
Setelah lama membujuk Kina untuk mencabut ancamannya yang begitu antimainstream tadi akhirnya Ages berhasil membujuknya meskipun dengan susah payah dan Niken hampir saja kelepasan menertawakan Ages yang benar-benar hampir putus asa itu. Padahal Kina hanya bercanda namun karena melihat kegigihan Ages ia benar-benar menikmati momen itu.
"Janji yah sayang kamu gak bakal ancem gak kasih jatah lagi? Bencana banget inimah kalau sampai kamu ngancem gitu lagi." Ages dengan wajah memelas mencoba membujuk kina untuk berhenti mengatakan hal seperti itu.
Niken benar-benar sangat kesulitan untuk mengontrol dirinya, ia hampir saja tertawa kelepasan karena melihat sosok Ages yang begitu dingin itu ternyata sangat manja dan juga takut kepada Kina. Siapapun yang pernah dihukum oleh Ages past akan senang melihat pertunjukan ini.
"Kenapa kamu tertawa? Kamu menertawakan saya yah?" Tanya Ages dengan wajah kesal kearah Niken karena sejak tadi ia sudah beberapa kali menangkap ekspresi mengejek dari Niken yang selalu saja menahan tawa dan jelas ia sedang menertawakan dirinya.
Deg
Jantung Niken benar-benar sudah hampir copot karena tiba-tiba saja Ages bertanya dengan ekspresi yang datar kearahnya. Jelas laki-laki itu sedang mencoba untuk menginterogasi Niken yang sedang ketakutan karena tertangkap basah sudah menertawakan bossnya itu.
Ages berjalan pelan kearah Niken dan asisten pribadinya itu benar-benar gemetar takut namun lagi dan lagi ia selamat karena Kina.
"Mas! Mas lupa yah baru aja janji tadi?" Tanya Kina dengan wajah mengancamnya.
Ages langsung berbalik dan menghampiri Kina yang hendak bangkit dari kursi itu.
"Hehehe gak lupa dong sayangkuu, hati-hati sayang!" Ages membantu Kina bangkit dari kursinya.
"Kita berangkat sekarang mas?" Tanya Kina perlahan dan Ages mengangguk lagi.
Mereka merencanakan untuk mencari baju yang akan mereka kenakan di acara pernikahan Akmal juga Afri nantinya. Kina sudah mengatakan untuk tidak usah membeli lagi karena masih ada beberapa baju yang tidak ia kenakan dirumah.
Namun karena Ages benar-benar keras kepala hingga kina akhirnya menurut saja mengikuti perintah Suami nya itu. Mereka merencanakan untuk pergi ke butik mencari baju pesta untuk cocok untuk mereka kenakan nantinya.
"Kami harus pergi ke butik hari ini karena besok adalah acara pernikahan orang yang penting bagi kami, jadi urusan kantor biar kamu yang urus yah. Dan memang sebenarnya sudah tidak ada hal mendesak untuk di urus. Kamu juga bisa pulang cepat hari ini,"ucap Ages kepada Niken dengan nada sebiasa mungkin karena Kina memperhatikan nya. Gadis itu sangat ingin Ages bersikap baik kepada semua orang dan bukan hanya kepada nya saja.
"Baik pak terima kasih pak, semoga lancar."
Niken menunduk dan hendak berlalu namun ia terhenti saat kina memanggilnya pelan "Niken,"ucap kina hingga ia berbalik kearah Kina.
"I,,iya buk!"
"Terima kasih untuk hari ini yah, besok ketemu lagi ehh gak bisa yah. Yaudah sampai ketemu lagi yah."
Niken tersenyum pelan dan mengangguk kearah Kina "Saya yang seharusnya berterima kasih buk. Sampai jumpa lagi buk. Saya pamit,"ucap Niken menunduk dan berlalu meninggalkan ruangan.
Ages tersenyum kearah Kina yang tersenyum kearah pintu, istrinya benar-benar terlihat sangat bahagia karena bisa dekat dengan Niken.
"Kamu terlihat sangat menyukai nya sayang? Apa kamu benar-benar serius ingin berteman dengan Niken?"tanya Ages dengan lembut sembari mengelus pelan surai hitam istrinya.
"Aku serius mas, entah kenapa melihat Niken aku seperti melihat diriku sendiri. Dia begitu membuat ku merasa damai," ucap Kina dengan senyuman lagi.
"CK, bahkan saat membicarakan Niken saja aku cemburu sayang. Jangan mengatakan menyukai seseorang dihadapan ku bahkan itu Niken sekalipun, aku sungguh tidak bisa menanggung rasa cemburu." Cemberut Ages dengan bibir manyun ke depan.
Kina benar-benar tidak bisa menahan tawanya karena melihat kelakuan suaminya itu, bagaimana bisa ia cemburu hanya karena Niken seorang gadis saja bahkan bukan seorang pria. Benar-benar laki-laki yang Lucu bukan?.
"Tidak mungkin mas cemburu hanya karena hal itu, kekanakan sekali ah." Sindir Kina lagi.
Setelah segala pekerjaan Sud selesai dan Ages memang sudah memberikan amanah kepada Niken untuk mengurus segala sisa pekerjaan di kantor. Kini Ages dan Kina berjalan perlahan menuju parkiran untuk masuk ke dalam mobil.
"Pelan-pelan sayang, bagaimana kalau mas gendong Kamu saja?" Tanya Ages dengan pelan sembari melirik khawatir kearah Kina.
Gadis itu tersenyum dan menggeleng sembari menggenggam erat tangan suaminya. Jujur saja memang terasa sulit dan semakin berat bagi Kina namun ia menikmati semua proses ini karena ada Ages disampingnya dengan penuh perhatian.
__ADS_1
"Huh,,,huh,,," kina benar-benar hampir kehabisan nafas karena merasa lelah berjalan dari lantai atas menuju mobil. Saat sampai di dalam mobil ia meraup banyak sekali udara hingga Ages dibuat kelimpungan.
"Sayang kamu baik-baik saja? Apa perlu kita panggil dokter?" Khawatir Ages memegang tangan Kina dengan erat.
"Aku baik-baik saja mas, aku hanya kelelahan saja tadi. Dan semua rasa lelahku hilang karena mas ada disini dengan ku, terima kasih banyak mas."
Ages langsung mengangguk dan mendekat kearah Kina mencium kening istrinya itu. Momen berdua seperti ini benar-benar momen yang paling Ages sukai karena mereka benar-benar terlihat sangat romantis saat sedang berdua dan saling menatap dengan penuh cinta.
"Baiklah sayang sekarang kita berangkat ke butik yah, besok kita harus terlihat sempurna di pernikahan Akmal juga Afri."
Kina tersenyum mengangguk dan memegang tangan Ages yang kini sibuk menyetir dengan sebelah tangan yang menganggur itu.
Sementara kini Niken benar-benar sudah selesai mengerjakan seluruh pekerjaan yang tersisa dikantor, seperti yang sudah diamanahkan oleh Ages tadi setelah segala pekerjaan selesai ia boleh pulang lebih awal hari ini.
Ia tersenyum melihat kearah pintu ruangan Ages, jangan salah faham dulu ia tersenyum hanya karena mengingat pasangan itu. Kina sungguh sangat baik dan berhasil mengendalikan seorang Ages. Laki-laki yang sudah hampir lama menjadi bossnya itu benar-benar berubah sangat banyak karena Kina.
"Semoga mereka selalu berbahagia dan aku harap calon bayi mereka lahir dengan keadaan yang sehat." Niken tersenyum kemudian berlalu meninggalkan kantor.
"Yeyyy akhirnya sampai juga sayang, saatnya kita akan memilih beberapa pakaian."
Ages membukakan pintu untuk Kina dengan terburu-buru karena melihat Kina yang hendak membuka untuk nya sendiri. Walaupun berkali-kali Ages mengatakan kepada nya untuk diam saja menunggu pergerakan dari Ages namun tetap saja Kina selalu ingin melakukan nya sendiri.
"Padahal aku bisa sendiri kok mas,"gumam Kina menghela nafas karena Ages benar-benar sangat sigap dan tidak memberikan ia kesempatan untuk bergerak lebih.
"Silahkan masuk pak dan ruangan sudah kami siapkan,"ucap salah seorang pelayan disana.
Ages dan kina sudah sangat sering datang kesini ditambah lagi saat berkunjung selalu saja membeli banyak sekali barang dari butik itu. Bahkan mereka juga sudah menyewa sebuah ruangan disana yang hanya boleh digunakan oleh mereka untuk mencoba beberapa pakaian dan sebagainya. Karena Ages adalah klien VVIP disana maka mereka benar-benar mendapatkan banyak sekali perlakuan istimewa.
"Kita ke ruangan saja sayang, nanti para pelayan akan membawakan beberapa pakaian untuk dipilih."
Tentu saja Kina melakukan hal itu untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu Ages kembali boros dengan berbelanja banyak sekali barang untuk Kina, gadis itu selalu saja berdoa setiap memasuki butik Ages tidak akan menghamburkan uang.
"Kamu tenang saja sayang, ayo mas bantu ke ruangan khusus kita."
Kina menatap curiga karena jawaban Ages benar-benar samar. Apakah ia setuju untuk tidak boros atau tidak sama sekali tidak jelas.
"Sepertinya kita harus berhenti untuk menyewa ruangan ini mas, bukankah ada ruangan khusus ganti disana. Kenapa harus repot-repot menyewa ruangan besar ini hanya untuk kita berdua saja. Membuang-buang uang bukanlah kebiasaan yang baik mas,"ucap Kina dengan lembut mencoba untuk menyadarkan suaminya itu walaupun saat ini sedang banyak uang tidak seharusnya ia berfoya-foya begitu.
"Tenanglah istriku sayang, mas menyewa ini untuk kenyamanan mu. Apapun itu dan seberapa banyak pun uang yang akan mas habiskan tidak akan terasa kalau itu untuk mu sayang, jadi jangan pikirkan hal yang tidak seharusnya kamu pikirkan. Mas benar-benar sangat ingin membahagiakan mu cintaku."
Ages berjongkok dihadapan Kina yang duduk disofa sembari memegang tangan istrinya begitu erat. Ages mendekat dan mengecup tangan Kina sedikit lama hingga Kina hanya bisa diam saja menikmati momen itu, mendengar penuturan Ages kina hanya bisa diam saja karena itu memang kenyataannya. Ages sungguh bukan main-main effort nya saat mencoba membahagiakan Kina.
"Mas tidak boleh memaksakan apapun, karena bagaimanapun itu aku hanya mencintai mas bukan karena harta tapi karena itu adalah kamu mas."
Ages benar-benar tidak bisa membendung rasa haru karena mendengar itu, kina berkata jujur karena gadis itu sungguh tidak membutuhkan seluruh harta itu. Ia sangat sering menolak saat Ages mencoba memberikan kekayaan kepada nya bukankah itu adalah bukti bahwa kina sama sekali tidak mengharapkan harta dari Ages melainkan cinta dari suaminya itu.
Suara ketukan pintu terdengar dengan jelas pertanda beberapa pelayan yang akan mengantarkan beberapa pakaian sesuai dengan pesanan mereka tadi pagi.
"Silahkan mencoba pak, kalau ada hal yang diperlukan silahkan menghubungi dari telepon di dinding,"ucap pelayan itu menunduk hormat kemudian berlalu dan Ages dengan cepat mengunci pintu ruangan pribadi itu.
Kina kaget karena melihat banyak sekali pakaian ditahan Ages baik itu beberapa dress dan gaun juga setelan untuk Ages. Apakah kali ini suaminya benar-benar akan kembali mengeluarkan banyak uang?.
"Kenapa banyak sekali mas? Bukankah kita baru saja membeli banyak baju kesini?" Tanya Kina tidak percaya dengan keadaan ini.
"Kita tidak membeli semua ini sayang, mereka memberikan ini untuk memberikan kita pilihan setelah mencobanya."
__ADS_1
Kina mengangguk mengerti dengan penjelasan Ages, hatinya kembali damai dan mencoba untuk bangkit dengan susah payah.
"Sayang hati-hati, apa tidak lebih baik kamu mencoba nya dengan duduk saja?" Tanya Ages mendekat kearah Kina yang hendak berjalan kearah nya.
"Aku malah lebih kesulitan saat mencobanya dengan keadaan duduk mas, aku baik-baik saja kok hanya sedikit berat saja hehehe.".
Ages tersenyum dan mendekat kearah Kina memberikan beberapa pilihan kepada istrinya itu, Kina mengambil sebuah dress berwarna cream dengan Payet yang berlimpah hingga terkesan begitu mewah sekali.
"Bagaimana menurut mas? Apakah ini terlihat bagus?" Tanya Kina memperlihatkan nya kearah Ages.
"Benar-benar cantik sayang sepertinya akan semakin cantik karena istriku yang akan mengenakan nya,"ucap Ages tersenyum pelan.
"Mas bisa aja ihh suka banget ngegombal, mas hadap sana gih aku mau cobain baju ini."
"Yah kan kamu bisa langsung ganti sayang, kenapa harus mas melihat kearah lain?"
"Kan malu ihh mas mesum banget sihh."
Ages hampir saja tertawa karena mendengar itu, bukankah istrinya sangat lucu karena mengatakan ia mesum jika melihat ia berganti pakaian saat ia sendiri sudah melihat seluruh tubuh istrinya berkali-kali.
"Padahal mas sudah seringkali melihat nya kenapa juga kamu harus malu sayang?" Tanya Ages dengan senyuman nakalnya.
"Mas ihh cepetan hadap sana, kalau gak mau aku gak kasih jatah yah!"
"I,,iya sayang mas udah hadap lain kok hehehe."Ages jelas akan sangat khawatir dengan ancaman seperti itu. Kina sendiri karena sudah menemukan kelemahan Ages kini semakin mudah mengendalikan laki-laki itu.
Perlahan kina mencoba untuk melepaskan pakaiannya namun ia kesulitan saat membuka resleting bajunya dari belakang. Sudah beberapa kali pun ia coba namun ia tetap saja ia kesulitan.
"Mas,"panggil Kina dengan terpaksa karena ia tidak akan bisa mencoba dress itu saat ia tidak bisa membuka bajunya.
"Iya sayang,"sahut Ages tidak berani melihat kearah kina karena takut gadis itu akan marah dan mengatakan ancaman keramat itu.
"Mas kesini sebentar dulu, aku kesulitan untuk membuka bajuku mas."
"Dengan senang hati sayangku hehehe." Ages dengan cepat mendekat kearah Kina karena gadis itu sendiri yang meminta untuk membukakan bajunya.
Kina melirik curiga kearah Ages dan memberikan tatapan seolah curiga "Mas janji dulu cuma bantuin buka baju aku, selebihnya mas gak boleh modus pegang sana pegang sini."
"Yahh, sepertinya kamu bisa membaca pikiran yah sayang. Bagaimana bisa kamu tahu isi pikiran ku?" Tanya Ages dengan kecewa.
"Mas janji dulu!"
"Hemmm iya sayang mas janji, jahat banget padahal belum juga modus."
Kina tersenyum senang karena melihat wajah Ages yang terlihat sangat kecewa itu. Jelas ia bisa tahu dengan jalan pikiran Ages karena laki-laki itu selalu saja mencari kesempatan untuk modus bermain dengan kina baik itu mencium ataupun melakukan sesuatu dengan tubuhnya.
Ages sendiri dengan berat hati membuka baju Kina dengan menahan dirinya, bagaimana bisa ia bertahan dengan tenang saat melihat tubuh bagian belakang Kina yang begitu menggoda imannya.
"Gawat, aku benar-benar celaka kini." Gumam Ages dengan pelan sembari mencoba menahan hasratnya.
...🌼To be continued 🌼...
Kasiannn banget yah ges kamu belum juga mulai udah dilarang aja. Kina Uda apall sama kemesuman kamuu hahaha.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys 🧀