
Sudah seminggu sejak Ages berpura-pura sakit, benar-benar sangat ahli dalam berpura-pura dan juga berlakon dihadapan Kina. Gadis itu sama sekali tidak curiga dengan sikap Ages itu, dalam penglihatannya Ages benar-benar sedang sakit. Bukankah sangat aneh jika Ages masih sakit selama seminggu padahal kan luka di tangan nya saja sudah mulai mengering.
Kina memang lebih memilih untuk tidak mencurigai Ages atau semacamnya, ia hanya sibuk dan fokus untuk mengurus laki-laki itu tanpa melakukan kekurangan apapun tentunya dengan harapan agar Ages tidak marah dan juga menghukumnya.
Namun, saat berurusan dengan laki-laki yang sedang sakit itu adalah saat paling menyebalkan bagi Kina. Ia benar-benar tidak bisa lagi menahan kekesalannya kepada Ages. Awalnya ia mengira sikap kasar dan kurangajar Ages adalah sikap paling menyebalkan dalam diri laki-laki itu, ternyata menghadapi sikap Ages yang sedang sakit adalah bencana paling besar dan Kina benar-benar sedang mendapatkan ujian yang sangat besar.
Bagaimana tidak? Agnes benar-benar sangat aneh saat sedang sakit. Ia bersikap manja dan tidak terkendali, memiliki banyak sekali permintaan dan bahkan meminta hal-hal aneh yang diluar batas kesabaran Kina.
Seperti saat itu, dua hari yang lalu Ages meminta Kina untuk memandikan ia yang mengaku tidak berdaya..jelas Kina tidak akan bersedia, Ages bersikeras dan hampir saja membuat kina menurut karena takut laki-laki itu marah namun untungnya ia berhasil lolos dengan berbagai alasan yang ia lontarkan kepada Ages.
Tidak hanya sampai disana, kemarin malam Ages bahkan meminta kina untuk tidur bersama dengan dirinya diatas ranjang dengan alasan ia merasa kedinginan, mungkin jika Kina ikut mengisi ranjang maka akan terasa sedikit hangat. Bukankah laki-laki itu benar-benar semakin tidak waras? Bagaimana bisa dia mengatakan hal tidak masuk akal seperti itu kepada kina.
Kina benar-benar dibuat lelah karena meladeninya, Ages sudah mulai terganggu otaknya. Apakah ada yang terjadi saat ia terluka hari itu? Sudah seminggu tidak ada tanda-tanda Ages akan sembuh dari sikap anehnya. Kina takut itu akan bersikap permanen.
"Huh! Bagaimana caraku mengobati kegilaan mas Ages ini? Akhh semakin lama ia semakin menjadi-jadi kegilaan nya," gumam kina mendengus kesal.
Gadis itu tengah sibuk menunggu omelette buatan nya matang sempurna, nasi goreng sudah ia hidangkan diatas meja makan lengkap dengan beberapa lauk pauk pendamping.
"Semoga saja hari ini mas Ages tidak meminta hal-hal aneh lagi, aku benar-benar tidak sanggup menghadapi sikapnya."
Kina memindahkan telur itu keatas piring bercorak halus itu, ia benar-benar telah menyelesaikan kegiatan memasaknya di dapur. Ia menghidangkan seluruh masakan nya diatas meja makan.
Pintu kamar dibuka perlahan oleh kina dan mendapati Ages yang sudah terduduk disana sembari menyiapkan beberapa berkasnya. Yah! Karena masih sakit ia bekerja dirumah saja, benar-benar gila bukan? Ages sampai sejauh ini berpura-pura hanya demi mencari perhatian Kina saja. Ia rela bekerja dirumah hanya karena ingin kina terus saja memperhatikan nya.
"Mas masih sibuk yah? Apa aku bawa saja makanan itu kesini?" Tanya Kina pelan.
Ages dengan cepat menutup semua berkasnya lalu menggeleng kearah kina "S,,sudah selesai kok! Kita makan ke bawah saja, aku juga bosan dikamar terus," ucap Ages hingga Kina sedikit terperangah dengan tingkah Ages.
Jangan kaget dan heran, memang semenjak ia sakit nada bicaranya benar-benar berbeda kepada kina. Ia berbicara sangat lembut kepada kina seolah mereka Akrab saja, awalnya kina merasa risih namun kini gadis itu sudah mulai terbiasa.
__ADS_1
"Bukankah tadi mas sedang sibuk bekerja? Lebih baik mas makan disini saja!"
"Kita kebawah saja yah, kamu gak mau bantuin aku kebawah?" Tanya Ages dengan pelan sembari sedikit cemberut.
Kina mengeryit mendengar pertanyaan Ages itu, mana make nada manjah mania lagi.
"Yasudah kita makan ke bawah deh mas, mas sebenarnya berat loh tapi yasudah lah dari pada nanti ngambek gak jelas," ucap kina sedikit menyindir.
Sudah terbiasa kini, gadis itu karena terlalu lelah menghadapi Ages terkadang ia sampai lupa batasan dan sudah mulai melawan kepada Ages dan bahkan ia tidak segan untuk menyindir nya.
Ages juga tidak pernah marah lagi kepada kina, ia malah tersenyum bahkan terkadang tertawa karena melihat kina yang setengah mati menahan kesal karena segala perubahan sikapnya. Ia menikmati setiap momen dengan kina akhir-akhir ini, baik saat sedang menyusahkan gadis itu dan kina hampir selalu mengeluh karena nya.
Dengan pelan kina mendekat kearah Ages dan membantu laki-laki itu untuk bangkit, ini hal yang ditunggu oleh Ages. Ia sangat menyukai saat kina harus membantu nya bangkit tentu saja gadis itu akan memeluk pinggangnya untuk membantu dirinya bangkit.
"Mas benar-benar berat tau! Badan aku yang kecil ini susah banget ngangkat mas ihh."
Kina berdumal pelan di samping Ages, ia benar-benar kesulitan untuk membantu Ages bangkit. Ages jelas tidak bisa menahan tawa karena wajah kesal kina benar-benar jelas di depan wajahnya.
Kina langsung gelagapan, karena terlalu kesal ia tidak sadar sedang menyindir Ages didepannya"Bukan gitu mas, kalau mas gak makan kapan sembuhnya ini?"
Kini Kina dan Ages sudah berjalan meninggalkan kamar dan sedang menuruni tangga menuju meja makan, Ages benar-benar sangat ingin waktu terhenti saat ini. Kina sedang berada di dekatnya kini, memeluknya dari belakang mencoba membantunya berjalan.
Kina sendiri hanya fokus melihat meja makan yang sudah mulai dekat itu, benar-benar kesulitan menuntun Ages menuju meja makan itu.
"Akhh akhirnya sampai juga," ucap kina membantu Ages duduk diatas kursi.
Saat sedang berbalik berjalan menuju kursinya Ages menahan tangan kina lalu menariknya mendekat hingga gadis itu kaget bukan main. Jarak diantara mereka benar-benar sangat tipis hingga jantung Ages terasa tidak terkendali lagi.
"Keringatmu banyak sekali, apa sesulit itu membantuku turun?" Tanya Ages dengan lembut.
__ADS_1
Kina mengeryit apalagi saat Ages dengan lembut mengusap peluh di wajah Kina dengan tissue dimeja makan itu.
Dengan cepat Kina mundur dan menjauh dari Ages, laki-laki itu benar-benar sangat suka sekali mengagetkan nya dan membuat ia terlihat sangat bodoh.
"Mas apaan sih? Kalau sudah tahu sesulit itu kenapa masih ngotot turun?"
Kina duduk didepan meja makan dan mulai menyendokkan nasi goreng dan juga omelette diatas piring milik Ages. Laki-laki itu hanya tersenyum saja mendengar kekesalan Kina.
"Wahh banyak sekali makanan yang kamu masak, " ucap Ages terlihat Senang melihat beberapa jenis masakan kina.
"Semoga saja mas suka,sejak tadi aku memasak semua ini."
Ages tersenyum senang mendengar itu tu, ia bahagia karena kina benar-benar sangat perduli dengan nya. Ia bahkan Sibuk menyiapkan makanan untuk Ages dan merawat laki-laki itu dengan baik.
Ages menyendok satu sendok nasi goreng itu beserta dengan telur dadar buatan kina.
Gadis itu terdiam menunggu reaksi Ages, awas saja kalau sampai laki-laki itu berkata ada yang kurang dalam masakan Kina dan mencari kesempatan lagi di dalam situasi itu.
"Bagaimana mas?" Tanya Kina perlahan dan Ages benar-benar suka melihat wajah gadis itu.
"Sangat enak, wahh kamu ternyata berbakat dalam memasak yah."
Deg,
Kina benar-benar terdiam dan senyuman di bibirnya luntur seketika, mendengar pujian Ages benar-benar membuat Kina terdiam mematung.
...🌼To be continued 🌼...
Hayo hayooo ada samting nih kayaknya. Ages udah mulai berubah nih gaesaaaa.
__ADS_1
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀