Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 33: Kina di kampus


__ADS_3

    Akmal hampir saja selesai dengan penampilan nya, ia memakai kemeja hijau lumut dengan celana jeans hitam pekat. Laki-laki itu terlihat sangat sempurna dengan style khas Akmal. Laki-laki itu tidak ingin tampil mencolok cukup dengan kemeja polos saja ia sudah terlihat bersinar karena wajahnya yang tampan itu.


Dia keluar dari kamar setelah itu menunggu giliran Kina untuk mempersiapkan dirinya, gadis itu masuk ke kamar sembari membawa paper bag pemberian Akmal tadi.


Sebuah panggilan masuk di ponsel milik Akmal dan dengan pelan Akmal menerima panggilan itu.


"Hmm apa Rik?" Tanya Akmal dengan nada akrabnya.


"Gile buju busret tau gak mal, gua Udah bela-belain datang tepat waktu gara-gara jadwal presentasi sialan. Tiba-tiba aja pak Luhut nelpon bilang perkuliahan hari ini dibatalin, kurang sakit apa cobak? Parahh gileee lebih kejam ini dibandingkan putus cinta. Seriusan ahhh."


Akmal sampai lupa bernafas karena curhatan Arik yang sangat panjang lebar itu, yahh walaupun dia sangat mengerti dengan kekesalan yang dirasakan oleh sahabat nya itu. Bukan pertama kalinya sih ada kasus kayak gitu, kalau pribadi Akmal sudah lebih dulu mengalami bahkan gak cukup satu kali.


"Usahlah Rik, kayak gak ngerti aja bakal ada situasi kayak gini selama kita masih  berada di ranah perkuliahan. Lu udah semester tua bro, Jagan amatiran deh kayak Maba aja."


"Ahh sial banget punya sohib kayak lu ah, belain gua kek. Umpatin segala itu dosen."


Akmal tertawa karena mendengar ocehan Arik, ia tahu sahabat nya itu benar-benar sedang kesal pasalnya ia pasti lelah karena harus berangkat subuh tadi dari kampung halamannya.


"Udah sih Rik, minum dulu biar adem."


"Gua minum juga darah tuh si Luhut!"


Akmal hampir saja tertawa karena mendengar ucapan Arik namun ia tahan, benar-benar yah kalau usaha sudah tidak dihargai tuh kita beneran emosi dan pengen banget makan tuh orangnya langsung.


"Jadi rencana ku mau kemana nih?"


"Nyari tukang santet buat santet tuh si Luhut, Sekate-kate banget seenaknya batalin perkuliahan. Au ahh masih kesel tiada Tara nih ati gua," ucap Arik dengan segala drama nya.


Akmal tidak bisa lagi menahan tawa karena sahabat nya itu "Udah ah gaboleh gitu, pak Luhut kan emang super sibuk. Gak usah diambil pusing jalani aja udahh."


"Enak lu tinggal ngomong, udah ahh gua mending ke kos ayang gua aja deh. Bye!"


Akmal tertawa pelan karena tingkah Arik yang benar-benar selalu saja berhasil membuat ia tertawa. Tanpa ia sadari sejak tadi Kina sudah berdiri dihadapannya sembari menatap kebingungan karena Akmal sejak tadi menahan tawa akibat Arik.


"Lagi nelpon sama siapa mal? Keliatan nya lucu banget!"


"Ahh ini Arik teman kampus, orang nya emang lucu banget. Nanti deh aku kenalin ke dia," ucap Akmal pelan sembari melirik penampilan Kina yang benar-benar sangat luar biasa dalam pandangan nya.


"Emang boleh mal?" Tanya Kina pelan.


Akmal sama sekali tidak menjawab dan masih terpaku dengan penampilan Kina yang dibalut dengan dress berwarna peach selutut itu. Kina terlihat seperti seorang gadis anggun dan juga gemulai ditambah dengan postur tubuhnya yang imut.


"Mal! Akmal," panggil kina berkali-kali memecah keheningan itu.

__ADS_1


"Hah?"


"Emang boleh?"


"Boleh apa ?"


"Emang boleh aku diperkenalkan kepada teman-teman kamu?"


"Why not? Gak ada yang ngelarang kamu buat kenalan sama siapa aja."


Kina mengangguk pelan, ia merasa sedikit tersipu karena Akmal bahkan akan memperkenalkan ia kepada teman-teman nya. Walaupun dari lubuk hatinya ia bingung apakah ia masih bisa berharap lebih?.


"Baiklah kita berangkat yah sekarang!"


Akmal dan Kina berangkat menuju kampus dengan motor kebanggaan Akmal itu, walaupun sebenarnya ia memiliki mobil digarasi miliknya tetap saja ia ingin menikmati alam terbuka itu dengan kina bersama dengan motornya.


Kina hanya diam saja diatas motor itu, menutup mata mencoba menikmati suasana alam dan semilir angin dibawah terik itu.


Padahal hari ini kampus dibatalkan karena kesibukan dosen pengampu nya. Namun melihat Kina yang begitu senang dan semangat saat diajak ke kampus membuat Akmal tidak tega membatalkan nya. Lagian hitung-hitungan Akmal sedang jalan-jalan dikampung bersama dengan Kina.


"Wahhh ini kampus kamu mal? Gede banget luas dan sangat indah," ucap Kina merasa kagum dengan nya.


Ia melihat banyak sekali gadis-gadis cantik seusia dirinya sedang sibuk bersenda gurau, ada yang sibuk dengan berkasnya, ada yang sibuk dengan tugas kelompok dan ada beberapa yang sibuk berpacaran. Benar-benar dunia yang belum pernah dilihat oleh Kina.


Kina hanya diam saja karena ia terlalu tertarik dengan dunia baru yang ia lihat ia sampai tidak sadar Akmal mengajak nya berbicara.


"Aku,,baru pertama kalinya melihat dunia yang seperti ini mal! Kenapa aku sangat iri dengan mereka?" Tanya Kina dengan wajah datarnya.


Akmal terdiam melihat kina yang seolah terperangah melihat seluruh mahasiswa yang berlalu lalang sembari melakukan kesibukan masing-masing.


"Mau aku tunjukkan lagi hal yang lebih indah?" Tanya Akmal mencoba untuk mengalihkan perhatian Kina. Sebelum gadis itu semakin minder lebih baik Akmal membawanya ke tempat yang lebih indah.


Kina mengangguk dan menerima uluran tangan Akmal, laki-laki itu dengan pelan melangkah membawa Kina menuju sebuah taman yang dihiasi bunga-bunga yang indah dan beberapa orang sedang sibuk bermain disana. Banyak sekali jenis penjual disana namun tidak ada satupun sampah makanan yang berserakan ditanah.


"Wahh."


Kina sampai lupa bernafas karena merasa kagum dengan apa yang ia lihat itu, taman kampus Akmal begitu luas dengan banyak sekali ikon ikon menarik disana. Mulai dari bangku taman yang dibentuk beragam hiasan , lampu taman yang terkesan mewah dan juga penyusunan penjual yang begitu tertata rapi.


"Mal, aku jadi tahu kenapa orang-orang begitu sangat ingin kuliah."


Kina tersenyum kikuk lalu melihat dirinya sendiri, apakah ia akan merasakan keindahan dan juga kenyamanan itu?.


Akmal tersenyum menggeleng kearah Kina. Laki-laki itu memutar pelan bahu gadis itu hingga kini mereka saling berhadapan satu sama lain.

__ADS_1


"Kina, kamu salah besar! Banyak sekali diantara orang-orang yang kamu lihat sedang tersenyum itu sangat menyesal telah berkuliah. Kuliah tidak hanya sampai pada gedung yang cantik dan juga taman yang indah saja. Kuliah adalah sebuah penjara tanpa jeruji yang didalamnya kita dituntut untuk sempurna dengan cara yang mandiri."


Kina hanya diam saja, ia tahu maksud Akmal jelas menghibur dirinya namun tetap saja tas iri itu tidak akan hilang semudah itu. Kina benar-benar sangat ingin kuliah bagaimana itu.


"Kalau begitu bagaimana kalau kita pergi dan mencicipi semua makanan yang ada disini?" Tanya Akmal dengan pelan.


Kina tersenyum lebar karena mendengar nya saja benar-benar sangat menarik bukan? Kina tidak bisa membayangkan kalau ia akan mencicipi seluruh makanan yang ada di kampus Akmal.


Akmal kembali membawa kina dengan pelan menuju sebuah penjual. Mereka memakan beberapa jenis makanan disana baik itu sosis telur, dan juga seafood lainnya.


Kina benar-benar senang bukan main. Pertama kalinya ia merasakan makan sebebas ini. Ia juga senang karena Akmal ada dihadapannya saat ini. Bolehkah ia egois dan menganggap ini adalah sebuah kencan?.


"Makan yang banyak, kamu sudah sangat kurus sekarang."


Akmal mengusap pelan bekas makanan yang ada disudut bibir kina hingga gadis itu langsung batuk karena grogi.


"Uhuk,,uhuk.."


"Pelan-pelan makan nya, nih minum dulu!"


Kina buru-buru minum dan mencoba untuk menetralkan perasaan nya, gadis itu jelas sangat grogi karena ulah Akmal.


"Kamu lanjut makan dulu. Aku beli es krim untuk kamu dulu yah!"


"Aku ikut mal," ucap kina dengan wajah sangat ingin.


"Antrian panjang, nanti kamu kecapean. Tunggu disini saja dulu, buk titip kina yah!"


Akmal pergi dengan sedikit lambaian, kina akhirnya pasrah dan lanjut makan dengan lahap.


Namun tiba-tiba saja ia merasakan ada beberapa pasang mata yang melihat kearahnya.


"Benar dia orang nya?"


"Benar bos. Lihat saja ia sangat mirip dengan foto yang tua. Ages kirimkan tadi."


Beberapa gerombolan orang berbaju hitam melihat kearah kina yang sibuk makan itu, walaupun sebenarnya kina merasa ada orang yang sedang memperhatikan nya.


...🌼To be continued 🌼...


Hayoo hayooo jangan jangan Kina bakal ketangkap tuh. Gak kebayang bakal diapain sama Ages kalau sampai kina balik kerumahnya.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys 🧀


__ADS_2