
Setelah kejadian tadi kina benar-benar buru-buru berjalan ke dapur, ia benar-benar kaget karena diam saja menerima ciuman dadakan dari Ages, lebih bodohnya kina bahkan menutup matanya. Apa dia sedang memperlihatkan kalau ia sedang menikmati ciuman dari laki-laki itu?.
Ages sendiri tersenyum penuh kemenangan sembari mengusap bekas air liur didekat bibirnya sendiri. Jujur saja ia benar-benar sangat bahagia malam ini, kina bergitu mengkhawatirkan dirinya ditambah lagi Kina yang hanya diam saja menerima ciuman nya. Bukankah itu adalah lampu hijau untuk hubungan mereka yang akan masuk ke tahap selanjutnya? Benarkah mereka akan saling mencintai satu sama lain?.
"Akhh jantung ku beredar tak karuan, kenapa selalu saja begini setelah berciuman dengan nya? Apakah aku begitu mencintainya sedalam itu?" Gumam Ages memegangi dadanya dengan pelan berharap debaran itu segera mereda.
Kina sendiri masih diam di tempat berjongkok di depan pantry sembari memegangi bibirnya kaget. Benar-benar ia sendiri tidak mengenali dirinya sendiri, karena sejak awal ia sudah meniatkan untuk tidak termakan rayuan dan terbawa ke dalam setiap permainan Ages. Namun entah kenapa hati nya Kini sudah mulai mengkhianati aturan itu, hatinya terus saja terbawa kepada Ages apakah ia benar-benar sudah menerima laki-laki itu sepenuhnya?.
"Jantung,,, Kumohon tenanglah. Kalau terus berdetak hebat seperti ini aku khawatir akan terkena serangan jantung di usia dini,"gumam kina menepuk dadanya dengan pelan.
"Loh? Kamu ngapain disana sayang?" Tanya Ages datang mencoba untuk menghampiri Kina namun ditahan oleh gadis itu.
"Mas berhenti! Jangan kesini, biar aku saja yang masak."
Ages yang hendak mendekat langsung berhenti menurut dan mematung ditempat melihat kearah Kina.
Gadis itu mencoba untuk tetap tenang, ia berusaha untuk tidak memperdulikan hal yang terjadi tadi, walaupun sebenarnya ia benar-benar canggung saat melihat kearah Ages. Bagaimana bisa laki-laki itu bersikap biasa saja setelah kejadian tadi?.
"Kamu mau masak apa sayang?" Tanya Ages dengan pelan.
"Mas lihat saja nanti, mas duduk dulu tidak usah ikut membantu. Aku juga hanya perlu melanjutkan apa yang sudah mas kerjakan tadi saja,"ucap kina pelan.
Kina membersihkan sedikit kekacauan yang dibuat oleh laki-laki itu tadi, setelah cukup bersih kina melanjutkan masakan Ages yang sempat terbengkalai itu. Ages sendiri hanya diam saja menunggu di sana menatap kina yang begitu fokus memasak.
"Istri ku benar-benar hebat yah! Kamu semakin terlihat cantik saat sedang memasak sayang." Ucap Ages dengan sedikit gombalan.
Kina semakin grogi saja jika diperhatikan begitu lekat oleh laki-laki itu. Walaupun ia mengatakan tidak perlu membantu namun Ages diam saja disana menatap nya benar-benar membuat ia sangat tidak nyaman. Ia canggung dan juga grogi tanpa sebab.
"Mas, lebih baik mas di depan saja. Aku tidak nyaman ditatap seperti itu dari tadi,"jujur Kina.
"Padahal mas kan mau nemenin kamu masak sayang, aku gamau kamu kesepian tau."
"Masak Bentaran doang kok mas, aku baik-baik aja kok."
Ages melihat Kina sedikit kesulitan dan terganggu dengan rambutnya yang tergerai itu saat sedang sibuk mengocok telur. Laki-laki itu jelas tersenyum karena mendapatkan kesempatan untuk memberikan perhatian kepada kina, gadis itu mungkin akan menambah bintang untuk nya karena sudah memerhatikan dirinya.
Ages bangkit dan mengambil karet yang selalu ia kenakan ditangannya itu , mendekat kearah Kina yang semakin heran karena kedatangan Ages kesana.
"Sayang aku bantu kamu ngiket rambut aja yah? Kayaknya kamu kesulitan banget buat gerak gara-gara rambut itu."
Kina awalnya menolak namun memilih untuk diam saja karena Ages juga sudah mengambil posisi dibelakang nya, tangannya yang sebelah yang tidak terluka itu mulai merapikan rambut Kina. Gadis itu benar-benar ragu apakah Ages bisa melakukan itu saat tangan nya sedang sakit kini.
"Kalau mas tidak bisa lebih baik aku saja, berikan saja ikatnya mas." Kina menyodorkan tangan nya menerima ikatan itu .
Ages menolak dan bersikeras untuk mengikatnya hingga nekat menggunakan tangan yang satu lagi dan saat ia mencoba untuk menggerakkan tangan nya tiba-tiba saja ia merasa sangat perih dan nyeri.
"Akhh," ringis Ages hingga ikat rambut itu terjatuh.
Kina yang sejak tadi seolah tahu hal ini akan terjadi langsung berbalik dan melihat kearah Ages, Ages sedang memegangi bahunya menahan nyeri di tangan kanannya.
"Akhh,"
"Mas ihhh kan aku udah bilang tadi. Jangan bikin aku khawatir lagi dong, mas suka banget bikin orang khawatir ahhh. Lebih baik mas duduk saja aku bisa mengikat rambut ku sendiri, mas sembuh aja dulu biar bisa bantuin aku." Ucap Kina membawa Ages menuju kursi yang ada dihadapannya itu.
Ages benar-benar merasa bersalah karena bukannya membantu malah mengacau disana.
Kina mengambil ikat rambut itu terjatuh itu dan mulai untuk mengikat rambutnya sendiri tentu saja karena sudah terbiasa melakukan hal itu kina benar-benar lihai dalam mengikatnya. Auranya benar-benar terpancar dan seorang Ages sudah tidak bisa lagi berkedip melihat itu.
"Kenapa dia begitu cantik? Aku sampai tidak sanggup untuk melihat Kilauan itu." Ages tersenyum melihat kearah kina yang setelah mengikat rambutnya ia kemudian lanjut memasak lagi.
__ADS_1
Dari awal kina memasak Ages hanya diam saja memandangi gadis itu, melihat bagaimana ia begitu telaten dalam memasak seperti seorang ibu yang memasak penuh cinta untuk buah hatinya. Ages tidak menyadari bahwa usia Kina memang masih sangat muda namun jiwanya benar-benar sangat dewasa.
Ia penuh kesabaran dan juga banyak hal yang membuat Ages tidak bisa lari dari pesona seorang Kina. Gadis itu sangat hebat dan Ages merasa tidak pantas untuk nya. Tapi tetap saja Ages tidak akan bisa melepaskan Kina karena ia akan mengikat gadis itu seerat yang ia bisa agar selamanya Kina menjadi miliknya.
"Sudah selesai hehehe, saatnya kita makan malam mas. Aku sudah sangat lapar sekali,mas juga lapar bukan?" Tanya Kina dan Ages mengangguk dengan cepat.
Kina berjalan menuju meja makan membawa beberapa masakan yang sudah ia masak itu. Dan diikuti oleh Ages seperti seekor kucing yang mengikuti pemiliknya.
"Mas duduk dulu, aku siapin meja dulu yah."
Gadis itu kemudian menyiapkan meja makan baik itu beberapa piring,gelas dan sendok. Tidak lupa juga mengeluarkan beberapa buah dari dalam kulkas.
"Wahh buahnya seger banget, mas beli dimana," tanya kina saat meletakkan buah itu dimeja.
"Ahh itu, tadi di swalayan terdekat. Mas sengaja memilih kualitas terbaik agar kamu dan bayi kita sehat sayang, mas gak mau ngasih yang bisa membahayakan kalian."
Deg
Lagi dan lagi Ages benar-benar berhasil membuat Kina goyah, apa dia sengaja melakukan semua ini? Kina sampai tidak bisa membantah hatinya lagi. Logikanya sudah kalah telak dan tidak bisa lagi menepis rasa nyaman dan juga senang berada di dekat Ages. Hatinya damai dan jantung nya tidak bisa berdebar dengan nyaman saat ada di dekat Ages. Apakah ia benar-benar sudah jatuh ke dalam pesona Ages?.
Kina menggeleng dan kembali fokus, perutnya juga sudah sangat lapar karena sempat tertunda saat mengobati Ages. Ia sudah sangat kelaparan.
Kina menyendok nasi kedalam piring lalu memasukkan beberapa lauk juga sayur yang ia masak ke dalam piring itu.
"Ini untuk mas, silahkan dimakan mas."
Ages tersenyum senang saat mendapatkan makanan itu dari kina, siapapun tolong katakan Ages benar-benar sudah sangat bahagia sekarang kan? Apa ia benar-benar sudah menjadi seorang suami yang beruntung?.
Ages mencoba untuk makan dan menggerakkan tangan nya namun terasa janggal. Ia ingin meminta bantuan kepada kina namun gadis itu juga sepertinya sangat lapar, kina terlihat sedang menyiapkan minuman untuk Ages. Dan gadis itu menyadari kalau Ages sedang kesulitan untuk makan karena tangan kanannya yang sedang sakit itu.
"Kenapa mas diam saja? Biasanya juga asal merintah tuh! Mas kan bisa minta tolong biar aku suapin,"tutur kina mendekat dan meletakkan minuman itu di dekat Ages.
Ia tersenyum senang karena Kina yang begitu perhatian dan bahkan menyodorkan diri untuk menyuapi nya, padahal selama ini saat Ages meminta hal itu maka kina akan sedikit keberatan untuk melakukan nya.
"Aku bisa melihat harapan itu, sepertinya Kina benar-benar sudah mulai terbuka."
"Maaf yah mas cuma bisa masak ini, sebenarnya aku ingin memasak yang lain tapi malam sudah mulai larut dan kita sudah sama-sama kelaparan heheh. Besok deh aku masakin makanan yang lebih enak dibandingkan ini,"ucap Kina dengan tersenyum cerah.
Ages benar-benar tidak bisa tidak tersenyum karena itu, ia menerima suapan dari Kina sembari tersenyum mengangguk.
"Wahh enak sekali sayang, aku benar-benar menyukai nya. Begini saja sudah enak bagaimana dengan masakan yang lain?" Senang Ages dengan semangat mengunyah nya.
Kina ikut tersenyum karena melihat itu, baru kali ini Ages terlihat imut di dalam pandangan nya. Apa karena Ages begitu bersemangat yah.
"Nih mas makan yang banyak,"ucap kina namun Ages menggeleng.
"Loh? Kenapa mas? Apa tidak enak?" Tanya Kina khawatir karena Ages menolak satu sendok itu.
"Sekarang kamu juga makan sayang, lebih baik kita sama-sama makan."
Kina kebingungan karena seolah Ages mengatakan kalau mereka makan satu piring saja. Apa ia salah dalam mengartikan itu.
"Aku makan setelah mas saja nanti,"tutur kina dengan pelan.
Ages menggeleng karena ia sendiri tahu gadis itu sudah sangat lapar sejak tadi "Mas akan merasa tidak enak makan saat kamu sendiri kelaparan sayang, tidak masalah kan kita satu piring dan satu sendok? Mas sama sekali tidak memiliki rabies Kok."
Kina tertawa mendengar itu, bukannya ia takut terkena rabies tapi kan mereka tidak pernah melakukan hal seperti itu. Kina kaget karena tiba-tiba saja mereka harus makan dengan sendok dan piring yang sama.
Kina akhirnya menurut dan makan dihadapan Ages, laki-laki itu tersenyum pelan karena gadis itu benar-benar sangat penurut akhir-akhir ini.
__ADS_1
"Nah, Kalau begini kan kita bisa sama-sama kenyang sayang. Mas mau lagi dong hehehe."
"Eh iya mas,"ucap kina langsung menyuapi Ages dengan pelan.
"Enak banget sayang," tutur Ages pelan.
"Kalau begitu mas makan yang banyak, kalau kurang kita tambah lagi."
Kina makan juga dan Ages mengangguk meminta tambah, kina . megambil nasi tambahan juga lauknya. Mereka makan berdua dengan sangat romantis.
Dilihat dari jauh pun mereka terlihat sangat serasi, Ages dan kina tidak sadar rasa kian tumbuh diantara mereka. Mereka sudah menjadi pasangan yang cocok tapi mereka tidak menyadari hal itu.
"Bagaimana mas? Apa mas masih mau?" Tanya Kina bertanya setelah mereka menghabiskan tiga piring tanpa mereka sadari.
"Mas masih mau tapi sudah sangat kekenyangan sayang, bagaimana ini?" Tanya Ages dengan panik.
Kina tertawa pelan lalu menggeleng "Yasudah mas sudahi saja dulu, makan terlalu kenyang itu tidak bagus untuk kesehatan."
"Habisnya enak sih sayangkuu, besok masakin mas lagi yah?" Pinta Ages.
"Kalau tidak aku akan benar-benar sangat bosan mas, dengan memasak aku sedikit senang karena memiliki kegiatan."
"Walaupun sebenarnya mas ingin kamu tidak melakukan pekerjaan apapun, tapi jujur saja mas tidak bisa menolak masakan kamu."
Kina tersenyum menggeleng dan mulai membersihkan meja makan, ia benar-benar senang tanpa sebab. Malam ini terasa seperti mimpi baginya dan ia sendiri tidak tahu apa sebenarnya yang membuat ia sesenang itu.
"Jantung ku tidak bisa berhenti berdetak sekencang itu, kenapa bisa begini? Kalau terus begini aku takut akan memiliki penyakit jantung atau semacamnya."
Ages tersenyum melihat kearah Kina yang masih sibuk membersihkan meja makan. Mengingat hal tadi ia benar-benar bahagia.
"Perlahan saja, dan malam ini kami memiliki sedikit kemajuan. Aku dan istriku makan di dalam piring yang sama dan sendok yang sama juga, aku berharap ke depannya kami benar-benar akan semakin membaik saja."
"Mas mikirin apa? Kok bengong begitu?" Tanya Kina penasaran.
"Akhh gak kok sayang, mas cuma senang aja. Karena kita makan diatas piring yang sama juga sendok yang sama bukankah itu sama saja kita sedang berciuman secara tidak langsung?" Tanya Ages dengan pelan.
Kina sedikit melihat kearah Ages dengan tatapan tidak percaya, dasar laki-laki otak tidak waras bisa-bisanya dia berpikir sejauh itu.
"Mas ihh mesum!" Kesal Kina.
Ages tertawa karena melihat reaksi istrinya itu, pipinya bahkan bersemu merah merekah. Ages sadar bahwa kina sedang salah tingkah kini.
"Kenapa sayang? Kamu tidak sedang malu kan?" Goda Ages pelan.
"Siapa juga yang malu? Mas sih kalau mikir suka kejauhan. Apa hubungannya dengan berciuman? Mesum sangat ihh."
Ages tertawa dengan gelak tawa ringan, ucapan kina berhasil membuat ia tertawa karena nada bicaranya yang kesal itu.
"Ooh kamu meminta hal yang lebih jelas sayang? Apa kita lanjutkan saja kegiatan kita yang tertunda tadi?" Tanga Ages menggoda kina karena wajah gadis itu semakin memerah saja.
"Mas kalau bahas yang aneh lagi aku gak akan masakin lagi, ngeselin!"
Kina berjalan lebih dahulu menuju kamar meninggalkan Ages karena dibuat kesal oleh laki-laki itu.
...🌼To be continued 🌼...
Guysss Ages tuh suka banget yah godain kina, giliran ditinggal nanti gak sanggup hadeuhh.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys 🧀