Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 28: Kamu dimana


__ADS_3

     Ages benar-benar sudah kewalahan mencari kina sejak tadi, malam benar-benar sudah sangat larut namun tidak ada sama sekali kabar dari kina. Gadis itu sudah ia cari mulai dari segala ruang juga sudut di rumah sakit itu namun ia sama sekali tidak menemukan gadis itu.


"Kamu dimana sih? Kenapa sangat nekat untuk pergi?"


Ages menyetir mobilnya miliknya meninggalkan pekarangan rumah sakit setelah menyelesaikan segala administrasi perawatan kina dan juga membawa beberapa barang milik Kina menuju rumah.


Ages sesekali masih saja melirik sekeliling berharap akan melihat kehadiran kina disana.


"Ck,,dimana dia?"


Benar-benar diluar dugaan sekali, Ages tidak pernah membayangkan Kina akan senekat itu pergi kabur dari rumah sakit.


"Bukankah tubuhnya sedang lemah? Bagaimana kalau sampai ia jatuh di suatu tempat? Akhh entahlah benar-benar sangat suka membuat ku kesal dan kesulitan."


Ages sejak tadi tidak bisa berhenti bergumam sendiri, ia kesal namun ada rasa khawatir dalam dirinya.


Panggilan masuk saat Ages masih sibuk mencari keberadaan kina di sepanjang jalan.


"Ha! Bagaimana perkembangan pencarian kalian?" Tanya Ages dengan cepat.


"Maaf pak, kami sudah mencari disekujur rumah sakit juga beberapa tempat yang mungkin dilewati oleh nya namun kami belum juga menemukan seorang gadis sesuai dengan ciri-ciri di foto," ucap seseorang dari seberapa ponsel.


Yah! Mereka adalah pencari bayaran yang selama ini Ages utus untuk mencari laki-laki yang telah menabrak Lena hingga kehilangan nyawanya.


Ages kesal dan juga geram, karena tidak ada hasil sama sekali. Padahal sebenarnya ia sangat mengharapkan mereka akan membawakan berita yang ia nantikan.


"Baiklah, secepatnya temukan gadis itu. Untuk pencarian laki-laki itu kalian utus beberapa orang saja, tolong lebih serius lagi dalam melaksanakan pekerjaan ini. Bukankah kalian terlalu lalai untuk ukuran tim pencarian?" Ketua Ages karena merasa kecewa dengan hasil yang ia dapatkan.


" Baik pak, mohon maaf atas ketidaknyamanan ini! Kami akan berusaha lebih keras lagi dalam pencarian ini."


"Aku tidak butuh kata-kata, pembuktian adalah tanda sikap profesional dalam bekerja!"


Ages dengan cepat mematikan sambungan itu kemudian fokus menyetir lalu melihat sekeliling sesekali namun tetap saja tidak ada hasil karena Kina sudah tidak ada di sekitar sana lagi.

__ADS_1


"Akhh sudahlah! Akan lebih baik aku pulang saja, memikirkan nya membuat ku semakin frustasi."


Ages dengan cepat melajukan mobilnya dijalanan sepi itu, pencarian Kina ia sudahi saja malam itu. Karena malam sudah sangat larut sekali dan juga tidak ada tanda-tanda kina akan lewat dari sana kembali.


Sementara kini Akmal sibuk dengan beberapa pekerjaan nya di kamar itu, biasanya ia akan menyambung pekerjaan nya di ruang kerja pribadi miliknya namun karena ada Kina yang saat ini sudah terlelap tidur di ranjang nya ia merasa tidak tenang meninggalkan nya dengan keadaan sedang tidak stabil itu.


Sesekali ia melirik kearah Kina yang terlelap begitu tenang itu, ia diam seperti seorang yang sudah tidak bernyawa saja. Akmal tersenyum lega melihat gadis itu bisa dengan tenang terlelap disana.


Ia kembali fokus mengerjakan tugas kantor yang belum dekat tenggatnya. Namun, Akmal memang sudah dasarnya orang yang disiplin ia tidak pernah menunda pekerjaan jika ia masih sanggup mengerjakan nya saat itu juga.


Kina bergerak hingga selimut yang ia kenakan tersingkap. Gadis itu bergerak lebih banyak dibandingkan dengan yang tadi.


Akmal tidak bisa membiarkan hal itu, dengan pelan ia berjalan kearah Kina dan memperbaiki posisi selimut gadis itu.


Ia melihat lebih dekat wajah Kina yang benar-benar pucat pasi ditambah dengan mata sembabnya yang mulai menggembung itu. Jujur saja bahkan saat hancur begitu wajah kina tetap terlihat sangat cantik dalam pandangan Akmal.


Akmal melihat kearah tangan Kina yang di perban itu, terlihat seperti sebuah luka parah saja dan jika ia mengingat kembali maka ia akan teringat dengan kaki Kina yang baru saja ia obati tadi.


"Kenapa dia memiliki banyak sekali luka? Apa sebenarnya yang terjadi dengan dirinya sampai memiliki luka sebanyak itu? Kenapa ia terlihat seperti gadis yang sedang dikejar oleh seseorang saja?" Gumam Akmal dengan banyak sekali pertanyaan dalam benaknya.


Tidak hanya sampai disana, Akmal lebih kaget saat melihat Kina berada di dalam ruangan Ages dengan pakaian yang sudah sangat berantakan. Akmal sama sekali tidak memiliki pikiran kalau Kina adalah gadis penggoda atau semacamnya karena ia jelas mengenal kina dan tahu kalau gadis itu benar-benar sangat tertekan dengan apa yang ia alami itu.


Bagaimana mungkin Akmal tidak mengenal bagaimana kondisi bahagia serta rasa nyaman bagi Kina, gadis itu terlihat sangat jelas kalau Kina sedikit dalam keadaan tidak stabil kini. Gadis itu terlihat sangat ingin menjauh dan lari dari seseorang.


"Apapun itu kuharap bisa membantu mu Kina," ucap Akmal dengan lembut mengelus Surai hitam Kina.


Gadis itu bergerak lebih banyak dibandingkan dengan tadi, matanya terlihat sangat tidak tenang berbeda dengan saat ia baru saja tertidur tadi.


Akmal dengan pelan duduk di tepi ranjang mencoba untuk memperbaiki kembali posisi selimut Kina, gadis itu mengeluarkan air mata tiba-tiba hingga Akmal benar-benar kaget.


"Hiks,,ja,,jangan mas,,,hiks,,"


Akmal mengeryit pelan karena ucapan Kina dalam gumaman itu benar-benar berhasil membuat Akmal terkaget-kaget, Kina mengatakan untuk tidak melakukan hal itu kepada seseorang. Mendengar kata mas Akmal sadar bahwa Kina seperti nya bermimpi buruk mengenai laki-laki lain. Dan kandidat pertama yang Akmal tangkap adalah Ages.

__ADS_1


"Apa yang dilakukan oleh laki-laki itu kepada Kina?" Gumam Akmal dengan wajah penasaran.


Kina bergerak tidak tenang dan sedikit keringat bercucuran dari waja gadis itu, ia benar-benar terkesan ketakutan dalam tidurnya.


Akmal khawatir melihat kina yang awalnya tenang itu tiba-tiba saja ia terlihat sangat ketakutan.


"Kina,,,ada apa dengan mu?" Tanya Akmal mencoba untuk menenangkan Kina.


Gadis itu masih saja belum sadarkan diri dari tidurnya, ia semakin ketakutan dengan mata yang tertutup air matanya bercucuran sangat deras.


Akmal semakin khawatir dan mencoba untuk membangunkan Kina yang masih saja menangis dalam tidurnya.


"Heyy ada apa dengan mu? Kina,,,"


Mata gadis itu terbuka dan dengan cepat ia melihat kearah Akmal. Memastikan apakah itu adalah Ages atau Akmal.


"Hiks,,"


Kina memeluk erat pinggang Akmal. Benar-benar lega karena itu adalah Akmal dan bukan Ages, ia sangat ketakutan bukan main.


Akmal sendiri kaget karena tiba-tiba saja Kina memeluk dirinya begitu erat dengan tubuh bergetar hebat gadis itu sangat ketakutan.


"Hiks,,aku takut hikkss."


Kina menangis hebat dalam pelukan Akmal, laki-laki itu awalnya hanya diam membiarkan Kina meluapkan segalanya dalam pelukannya. Namun kini tangan nya terulur mengelus pelan punggung gadis itu.


"Aku ada disini Kina, kamu sekarang aman dengan ku."


Kina semakin memeluk erat tubuh Akmal, ia tahu kalau ini salah namun hanya Akmal lah tempat aman dan tempat pulang untuk nya.


...🌼To be continued 🌼...


Kasian banget tau Kina sampai trauma gitu, Ages sih kalau ngelakuin sesuatu gak kira-kira. Untung ada Akmal yang jadi tempat teraman bagi kina.

__ADS_1


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀


__ADS_2