Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 90: Menahan diri.


__ADS_3

Hari ini Kina benar-benar menghabiskan nya dengan sangat produktif dari biasanya, gadis itu jelas menyukai hal-hal seperti ini. Sejak pagi ia sudah sibuk mengurus Ages dan menemani suaminya itu bekerja di kantor.


Sejak mereka berangkat dari rumah Kina sudah sangat bersemangat karena akan ke kantor dengan Ages. Walaupun ini bukanlah pertama kalinya ia ke kantor dengan Ages namun baru kali ini mereka berangkat dengan keadaan yang jauh berbeda. Karena dahulu Kina dipaksa oleh Ages untuk ikut dengan tujuan menyusahkan gadis itu, namun kali ini Ages benar-benar sangat ingin ditemani oleh Kina sebagai istrinya.


Kina bisa melihat keseharian Ages saat sedang bekerja begitu juga dengan interaksi nya dengan beberapa klien serta karyawan lainnya. Kina juga bahkan bisa melihat mode serius dari Ages saat laki-laki itu sedang fokus bekerja.


Kina juga bahkan bisa membantu beberapa hal dengan menjadi tangan pengganti Ages saat ia membutuhkan bantuan. Bukan hanya itu juga kina bahkan bisa melihat bagaimana cara Ages menyelesaikan masalah dengan mudah.


"Bagaimana hari ini sayang?" Tanya Ages sembari melihat kearah Kina yang duduk disampingnya sembari tersenyum lebar.


"Benar-benar menyenangkan mas, aku sangat bersemangat sampai tidak sadar hari berlalu dengan cepat."


Bapak itu yang sedang sibuk menyetir tersenyum mendengar penuturan Kina karena ia bisa menilai bahwa Kina benar-benar sangat senang dan bersemangat. Bukankah itu adalah kabar yang sangat baik.


"Kamu merasa hari berlalu begitu cepat? Sedangkan aku sejak tadi menunggu malam cepat datang agar aku bisa mendapatkan janji mu tadi,"ucap Ages sembari membatin.


"Benarkah sayang? Bukankah hari ini sangat melelahkan?" Tanya Ages dengan lembut sembari menyibakkan rambut Kina yang mengenai wajahnya.


Kina menggeleng dengan cepat dan ikut membenarkan posisi rambutnya juga, mereka benar-benar sudah terlihat seperti suami istri sungguhan. Bapak itu sendiri bisa menyadari perubahan chemistry mereka yang sudah sangat jauh berbeda dari waktu yang sudah lalu.


"Sudah sampai den,"ucap bapak itu memarkirkan mobil tepat dihalaman rumah.


Ages keluar dari mobil dengan menggunakan sebelah tangan nya untuk membuka mobil dan dengan cepat ia mendekat kearah pintu Kina untuk membukakan pintu bagi gadis itu.


"Silahkan keluar sayang,"gumam Ages dengan senyuman hangat nya.


"Mas gak usah bukain aku pintu, aku bisa sendiri dan tangan mas juga lagi sakit kan."


Ages menggeleng dengan cepat lalu menggenggam tangan kina dengan lembut hingga Kina sendiri sampai dibuat kebingungan oleh sikap Ages yang benar-benar manis itu.


"Mas gapapa kok, emang salah kalau mas perhatian sama istri mas?" Tanya Ages dengan wajah bertanya.


"Yah enggak sih mas. Aku cuma gamau aja nanti tangan mas sakit lagi, masa udah sakit satu ditambah satu lagi gara-gara kebanyakan bergerak."


Ages benar-benar senang mendengar itu dari Kina karena ia merasa gadis itu sepertinya benar-benar sudah menerima nya dan membuka hati baginya juga.


"Baiklah kita masuk sekarang yah sayang, sudah gelap dan kita sebaiknya mandi saja badan sudah terasa lengket sekali."


Deg


Sepertinya Kina harus menahan diri dan mencoba untuk kuat saat berhadapan lagi dengan dada bidang Ages. Mendengar kata mandi Kina jelas tahu kalau ia harus membantu Ages untuk mandi lagi.


"I,,iya mas!"

__ADS_1


Mereka memasuki rumah dengan tangan yang masih bertautan satu sama lain. Sepertinya mereka benar-benar sudah saling membuka diri serta hati.


Untuk makan malam mereka sudah makan diluar tadi, memang Ages sengaja memaksa Kina untuk makan malam diluar agar tidak menghabiskan banyak waktu saat memasak. Ages sudah membuat banyak rencana tanpa sepengetahuan Kina.


"Mas, apa aku tidak perlu memasak lagi? Apa ada yang ingin mas aku masakkan?" Tanya Kina dengan pelan sembari meletakkan tasnya ditempatnya.


Mereka sudah sampai dikamar dan Ages dengan cepat menggeleng menanggapi pertanyaan Kina. Ia benar-benar tidak sabar dan tidak ingin membuang-buang waktu.


"Aku benar-benar masih kenyang sayang, apa kamu masih lapar?" Tanya Ages dengan harapan Kina masih kenyang.


Dengan cepat Kina menggeleng karena ia sama sekali tidak lapar ia hanya ingin memastikan Ages tidak kekurangan.


"Sebaiknya kita mandi sayang, aku benar-benar sudah tidak tahan dengan badanku yang lengket ini."


Deg


Lagi dan lagi Kina harus menahan detakan jantung nya yang berdetak begitu tidak beraturan dan dengan kecepatan yang tidak biasa.


Ia benar-benar tidak siap untuk berhadapan dengan dada bidang Ages karena tidak terbiasa melakukan hal itu.


"Baiklah mas, sebaiknya memang sudah saatnya untuk mandi."


Kina mendekat kearah Ages yang terlihat mencoba untuk melepaskan kemeja nya dengan sedikit kesulitan hingga Kina berinisiatif langsung untuk membantunya.


Kina melepaskan satu persatu kancing kemeja Ages hingga Ages benar-benar merasakan tubuhnya semakin memanas dengan gejolak yang sudah mulai tidak bisa ia kendalikan.


Setelah seluruh kancing kemeja Ages Sud terbuka kini Kina dengan susah payah melepaskan kemeja Ages hingga kini laki-laki itu sudah bertelanjang dada dihadapan Kina.


Gadis itu sedikit bergetar karena makasih tidak terbiasa, ia mencoba untuk fokus dan mengalihkan perhatian dan pandangan nya dari arah dada Ages.


Ages sepertinya menyadari hal itu dan bibirnya sedikit menyunggingkan senyumnya karena melihat kina yang begitu canggung juga gugup itu.


"Akhh membuat ku frustasi saja, aku benar-benar sangat ingin menerkamnya karena terlalu menggemaskan."batin Ages dengan tatapan yang tidak bisa lolos dari arah Kina.


Kina dengan ragu mencoba untuk membuka celana panjang Ages. Namun karena malam sudah mulai larut Kina tidak ingin Ages masuk angin dan dengan cepat ia melepaskan celana Ages dengan mata yang tertutup.


Ages hampir saja tertawa karena melihat tingkah istri nya yang begitu menggemaskan sekali. Bagaimana bisa ia melakukan hal itu dengan mata tertutup.


Kini Ages hanya mengenakan boxer saja dihadapan Kina, membuat pipi gadis itu memerah merona karena malu untuk sekedar melihat itu.


"Mas lebih dahulu ke kamar mandi, aku akan mengambil piyama dan handuk untuk mas."


Ages menurut dan berjalan lebih dahulu ke kamar mandi meninggalkan Kina yang masih saja gugup itu. Sedangkan Ages hampir saja tertawa karena merasa tingkah Kina sangat menggemaskan.

__ADS_1


Proses membantu Ages mandi lebih baik dari pada tadi pagi, kina memang masih sama gugupnya namun kali ini ia sudah mencoba untuk membiasakan dirinya melihat dada bidang Ages.


"Sayang, aku belum memakai sabun."


Kina yang hendak memberikan handuk kepada Ages langsung terhenti dan menyadari kalau Ages belum memakai sabun sejak tadi.


"Eh iya mas aku lupa hehehe."


Kina langsung meletakkan handuk itu kembali dan mengambil sabun cair di dekat bathtub. Setelah itu ia menuangkan nya ke tangan setelah itu ia mengusapkan nya di badan Ages.


Benar-benar gila, Ages hampir saja kehilangan kendali saya merasakan tangan lembut dan mungil itu mengusap ahh hampir dibilang mengelus seluruh tubuh Ages.


Ia dengan susah payah menahan dirinya dan tidak ingin merusak seluruh rencananya, ia bisa saja menerkam Kina saat ini. Namun ia tidak ingin memaksa gadis itu dan ingin membuat ia nyaman lalu menyetujui nya sendiri.


Kina yang tidak sadar dan tidak tahu apapun itu hanya fokus mengusap tubuh Ages dengan sabun dan sesekali menambah sabun cair untuk membersihkan tubuh Ages. Ages sendiri setengah mati menahan dirinya dan merasakan sesuatu dibawah sana sudah mengeras sejak tadi. Bibirnya ia tahan karena hampir saja gila dengan hasratnya sendiri.


"Kamu harus kuat Ages, Jangan membuat Kina merasa tidak nyaman."


Benar-benar menyiksa dirinya sendiri, Kina sama sekali tidak sadar itu dan terus saja mengusap tubuh Ages bahkan hampir sampai di dekat pangkal pahanya.


"Su,,sudhhh sayang. Sepertinya sudah bersih."


Ages bahkan hampir saja keceplosan dengan nada yang sedikit meringis dan menahan hasratnya. Kina benar-benar berhasil membuat ia hampir gila karena birahinya yang memuncak tinggi.


Kina langsung menghentikan nya dan membantu Ages untuk membilas tubuhnya. Ages lagi-lagi harus menahan dirinya setengah mati karena Kina sepertinya tidak sadar bahwa setiap gerakan tangan nya bisa membuat Ages hampir gila.


"Bi,,biar aku saja sayang, sebaiknya kamu juga siapkan diri untuk mandi setelah mas. Mas bisa sendiri."


Kina sedikit mengeryit bukankah Ages sendiri yang meminta untuk dibantu karena sedang kesulitan. Lalu kenapa tiba-tiba ia mengatakan kalau ia bisa sendiri?.


"Mas yakin?" Sebentar lagi ini akan segera selesai mas."


Kina masih saja bersikeras untuk membantu Ages hingga laki-laki menahan dirinya setengah mati. Benar-benar menyiksanya dan ia bahkan hampir saja mengeluarkan suara aneh itu namun karena tidak ingin membuat Kina merasa tidak nyaman Ages mengigit bibir nya menahan hal tersebut.


"Sialll! Kenapa aku bodoh seperti ini? Akhh menyiksa ku saja."


Kina sendiri tidak sadar dan terus melakukan hal yang membuat Ages hampir gila karena harus berusaha menahan gejolak di dalam dirinya sendiri.


...🌼To be continued 🌼...


Hahaha rasain tuh ges, makanya jadi orang jangan nafsuan dong. Masa dibantu mandi aja kamu udah kayak cacing kepanasan aja. Istri kamu biar bantuin tuh kok kamu malah mesum banget pikiran nya lari kemana-mana.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys 🧀


__ADS_2