
Akmal melirik pelan kearah geng itu, mereka terlihat sedang berdebat satu sama lain.. padahal awalnya Akmal memiliki ide untuk menjebak mereka dihadapan beberapa dosen yang ada disana. Namun, diluar dugaan mereka malah memperdebatkan sesuatu hingga Akmal juga Kina memiliki kesempatan untuk melarikan diri dengan mudah.
"Naiklah!" Ucap Akmal dengan pelan membantu kina untuk naik.
Gadis itu naik dan seketika Akmal menjalankan motor melaju meninggalkan pekarangan kampus.
"Penganan erat na, hati-hati tanganmu!" Perintah Akmal kemudian kembali fokus membawa motor itu dengan kecepatan yang sangat tidak bisa di prediksi.
Kina memejamkan mata karena ketakutan, ia memeluk pelan pinggang Akmal dan berhati-hati dengan tangan nya agar tidak terkena luka nya.
Akmal tersenyum pelan saat merasakan tangan Kina melingkar di pinggang nya, padahal ia sama sekali tidak berniat untuk modus disaat seperti ini. Namun ia tidak kuasa menahan senyumnya lagi.
"Entahlah! Sejak kapan aku menyukai suasana genting seperti ini?" Gumam Akmal pelan.
Kina sendiri hanya diam saja, pikirannya kosong kini yang ia pikirkan adalah bagaimana caranya agar ia tidak bisa ditemukan oleh mereka lagi.
Ia jelas tahu kalau mereka adalah orang-orang suruhan Ages, karena ia pernah melihat Ages bertemu dengan mereka sebelumnya. Bagaimana pun ia sangat tidak ingin bertemu dengan Ages lagi.
Ia ingin bebas dari laki-laki itu. Bersama Akmal jelas jauh lebih baik dibandingkan dengan Ages, dengan Akmal ia merasakan kehidupan normal dan seolah bisa menjadi dirinya sendiri sedangkan dengan Ages ia akan kembali menelan pil pahit kehidupan ini.
Kina memberanikan diri melihat kebelakang memastikan keadaan sudah aman atau bukan, ia bernafas lega karena tidak melihat tanda-tanda kehadiran geng itu.
"Mereka sudah tidak ada dibelakang mal!"
Akmal tersenyum dan menyimpang kearah lain, ia belum sepenuhnya yakin namun ia juga merasa mereka sudah sangat jauh dari mereka.
Akmal mencari jalan pintas menuju rumahnya agar tidak berpapasan dengan mereka lagi. Ia faham betul ketakutan yang dirasakan oleh Kina dari pelukan nya juga pegangan tangan nya yang begitu erat tadi.
"Kita sudah aman, kamu tidak usah ketakutan lagi."
Ages berbicara dengan lembut mencoba untuk memberi rasa aman kepada Kina, gadis itu mengangguk lalu hendak melepaskan tangannya namun ditahan oleh Ages.
"Jangan dilepas, untuk sampai ke rumah dengan selamat kita tetap harus ngebut."
Kina akhirnya pasrah dan kembali melingkarkan tangannya di pinggang Akmal. Kembali ada sebuah senyuman dibibir Akmal dan kita juga kalau ditanya akan menjawab kalau ia juga sangat nyaman merasakan kehangatan tubuh laki-laki itu.
Para anggota geng itu masih sibuk mencari kina juga Akmal disepanjang jalan. Tidak ada tanda-tanda mereka lagi disana.
"Bagaimana ini? Dimana mereka? Kenapa cepat sekali menghilangnya?" Gumam anggota yang lain.
__ADS_1
"Sial, kenapa begitu susah mencari dan menangkap gadis itu?" Kesal mereka.
"Bagaimana kalau kita turun saja sambil mencari disekitar?"
Beberapa anggota turun dari mobil sambil berkeliling mencari keberadaan Kina, jelas mereka tidak akan ada disana. Tanda-tanda motor mereka saja tidak ada disana.
Tiba-tiba saja bos geng itu datang dengan sebuah ojek, dia turun dari ojek dengan wajah kesal juga murka.
"Kumpul-kumpul disini!"
Beberapa anggota yang sedang sibuk mencari pun terpaksa berkumpul dihadapan bos mereka. Yang di dalam mobil juga ikut berdiri dihadapannya.
"Angkat kaki kalian sebelah!"
Mereka saling menatap satu sama lain, dengan wajah malas mereka menurut walaupun sebenarnya menurut mereka bukan saat yang tepat untuk menghukum saat ini.
"Pegang telinga teman disamping kalian!"
"Bukankah kalian sudah aku ajari bagaimana sikap setia itu? Bukankah kalian sudah ku ajari sikap tidak selalu memperhatikan rekan?" Kesal ketua geng itu dengan memegang kumis runcing nya itu.
Anggota itu saling menatap malas, Sud pasti ia kesal dan marah karena ditinggal di kampus tadi. Anggota yang lain juga tidak sengaja meninggalkan nya karena terburu-buru mengejar Kina juga Akmal tadi.
"Maafkan kami boss, besok-besok kami ulangi lagi ehhh tidak akan kami ulangi lagi."
"Kalian benar-benar sangat sulit untuk diarahkan! Bagaimana bisa kalian meninggalkan ku disana sendiri?"
"Kami hanya mengikuti perintah untuk segera mengejar gadis itu boss, apakah kami salah?" Jawab salah satu.
"Menjawab saja menjawab saja kerjanya! Sini kamu," ucapnya dengan kesal hendak menghampiri Anggotanya tersebut.
Namun ia langsung terhenti dan diam takut saat ada sebuah panggilan masuk di ponselnya. Yang jelas itu adalah Ages yang sejak tadi sudah menunggu berita tentang penangkapan Kina.
"Sstt jangan ada yang bersuara!"
"Ha,,halo tuan!" Ketua geng itu mencoba untuk tetap terdengar stabil saat ia merasa sangat khawatir akan reaksi Ages saat tahu kalau mereka kehilangan jejak Kina.
"Tidak usah berbasa-basi, bagaimana? Apa kalian sudah berhasil menangkap gadis itu? Secepatnya antar dia kerumah saya!"
"Maaf tuan, Ka,,kami..."
__ADS_1
"Ck,, tidak usah bertele-tele lagi, secepatnya antarkan!"
"Kami.,,,"
"Jangan sampai saya marah dan menghabisi nyawa Kalian. berhenti bertele-tele dan ikuti saja perintah saya."
"Kami kehilangan jejak gadis itu tuan," ucap ketua geng itu dengan nada yang cepat karena menahan rasa takut.
Seketika tidak ada suara sama sekali, seolah tidak ada orang yang sedang menelepon dengan ketua geng itu.
"Ma,,maaf tuan!"
Masih tidak ada suara, jelas seluruh anggota juga ketua geng itu seketika ketakutan karena marahnya Ages benar-benar tidak bisa ditangani. Laki-laki sedikit gila kalau sedang hilang akal.
"Benar-benar tidak berguna! Manusia bodoh,tolol dan tidak bisa diandalkan! Menangkap satu orang gadis lemah saja kalian tidak bisa? Apa gunanya kalian ku gaji kalau tidak berguna?" Bentak Ages dengan nada kesalnya.
Ketua geng itu semakin ketakutan karena nya, begitu juga dengan lra anggota yang semakin ketakutan itu.
"Mohon maaf tuan, saat kami hendak menangkap nya ada seorang pria yang sedang bersama nya menyelamatkannya dengan membawa lari gadis itu tuan."
Ages sedikit mengeryit saya mendengar ada seorang pria yang bersama dengan kina? Siapa kira-kira? Sama sekali tidak ada kenalan Kina di kota itu.
"Kamu yakin dia sedang bersama dengan kina?" Tanya Ages dengan nada tidak percaya.
"Kami yakin tuan, mereka bahkan berpegangan tangan saat sedang kabur tadi. Mereka juga terlihat sangat dekat sambil makan es krim bersama," ucap ketua geng itu dengan wajah sedikit lega karena ia bisa memberikan sedikit informasi terkait gadis itu.
"Sialan! Ia bahkan sudah berani berselingkuh dengan laki-laki lain? Wahh bukankah dia sempat merasa paling tersakiti dan juga mentalnya terganggu? Kenapa sekarang ia malah berduaan dengan laki-laki lain?" Kesal Ages dengan wajah tidak percaya.
"Siapa kira-kira laki-laki yang sedang bersama dengan nya? Bukankah dia tidak memiliki kenalan disini?" Kesal Ages karena mendapatkan berita yang sama sekali tidak ia inginkan.
"Akhh sudahlah, secepatnya temukan gadis itu atau kalian tidak akan mendapatkan apapun itu."
Sambungan telepon dimatikan oleh Ages hingga seluruh anggota juga ketua langsung bernafas lega.
...🌼To be continued 🌼...
Anggota juga ketua gengnya keknya ga ada yang waras deh. Ada aja ulahnya awokawok.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys 🧀