Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 49: Aku tidak merindukannya


__ADS_3

     Ages menghentikan mobil saat sudah berada dipekarangan rumah nya sendiri. Dengan pelan ia mematikan mesin mobil dan membuka pintu depan perlahan juga, ia tidak ingin membangunkan Kina yang baru saja terlelap itu. Gadis itu tertidur setelah menangis puas dalam pelukan Ages.


Ages sendiri tidak tahu apa sebenarnya penyebab gadis itu menangis begitu hebat, padahal Ages bahkan belum melayangkan pukulan kearah nya karena gadis itu mengabaikan ucapan nya.


Dengan lembut Ages mengangkat tubuh Kina yang begitu ringan dalam gendongan nya itu. Entahlah selama dua Minggu tidak bertemu dengan Kina Ages benar-benar merasa ada gejolak dalam dadanya saat berada di dekat Kina.


Sejak beberapa hari dan semenjak kepergian Kina dari rumah sakit waktu itu. Ages berjanji akan menghukum Kina dengan hukuman yang akan membuat gadis itu jera agar ia tidak berani lagi untuk kabur seperti saat itu.


Namun, setelah Kina benar-benar berada dalam genggaman nya ia sama sekali tidak tahu harus berbuat apa kepada gadis itu. Segala rasa kesal dan juga dendam nya entahlah melebur seperti abu.


"Awas saja kalau sampai kamu bangun aku akan menghukum mu, aku tidak perduli mau kamu menangis pun aku tidak akan memberikan ampunan,"gumam Ages masih setia menggendong Kina yang masih saja terlelap itu.


Pintu kamar dibuka oleh Ages secara perlahan lalu dengan lembut ia membaringkan tubuh Kina yang masih saja terlelap dalam alam mimpi itu. Bahkan sampai dress gadis itu tersingkap keatas saja ia benar-benar tidak sadarkan diri.


Dengan canggung Ages menurunkan dress itu sembari berdehem acak. Jujur saja ia sedikit terkesima melihat betapa mulus nya paha gadis itu.


Ia benar-benar baru menyadari betapa indah dan cantik nya Kina bahkan saat ia tengah tertidur saja ia terlihat begitu indah dipandang mata.


"Mikir apa sih kamu ges?" Ages dengan cepat menggeleng mencoba membuang pikiran gila itu.


Kina terlihat tidur dengan tenang, mata Ages masih sibuk memandangi kina hingga kini pandangan laki-laki itu terhenti dan berpusat di bibir merah milik Kina yang sedikit terbuka itu.


Ages mencoba mengalihkan pandangannya namun ia lagi dan lagi seolah sedang diajak untuk memandangi bibir itu.


"Ada sesuatu dibibir nya, tidak baik jika dibiarkan!"


Ages bergumam pelan lalu mendekat kearah Kina, gadis itu sama sekali tidak terganggu saat Ages kini sudah sangat dekat dengan dirinya.


Wajah mereka hanya berjarak beberapa senti saja, Ages semakin bergerak mendekati Kina. Entah itu hanya sebuah alasan saja Ages kini seolah hampir saja mencium bibir Kina.


Ia sedikit ragu dan hendak mundur kemudian menggeleng dengan cepat, namun Entah kenapa ia kembali maju dan kini bibir Kina sudah berhasil ia kecup dengan lembut sembari memejamkan mata.


Ages diam sebentar untuk memastikan keadaan kina, apakah gadis itu terbangun namun ia sedikit lega karena Kina sama sekali tidak terganggu. Gadis itu benar-benar tidur seolah seperti batu saja sampai tidak sadar dengan perbuatan Ages yang bukan pertama kalinya mencuri ciuman di bibirnya secara diam-diam.

__ADS_1


Ages bergerak pelan, ia mengecup pelan bibir Kina sebanyak dua kali. Dengan perlahan ia mencoba menyesap bibir atas Kina yang sedikit terbuka itu, jujur saja Ages bahkan sempat berniat untuk memasukkan lidahnya namun dengan cepat ia mundur menjauh dari Kina.


Benar-benar kaget dengan dirinya sendiri, Ages terheran sembari menutup bibirnya.


"Kenapa dengan mu Ages? Kenapa bersikap seperti ini? Mencuri ciuman gadis gila ini?" Bingung Ages.


Namun, hal itu tidak bertahan lama karena tiba-tiba saja sebuah panggilan masuk di ponsel miliknya.


"Benarkah? Apa kamu yakin itu adalah dia? Jangan sampai kamu memberikan berita paksa hanya karena tidak ingin aku pecat!" Kecam Ages.


"Kami sangat yakin itu adalah dia tuan, bukti rekaman cctv juga beberapa bukti lainnya sudah kami dapatkan. Kali ini kami yakin tidak akan mengecewakan tuan," ucap kepala geng yang sempat Ages pecat itu.


"Baiklah tetap disana aku akan datang secepatnya." Ages memutuskan sambungan.


Sebelum benar-benar pergi Ages menutup tubuh Kina dengan selimut dan ia juga memperbaiki posisi tidur gadis itu.


"Pak tolong jangan pergi sebelum saya kembali yah, Kina sedang dirumah."


Ages langsung melajukan mobilnya menuju lokasi yang diberikan oleh geng suruhannya. Ia benar-benar ngebut seolah sedang kesetanan saja.


"Brengsekk, kalau benar ini kamu. Aku tidak akan memaafkan mu!" Kecam Ages dengan menambahkan kecepatan lajunya.


Ia sama sekali tidak perduli dengan apapun saat ini, baginya ia harus secepatnya sampai dan melihat langsung pria yang sudah merenggut nyawa Lena mantan istrinya.


"Sudah sampai tuan, mari ikut kami tuan!"


Ages langsung berjalan cepat mengikuti beberapa orang suruhannya itu, ia benar-benar tidak sabar untuk melihat wajah pria bajingann yang telah merusak kebahagiaan nya. Walaupun sebenarnya selama ini Ages selalu melimpahkan kesalahan kepada Kina ia sama sekali tidak berhenti mencari pria yang telah menabrak Lena hingga kehilangan nyawanya.


Ages masuk ke dalam sebuah ruangan kosong yang memang tempat itu adalah sebuah bangunan tua. Ages melihat dengan jelas seorang pria yang kini tengah duduk terikat dikursi.


"Da,,Danu?" Kaget Ages saat melihat seorang pria yang ia kenal. Laki-laki itu adalah mantan pacar Lena saat dikampung dahulu.


"Yakin dia pelakunya?" Tanya Ages dengan wajah tidak percaya.

__ADS_1


"Ini rekaman cctv nya tuan ditambah lagi kendaraan yang kami temukan tepat di kosan pria ini," ucap ketua geng itu dengan pelan.


Ages mencoba melihat bukti itu namun terhenti karena mendengar tawa dari arah laki-laki bernama Danu itu.


"Hahaha, tidak usah repot-repot mencari bukti dan memeriksa nya. Memang aku yang menabrak Lena, karena kalau aku tidak bisa memiliki nya maka kamu juga tidak akan bisa."


Ages dengan cepat mengepalkan tangannya dan melayangkan pukulan tepat diwajah Danu.


"Brengsekk," teriak Ages dengan kencang.


Amarahnya benar-benar sudah tidak bisa ia bendung lagi, ia memukuli wajah Danu berkali-kali hingga wajah Danu memar kalau saja mereka tidak melerai nya mungkin Ages akan menghilangkan nyawa pria itu.


"Hahaha kamu pasti sudah sangat lama ingin bertemu dengan ku bukan? Kenapa? Ingin membalas dendam?" Tanya Danu dengan wajah yang hancur itu masih sempat-sempatnya mencoba memanas-manasi Ages.


Ages mengepalkan tangannya hendak memukul Danu kembali namun ditahan oleh geng itu.


"Tolong tuan jaga emosi tuan, kita akan memproses pria ini dengan jalur hukum. Tuan tidak boleh menodai tangan tua dengan darah manusia hina ini," ucap kepala geng itu mencoba untuk melerai Ages.


Dengan cepat Ages menyuruh mereka untuk membawa pria itu menjauh dari pandangan nya. Karena biar bagaimanapun ia sama sekali tidak akan bisa menahan emosi nya.


Sudah sangat lama ia mencari keberadaan laki-laki itu, ia sama sekali tidak tahu kalau Danu yang merupakan mantan kekasih Lena lah yang tega menghilangkan nyawa Lena.


Ages berteriak kesal sembari meninju dinding diruangan itu berkali-kali. Darah mengalir dari tangannya benar-benar tidak ia perdulikan sama sekali.


"Sialll," teriak Ages dengan kencang sembari menendang seluruh apa yang ada disana.


Ia meluapkan kekesalan dan juga kemarahan nya disana, ingin menghabisi Danu saat itu juga tapi apa yang dikatakan oleh orang suruhannya itu benar adanya. Lebih baik Danu di proses secara hukum karena darahnya terlalu hina untuk mengenai tangan Ages.


...🌼To be continued 🌼...


Kebayang banget perasaan Ages, kalau jadi Ages aku juga bakal ngabisin tuh si Danu sialan.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys 🧀


__ADS_2