Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 106: Taman kebahagiaan


__ADS_3

     Seperti yang Kina minta sebelumnya kepada Ages, sehabis menghadiri pernikahan Akmal juga Afri yang baru saja mereka hadiri. Ages dan kina pamit kepada kedua sahabat mereka untuk pergi ke taman tepat di dekat aula pernikahan mereka karena Kina sangat ingin kesana dan menolak untuk langsung kembali ke rumah seperti yang Ages sarankan.


"Yakin nih kita ke taman sayang? Apa gak ke rumah aja?" Tanya Ages kembali memastikan namun dengan cepat kina menolak saran dari Ages itu.


Ia menggenggam erat tangan Ages yang juga sudah menggenggam erat tangan nya sejak tadi. Dengan wajah tersenyum ia melihat kearah Ages sembari menggeleng.


"Jangan pulang dulu mas, aku sangat ingin keluar dengan mas seperti ini. Bukankah aku sudah terlalu banyak menghabiskan waktu dirumah dan sebagian besar hari-hari ku selalu dirumah mas," ucap Kina dengan wajah sedihnya dan ia juga cemberut karena memang itulah kenyataannya.


Meskipun ia tahu Ages sama sekali tidak bermaksud untuk membuat Kina terkurung dirumah selama ini tapi gadis itu tetap saja sangat menyayangkan waktu yang ia habiskan dirumah dan ia ingin keluar melihat dunia luar.


"Maafkan mas sayang, mas sama sekali tidak bermaksud untuk mengurung atau menahan mu dirumah selama ini. Mas hanya khawatir saja dengan keadaan mu juga buah hati kita, bagaimana jika terjadi sesuatu? Itu yang mas khawatir sayang."


Kina benar-benar mengerti dan faham maksud dan tujuan Ages melakukan hal itu, ia sama sekali tidak menyalahkan Ages karena ia tahu Ages melakukan nya demi kebaikan Kina dan buah hati mereka.


"Aku tahu mas, mas tidak usah merasa bersalah karena aku sangat tahu apa yang mas maksud dan inginkan untuk kebaikan ku juga dedek calon buah hati kita."


Ages tersenyum bersyukur karena Kina bisa memahami itu, mereka bukan baru kali ini membicarakan hal ini namun tetap saja Ages masih merasa bersalah karena seolah ia telah mengurung Kina.


"Ya sudah kita ke taman sekarang yah sayang,"ucap Ages membawa kina menuju taman.


Taman yang hendak mereka tuju jaraknya tidak terlalu jauh dari aula pernikahan Akmal dan Afri hingga Ages dan Kina memutuskan untuk berjalan kaki saja tentu saja itu adalah ide dari kina yang terpaksa dituruti oleh Ages.


Langkah kaki mereka perlahan-lahan menuju taman dengan tangan yang saling menggenggam satu sama lain membuat Kina tidak bisa berhenti tersenyum dan jantung nya juga penuh debaran yang tidak bisa ia tahan lagi.


"Kenapa kamu sejak tadi tersenyum seperti itu sayang? Membuat mas curiga saja heheh."


Ucap Ages penuh penasaran karena sejak tadi ia bisa menangkap wajah bahagia dan senyuman berseri dari istrinya kina.


Kina sendiri menggeleng lagi dan masih tersenyum hingga Ages semakin penasaran dibuat oleh nya. Apakah ada sesuatu yang lucu? Kenapa Ages tidak menyadari sesuatu hal yang lucu?.


"Tidak mungkin kamu tertawa tanpa ada sesuatu yang lucu sayang, ayo beritahu mas ada apa? Senyuman mu sejak tadi sangat merekah dan tak kunjung luntur bikin mas makin penasaran."


Kina menunjuk bayangan mereka dijalan dan mata Ages beralih melihat kearah bayangan itu. Ia kemudian melihat kearah Kina lagi dengan wajah tidak mengerti.


"Bayangan? Kenapa dengan bayangan kita sayang?" Tanya Ages tidak mengerti kenapa melihat bayangan mereka membuat Kina tidak bisa berhenti untuk tersenyum dan terlihat sangat senang.


"Bukankah bayangan kita terlihat sangat indah mas? Begitu dekat dan begitu terjalin. Aku sangat bahagia bahkan hanya karena melihat bayangan kita saja, aku bisa merasakan ketulusan dari seseorang yang memiliki bayangan itu mas."


Ages yang mendengar itu seketika tersenyum karena mendengar ucapan istrinya. Benar-benar suatu hal yang tidak ia duga kalau Kina bahkan memperhatikan bayangan nya.


"Bahkan bayangan mas saja membuat ku kagum, aku sangat mencintai segala sesuatu yang berhubungan dengan kamu mas baik itu bayangan mas sekali pun."


Ages tersenyum dan semakin mengeratkan genggaman nya di tangan Kina yang juga ikut melakukan hal yang sama.


"Sejak kapan istri ku ini semakin pandai berkata-kata manis seperti itu? Mas tidak boleh kalah nih hehehe."


"Aku mengatakan yang sebenarnya mas, aku sangat menikmati segala momen saat sedang bersama dengan mas. Aku tidak bisa mengungkapkan segala rasa syukur dan terima kasih karena mas sudah menjadi suami yang sangat baik dan perhatian, aku benar-benar tidak bisa mengatakan apapun lagi karena mas tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata."

__ADS_1


Ages semakin memerah dan bersemu karena mendengar ucapan Kina, Jangan katakan kalau laki-laki tidak bisa salah tingkah karena Ages saat ini sungguh tidak bisa lagi menahan rasa malu dan juga gugup karena kina.


Istrinya mengatakan kata-kata manis dan indah itu dengan wajah serius, membanggakan seorang Ages dan berkata bahwa Ages adalah laki-laki yang sangat ia cintai dan juga ia syukuri membuat Ages benar-benar tak sanggup untuk membendung rasa bahagia lagi.


"Kenapa membuat mas salah tingkah disore hari begini sayang? Nanti mas pingsan gimana? Kamu gak akan sanggup buat ngangkat mas hehehe."


"Mas bisa aja, yakali mas pingsan cuma gara-gara itu sih. Lagian aku gak ada tuh niat mau bikin mas salah tingkah, aku cuma ngucapin apa yang ada dibenak aku dan itu adalah kenyataan kalau aku benar-benar sangat beruntung bisa menjadi nyonya dari tuan Ages yang sangat sangat hebat dan juga tampan sedunia."


Ages tertawa setelah mendengar itu dan mereka masih saja lanjut berjalan dengan pelan sembari menikmati pemandangan yang ada disana dan kina juga masih memandangi bayangan mereka sekilas.


"Apa kamu senang sayang?" Tanya Ages sembari memperhatikan langkah Kina saat melewati sebuah jalan yang sedikit berlubang itu.


Kina mengangguk dengan cepat karena ia sangat bahagia hari ini bisa keluar dan berjalan santai dengan Ages di luar rumah.


"Hati-hati sayang, Awas ada lubang kecil nanti kamu terjatuh,"ucap Ages membantu Kina melewati nya.


Kina tersenyum karena melihat Ages sangat khawatir dan terus saja melihat kearahnya sembari berjalan.


"Kenapa masih ada jalan yang berlubang dikota seperti ini? Kemana sebenarnya petugas yang berwenang untuk ini? Apa mereka semua tidur? Bagaimana jika istri ku sampai kenapa-napa karena hal kecil seperti ini?" Omel Ages merasa kesal dengan pihak yang bertanggungjawab untuk urusan jalan itu.


Kina sampai kaget karena tiba-tiba saja Ages yang tadi begitu tersenyum dan khawatir itu tiba-tiba kesal dan mengomel karena jalan berlubang.


Tawa lepas dari arah Kina karena tidak mengira Ages akan seperti itu "Aku baik-baik saja mas, kenapa mas malah marah hanya karena hal kecil seperti ini?" Tanya Kina mengelus pipi Ages untuk menenangkan nya.


"Mas hanya tidak ingin hal-hal kecil seperti ini akan membahayakan mu sayang, mereka terlalu sibuk dengan gaji dan uang sampai tidak peduli dengan keselamatan orang lain."


Kina menggeleng dan langsung mengelus tangan suaminya "Sudahlah mas, kita kan lagi jalan-jalan kok malah kesal begini hemm? Mas gak liat orang-orang disini semuanya pada ketawa bahagia gitu? Mas gak boleh marah yah aku yakin mereka juga gak sengaja biarin jalan kek gitu."


Ia tersenyum kearah kina dan mengelus perut Kina dengan lembut hingga kina ikut tersenyum.


"Maafkan mas sayang karena sudah merusak suasana indah hari ini, kalau begitu kita cari tempat untuk duduk yah sayang."


Kina mengangguk dan mengikuti arah langkah Ages yang menuju sebuah kursi taman yang baru saja kosong karena sepasang sejoli yang tadinya duduk disana memilih pergi menuju sebuah wahana berkencan yang sangat cocok untuk pasangan seusai mereka.


"Bukankah mereka sangat manis mas? Masa muda memang masa yang sangat manis dan juga lagi seru-serunya jalan seperti itu hehehe."


Ages melihat ekspresi Kina dengan wajah yang menelisik seperti mencari sebuah arti dari wajah istrinya namun ia malah melihat kebahagiaan disana.


"Apa kamu cemburu dengan mereka sayang?" Tanya Ages dengan wajah sedikit penasaran.


Dan malah Kina yang dibuat heran oleh Ages yang bertanya seperti itu, kenapa ia harus cemburu dengan mereka? Bukankah ia lebih bahagia dibandingkan siapapun saat ini. Ia adalah seorang nyonya dari pria hebat seperti Ages dan sebentar lagi ia juga akan menjadi seorang ibu dari malaikat kecil mereka.


"Cemburu karena apa mas?" Tanya Kina tidak mengerti.


Ages tersenyum kearah Kina dan menggenggam erat tangan istrinya itu.


"Kamu tidak cemburu dengan mereka yang masih sibuk dengan masa muda yang begitu indah dan manis itu? Mereka hanya memikirkan asmara dan juga hubungan ringan seperti itu. Sedangkan kamu tidak pernah benar-benar menikmati masa muda seperti mereka, karena suamimu yang jahat ini kamu harus merelakan masa muda itu." Ages mengatakan itu dengan rasa bersalah yang kembali datang lagi.

__ADS_1


Entah karena apa Ages benar-benar melankolis akhir-akhir ini, ia selalu saja merasa bersalah kepada Kina padahal Kina sama sekali tidak pernah menunjukkan kalau Ages bersalah. Kina sudah berkali-kali mengatakan kepada Ages kalau suaminya itu sama sekali tidak salah dan Kina adalah gadis paling beruntung di dunia namun Ages tetap saja merasa bersalah.


"Aku sama sekali tidak cemburu mas, siapa bilang masa mudaku tidak seindah masa muda mereka? Aku malah bersyukur mas saat usiaku masih sangat muda begini aku sudah mendapatkan kebahagiaan yang tidak bisa dimiliki oleh mereka. Aku bahagia karena masa mudaku bersama dengan suamiku dan sebentar lagi akan hadir malaikat kecil kita,"ucap Kina dengan bangga tersenyum merasa bahwa ia lebih bahagia dibandingkan mereka.


Ages yang mendengar itu langsung merasa lega dan bangga serta bersyukur dengan hadirnya Kina dalam hidupnya. Bukankah gadis itu sungguh sangat tidak bisa di prediksi? Ia sangat tangguh kuat dan juga bijaksana. Ages sangat tidak bisa berhenti merasa kagum dengan sosok Kina yang selalu saja memiliki cara dan juga kreatif dalam membuat Ages merasa tenang.


Setiap kata yang keluar dari bibir istrinya seperti sebuah sihir yang menenangkan hati setiap orang yang mendengar nya dan Ages sudah merasakan itu. Setiap kali ia cemas dan hampir saja marah maka kina dengan mudah membuat ia tenang kembali.


"Terima kasih sayang, terima kasih sudah Hadir dalam hidup ku. Aku gak bisa bayangin hidup aku tanpa kamu, mas benar-benar sangat bersyukur bisa memiliki istri yang begitu hebat seperti kamu sayang."


Kina tersenyum mengangguk karena Ages sudah sangat sering mengatakan hal itu , ia menjadi sangat bangga dan senang karena Ages selalu saja mengatakan kalau ia bersyukur memiliki Kina padahal sebenarnya Kina yang bersyukur memiliki Ages sebagai pendamping hidupnya.


"Akhh betapa sangat menyenangkan yah mas, aku sangat senang kita kesini untuk berjalan-jalan. Aku benar-benar menikmati waktu ini, suasana dan juga keadaan saat ini. Taman yang indah, orang-orang yang terlihat sangat bahagia dengan tawa dan canda dan juga beberapa tempat terlihat sangat ramai karena pembeli yang tidak kunjung habis. Benar-benar seperti sebuah tempat yang dibutuhkan oleh orang-orang yang ingin mengusir rasa bosan."


Ages mengangguk setuju dengan apa yang diucapkan oleh istrinya itu, tempat itu sangat sempurna dan begitu terbuka untuk umum. Mereka menampilkan taman yang bebas namun sangat terawat, palang dan juga banner yang menyatakan untuk selalu menjaga kebersihan dan kelestarian sangat dipatuhi oleh pengunjung yang ada disana walaupun masih ada beberapa potongan sampah namun tidak sampai menggangu mata.


Tidak hanya tampilan taman saja yang membuat tempat itu sangat indah, namun para pengunjung yang berbondong-bondong dan berkelompok satu sama lain begitu ramai dan terlihat sangat meriah, tawa canda terdengar sangat banyak dari berbagai arah dan pemandangan inda saat beberapa keluarga berkumpul dengan keluarga lainnya sembari saling berbagi banyak hal baik itu keceriaan, makanan bahkan beberapa barang lainnya.


Disepanjang sudut taman dan bahkan di seberang jalan juga banyak sekali pedagang yang ikut memeriahkan suasana di dalam taman itu. Mereka terlihat sangat sibuk satu sama lain untuk meladeni para pelanggan yang semakin banyak saja jumlahnya mereka sungguh sangat kewalahan.


Kalau saja ditanya dan diminta untuk Ages dan Kina menetapkan nilai untuk taman dengan penuh kejujuran maka mereka akan sangat setuju jika taman dan suasana disana bernilai ratusan persentase. Karena mereka sama sekali tidak menemukan kejanggalan dan kekurangan nya.


"Apa kamu senang sayang?" Tanya Ages kembali.


"Aku sangat-sangat dan sangat senang sayang," ucap Kina dengan cepat.


Wajah Ages langsung kaget karena mendengar istrinya memanggil sayang. Walaupun bukan pertama kalinya Ages dipanggil dengan sebutan manis itu dari kina tetapi saja Ages harus menyesuaikan serta mengontrol dirinya untuk tetap kalem dihadapan kina.


"Sa,,sayang?"


"Iya mas kenapa?" Tanya Kina karena ia mengira Ages sedang memanggil Kina.


Cup


Ages dengan pelan mengecup bibir kina hingga gadis itu kaget dan melihat kearah nya.


"Mas ihh, kita lagi di taman ini "


"Iya sayang mas tau kita lagi di taman, kenapa emangnya?" Ucap Ages berpura-pura polos.


"Tau ah, mas mesumm!"


Kina memalingkan wajah kesal karena Ages benar-benar selalu saja berhasil membuat ia lega.


...🌼To beb continued 🌼...


Hayo hayoooo kenapa ges? Guys udah pada makan belum? Yuk minta dimasakin sama Ages juga. Kan Ages pintar masak apalagi ngegombal hihihi. Aku sanggup kok ges ngadepin kamu dan juga istri kamu.

__ADS_1


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀


__ADS_2