juga bahan makanan lainnya tanpa melukai tangan nya sendiri. Kina bahkan sampai melongo kaget melihat hal itu.
"Wahh sejak kapan suamiku benar-benar sangat ahli dalam memasak? Aku benar-benar kagum dan tidak bisa mengatakan apapun."
Ages jelas mendengar itu namun ia hanya menanggapi nya dengan senyuman, karena takut Kina akan semakin lapar Ages mempercepat kerjanya agar secepatnya ia bisa menyajikan makanan untuk istrinya itu.
Setelah sayuran itu masak Ages kemudian beralih memasak pasta dengan mie organik yang ia sengaja beli untuk Kina. Istrinya akhir-akhir ini sangat menginginkan pasta, karena Kina sangat tidak dianjurkan untuk memakan mie maka Ages mengambil alternatif lain dengan menggunakan mie bahan organik.
"Mas mau masak apa tuh?" Tanya Kina.
Sebenarnya ia sudah menahan diri untuk tidak menggangu Ages baik itu bertanya atau semacamnya namun karena ia begitu tertarik ia sungguh tidak bisa menahan dirinya lagi.
"Mas masak pasta sayang,"ucap Ages dengan cepat dan masih saja sibuk mengerjakan masakan nya.
"Loh? Kok mas tau aku lagi pengen pasta? Bukankah dokter ngelarang aku buat makan mie mas?" Tanya Kina dengan wajah sedikit kecewa karena takut ia tidak akan jadi makan pasta hari ini.
Ages tersenyum"Mas tau kamu sudah sangat ingin makan pasta bukan? Karena sudah beberapa kali mas menangkap momen kamu sangat sering mengatakan pasta dan bahkan menonton acara mukbang pasta. Dan untuk dokter, mas sudah konsultasi dengan dokter kalau kamu diperbolehkan untuk makan pasta asalkan dengan mie organik sayang."
Wajah kina benar-benar berbinar sebab hari yang ia tunggu benar-benar akan datang, ia akhirnya akan bisa makan pasta setelah menunggu beberapa waktu.
Flashback off.
Tangisan kina benar-benar tidak bisa ia tahan lagi karena mengingat segala aktivitas dan kegiatan mereka selama ini. Sikapa Ages benar-benar tidak bisa ia sebutkan lagi sehebat dan semanis apa suaminya saat itu.
Hatinya sakit dan semakin terasa menyakitkan mengingat semua itu, baginya saat melihat Ages jatuh dan berlumuran darah maka saat itu pula lah ia merasa kalau dunia nya hancur berkeping-keping.
Ia tidak tahu harus bagaimana dan harus apa, yang jelas ia sangat terpukul dan tidak bisa berpikir jernih lagi setelah itu.
"Apa aku akan bisa menanggung rasa sakit ini? Aku sangat tidak ingin terjadi sesuatu kepada suamiku."
...🌼to be continued 🌼...
Kasiann banget sih Kina mana lagi Hanis besar eh malah sendiri juga dirumah sakit buat nungguin Ages. Guyss gimana nih? Ages kenapa yah? Selamat gak yah?
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan .
See you guys 🧀
__ADS_1