
Kina benar-benar kewalahan menghadapi Ages seharian ini, ia mengira sikap aneh Ages akan benar-benar berakhir namun malah lebih parah lagi.
Setelah makan dimeja makan Ages hendak diantar oleh kina untuk kembali ke kamar, pekerjaan nya masih belum saja selesai dan kina juga tahu itu. Jadi, kina berniat untuk mengantar Ages kembali ke kamar untuk menyelesaikan nya. Namun laki-laki itu malah menolak untuk kembali ke kamar.
"Aku bosan di kamar terus, Bagaimana kalau kita jalan-jalan saja?" Ungkap Ages dengan wajah tidak tahu diri itu. Bagaimana mungkin ia kepikiran untuk jalan-jalan dengan keadaan nya yang seperti itu?.
"Apa mas serius? Bukankah mas sedang kesulitan untuk berjalan. Aku takut saat kita keluar mas akan semakin sakit,"ucap kina mencoba meyakinkan Ages karena laki-laki itu sedikit keras kepala untuk diberitahukan.
Ages dengan cepat menggeleng dengan wajah cemberut kearah Kina hingga gadis itu mengeryit "Kenapa mas?"
"Aku bosan di kamar tau, kita keluar aja yah! Aku baik-baik aja kok, kamu kan ada di samping aku."
"Bagaimana kalau kita dirumah saja mas, kan kita punya taman di belakang dan bapak itu juga sudah memperbaiki kursi disana. Aku hanya khawatir mas akan semakin sakit jika terlalu banyak bergerak nantinya,"ucap Kina kembali mencoba untuk membujuk Ages.
"Aku tidak mau!" Tolak Ages dengan wajah cemberut karena kina sama sekali tidak mengerti maksudnya.
Ia mengajak kina Keluar untuk kencan, gadis itu sungguh sangat tidak peka dengan maksud tersembunyi Ages. Bagaimana mungkin ia mengajak Kina kencan ditaman belakang rumah. Tidak akan bisa romantis dengan tempat seperti itu.
"Ayolah mas, mas sedang sakit saat ini."
"Karena aku sedang sakit kamu harus menuruti ku, kamu benar-benar tidak mengerti ahhh."wajah Ages semakin ditekuk dan bibirnya semakin mengerucut karena kesal.
Kina yang melihat itu sedikit tersenyum, bagaimana bisa seorang Ages bisa bersikap seperti itu di hadapannya. Apakah dia adalah Ages yang dahulu bersikap kejam kepada nya? Entahlah mereka seperti orang yang berbeda.
"Mas yakin nih kita keluar? Kalau mas gak sanggup bilang yah biar kita kembali saja ke rumah nanti."
Ages dengan cepat tersenyum mengangguk karena akhirnya kina mau juga diajak kencan keluar rumah.
"Apaaan kamu ges? Siapa juga yang kamu bilang ikut kencan? Emang kina setuju kalau itu adalah kencan?" Author.
"Ssttt, author gak usah ikut campur bisa kan? Orang mau nge-date juga huuu syirik banget deh." Ages berbisik wkwkw.
Kina sudah selesai berkemas begitu juga dengan Ages mereka sedang berjalan kearah mobil saat ini. Mereka diantar oleh bapak yang bekerja dirumah mereka, mereka berniat untuk jalan-jalan ke taman kota seperti yang diminta oleh Ages.
Kina hanya pasrah saja, ia sama sekali tidak ingin membantah karena sejujurnya ia juga butuh keluar untuk menenangkan pikirannya yang kalut dan berantakan itu. Anggap saja permintaan Ages ini adalah Rahmat baginya karena setelah kembali kerumah Ages maka itu adalah awal ia terkurung dan tidak bisa keluar keluar lagi.
"Kenapa kamu melihat kearah luar sejak tadi? Aku sedang sakit saat ini seharusnya kamu selalu memastikan keadaan ku."
Bukankah sejak tadi dia yang ngotot keluar dari rumah dan sekarang ia malah bertingkah cerewet kepada Kina, gadis itu benar-benar tidak mengerti dengan Ages hingga ia menggeleng tidak mengerti.
"Apa mas kesakitan atau semacamnya? Kalau tidak sanggup keluar rumah kita kembali saja mas." Ucap Kina walaupun sebenarnya ia tidak rela untuk kembali ke rumah.
__ADS_1
"Sekarang baik-baik saja, kalau perhatian mu tertuju kearah ku maka aku akan baik-baik saja,makanya jangan liat kearah lain."
Berkali-kali dahi gadis itu berkerut karena tidak mengerti dengan segala ucapan juga sikap laki-laki itu. Rasanya kina sangat ingin memeriksakan otak Ages apakah benar-benar sudah bergeser dari tempatnya atau bahkan sudah mulai terkikis karena sakit.
"Kita ngapain mas ditaman?" Tanya Kina penasaran karena melihat kondisi Ages yang geraknya terbatas itu.
"Kita jalan-jalan disana sembari melihat banyak hal, di rumah sangat membosankan dan aku hanya ingin melihat dunia luar saat ini."
Kina setuju dengan argumen Ages, dirumah sangat membosankan walaupun sebenarnya kina hampir tidak merasa bosan sebab ada Ages yang membuat ia hampir gila karena segala permintaan nya.
"Sudah sampai yeyyy," teriak Ages senang membuat kina terdiam sejenak melihat kearah Ages. Lagi dan lagi Ages bersikap tidak biasa di hadapan nya.
"Mas baik-baik saja?" Tanya Kina memastikan keadaan Ages.
Ages tersenyum mengangguk senang karena mendapatkan pertanyaan itu dari kina, jujur saja jantung nya berdebar karena diperhatikan oleh kina. Benar-benar sangat menyenangkan memiliki Kina disampingnya kini.
Mereka berjalan menuju sebuah kursi di taman itu dengan Kina membopong tubuh Ages berjalan, Ages sebenarnya bisa berjalan sendiri atau bahkan berlari sekencang mungkin kearah kursi itu tapi kalau sampai ia menunjukkan kalau ia sudah sehat maka segala perhatian Kina benar-benar akan hilang dari nya.
"Mas baik-baik saja? Apa tidak sakit berjalan seperti ini?"
"Aku baik-baik saja, kalau ada kamu aku baik-baik saja."
Mereka sudah sampai dikursi taman itu dan kina mendudukkan Ages secara perlahan, ia kemudian melihat sekeliling taman yang sangat luas itu. Entah kenapa ia merasa familiar dengan momen ini namun jelas itu bukan bersama dengan Ages melainkan dengan Akmal saat itu.
Gadis itu sedikit merasa pilu dihati nya, bukankah ia sedang berniat keluar untuk menenangkan pikirannya dari mengingat Akmal namun kenapa ia malah semakin teringat dengan laki-laki itu? Apakah ia akan terus seperti ini? Benar-benar menyakitkan dan juga menyiksanya.
Suasana taman yang begitu ramai seolah sama dengan suasana taman di kampus milik Akmal, ia ingat saat Akmal mengatakan kalau ia sangat ingin membawa kina berjalan lama disan namun karena orang suruhan Ages mereka malah berakhir kabur dari sana.
"Akhh semakin aku mengingat nya semakin aku merindukan nya,"batin Kina merasa pilu.
Dengan cepat ia menggeleng karena sesi mengingat Akmal dan segala kenangan tentang nya benar-benar harus ia sudahi. Menangis di kamar mandi tadi seharusnya menjadi akhir untuk ia mengenang Akmal.
"Kamu akan tetap berdiri disana seperti itu?" Tanya Ages dengan pelan hingga lamunan kina seketika buyar.
Oh iya! Kina sepertinya tidak akan sanggup dan memiliki waktu untuk mengenang Akmal karena ia masih harus mengurus bayi besar seperti Ages. Sepertinya Kina benar-benar akan direpotkan oleh nya setelah ini.
Akmal sendiri saat ini sibuk bekerja di kantor, ia mengurus banyak sekali berkas karena tim pengembangan sedang memiliki proyek besar kali ini.
Benar sekali seperti janji Ages kepada Kina, ia tidak akan menganggu karier Akmal kalau ia menurut untuk ikut kembali ke rumah. Dan saat ini Akmal masih sangat aktif bekerja di kantor nya tanpa ada gangguan sama sekali, jelas Akmal tidak tahu mengenai hal itu.
"Heyy mal, kenapa kamu malah bengong saat kita sedang sibuk begini?" Tanya rekan tim yang lain dan membuyarkan lamunan Akmal.
__ADS_1
Sesibuk apapun ia, tetap saja Kina berhasil masuk ke dalam pikirannya membuat ia kembali dilanda rindu juga rindu itu semakin mendalam saja.
Hatinya kembali terenyuh mengingat kepergian Kina yang bahkan tidak bisa ia lihat, mencari kina sudah ia lakukan walaupun akhirnya ia sangat yakin Ages lah yang membawa gadis itu pergi.
Sudah seminggu juga Ages tidak masuk kantor, Akmal semakin overthingking. Kenapa laki-laki itu memilih bekerja dirumah selama seminggu? Apa yang sedang ia lakukan dengan Kina disana? Apakah kina baik-baik saja? Akhh Akmal benar-benar sangat khawatir.
"Mal! Hei," panggil seseorang kembali membuat Akmal kaget.
"Ah i,, iya!"
"Kenapa dengan mu? Apa kamu kurang sehat? Sejak tadi kamu terlihat tidak fokus."
"Aku baik-baik saja pak," ucap Akmal dengan pelan.
"Kamu terlihat sangat tidak fokus, apa ada masalah?" Tanya rekan kerja yang lain.
"Tidak ada masalah kok, baiklah selanjutnya kita harus menyambungkan kabel berwarna biru sejalan dengan kabel berwarna silver. Tentu saja hal itu sudah saya lakukan percobaan dan hasilnya benar-benar luar biasa," ucap Akmal dengan cepat kembali ke mode bekerja.
Kina benar-benar berhasil memenuhi isi pikirannya, ia tidak pernah lupa dengan gadis itu barang sehari pun.
...🌼To be continued 🌼...
Hayooo Ages lagi kasmaran dan caper capernya ehhh malah Akmal lagi galau-galau nya tuh. Kamu memang hebat yah kin. Sendiri gituu bisa bikin dua laki-laki kena efek nya wkwkw.
"Tau nih Thor, pokoknya Kina harus sama aku." Ages ngotot.
"Enak aja, kina kan cintanya sama aku. Yah jelas kina harus sama aku dong." Akmal tidak mau kalan.
"Udah ahh jangan berantem, kan masih ada author, masih sendiri juga niehhh." Author dengan mata manjah mania.
"Huekkk." Ages dan Akmal bersamaan.
"Gitu banget elahh, mau author ganti nih pemerannya? Kalau gamau kalian harus sama author gapake nolak."author.
"Serah author ajalahhh."Ages dan Akmal.
Wkwkwkw.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀
__ADS_1