
Kina jelas tersenyum melihat Ages yang ikut berdiri di antara orang-orang yang sedang sibuk mengantri untuk membeli es krim rasa matcha yang saat ini banyak diminati oleh banyak orang. Dan tentu saja karena melihat banyak sekali pelanggan yang hendak membeli dan menginginkan nya membuat Kina sangat ingin mencoba es krim itu.
Ia tahu kalau permintaan nya itu benar-benar sangat merepotkan karena melihat Ages yang berdiri kebingungan dalam antrian yang begitu panjang apalagi saat ini dihadapannya banyak sekali orang-orang yang sedang menunggu giliran.
Rasa bersalah timbul dalam benar Kina karena sudah meminta hal yang sangat merepotkan seperti itu kepada suaminya. Ia seharusnya menahan seleranya agar tidak membuat Ages kesulitan seperti itu. Kina tidak seharusnya meminta es krim disaat seperti ini.
Ia menunduk dengan rasa bersalah karena Ages sepertinya sedang kelelahan berdiri disana menunggu giliran. Bagaimana yah caranya Kina untuk menghentikan Ages karena sudah sangat jelas sekali Ages tidak akan kembali sebelum mendapatkan nya. Ages tidak ingin Kina kecewa ia kembali dengan tangan kosong apalagi melihat Kina yang sangat menginginkan nya tadi.
Kina hendak memanggil Ages dengan isyarat untuk ia datang namun ia tiba-tiba saja dikagetkan dengan Ages yang baru saja menerima es krim dari penjual dengan senyuman yang sangat mekar. Ia langsung mendapatkan nya dalam sekejap melewati beberapa orang yang sedang mengantri.
Mereka juga ikut tersenyum kearah Ages dan tidak ada satu pun orang yang terlihat kesal karena Ages melewati mereka dan merebut kesempatan untuk mendapatkan giliran membeli es krim.
"Lah? Kok? Bagaimana bisa mas Ages dengan mudah mendapatkan es krim itu?" Kaget Kina karena tiba-tiba saja Ages sudah mendapatkan es krim dengan mudah sekali.
Ternyata Ages memiliki cara yang sangat manjur untuk mendapatkan es krim itu. Melihat hari sudah sangat sore dan Kina sendirian disana membuat Ages tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk mendapatkan giliran nya.
Apalagi melihat orang-orang dari hadapannya masih sangat banyak makan jika diperhitungkan waktunya maka mereka akan sampai saat Maghrib tiba. Tidak mungkin ia menghabiskan waktu di sana hanya karena mengantri, namun melihat Kina yang sangat ingin sekali es cream itu membuat Ages tidak mungkin kembali ke tempat kina dengan tangan kosong tanpa es krim.
Ages tersenyum karena melihat yang dihadapannya kebanyakan anak muda yang sedang berkencan, Ages mendapatkan peluang karena mereka hanya menginginkan nya saja bukan karena ngidam atau semacamnya.
"Bisakah saya meminta tolong? Istri saya sedang ngidam es ini dengan cepat. Apa kamu tidak keberatan untuk kita bertukar tempat?" Tanya Ages dengan pelan dan sopan.
Ia tau kalau ia terlalu egois meminta nomor antrian orang-orang yang sudah lebih dahulu menunggu disana sebelum dia,namun syukurnya mereka sama sekali tidak keberatan bertukar tempat bahkan sampai Ages kini sudah berada dihadapan penjual yang ikut tersenyum kearah nya saat tau dan mendengar apa yang sebenarnya terjadi.
"Benar-benar suami idaman, istri mu seperti nya sangat bangga dengan mu."
"Terima kasih pak. Istri saya berkata bahwa es krim ini sangat ingin ia coba karena pelanggan bapak begitu banyak, pasti rasanya sangat enak sampai mendapatkan banyak sekali pelanggan."
"Saya juga berharap demikian, ini es krim nya semoga istri mu bisa menikmatinya. Semoga sehat sampai hari melahirkan tiba."
Ages jelas sangat senang karena tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk menerima es krim dengan cepat namun ia juga mendengar mereka semua mendoakan untuk kesehatan Kina juga calon buah hati mereka yang sebentar lagi akan lahir.
"Benar-benar sebuah keberuntungan datang ke taman ini dengan istri ku."
Ages berjalan ketepi jalan dan tersenyum kearah Kina yang sempat menunduk tadi dan kini ia malah kaget dengan Ages yang tiba-tiba saja mendapatkan es krim itu dengan mudah. Wajahnya berseri karena melihat itu.
Ages ikut tersenyum dan merasa sangat damai saat melihat ia bisa membuat istrinya bahagia hanya karena hal-hal kecil seperti itu saja.
Saat Ages hendak menyebrang jalan ia melihat seekor kucing yang hendak menyeberang namun banyak sekali mobil yang berlalu lalang disana. Ages takut kucing itu bisa tertabrak karena ia terlihat sangat kesulitan untuk menyebrang.
Dengan sigap Ages turun ke jalan raya untuk menolong kucing itu, namun saat ia datang kucing itu tiba-tiba saja melompat dengan cepat hingga Ages tidak bisa mendapatkan nya. Karena tidak melihat ke arah lain Ages tiba-tiba merasa tubuhnya melayang ke udara.
Sebuah mobil daya dengan sang mencurigakan. Sepertinya mobil itu sedang mengalami rem blong hingga tidak bisa menghindari Ages yang berdiri di tengah jalan dengan tangan memegang erat es krim nya.
Bahkan saat Ages tertabrak mobil saja ia masih berusaha untuk menahan dan menggenggam es krim yang sudah sangat susah payah untuk ia dapatkan dan hendak ia berikan kepada istrinya Kina.
Namun ia merasa kalau saat ini ia tidak bisa memberikan es krim itu kepada Kina karena kepalanya terasa sangat sakit saat terbentur dengan aspal. Tangannya masih sibuk memegang cup es krim yang isinya sudah melayang berantakan ke berbagai arah.
"Sa,,sayang!"
Ages benar-benar tidak ingin hal ini terjadi saat ini, bagaimana dengan Kina? bagaimana dengan es krim yang sangat ia inginkan? Ages benar-benar tidak bisa bergerak untuk memberikan nya kepada Kina.
__ADS_1
Matanya ia coba untuk tetap terbuka dan hendak bangkit namun ia tidak bisa bergerak kemudian kesadaran nya mulai hilang seiring dengan teriakan Kina yang terdengar sangat jelas ditelinga nya.
"Mas Ages!" Teriak Kina dengan lantang hingga banyak sekali orang-orang ditaman itu melihat dan mendengar kejadian yang sangat naas yang menimpa seorang gadis yang sedang mengandung besar itu.
Orang-orang yang antri untuk membeli es krim itu juga ikut kaget saat melihat Ages yang tadinya membeli es krim dengan semangat untuk istri nya yang sedang hamil tiba-tiba saja sudah tergeletak tidak berdaya saat ini.
Dengan cepat mereka datang menghampiri Ages yang tergeletak lemas dengan kepala penuh darah ditengah jalan. Tangannya masih setia memegang cup es krim dengan erat membuat banyak sekali orang-orang yang merasa iba dan terharu dengan hal itu.
"Mas hiks,, tidak mungkin!"
Kina menangis hebat dan berjalan dengan lambat menuju ke tempat dimana Ages sedang terbaring lemah. Karena ia begitu kesulitan untuk berjalan cepat dengan perutnya yang sangat besar ia berjalan begitu lambat hingga beberapa ibu datang kearahnya untuk membantu ia berjalan menuju suaminya.
"Mas Ages hiks,,"
Kina menangis hebat saat sampai disana. Ia tidak bisa menahan air matanya lagi dan ia menangis sangat hebat saat ini.
"Tolong hiks,, tolong suami saya. Tolong panggil ambulan,"teriak Kina hebat dan air matanya tidak bisa berhenti untuk mengalir.
"Su,,sudah dipanggil sejak tadi, sebentar lagi ambulan akan datang."
Ucap seseorang yang sedang berdiri disana menatap iba kearah Kina yang menangis memeluk tubuh lemah suaminya.
"Ambulan akan segera datang nak, tolong tenanglah karena saat ini kamu juga sedang dalam keadaan mengandung maka tidak baik kamu menangis seperti ini."
Banyak sekali orang yang menyaksikan kejadian tidak disangka dan kejadian yang sangat menyedihkan itu. Kina tidak percaya bahwa ia sendiri yang telah membuat suaminya menjadi seperti ini. Kalau saja ia tidak meminta hal seperti itu maka Ages tidak akan pernah mendapatkan nasib sial seperti ini.
Hatinya semakin sakit karena melihat Ages yang begitu lemah dalam dekapannya, penuh darah dan mata yang tertutup.
Tangisan kina semakin kencang saat melihat cup es krim yang masih setia ia genggam dengan erat. Jelas sekali Ages menahan itu untuk ia berikan kepada Kina, benar-benar gadis tidak tahu diri yang hanya bisa membuat laki-laki yang menjadi suaminya itu hidup susah.
Orang-orang yang ada disana juga kebanyakan ikut menangis karena melihat kejadian yang tidak bisa disebut sebagai romantis namun karena melihat sosok Ages mereka benar-benar terharu juga ikut terbawa suasana menyedihkan.
"Hikss mas tolong bangun dan sadarlahh, aku hikss,,aku takut hikss."
Kina terus saja menangis disana karena ia benar-benar sangat takut dan khawatir dengan Ages yang masih terbaring lemah dan tidak sadarkan diri. Ditambah lagi ambulan yang tidak kunjung datang membuat Kina tidak bisa berpikir jernih lagi.
Rasanya pernafasan Kina sudah sangat tercekat melihat Ages yang tidak sadarkan diri itu, ia sama sekali tidak mengira kalau hal ini akan terjadi kepada suaminya yang beberapa saat yang lalu masih sehat dan tersenyum kearahnya.
Warga yang menyaksikan itu mencoba untuk menenangkan Kina namun Kina jelas tidak akan bisa tenang karena melihat Ages yang berlumuran darah dan tergeletak tidak berdaya itu.
"Ambulan akan segera datang, tenanglah semuanya akan baik-baik saja."
"Bagaimana aku bisa tenang hiks,,saat ayah dari anakku sedang sekarat saat ini dan aku sebentar lagi akan melahirkan hikss,,sayang bangun komuhon!"
Air mata semakin tumpah ruah disana mendengar apa yang dikatakan oleh kina seluruh orang-orang yang ada disana memang setuju dengan apa yang Kina katakan. Bagaimana bisa ia tenang saat melihat suaminya tidak sadar dan perutnya sudah sangat besar seperti akan melahirkan saja.
Membayangkan Kina menangis dan juga takut saat melahirkan tidak didampingi oleh Ages membuat mereka tidak kuasa menahan rasa kasihan kepada gadis itu.
"Hiks,, bagaimana dengan ku mas hiks,,aku benar-benar ketakutan saat ini. Aku butuh mas hikss."
Ambulan datang dan para warga yang ada disana membantu petugas untuk membopong tubuh lemah Ages menuju tandu.
__ADS_1
Air mata kina semakin deras saat melihat Ages yang diangkat dan dibawa masuk ke dalam ambulan itu. Kina juga dibantu berdiri untuk ikut masuk ke dalam ambulan. Kakinya sangat lemas dan hampir saja tidak sanggup untuk masuk kesana lagi.
Setelah kina masuk ke dalam mobil ambulan pintu tertutup dan ambulan berjalan meninggalkan tempat kejadian tadi.
Air mata kina tidak kunjung berhenti mengalir melihat Ages yang masih saja terbaring dengan mata tertutup itu ditambah lagi beberapa petugas medis juga sedang berusaha memberikan pertolongan pertama kepada Ages.
Dengan cepat Kina ikut membantu mengusap bekas darah yang ada di badan Ages namun ia ditahan oleh petugas.
"Biar kami saja yang memberikan pertolongan pertama,mohon ibu berusaha lebih tenang karena beliau akan baik-baik saja. Tenang saja!" Ucap para petugas medis itu kepada Kina yang langsung berhenti dan mencoba untuk menenangkan dirinya.
Ia benar-benar tidak akan bisa tenang namun jika ia terus menangis seperti ini maka ia akan terkena masalah juga baik itu jatuh sakit dan sebagainya. Ia tidak boleh sakit karena ia harus ada disamping Ages saat laki-laki itu sedang sakit saat ini.
Dan akhirnya Kina Sudah hampir berhasil menenangkan dirinya demi Ages, lebih baik ia mendoakan keselamatan Ages dan mencoba mencari cara agar laki-laki itu akan tetap baik-baik saja.
"Apakah suami saya mengalami luka yang parah pak?" Tanya Kina dengan wajah yang sangat khawatir.
Mereka saling melihat satu sama lain hingga Kina semakin khawatir, seharusnya jika Ages baik-baik saja mereka tidak akan seragu itu untuk menjawabnya dan akan menjawab dengan cepat bahwa Ages tidak akan kenapa-napa dan akan baik-baik saja. Namun karena mereka terdiam dan masih saling menatap maka Kina semakin takut bahwa Ages sepertinya akan terkena masalah atau lukanya sangat parah.
"Kenapa bapak hanya diam saja? Bagaimana dengan suami saya pak? Apakah dia memiliki luka yang parah?"tanya kina lagi mencoba untuk tetap tegar dan siap menerima kenyataan serta jawaban yang akan ia dengar dari petugas medis itu.
"Untuk saat ini kami belum bisa memastikan keadaan beliau, sebentar lagi kita akan sampai ke rumah sakit dan dia akan segera ditangani oleh dokter. Tugas kami hanya memberikan pertolongan pertama dan ibu juga diharapkan untuk tetap tegar dan bertahan. Semuanya akan baik-baik saja dan tidak ada yang perlu di khawatirkan."
"Bagaimana mungkin tidak ada yang perlu dikhawatirkan, kalian bahkan tidak tahu bagaimana kondisi suami saya. Bagaimana dengan saya? Saya juga tidak tahu harus lega atau malah semakin ketakutan. Saya tidak ingin suami saya memiliki luka yang parah. Tolong suami saya pak saya mohon."
"Mohon tenang buk karena pertolongan pertama sudah kami berikan semaksimal mungkin dan untuk pemeriksaan lebih lanjut itu bukan lagi wewenang kami. Sebentar lagi kita akan sampai dan ibu diharapkan untuk bersabar."
Kina mengangguk dengan cepat karena apa yang dikatakan oleh petugas kesehatan itu memang benar. Mereka hanya memiliki wewenang sampai disana saja dan kina tidak berhak untuk memaksa mereka untuk melakukan hal yang lebih lanjut lagi.
Kina mengusap air matanya dengan cepat dan mencoba untuk menenangkan dirinya kembali. Namun melakukan hal seperti itu bukanlah perkara yang mudah, ia tidak akan bisa tenang sebelum Ages sadar dan siuman. Bagaimana bisa ia tenang saat tahu kalau suaminya sedang tidak baik-baik saja saat ini.
Hatinya hancur karena melihat itu, ia tidak bisa lagi bernafas dengan tenang karena membayangkan betapa sakitnya yang dirasakan oleh Ages. Darah yang berlumuran itu membuat kina tidak bisa melihat nya.
Ia sendirian saat ini, ia tidak memiliki siapapun untuk mengadu dan bercerita betapa menakutkan nya suana yang saat ini ia hadapi. Ages suami nya yang menjadi satu-satunya keluarga untuk nya tengah ditimpa musibah saat ini. Ia tidak memiliki seorang pun disisinya untuk membantu menguatkan serta menenangkan nya.
Di saat seperti ini kina sangat membutuhkan keluarga sebagai tempat ia bersandar dan mengadu. Ia semakin terpuruk dengan keadaan yang sangat menyiksa itu, ia sebatang kara dan tidak merasakan seseorang disampingnya.
Bagaimana bisa ia tetap kuat saat tidak ada satupun orang yang datang untuk menguatkan nya. Ia harus bertahan sendiri dan juga menguatkan dirinya sendiri. Karena kalau ia juga ikut terpuruk maka Ages akan sendirian dan tidak ada yang menguatkannya.
Baginya Ages adalah segala dan tidak ada yang bisa menggantikan serta menukar tempat khusus itu. Karena Ages adalah keluarga yang ia miliki saat ini. Tidak ada orang lain selain Ages.
"Mas aku mohon bertahan lah demi anak kita dan demi aku, aku sendirian saat ini dan aku hanya memiliki mas seorang saja."
Kina berbicara dengan Ages yang masih saja terbaring lemah di hadapan nya. Mendengar penuturan Kina yang begitu menyedihkan serta menyayat hati membuat petugas medis yang ada disana ikut merasakan sakit dan juga iba. Kina terlihat sangat lemah dan putus asa.
Siapapun yang melihat itu akan yakin kalau Kina sepertinya akan ikut jatuh sakit karena terlalu banyak menangis dan juga terlalu lelah.
...🌼To be continued 🌼...
Aaaa kasiann banget yah kina, gak kebayang tau udah mah lagi hamil eh malah suami sakit. Gak ada keluarga buat ngadu juga apa gak komplit banget sakitnya. Kina kamu yang kuat yah jangan sampai sakit kan kamu juga harus jagain anak kamu.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys 🧀