
Ages sedang menunggu Kina disofa ruang tamu, setelah membantu Ages makan akhirnya kini giliran kina yang harus kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap-siap untuk ikut Ages ke kantor hari ini. Laki-laki itu tersenyum sendiri karena mengingat beberapa hari terakhir bersama dengan Kina. Benar-benar sangat mendebarkan dan juga menyenangkan apalagi saat saat dimana gadis itu sedang terlibat kesal namun masih saja terlihat sangat lucu Dimata Ages.
Belum lagi Ages juga sudah mendapatkan lampu hijau mengenai kemajuan dari hubungan mereka. Kina sudah menunjukkan kalau ia dan Ages sudah berbaikan apalagi Ages juga seolah sudah mendapatkan pengakuan cinta dari Kina, gadis itu mengatakan kalau ia benar-benar tidak bisa jauh dari Ages dan selalu saja berdebar jika berada disekitar laki-laki itu.
"Mas kenapa senyum sendiri?"bingung Kina yang sejak keluar dari kamar melihat Ages senyum sendiri bahkan sampai ia daya laki-laki itu juga tidak sadar sama sekali.
Ages kaget dan hendak melihat kearah Kina namun ia malah lebih kaget lagi dengan penampilan Kina yang begitu cantik, gadis itu hanya mengikat rambutnya dengan ikatan sederhana dan memakai bedak tipis dengan sedikit lipstik saja membuat Ages tidak bisa lagi berkutik dengan bibir yang terbuka lebar. Lalat yang lewat pasti dengan senang hati masuk ke dalam mulut Ages yang terbuka lebar itu.
"Mas!! Kenapa malah bengong gitu?" Kina menyentuh pelan bahu Ages hingga Ages kembali sadar.
"Ka,,kamu cantik banget sayang. Ma,,mas sampai tidak bisa berkata-kata lagi."gumam Ages dengan pelan.
Jelas kina yang mendengar itu merasa tersipu dan senang, siapapun akan Senang jika dipuji dan dikatakan cantik. Seluruh gadis di dunia juga menyukai hal itu bukan? Bahkan pipi kina hampir saja Semerah buah ceri.
"Mas apaan sih? Gombal nya udah basi."
Udah basi tapi jantung Kina sudah tidak aman karena mendengar gombalan itu, padahal sebenarnya Ages berkata yang sebenarnya.
Ages tersenyum namun senyuman itu luntur saat melihat dress yang dikenakan oleh Kina ternyata sangat pendek hingga berada diatas pahanya. Jelas hal itu sangat menganggu Ages karena ia tidak ingin orang-orang melihat paha putih dan mulus milik istrinya, itu adalah aset berharga baginya dan hal yang tidak bisa ia bagi dengan orang-orang diluar sana.
"Kenapa bajumu begitu pendek sayang? Lebih baik ganti itu sekarang."
Ages jelas tidak akan mengijinkan Kina untuk memakai baju itu. Benar-benar mengganggu nya karena membayangkan laki-laki hidung belang diluar sana melirik dan menikmati itu secara cuma-cuma membuat Ages merasa geram.
"Ini adalah satu-satunya baju yang sopan dilemari mas, selebihnya sangat mengerikan. Mas tahu sendiri bukan? Dan mas sendiri yang memberikan baju ini kepada ku. Aku juga sedikit kurang nyaman memakai baju ini."
Deg
Jleb banget saat mendengar itu dari Kina, Ages yang sebenarnya salah disini. Ia dahulu sempat membuat Kina begitu murahan dengan membawa gadis itu ke kantor dengan pakaian yang sangat terbuka. Entah untuk apa ia melakukan hal gila itu, dan sudah sangat jelas ia tidak memiliki hak untuk berkomentar dengan pakaian Kina saat gadis itu sendiri merasa tidak nyaman dengan itu.
Ages kemudian meminta kina untuk membuka jasnya dan meminta Kina untuk mengikat nya dipinggang Kina sendiri karena tangannya sedang sakit saat ini. Ia benar-benar merasa bersalah dan kembali lagi diliputi dengan perasaan yang sangat menyesal.
Kina bisa menyadari hal itu, apalagi saat melihat wajah Ages yang tiba-tiba saja berubah sendu. Memang Ages tidak mengatakan secara gamblang kalau ia benar-benar menyesal namun Kina bisa melihat dan merasakan hal itu.
"Bagaimana kalau kita berangkat sekarang mas? Kita sudah sangat terlambat."
Kina menarik Ages berjalan menuju mobil dan Ages masih saja diam bahkan sampai di dalam mobil saja laki-laki itu masih saja diam disamping Kina. Sedangkan bapak yang menyetir didepan juga diam namun terlihat ia juga sedikit kebingungan dengan suasana lagi ini.
"Oh iya den, jam berapa saya harus menjemput ke kantor nanti?" Tanya bapak itu mencoba untuk memecahkan keheningan.
Bayangkan saja seluruh manusia di dalam mobil itu terdiam dan rasanya sangat sepi, bapak itu merasa tidak nyaman jika harus diliputi rasa sepi itu.
"Ahh jam 5 sore saja pak,"ucap Ages dengan cepat.
Kini mata laki-laki itu tidak sengaja tertuju dengan paha Kina yang masih saja terlihat bahkan saat sudah diikat dengan jas miliknya.
"Khem," dehem Ages merasa tidak nyaman dan menjauhkan pandangan nya kearah lain.
"Apa mas mau minum?" Tanya Kina mengambil sebotol air dari pocket mobil.
Ages yang tidak tahu harus mengatakan apa dan masih saja menghindari dari melihat kearah paha mulus kina mengangguk dan menerima minuman yang sudah dibuka oleh gadis itu.
Bahkan sampai di kantor Ages masih saja merasa panas dingin dengan dirinya sendiri. Kina sepertinya tidak sadar bahwa ia sangat menggoda hingga kini perasaan Ages benar-benar tidak karuan karena gadis itu.
"Tetap disamping mas sayang,"ucap Ages memegang tangan Kina dan menautkan jari-jari mereka hingga gadis itu kaget melihat kearahnya.
"Ba,, Bagaimana kalau ada yang lihat mas?" Takut Kina mencoba melepaskan tangannya.
__ADS_1
Ages jelas tidak akan membiarkan tangan itu terlepas begitu saja. Kenapa juga ia harus takut jika ada yang melihat, ia sedang memegang tangan istri nya apakah salah?.
"Kenapa memangnya sayang? Mas kan hanya memegang tangan mu yang merupakan istri ku. Apa ada yang salah dengan itu?" Tanya Ages dan kina menggeleng dengan pelan.
Sedikit senyuman terbit disudut bibir Kina, karena gadis itu juga sebenarnya senang saat bergandengan tangan seperti itu. Ia benar-benar tidak bisa membendung rasa haru dan bahagia itu.
Mereka berpegangan tangan sampai di depan ruangan Ages dan sepanjang jalan mereka dipandangi oleh orang-orang dikantor dengan tatapan yang sangat tidak biasa. Mereka jelas kaget saat melihat Ages sedang bersama seorang gadis dan begitu mesra.
Kina merasa panas dingin karena mendapatkan pandangan itu, ia sebenarnya tidak merasa takut hanya saja ia merasa tidak nyaman menjadi pusat perhatian disana.
"Mas kenapa mereka semua melihat kita seperti itu? A,,aku benar-benar tidak terbiasa mendapatkan perhatian sebanyak ini mas. Mereka benar-benar melihat kita begitu lama,"ucap Kina berbisik saat mereka sedang berjalan pelan.
Ages mendekat kearah Kina dan membalas dengan bisikan pula "Mereka tidak bisa berkedip karena melihat kecantikan mu sayang, sebaiknya kita secepatnya masuk ke dalam karena aku tidak mau membagi kecantikan mu untuk orang lain."
Deg
Benar-benar membuat kina tidak bisa untuk tetap tenang, Ages tidak sadar kata-kata itu bisa membuat kina jantungan karena tersipu malu juga terbawa perasaan.
"Mas ihh gombal melulu."
Saat mereka hendak masuk ke dalam ruangan Ages seorang perempuan datang kearahnya membawa beberapa berkas juga sebuah tablet yang sering dipegang oleh gadis itu.
" Selamat pagi pak, mengenai rapat tadi sa..."
Ages seketika menghentikan ucapan asisten pribadi nya dengan kode di tangannya. Hingga gadis itu terdiam dan mengangguk dengan cepat.
"Saat saya memberitahu mu untuk masuk barulah kamu masuk yah!"
Ages membawa kina masuk ke dalam ruangan nya meninggalkan asisten pribadi nya diluar dengan patuh mengangguk mengiyakan ucapan Ages.
Kina hanya diam saja mengikuti Ages dan mengikuti instruksi laki-laki saat menyuruhnya untuk duduk disofa tepat disamping Ages.
"Permisi pak!"
Asisten pribadi nya masuk ke dalam ruangan Ages dan memberikan beberapa berkas kearah laki-laki itu.
"Ini adalah berkas yang dikirim dari perusahaan IT di Kanada pak, mereka mengajukan untuk melakukan perbandingan dengan produk baru kita. Bagaimana menurut bapak?"
Kina hanya diam saja melihat kearah Ages yang saya ini sedang dalam mode serius itu, ia benar-benar sangat terlihat luar biasa dan juga keren saat ini. Ahh walaupun sebenarnya setiap saya Ages benar-benar terlihat sangat keren.
Gadis itu tidak bisa mengalihkan pandangannya dari arah Ages apalagi saya ia sedang sibuk berbicara dengan asisten pribadi nya. Ia terlihat sangat profesional hingga Kina tidak bisa berhenti untuk memandangi nya dengan kagum.
"Baiklah pak, akan segera saya siapkan secepatnya berkas susulan untuk dikirim kesana."
"Bagus, saya tunggu secepatnya yah!"
"Oh iya pak mengenai rapat tadi, saya sudah merekap seluruh materinya. Karena bapak ti,,"
"Khem. Lebih baik kirim langsung saja ke email saya, nanti saya periksa dan memberikan detail nya kepada mu."
Ages dengan cepat memotong ucapan asisten pribadi nya karena ia sempat berbohong kepada Kina bahwasanya rapat dibatalkan padahal sebenarnya Ages yang membatalkan seorang diri dan meminta asisten pribadi nya untuk menggantikan nya.
"Ba,,baik pak."
Tiba-tiba saja seorang pegawai datang dengan sebuah kardus yang berukuran sedang ke dalam ruangan Ages setelah mendapat instruksi untuk masuk.
"Ini adalah produk dari mereka pak, masih dalam bentuk mentahan dan belum dirakit sama sekali."
__ADS_1
"Letakkan saja disitu, nanti akan saya usahakan untuk merakit nya sendiri."
"Tapi tangan bapak terlihat sedang tidak baik-baik saja saat ini, bagaimana kalau kami membantu bapak untuk merakit nya?" Tanya mereka secara bersamaan.
Kina benar-benar salut dengan pegawai Ages yang tidak hanya kompeten dalam bekerja namun mereka juga sangat berdedikasi untuk mengajukan diri untuk membantu Ages.
"Benar-benar menakjubkan, apakah dunia kerja memang seperti ini?" Batin Kina.
Ages seketika mendapatkan ide desain barang yang baru saja datang itu, ia melirik kearah Kina dengan pelan dan seketika ia tersenyum pelan.
"Tidak usah, bukankah kamu seharusnya menyiapkan berkas tadi secepatnya dan kamu bukankah sebentar lagi akan melakukan pengiriman ke Andalusia? Lebih baik kalian secepatnya menyelesaikan tugas kalian. Masalah ini biar aku saja yang menyelesaikan nya."
"Baik pak! Kalau begitu kami permisi pak,"ucap mereka dengan pelan.
Namun saat mereka hendak keluar asisten pribadi milik Ages kembali datang menghampiri kina juga Ages.
"Mohon maaf pak, apa yang seharusnya kami sediakan untuk minuman juga cemilan?" Tanya asisten pribadi Ages sembari tersenyum kearah Kina juga Ages dengan wajah ramahnya.
Ia sama sekali tidak bertanya mengenai Kina, siapa gadis itu dan kenapa ia berada disana dengan Ages. Dan malah sebaliknya ia bersikap sopan mengajukan diri untuk bertanya apa yang mereka inginkan untuk minuman dan cemilan.
"Kamu mau apa sayang?" Tanya Ages dengan pelan kearah Kina.
Gadis itu seketika merasa Kikuk karena dilihat oleh asisten pribadi itu begitu juga dengan Ages.
"A,,apa saja mas."
Ages tahu kalau saat ini Kina sebenarnya sedang nervous karena ia belum terbiasa di kantor itu. Ages yang salah karena tidak memperkenalkan Kina dengan baik disana.
"Bawa saja beberapa jenis makanan kesini dan untuk teh tolong buat teh kamomile."
Asisten pribadi itu seketika mengangguk tersenyum kearah mereka dan berlalu meninggalkan Ages juga Kina.
Kina benar-benar salut dengan gadis itu, ia benar-benar tidak hanya cantik saja namun begitu sopan dan juga perhatian.
"Asisten pribadi mas benar-benar Sangat baik dan ramah yah mas? Tidak hanya cantik namun ia juga memiliki hati yang hangat." Kina mengatakan hal itu kepada Ages namun laki-laki itu terlihat tidak perduli.
Ages malah sibuk mengetik sesuatu diponsel nya, dan ternyata ia sedang sibuk mengirim beberapa surel ke berbagai relasi mereka.
"Akhirnya selesai dikirim, tadi kamu ngomong apa sayang? Mas tidak mendengar nya."
Ages melihat kearah Ages dan gadis itu hendak mengulangi kata-katanya namun karena Ages terlihat tidak perduli langsung menggeleng dan tidak jadi untuk membahas itu lagi.
"Mas tidak bermaksud untuk mengabaikan mu tadi sayang, mas minta maaf yah karena saat kamu sedang berbicara tadi mas malah sibuk mengirim proyek kesana kemari."
Kina dengan cepat menggeleng karena ia tahu Ages sama sekali tidak bermaksud begitu, malah Kina yang merasa bersalah menganggu pekerjaan Ages. Seharusnya ia tidak ikut agar Ages lebih leluasa bekerja.
"Mas tidak usah merasa tidak enak begitu, seharusnya aku yang meminta maaf mas karena aku mas jadi tidak bisa fokus bekerja. Mas lanjutkan saja bekerja dan aku hanya akan menemani mas disini saja."
"Kamu sama sekali tidak menggangu sayang, mas senang kamu ikut kesini dan membuat mas jadi semangat untuk bekerja. Hanya saja mas beritahu kami sedikit saja, maaf jika sewaktu-waktu mas diam bukan karena mas tidak perduli namun mungkin saja mas ada sedikit bekerja sayang."
Kina dengan senyuman hangatnya mengangguk kearah Ages, laki-laki itu jelas terlihat sangat tidak enak kepada Kina takut gadis itu merasa diabaikan padahal sebenarnya Kina yang merasa bersalah sudah membuat Ages merasa tidak nyaman.
...🌼To be continued 🌼...
Hayooo Ages kamu ngerencanain apa tuh sama kina? Jangan bilang kamu niat caper sama modus lagi. Ngomong langsung pengen ini itu aja apa susahnya sih ges? Ini musti modus dulu jadi laki kok gak jantan banget kamu. Gak malu apa? Udah mau jadi bapack loh kamu tuh.
"Heh author yang terhormat. Yang buat gua jadi Cemen dimari kan elu Thor. Apaan sih?"
__ADS_1
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀