
Kina menunduk dengan deraian air mata, baginya menceritakan aib yang ia miliki benar-benar bukanlah keinginan nya namun ia harus tetap menceritakan itu kepada Akmal. Laki-laki itu sudah banyak membantu nya dan sudah sewajarnya ia harus menceritakan agar Akmal bisa mengambil keputusan apakah ia masih akan membantu Kina atau kelas tangan karena ia sama sekali tidak akan diuntungkan membantu Kina.
"Hiks,, benar-benar memalukan, aku tidak ingin hidup seperti ini mal! Kenapa harus aku yang menanggung semua ini?" Tangis kina dengan air mata yang membasahi pipinya juga.
Gadis itu benar-benar tidak mengerti kenapa harus ia yang mengalami kisah pahit dan segala perih itu? Ia sudah cukup kehilangan kedua orangtuanya saat ia masih kecil dan ia bahkan kehilangan kakaknya hingga menjadi gadis yang sebatang kara. Ternyata keadaan tidak cukup hanya memberikan ia luka itu saja, ia ternyata harus mengalami hancurnya hidup dengan menjadi istri mantan iparnya yang berubah menjadi seorang monster dihadapan nya.
Kina harus merelakan kehidupan bebasnya, ia harus menjadi seorang tahanan laki-laki itu dengan diperlukan sesuka hatinya. Saat ia marah maka Kina akan jadi pelampiasan nya, bahkan saat ia tidak sedang dalam masalah saj ia akan mencari cara untuk membuat Kina sengsara.
Kina bahkan sengaja dipermalukan oleh Ages dihadapan Akmal. Laki-laki yang ia cintai pula harus ikut ia relakan, karena siapapun tidak akan bersedia mencintai seorang gadis hina seperti Kina. Ia sudah kehilangan segalanya baik itu kebebasan hidup juga harga diri.
Ages adalah laki-laki tanpa perasaan, dengan kejam ia melecehkan Kina dalam keadaan mabuk. Laki-laki itu sama sekali tidak memperdulikan Kina dan tangisan Kina yang meminta ia untuk berhenti melakukan hal itu.
"Hiks,,,aku lelah hidup seperti ini mal, saat aku mencoba untuk bunuh diri dia malah menyelamatkan ku. Aku benar-benar ingin segalanya berakhir," ucap kina dengan nada putus asa.
Akmal yang tadinya diam menatap kearah Kina dengan wajah penuh iba itu kini mendekat kearah Kina. Pelan ia rengkuh tubuh lemah dan rapuh itu.
"Hiks,,,"
Tangisan Kina langsung pecah dalam pelukan hangat dari Akmal itu, sudah sangat lama ia membutuhkan seseorang untuk ia jadikan sandaran. Saat menangis ia ingin ada seseorang yang mendekap erat tubuhnya seolah mengatakan kalau ia tidak sendirian di dunia yang kejam ini.
"Kenapa berkata seperti itu hmm? Aku benar-benar kaget saat kamu mengatakan untuk bunuh diri! Maafkan aku tidak ada untuk mu saat kamu begitu terpuruk, aku mohon jangan pernah lagi lakukan hal berbahaya seperti itu."
Akmal berbicara dengan pelan sembari mengelus pelan punggung Kina yang bergetar hebat karena menangis itu.
"Segalanya akan baik-baik saja setelah ini, aku akan berusaha sebisaku untuk membebaskan mu dari laki-laki itu. Maafkan aku karena tidak mengetahui seberapa menderita kamu selama ini," ucap Akmal dengan lembut sembari mencoba untuk menenangkan Kina.
Tangisan Kina benar-benar pecah seolah ia akan menjadikan ini sebagai tangisan terakhir nya saja. Ia menangis sekuat nya dipelukan Akmal. Laki-laki itu masih mencoba untuk menenangkan Kina.
__ADS_1
Mendengar Akmal meminta maaf kina benar-benar hancur, laki-laki itu sama sekali tidak bersalah. Ages lah yang berhak meminta maaf atas segala kesalahannya kepada Kina.
Akmal melepaskan pelukannya dengan pelan lalu melihat kearah Kina yang wajahnya sudah dipenuhi dengan air mata juga matanya yang sembab juga memerah.
"Wajah cantikmu akan luntur jika kamu terus menangis na, aku mohon kamu berjanji untuk menjadikan ini sebagai tangisan terakhir mu. Aku akan berusaha sebisa ku untuk membuat mu hanya bisa tertawa saja."
Bagaimana kina tidak menangis saat mendengarkan hal manis itu dari Akmal, ia benar-benar hanya ingin hidup tenang saja. Namun Akmal seolah memberikan harapan bahwa ia akan bahagia.
"Hiks,"
Akmal meraih tangan Kina yang dibalut perban itu, terlihat sekali dari balutan luar ada luka menganga di dalam sana.
Pelan dan juga lembut Akmal mengelus perban itu tanpa berniat menyakiti kina, ia benar-benar merasa iba karena melihat keadaan Kina. Ia bahkan sampai mencoba untuk mengakhiri hidupnya dengan menggores pergelangan tangannya begitu dalam. Akmal benar-benar tidak bisa berkata-kata seberapa hancur hidup gadis itu.
"Ku mohon, ini adalah luka terakhir untuk mu na! Aku tidak ingin melihat mu lebih hancur dari ini. Kita hadapi bersama dan aku akan mencoba untuk membuat mu bebas dari nya."
Hidupnya begitu pilu dan berbeda dengan kehidupan normal pada umumnya. Ia tidak pernah menuntut menjadi kaya atau hidup mewah, ia hanya ingin menjalani hidup normal tanpa tekanan juga tanpa siksaan.
Sementara Ages kini benar-benar emosi karena pesan yang disampaikan oleh geng suruhannya tadi, ia menyesal karena sudah mempercayakan hal itu kepada mereka.
"Sialan! Apa sebenarnya yang sedang mereka lakukan? Kenapa menangkap seorang gadis saja mereka tidak sanggup?"
Ages melemparkan map yang sedang ia pegang itu. untuk melanjutkan pekerjaannya yang sedang tertunda tadi saja ia tak ingin lagi, ia sudah terlanjur lega saat menerima pesan mereka yang berisi foto Kina namun ia dibuat kecewa karena mereka kehilangan jejak Kina.
"Gadis itu sedang sakit, Kenapa mereka bahkan kalah dengan seorang gadis yang sedang tidak baik-baik saja."
Akmal melihat isi pesan itu, Kina terlihat sangat tenang sambil makan disana. Gadis itu terlihat normal hingga Ages kebingungan kenapa Kina bisa ada disana.
__ADS_1
"Kenapa dia terlihat sangat bebas? Wahh semakin kesal saja aku melihat gadis Sialan ini. Dia berani kabur dari rumah sakit lalu berkeliaran tanpa beban dilarang sama? Sialan! Dia menganggap aku lelucon yah? Kenapa begitu berani mempermainkan ku!" Kesal Ages dengan suara kesalnya.
Ia bergegas dari meja kerjanya, berniat menyusul geng itu dan akan turun tangan juga mencari Kina.
"Awas saja kalau sampai kamu ku tangkap! Kamu akan merasakan kesulitan, benar-benar gadis yang menyebalkan!"
"Tuan hendak kemana?" Tanya sekretaris Ages sedang sibuk menyusun berkas di mejanya.
Ages yang hendak pergi itu langsung menghentikan langkah kakinya karena mendengar suara dari arah meja sekretaris yang berada tepat di dekat ruangan nya.
"Aku ada urusan diluar, untuk berkas yang hendak kita bahas nanti sudah ku letakkan di meja. Selebihnya tolong periksa lebih lanjut," ucap Ages dengan buru-buru.
Belum juga sempat dijawab oleh sekretaris nya, Ages sudah lebih dulu pergi menuju lift.
Sejak tadi sekretaris itu merasakan ada gelagat aneh dari Ages, ia terlihat tidak fokus dan bahkan tidak memeriksa dengan benar seluruh berkas yang ia lampirkan.
"Kenapa dengan tuan Ages? Apakah ada masalah?" Gumam sekretaris itu dengan wajah kebingungan.
Ia kemudian kembali bekerja karena saat ini seluruh tanggungjawab Sud diamanatkan kepada dirinya.
"Sepertinya aku akan lembur lagi malam ini," gumamnya dengan pelan.
...🌼To be continued 🌼...
Akmalll keren banget gilaaa, aku dukung Akmal sama kina deh. Kalian ada di tim mana nih?.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys 🧀