
Akmal duduk didepan meja makan lengkap dengan tas kerja yang akan ia bawa ke kantor nanti, laki-laki itu menunggu kina selesai memasak sembari mengirim beberapa file keteman satu kantor nya karena mereka membutuhkan beberapa file itu.
Kina datang dengan beberapa jenis makanan kearah Akmal, laki-laki itu tersenyum kearah Kina begitu juga dengan Kina yang tersenyum kearah Akmal. Kalau diperhatikan dengan seksama mereka adalah gambaran masa depan yang sangat ingin kina inginkan selama ini.
Bagaimana bisa ia tidak mengatakan kalau itu adalah gambaran masa depan impian Kina, pagi-pagi ia melihat suasana rumah begitu rapi dan juga begitu hangat. Saat ia memasak tiba-tiba saja Akmal datang menemani bahkan hendak membantunya.
Setiap pagi ia bisa melihat senyuman hangat juga senyuman paling indah dari seorang Akmal. Andai saja Kina boleh mengatakan nya. Ia sangat ingin memiliki suami seperti Akmal, begitu perhatian dan juga pekerja keras. Lembut kepada wanita dan juga tidak pernah sekalipun Kina melihat Akmal mengeraskan suaranya kepada siapapun itu.
"Wahh masak nya banyak sekali, dan menunya juga berbeda dengan menu kemarin!"
Akmal begitu bersemangat karena masakan kina benar-benar tidak bisa ia ragukan lagi. Walaupun sebenarnya ia juga termasuk kedalam kategori pandai memasak juga masakan nya termasuk kedalam jenis makanan yang enak tetap.saja masakan Kina yang menjadi candu bagi lidahnya.
"Semoga kamu suka mal, aku baru coba sih buat soto udang ini. Kamu orang pertama yang coba menu baru ku ini heheh."
Kina tersenyum malu kearah Akmal, mereka benar-benar terlihat sangat serasi dan seolah bunga-bunga cinta sedang mengelilingi mereka. Namun,hal itu tidak pernah bertahan lama bagi Kina. Ia akan selalu sadar dan berhenti berharap saat melihat kenyataan dirinya yang sesungguhnya.
"Yaudah aku cobain yah menu baru kamu," ucap Akmal hendak mencicipi soto itu namun tiba-tiba ia berhenti saat mendengar ponselnya berbunyi.
Kina sempat melirik nama seorang gadis tertera di layar ponsel milik Akmal. Bohong kalau ia tidak kepo, namun ia semakin penasaran saat melihat ekspresi Akmal yang terlihat tidak suka lalu menutup layarnya seolah tidak perduli dengan panggilan itu.
Kina tidak ingin bertanya ahh maksudnya kina tidak berani bertanya, karena hal itu adalah privasi bagi Akmal. Laki-laki juga melakukan hal yang sama dengan nya, tidak bertanya sebelum Kina sendiri yang menawarkan diri.
"Wahh enak sekali! Kamu benar-benar berbakat dalam dunia kuliner na, makanan favorit aku udah berubah sekarang."
Kina tersenyum membuang rasa kepo tadi, lalu mencoba untuk kembali berbaur dengan Akmal yang juga bersikap seolah tidak ada yang terjadi.
"Emang sekarang makanan favorit kamu apa mal?" Tanya Kina perlahan.
__ADS_1
"Seluruh masakan yang kamu masak ehehh, jujur satupun makanan yang kamu masak gak ada yang gagal. Great," ucap Akmal dengan Sirat kejujuran diwajahnya.
Bagaimana mungkin tidak banyak gadis yang menyukai Akmal, laki-laki itu adalah gambaran laki-laki idaman banyak orang. Dia sangat pandai menjaga perasaan orang lain, mau memuji hal-hal kecil yang gak disadari banyak laki-laki pada umumnya. Terkadang kebahagiaan wanita begitu mudah untuk diciptakan karena mereka hanya membutuhkan kejujuran juga perhatian.
"Yaudah kalau kamu sesuka itu lanjut makan saja mal, sebentar lagi jam masuk kantor sudah mulai tenggat."
Akmal mengangguk lalu melanjutkan makannya, ia melihat sekilas kearah Kina yang juga makan.
Sebenarnya ia sangat ingin membahas masalah Ages kepada Kina, bagaimana laki-laki itu saat ini Akmal sangat ingin memberitahu kina kalau sampai saat ini Ages masih belum juga menyerah untuk mencari keberadaan nya. Namun, Akmal takut Kina akan merasa cemas dan ia kembali ke masa-masa dimana ia dipenuhi dengan ketakutan. Untuk membuat kina seceria dan terbuka seperti ini butuh perjuangan bagi Akmal.
"Kenapa kamu ngeliatin aku gitu banget mal? Ada yang salah dimuka aku?" Tanya Kina kebingungan karena sejak tadi Akmal melihat kearah nya.
Akmal langsung memalingkan wajahnya karena tertangkap basah "Iya na ada yang salah!"
"Ha?"
"Salah karena terlalu cantik hehehe."
"Paan sih mal ahh gak lucu hehehe." Kina tertawa pelan karena mendengar ucapan Akmal. Begitu juga dengan Akmal yang tertawa karena reaksi Kina yang terlihat sedikit malu-malu.
Mereka memang terbiasa berinteraksi seperti itu, Akmal hanya ingin terlihat santai dengan Kina. Dan memang cara itu sangat berhasil membuat Kina menjadi lebih santai dengan nya.
Panggilan itu kembali lagi hingga menghentikan aktivitas makan Akmal. Laki-laki itu tidak bergeming sama sekali, ia hanya terdiam melirik kearah ponselnya. Ingin rasanya kina bertanya namun kembali ia urungkan hal itu.
"Terima kasih atas hidangan berharga nya," ucap Akmal dengan lembut dan disambut oleh Kina dengan tawa.
Setelah makan Akmal akan menyelesaikan beberapa perlengkapan yang akan ia bawa lalu kemudian pamit menuju kantor.
__ADS_1
Ages sendiri kini sedang sibuk memandangi foto Kina bersama dengan laki-laki difoto itu. Berkali-kali pun ia melihat nya tetap saja ia tidak tahu siapa laki-laki itu.
"Andai saja aku tahu siapa brengsekk ini, sudah kujual seluruh organ tubuhnya."
Kesal Ages lalu meletakkan ponselnya dengan keras, namun selang beberapa menit laki-laki itu kembali meraih ponselnya lalu melihat foto yang sama. Ia melihat wajah Kina lebih dekat, gadis itu terlihat sangat bebas dengan laki-laki itu.
"Akhh aku benar-benar kesal, gadis ini jelas sedang berselingkuh dariku!"
Semakin Ages melihat foto itu semakin ia kesal tidak terungkap lagi. Ia mencoba untuk bodo amat tetap saja tidak berhasil karena ia malah dihantui dengan keadaan Kina saat sedang berselingkuh dengan laki-laki lain.
Suara ketukan terdengar dari luar ruangan milik Ages, dengan malas Ages menyuruh orang itu masuk dengan mata tidak berhenti memandangi ponsel yang sedang menunjukkan wajah kina dan laki-laki itu.
Pintu terbuka memperlihatkan Akmal yang datang dengan berkas di tangannya, benar-benar profesional sekali Akmal memasang wajah datar seperti biasanya. Laki-laki itu seolah tidak tahu masalah apa yang sedang dialami oleh Ages padahal sebenarnya ia lah yang menyembunyikan keberadaan kina.
Ages sendiri masih terlihat bodoh amat dengan kedatangan Akmal namun matanya tiba-tiba menangkap sesuatu ditangan Akmal. Gelang ditangannya terlihat sangat familiar sekali dalam ingatan Ages.
"Tunggu!" Batin Ages kemudian mengingat ingat nya. Dan ia tidak sengaja melihat gelang laki-laki di foto itu.
"Jangan bilang?" Gumam Ages kaget seolah tengah berhasil memecahkan masalah yang tengah ia hadapi itu.
Akmal terus berjalan kearah Ages sedangkan Ages melihat kearah Akmal dengan tatapan tidak percaya.
...🌼To be continued 🌼...
Hayooo pertemuan orang-orang ganteng nih guyss, yuhuuu pilih mana nih para pembaca? Ages apa Akmal nihhhh?.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys 🧀