Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
pleaseee


__ADS_3

skip aja yah guyss bagian ini. soalnya ini cuma draft aku, setiap kali buat draft malah ilang kalau disini. jadi harus di publish dulu biar gak ilang.


skip aja yah. soalnya ini gak ada hubungannya sama cerita Ages sama kina. palingan juga bertahan beberapa hari abis itu bakal aku apus kok.


     Fida dan Radi memang sahabat yang selalu ada untuk zely, meskipun keadaan mereka sangat berbeda tetap saja mereka sangat erat hubungannya. Seperti saat ini gadis itu tengah terpuruk dan dirundung masalah mereka benar-benar ada untuknya tidak perduli seberapa sibuk kehidupan pekerjaan mereka.


Fida dan Radi adalah dokter yang sudah sukses diusia muda dan memang mereka sudah disokong oleh keluarga sedari kecil. Sejak kecil mereka berdua sudah sangat bahagia dengan keluarga yang sangat harmonis dan juga lengkap serta mapan, oh iya mereka berdua adalah tetangga sejak kecil dan memang kondisi keuangan mereka berdua juga sama-sama hebatnya.


Mereka tidak pernah kekurangan uang dan juga perhatian sedikitpun DS keluarga dan orang-orang terdekat, segala keinginan mereka dengan sangat mudah untuk didapatkan dan juga tidak perlu adanya kerja keras.


Jelas saja mereka sangat berbeda dengan Zely yang sejak kelahirannya ia sudah sangat menderita ah atau bisa disebut bahkan saat dikandungan saja ia sudah seringkali hampir dibunuh baik itu ibunya mencoba untuk mengugurkan nya berkali-kali namun ia tetap bertahan dan lahir ke dunia ini.


Ternyata penderitaan itu tidak hanya saat ia dikandungan saja, karena memang dasarnya Zely adalah anak yang tidak diinginkan karena berasal dari hubungan yang tidak sehat Zely lahir dan besar dengan penuh penderitaan.


Apakah ada hal yang lebih menyakitkan saat ibumu tidak menginginkan kehadiran mu dan selalu saja menyalahkan mu atas segala kehancuran yang ada dihidupnya? Zely setiap hari harus mendengarkan ocehan sang ibu yang menginginkan ia untuk mati dan menghilang dari dunia ini. Ia dikatain dan bahkan selalu saja disebut sebagai anak pembawa kesialan.


Zely mencoba menahan itu semua, ia mencoba untuk menjadi gadis yang kuat saat sebenarnya ia adalah seorang gadis yang sangat rapuh. Ia berusaha keras untuk mencari kehidupan yang kayak baik itu bekerja sedari muda untuk bisa bersekolah dan melanjutkan pendidikan nya. Tidak ada yang bisa ia harapkan dari ibunya bahkan kasih sayang saja ia sama sekali tidak pernah mendapatkan nya apalagi harus mendapatkan pendidikan layak.


Bukankah Zely sangat hebat hingga kini sudah menjadi seorang sarjana dengan jerih payahnya sendiri. Mungkin banyak yang bisa seperti Zely namun kalian berbeda dengan Zely sebab gadis itu tidak hanya membiayai dirinya sendiri. Sebab ia harus mencari nafkah untuk pendidikan dan juga kebutuhan nya ditambah lagi ia harus membayar segala hutang ibunya yang jumlahnya setiap hari bertambah sangat banyak.


Zely bisa saja menolak untuk membayar itu namun ibunya benar-benar sudah kehilangan akal seperti nya, saat Zely sudah lelah dan enggan untuk membayar nya maka ibunya akan berulah dengan keluar bersama laki-laki hidung belang tentu saja untuk mencari uang dan membeli beberapa barang yang ia inginkan.


Zely sangat lelah saat ibunya melakukan hal itu karena para tetangga akan bergunjing dan menghinanya habis-habisan, kalau saja yang dihina adalah ibunya maka ia akan baik-baik saja namun kenapa malah ia yang kena batunya? Zely disangkutpautkan dengan kelahiran nya yang tidak memiliki seorang ayah.


"Yakin cuma karena ku berantem sama nyokap? Kok kali ini rasanya beda yah? Kayak ada yang lebih lagi?" Tanya Radi dengan wajah curiga kearah Zely.


Fida mengangguk karena ia juga memiliki pendapat yang sama dengan Radi. Memang bukan baru kali ini Zely mengalami hal seperti ini namun baru kali ini ia bahkan sampai nekat ingin mati. Tentu saja hal itu memicu banyak sekali pertanyaan dibenak kedua sahabatnya itu.


"Jadi lu pada doain gua punya banyak masalah gitu? Apaan sih njirr!"


Zely memang sengaja menyembunyikan kejadian tadi, bisa-bisa Radi akan datang ke kantor Alka dan menghabisi laki-laki itu. Radi benar-benar sudah seperti Abang bagi Zely.


"Gak gitu saepudinn, elu sih gak kayak biasanya. Jangan gitu lagi deh pokoknya. Meskipun kita berdua dokter bukan berarti lu nyari penyakit biar bisa berobat gratis,"ucap Radi lagi hingga Zely tertawa sangat kencang.


"Gileee buju busrettt, udah dikode dari awal niehhh! Padahal udah niat loh kalau lagi sakit bakal dapat obat gratis. Jadi gak ada harga temen nih?" Tanya Zely mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Gak gitu begee! Pokoknya jangan sampai sakit, jangan sampai terluka dan jangan sampai kenapa-napa." Sambung Fida dengan wajah khawatirnya.


Zely jelas bisa melihat perhatian juga ketulusan dari kedua sahabatnya itu. Hatinya terenyuh dan juga tersentuh. Jelas ia hampir saja menangis saat ini karena bersyukur sangat besar karena memiliki mereka berdua.


Zely mungkin tidak beruntung dalam keluarga. Namun ia adalah salah satu orang yang beruntung dalam persahabatan, luka yang ia terima saat dirumah bisa disembuhkan oleh ketulusan sahabatnya.


"Kannnn ihhh, lu pada jangan bikin gua mewek dong. Sayang kalian banyak-banyak,"ucap Zely buru-buru menghambur kedalam pelukan kedua sahabatnya itu.


Radi dan Fida kaget karena melihat mata Zely yang sudah berlinang itu dan mereka bahkan lebih kaget lagi karena gadis itu tiba-tiba memeluk mereka berdua. Saling memandang tidak mengerti mereka hanya diam saja membiarkan Zely memeluk sembari menangis disana.


"Kenapa sih tiba-tiba jadi melankolis begindang?" Tanya Radi melepaskan pelukan Zely karena ia tidak ingin gadis itu menangis lebih lama.


"Ah sianying! Biarin gue akting dulu naoa sih nyet, main dilepas aja. Pantes lu gak ada pacar orang kelakuan lu gini."


Radi seketika memandang kesal kearah Zely karena gadis itu sudah menyinggung nya. Mentang-mentang Tadi jomblo dari laherr seenaknya aja ngomong gitu.


"Kamvret emang gak ada gunanya lu jadi temen. Liat aja nanti gua bakal dapetin pacar yang cantik, gua bungkam tuh mulut berbisa lu!"


"Ditunggu yah Radi ganteng ku sayang,"ucap Zely dengan lidah ia leletkan menggoda Radi.


"Sianying! Mau gua gebukin lu HA!" Kesal Radi hendak mendekat kearah Zely.


"Udahh wehhh kok malah runyam gini dah?" Lerai Fida.


Padahal tadi suasana Naya sedang haru namun malah berganti dengan perdebatan diantara kedua manusia itu. Seperti biasa mereka memang seringkali seperti tom and Jerry saat setelah akrab.


"Jadi lu gak mau balik ke rumah nih?" Tanya Fida dengan wajah penasaran.


Zely menggeleng karena ia benar-benar tidak ingin menyusahkan kedua sahabatnya itu. Kalau ia mengatakan tidak ingin kembali kerumah maka ia mereka akan meminta Zely untuk menginap, jelas sangat merepotkan bukan?.


"Yahh mau gimana lagi gua harus pulang soalnya besok pagi harus masuk kerja, tidak boleh terlambat!"


"Kan ada kita yang bakal anterin lu, udah ikut gua kerumah aja."


Zely dengan cepat menggeleng karena kalau sampai ia ikut maka mereka benar-benar akan kesulitan, mereka ada dokter yang tidak memiliki banyak waktu luang. Bagaimana bisa Zely begitu egois menyusahkan mereka.


"Mending lu anterin gua pulang aja, capek ah kalau jalan."


"Siapa juga yang mau biarin lu jalan, macam gak punya temen aja." Radi berdiri.


"Lain kali kalau ada masalah jangan kayak gitu lagi yah, kan ada kita kenapa sih sok kuat banget gak mau berbagi?" Fida memegang tangan Zely di dalam mobil dan Radi tersenyum melihat itu.


Hubungan mereka benar-benar sangat harmonis untuk disebut sebagai sahabat. Mereka lebih dari sahabat karena mereka benar-benar seperti keluarga dan bagi Zely mere adalah keluarga nya.


"Lu pada yakin gak, kita tuh udah kayak keluarga aja. Rad lu jadi bapak gua yah dan ku Fid jadi emak gua,"ucap Zely tertawa setelah mengatakan itu.


"Idihh bukannya lebih cocok elo yang jadi emaknya? Iya gak Rad?" Tanya Fida kearah Radi.


"Tau ah, suit aja deh biar tau hasilnya. Kalau gua mah udah jelas jadi bapak soalnya laki seorang,"ucap Radi pasrah dan memilih lebih fokus untuk menyetir.


"Fid lu kok gak faham sih, gak mungkin gua deh soalnya lu berdua kan dokter nah gua jadi anak pasangan dokter gitu loh. "


" Yaudah gimana senangnya elu deh, yah gak mas!" Ucap Fida sudah memulai akting mereka.


Radi yang sedang menyetir itu langsung ikut masuk ke dalam karakter nya "Sayang bagaimana kondisi sekolah mu hari ini? Kalau ada masalah beritahu papah yah. Mamah mu gak tau apa-apa jadi gak usah nanya mamah,"ucap Radi menahan tawa.


Fida yang tersenyum karena merasa lucu dengan tingkah mereka seketika berhenti dan melihat kesal kearah Radi yang seperti sengaja mengatainya.


"Aduhh sayang kamu tau gak, papah tuh tadi kentut depan banyak orang di rumah sakit. Sampai orang-orang memanggilnya sebagai sebutan dokter spesialis kentut."


Seketika mobil terhenti hingga mereka kaget "Fida kamvrett pengkhianat keji, ku kan udah janji gak ngasih tau Zely!" Kesal Radi melihat nyalak kearah Fida.


"Tau ah lu duluan yang mulai,"kesal Fida.


Kina menggeleng karena sandiwara itu benar-benar tidak akan pernah berhasil. Sudah kali keberapa ini, mereka berdua selalu saja tidak bisa membedakan mana akting mana realita.


"Udah deh udahh, gua turun yah!"


"Ehh elu juga kenapa ikut-ikutan ngambek?" Tanya Radi.


"Siapa juga yang ngambek Solihin? Nih gua udah sampai di depan rumah, gua pamit kalau mau lanjut berantem silahkan saja besok kabarin gua siapa yang menang."


Zely keluar dari mobil sembari menggeleng karena melihat kelakuan kedua sahabatnya yang tidak pernah lulus dalam bersandiwara.


"Langsung tidur yah jangan mikir apa-apa lagi, night." Fida melambaikan tangan kearah Zely.


"Malam tidur yang nyenyak sayang, papah juga bakal tidur nyenyak bareng mamah." Radi juga melambaikan tangannya.


Fida kembali melihat kesal kearah Radi begitu juga dengan Radi. Zely yang melihat itu menggeleng dan memilih untuk masuk saja, sepertinya pertengkaran mereka tidak akan berhenti secepat itu.


"Fida jelas kalah nih!" Gumam Zely tertawa pelan.


...🍄 Berlanjut 🍄...


Ngakak heee itu punya dua sahabat kayak itu adalah Rahmat, seneng banget kayaknya jadi Zely karena ada mereka.


Gimana part kali ini? Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀


...🕸Soundtrack #Only-lee Hi🕸...


...🍄🍄Hal yang paling kutakutkan adalah saat dimana kamu melihat sisi lemah ku🍄🍄...


       Zely berlari kencang meninggalkan rumahnya yang disana masih ada Alka, ibunya serta beberapa rentenir tempat ibunya meminjam uang.


"Hiks,,, "Air matanya terus saja mengalir karena rasa malu didadanya kian memuncak saja.


Sudah sangat lama ia tahan rasa malu itu sejak tadi, ia sungguh tidak ingin Alka melihat sisi memalukan hidupnya.


Namun, takdir seolah tengah menghukum nya saat ini. Mulai dari Alka mengetahui bagaimana keadaan keluarganya. Ibunya yang selalu saja bermain main diluar sana dengan laki-laki yang berbeda setiap hari bahkan setiap saat. Belum lagi hutang keluarganya yang kian meningkat karena ibunya yang tidak bisa berhemat.


" Hiks,  aku sangat malu. Aku malu sekali hikss, "teriak Zely sekeras mungkin karena ia sungguh malu karena kejadian tadi.


Ia tak akan sanggup lagi bahkan untuk melanjutkan pernikahan itu karena melihat Alka saja ia sudah tidak akan sanggup lagi.


Walaupun ia tahu laki-laki itu tidak menikahinya karena cinta tetap saja ia tidak ingin Alka melihat sisi gelap hidupnya itu. Ia tak akan sepercaya diri dahulu lagi.


"Kenapa hidupku harus seperti ini? Hiks,,, aku ingin mati saja! "


Zely terus saja berjalan menyusuri jalan dengan deraian air mata berharap ini adalah mimpi.


"Hiks,, "


Mungkin karena terlalu banyak pikiran yang membebani isi kepala nya ia mulai hilang akal berjalan kearah tengah jalan.


"Aku sudah tidak tahan hidup seperti ini, " Zely berjalan pelan ketengah jalan namun tiba-tiba sebuah tangan menarik tangan Zely hingga ia sedikit terhuyung.


"Zely! Lu kenapa? Lu ngapain ketengah jalan kayak gitu? "


Radi, dia adalah sahabat Zely yang selalu ada untuknya dan tentunya tau bagaimana kehidupan Zely selama ini. Ia jugalah yang selalu menjadi tempat Zely bersandar saat gadis itu sudah tak sanggup lagi untuk bertahan.


"Hiks,,  lepasin gua rad, gua mau mati hiks,  "


Zely berontak dan mencoba untuk melepaskan tangan Radi dari tangannya namun Radi tidak membiarkan itu terjadi.


"Lu kenapa? Jangan bego! " Kesal Radi mencoba untuk menahan Zely.


"Lepasin gua Rad, gua mau mati aja hiks. "


Greb,


Radi memeluk Zely dengan erat lalu mengelus surai hitam itu dengan pelan.


"Sst,,, tenang yah. Gua ada buat lu, jangan gini gua mohon. "


Zely masih saja berontak dengan tangisan semakin pecah dalam. Pelukan sahabat nya itu.


"Sst,, diam yah, jangan gini gua mohon. "


Radi masih saja mencoba untuk menenangkan Zely karena gadis itu sedang hilang akal saat ini.


Radi menuntun Zely untuk masuk kedalam mobilnya saat ini lalu segera menghubungi Fida yang merupakan salah satu anggota dalam circle pertemanan mereka.


"Hiks,,, "


Sampai di dalam mobil Zely masih saja menangis keras karena rasa sesak semakin menjadi-jadi di dalam dadanya.


Alka sendiri masih saja berhadapan dengan beberapa rentenir didepan rumah Zely sedangkan ibu Zely masih saja berusaha untuk menyuruh Alka untuk membayarnya semua hutang mereka.


"Baiklah saya akan melunasi semua hutang ibu, asalkan ibu berjanji untuk tidak lagi berhubungan dengan mereka. "


Dengan cepat ia mengangguk karena Alka bersedia untuk membayarnya.


"Apa kamu yakin? Ini bukanlah jumlah yang sedikit, 35jt apa kamu bersedia untuk membayar nya? "


Alka tersenyum lalu mengeluarkan kartu dari saku nya dan menyerahkan nya kearah rentenir itu.


"Hubungi nomor asisten pribadi saya yang tertera di kartu itu. Dan semua nya akan segera ia urus. "


"Wahh kamu ternyata pengusaha sukses yah? Punya agensi artis yah? " Ucap salah satu rentenir itu.


"Apa bos tidak tau, kalau dia adalah orang yang diberitakan di televisi dan gadis itu adalah Zely anak nya. " Tunjuk laki-laki lainnya lagi kearah ibunya Zely.


"Baiklah karena kamu sangat meyakinkan makan kami akan pamit, awas saja kalau kamu bermain-main dengan kami! "


Mereka akhirnya berlalu pergi dan tinggallah ibunya Zely dengan Alka yang langsung merasa tidak nyaman berada disana.


"Kalau begitu saya permisi buk, bagaimana dengan Zely? Kemana dia pergi? " Bingung Alka menanyakan nya kearah ibunya Zely.


"Ahh saya juga tidak tahu. Biarkan saja dia, nanti juga pulang sendiri. "


Alka memicing heran, bagaimana seorang ibu tidak khawatir saat putrinya pergi dan belum juga kembali belum lagi ia adalah seorang gadis.


"Saya pamit undur diri. " Alka langsung berangkat meninggalkan pekarangan rumah Zely dengan hati yang sangat bingung dan juga tidak mengerti sama sekali.


Sepanjang jalan ia terus saja berpikir kenapa dengan kehidupan Zely? Gadis itu mendekati nya karena harta? Dan mungkin gadis itu mendekati nya karena ia kaya?.


"Ahh aku sungguh tidak mengerti dengan nya, kenapa keluarganya begitu hancur? Kemana ayahnya? Akhh pusing aku. "


Alka meneruskan perjalanan nya menuju rumah sembari melihat sekeliling mencari apakah ada sosok Zely disana.


"Kenapa aku perduli? Seperti yang ibunya katakan ia mungkin akan kembali dengan sendirinya nanti. " Alka memilih mengabaikan nya saja.


"Zel lu kenapa? " Fida yang baru saja sampai dengan taksi itu langsung berlari menuju Zely dan memeluknya dengan erat.


Zely hanya diam saja memandang kosong kedepan seolah saat ini ia sudah hilang semangat hidupnya. Ia bak hilang harapan.


Radi sendiri hanya diam saja melihat kearah Zely dengan khawatir.


"Nih anak kenapa Rad? Kok diam aja wajahnya juga pucet banget. " Khawatir Fida melihat kearah Radi meminta penjelasan.


"Gua juga gak tau Fid, tadi gua mau kerumahnya soalnya dia ditelpon gak ngangkat lah pas dijalan gua liat dia nangis sambil jalan ketengah jalan. Gua buru-buru nahan dia dan bawa dia kesini, nah sejak tadi dia nangis mulu dan gak mau ngomong sama gua. "


"Kira-kira nih anak kenapa yah? Apa gara-gara berita itu? Apa dia diancam sama bossnya? " Tebak Fida khawatir.


Radi langsung kesal dan bangkit "Sialan!! Apa yang dia lakukan dengan Zely? Gua harus kesana sekarang. Gua kasih pelajaran tuh orang. "


Radi memang selalu membuat Zely merasa aman, setiap apapun yang mengganggu Zely makan Radi juga Fida akan selalu memberikan ia rasa tenang.


"Stop Rad! "


Fida dan Radi langsung melihat kearah Zely yang tiba-tiba bersuara itu.


"Lu,, lu kenapa? " Fida langsung to the poin karena khawatir begitu juga dengan Radi yang ikut khawatir itu.


Zely menarik nafas berat, ia. Sudah banyak sekali membuat kedua sahabat nya itu menderita dan kesusahan. Ia tak akan sanggup lagi menceritakan betapa memalukan nya kejadian tadi.


"Gua baik-baik aja kok, lu pada gak usah khawatir. " Zely tersenyum dengan keterpaksaan.


"Jangan senyum njing, gak lucu! " Air mata fida berhasil lolos karena senyum Zely sungguh sangat menyakitkan.


"Jujur zel sama kita! " Radi dengan tegas melihat kearah Zely meminta penjelasan.


"Gua baik-baik aja kok, pada heboh banget ah gak asyik lu pada. " Zely kembali menjadi dirinya sok tegar dan sok kuat.


"Jujur gak lu? Gak usah sok kuat njing, gak lucu. " Radi udah kesel karena Zely yang lagi-lagi tersenyum.


Cup,


Ia kecup pelan pipi Fida juga Radi bergantian"Gua baik-baik aja nyet, gak usah heboh gitu lu pada. "Zely tersenyum kikuk.


" Apa maksud lu ketengah jalan tadi? Lu bahkan bilang mau mati segala. Gak papa apanya sat? "Kesal Radi menoyor kening Zely.


Zely tertawa pelan membuat Radi dan Fida kebingungan " Ah lu pada kenapa sih? Jangan amatir deh. Biasa gua sama nyokap lagi gak baik. Lu pada tau kan kalau gua lagi berantem sama nyokap tuh suka mikir aneh-aneh. Makasih yah Rad udah datang tadi. Gua hilang akal mungkin hehehe. "


"JANGAN KETAWA ANJENG! " teriak Radi dan Fida bersamaan karena mereka tahu Zely sedang tidak baik-baik saja sekarang.


"Kalau ada apa-apa lu Jangan lupa kabarin gua sama Fida, berapa kali sih gua bilangin? Ngeselin lu lama-lama. Jangan sok kuat lah sat. Apa gunanya kita sebagai sahabat lu. " Radi benar-benar kesal setengah mati.


"Hmmm iya Radi sayang ku, jangan marah yah. " Zely tersenyum dan mendekat kearah Radi hingga Radi berakting jijik padanya.


"Tau nih Rad, ditelpon gak ngangkat. Kita khawatir banget tau pas liat lu diberita. "


"Jadi gimana? Lu emang beneran mau nikah? " Tanya Radi dengan cepat.


"Gua juga bingung Rad, semua membingungkan! "


Zely kembali merenungkan betapa hancurnya harapan dan angannya.


...🍄🍄Bersambung 🍄🍄...


Aaa pengen punya sahabat kayak radi dan fida. Iri banget aku.


Jangan lupa yah like, komen dan votenya gaessa.


See you by 🙃


🕸🕸Soundtrack #Let out the beast-Exo🕸🕸


🍄🍄Kehidupan mewah juga serba ada tak menjadi jaminan untuk kebahagiaan 🍄🍄


     Alka farwis gunanda merupakan nama lengkap dari seorang laki-laki berumur 29 tahun yang menjabat sebagai CEO dalam sebuah perusahaan miliknya sendiri. Ia sudah mendalami bidang Dunia tarik suara juga entertainment ini sejak masih muda. Ia bahkan pernah menjadi seorang boyband terkenal namun karena sudah naik daun juga mampu untuk membangun perusahaan entertainment sendiri ia mulai berhenti menjadi seorang idol ia memilih menjadi seorang yang mengeluarkan seorang bintang ketimbang menjadi seorang bintang lagi.


Namanya juga seorang CEO dari dunia tarik suara berarti sangat tidak jauh dari awak media dan berita. Apalagi ia pernah menjadi seorang idol tentu menjadi sorotan publik bukanlah apa-apa lagi menurutnya.Baginya itu hanya sebuah bunga bunga untuk menemani sepanjang karir nya itu.


Bahkan saat media mengeluarkan isu bahwa adalah seorang penganut boys love. Atau menyukai sesama jenis ia sama sekali tak mau membantah berita itu hingga sampai geger keberbagai penjuru.


"Cepat siapkan mobil dan kita akan langsung turun ke lapangan hari ini. Melihat apakah jefri benar-benar sungguh-sungguh dalam drama ini? " Alka bangkit meraih jas nya dari sang asisten pribadi nya itu.


"Baik tuan. " Asisten peribadi bernama Ren itu adalah sahabatnya sejak Alka menjadi seorang Trinnee dahulu.


Mereka berteman sudah lama bahkan dari SMA, siapa sangka hingga kini mereka masih bersama. Dan belum lagi Ren sangat ahli dalam bidang ini hingga mereka sangat klop untuk menjadi seorang bos dan asisten pribadi.


Dan, penyebab rumor Alka penyuka sesama jenis itu adalah saat Alka dan Ren pernah masuk kedalam sebuah baru khusus gay, mereka tidak tau tempat itu adalah tempat khusus pasangan yang menyukai sesama jenis. Dan awak media ternyata menangkap momen salah masuk tempat itu lalu mengeluarkan berita bahwa keduanya sudah sangat lama saling mencintai dan ngedate di tempat tempat seperti itu.


Ren sudah berkali-kali meminta untuk berhenti agar berita itu tidak semakin menyebar. Namun Alka tak mengizinkan itu.


"Bagaimana dengan jadwal gisel hari ini tuan? Apakah kita harus melanjutkan atau Menundanya saja? " Ren membuka pintu untuk Alka yang langsung keluar itu.


"Lanjutkan saja. "


"Tapi bagaimana dengan jadwal besok tuan? "


"Biarkan saja, kita tidak akan rugi jika melewatkan itu. Bagaimana jika kita melewatkan jadwal dengan sponsor besar kita? Kamu bisa bayangkan kan berapa besar kerugian kita nantinya? " Alka berjalan dengan pelan diikuti oleh ren dari belakang.


Seluruh pegawai yang bekerja di perusahaan itu tak henti nya Menatap tidak rela dengan kedekatan ren dengan bos kesayangan mereka itu.


"Duhh apa cuma gua yg sampai sekarang belum juga yakin kalau si boss beneran Bl? " Sahut siti selaku OB ditempat itu.


"Gua juga ngk yakin tuh sama si boss, jelas-jelas dia keliatan normal gitu. " Sambung yang lain.


Zely yang bekerja sebagai seorang asisten manajer itu hanya diam saja. Ia melihat kearah Alka yang menghilang dibalik pintu dengan ren asisten pribadi nya itu.


"Orang bodoh juga tau kalau berita itu palsu. Lihat saja aku akan membuktikan bahwa laki-laki yang sudah lama kuincar itu bukanlah penyuka sesama jenis. " Smirk zely.


Zely adalah seorang gadis biasa yang berkuliah dan lulus kemudian mencari pekerjaan hingga ia bisa sampai diperusahaan Alka ini. Ia bukanlah seorang yang bisa dekat dengan bos seperti Alka.


Ia hanya seorang asisten manajer saja, untuk bertemu dengan Alka pun ia mustahil. Hanya bisa melihat dari kejauhan saja.

__ADS_1


Ia sudah lama memendam rasa suka kepada Alka. Meskipun laki-laki itu belum pernah menyapa atau bahkan berbicara dengan nya.


"Bagaimana pun juga aku akan mendapatkan mu. " Senyum misterius dari zely.


"Apa yang kamu lakukan disini? Cepat bereskan semua yang ada diruang ganti dan bawa barang seperlunya saja, hari ini boss Alka akan turun langsung kelapangan. Jadi jangan sampai kita membuat kesalahan hingga jefri bisa kena amukan boss Alka. " Manager yang menjaga jefri.


Zely langsung mengangguk mengiyakan dan berjalan ke ruang ganti menyiapkan barang-barang seperlunya.


Ia tersenyum girang saat tau kalau ia akan bertemu dengan Alka disana nanti. Sudah lama ia menunggu saat saat ini. Ia harus menyusun rencana untuk bisa lebih dekat dengan boss nya itu.


"Seluruh perlengkapan sudah selesai saya siapkan pak. " Zely tersenyum senang.


"Ada apa dengan mu hari ini? Apa ada hal baik? " Heran menejer saat melihat wajah cerah zely.


"Saya sedang semangat bekerja pak. Mari kita berangkat, bagaimana jika boss Alka tiba lebih dulu dari kita, ia akan marah jika melihat jefri sendirian disana. " Zely.


"Kamu sih kenapa lupa membawa barang nya, kita jadi harus kembali kesini tadi. Yaudah lain kali jangan ulangi lagi. Mari berangkat sekarang. "


Zely dan menejer itu pun berangkat menuju tempat jefri artis yang mereka kawal sedang melakukan syuting.


Sedangkan Alka dan Ren kini masih belum juga berangkat karena mendiskusikan sesuatu yang sangat penting.


"Dengerin gua dulu ka, beneran dah gua udah ngk sanggup nih. Biarin gua berenti napa sih? Capek gua gara-gara fans lu neror gua mulu. " Kesal Ren dari arah kursi kemudi.


Alka tertawa pelan mendengar itu, belum lagi saat melihat wajah kesal Ren ia semakin semangat ingin tertawa.


"Udahlah nikmati aja, lagian kan ngk ada salahnya nyenengin media sekali kali. " Enteng Alka dengan wajah lempeng nya.


Plak,


"Nyenengin media dengkul mu ban*ke, gua ngk mau yah dikira belok gegara lu ngk mau klarifikasi, nanti ngk ada cewek yg mau sama gua gimana njir? " Kesal Ren.


Alka tertawa lagi dengan laknat nya ia benar-benar menganggap ke khawatiran sahabatnya itu adalah sebuah guyonan.


"Lagian kan tanpa rumor ini juga mana ada cewek yang mau sama lu, dari pada jomblo mending dikira pacaran sama gua yekan hahahha. Lebih mantul tuh biar ngk keliatan ngenesnya. " Alka tertawa sedikit keras namun ia tahan karena ada beberapa orang yang berjalan sekitaran lobi.


"Tawa mulu lu borhan, kesel gua lama-lama. " Ren ngambek.


Alka tertawa lagi karena Ren sungguh benar-benar terlihat lucu.


"Yah Sabar aja dulu, gua beneran tenang sekarang setelah rumor itu. Fans fanatik gua udah mulai berkurang tuh. "


"Lu tenang gua yg kena batunya, masa sih nyokap bokap gua ngira gua beneran belok. Mereka juga udah nyuruh gua buat jauh-jauh dari lo. Makanya cepetan adain klarifikasi. "


"Dahlah jalan cepet, banyak banget protesnya. "


"Ck, awas aja kalo lu masih belum mau klarifikasi. " Kesal Ren menjalankan mobil.


Ia sering kali dibuat kesal oleh sahabat sekaligus boss nya itu. Tidak pernah serius saat berbicara dengan nya. Untuk temen.


Ren memang sudah terbiasa seperti sedang memerankan dua sisi, saat didepan banyak orang ia akan berbicara formal layaknya seorang boss dengan asisten sedang saat mereka berdua ia akan berbicara blak-blakan selayaknya seorang temen dengan temannya.


Setiap manusia memang sudah selayaknya bersikap seperti itu. Makanya banyak sekali quotes yang timbul mengungkapkan bahwa "Sikapku tergantung bagaimana sikap anda. "


Ada yang diam saat di depan banyak orang tapi ternyata saat sedang sendiri gesreknya ngk ketulungan. Ada yang ributnya ngk nahan saat dengan orang lain ternyata saat sendiri ia sering menangis dan kesepian. Ada yg dimanapun ia terlihat sendirian.


Banyak hal yang tak bisa kita ungkap dan lihat hanya dengan mata dan pemandangan di depan kita.


🍄Berlanjut 🍄


Yuhuyyyy


Kembali lagi dengan cerita baru aku partai 2😍semoga pada suka yah kakak/abang/mbak/mas/adek.


Jangan lupa tinggalin jejaknya yah😎


Laffyou👻


...🕸Soundtrack #tell me-Kim na young🕸...


...🍄🍄Aku sudah berusaha sekuat yang kubisa, bahkan aku sampai lupa kapan terakhir aku beristirahat🍄🍄...


      Sejak berangkat dari rumah hingga kini sudah ditengah perjalanan tidak ada satupun diantara mereka yang memulai pembicaraan terlebih dahulu. Zely hanya diam saja menatap lurus kedepan sedangkan Alka fokus menyetir. Bahkan suara detik jam tangan Alka terdengar sangat keras.


"Embb,, saya turun disini saja pak, " Ucap Zely tiba-tiba memecah keheningan karena ia sungguh tidak ingin Alka bertemu dengan ibunya saat ini. Kalau ingin dipertemukan jangan sekarang karena ia takut ibunya dalam. Keadaan tidak pantas untuk dilihat saat ini.


Alka melihat kearah Zely dengan bingung "Dimana rumahmu disini? Satupun tidak ada rumah disini. "


"Rumah saya tidak jauh dari sini pak, bapak tinggalkan saya disini saja. "


"Saya tidak ingin bertanggungjawab saat terjadi sesuatu dengan mu, tidak mungkin saya menurunkan mu ditengah jalan begini. "


Zely meremas celananya dengan keras karena ia sungguh tidak ingin diantar sampai kerumah saat ini.


"Sa, saya sungguh baik-baik saja pak. Saya mohon turunkan saya disini saja. "


Alka semakin curiga saja karena Zely sangat ngotot ingin diturunkan disana sekarang juga.


"Apa yang membuat mu begitu panik? Saya akan tetap mengantarmu ketempat tujuan. "


Zely hanya bisa bersikap pasrah saat ini, ia sudah berdoa sejak tadi semoga ibunya tidak sedang dirumah atau tidak berada diluar rumah saat ini.


"Dimana rumahmu? " Tanya Alka sembari melihat kearah Zely yang sangat panik itu.


Saat hendak sampai didepan rumahnya ia melihat tidak ada ibunya disana dan ia sedikit bernafas lega.


"Disini pak! " Tiba-tiba mobil berhenti tepat di depan rumah yang terbuat dari kayu itu. Belum lagi beberapa bagian dari dinding sudah ada yang rusak seperti disengaja.


"Disini? " Bingung Alka saat melihat rumah Zely yang benar-benar jauh dari luar dugaan nya. Walaupun gadis itu tidak terlihat kaya tapi ia juga tidak terlihat semiskin itu.


"Iya Pak, Terima kasih telah mengantarkan saya. Mohon segera bapak pergi dari sini. "


Zely mendorong pelan Alka hingga laki-laki itu kaget bukan main karena tiba-tiba saja Zely main usir saja setelah ia mengantar gadis itu dengan selamat.


"Kenapa dengan mu? Apa ada sesuatu yang kami sembunyikan? " Selidik Alka.


Zely terus saja merasa panik karena takut sewaktu-waktu ibunya datang dan menimbulkan masalah nantinya.


"Bapak pulang saja sudah malam tidak baik disini berlama-lama. " Zely lagi-lagi berusaha membuat Alka pergi.


"Tunggu! Ada apa ini? " Tiba-tiba saja seorang wanita datang dengan pakaian sangat seksi hingga diatas pahanya belum lagi bajunya tanpa lengan membuat ia terlihat seperti seorang gadis saja padahal bisa dilihat dia sudah tidak sepatutnya memakai pakaian seperti itu lagi.


Zely langsung kalang kabut karena wanita yang baru datang itu adalah ibunya yang sangat ia hindari untuk bertemu dengan Alka.


Ia menarik rambutnya frustasi saat ibunya perlahan mendekat kearah mereka berdua, walaupun Alka menikahinya hanya untuk menutup skandal tetap saja Alka adalah laki-laki yang sudah lama ia sukai dan ia tak ingin memperlihatkan betapa hancur dan memalukan nya keluarga nya.


"Sudah kubilang untuk segera pergi, " Gumam Feli dengan wajah memerah menahan malu setengah mati.


"Ada apa ini? Kenapa kamu mendorong laki-laki tampan ini begitu hmm? " Ibunya datang dengan tersenyum lalu bertingkah genit kearah Alka hingga Alka bingung melihat nya.


"Si,, siapa dia? " Bingung Alka melihat kearah Zely yang malu nya sudah tidak bisa tahan lagi.


Ia sangat ingin menangis keras saat ini, benar-benar memalukan saat calon suaminya melihat kondisi ibunya yang tidak sepatutnya itu dan belum lagi Ibunya sedikit mabuk.


"Bapak pergi saja, saya mohon pak. "


Zely setengah mati memohon untuk Alka pergi namun karena ia semakin bingung ia sama sekali tidak berniat untuk pergi.


"Aahh kalau tidak Salah kamu adalah laki-laki yang ada diberita dengan anak ku Zely yah? " Tanya ibunya Zely kearah Alka hingga laki-laki itu kaget bukan main.


"Anak? Ini ibu kamu? " Tanya Alka memastikan hingga Zely semakin malu bukan main.


Hatinya sangat sakit, ia tahu apa yang saat ini Alka pikirkan saat melihat ibunya yang berpakaian seperti gadis tidak baik itu.


Jelas Alka kaget saat mendengar itu karena penampilan ibunya Zely sungguh tidak wajar untuk usianya dan itu berbanding terbalik dengan penampilan Zely sendiri.


"Saya Alka buk, " Ucap Alka memperkenalkan dirinya.


"Bapak tidak usah memperkenalkan diri, bapak tidak lihat kondisinya sedang tidak sadar kan? " Air mata Zely hampir saja mengalir karena rasa malu yang menjadi jadi apalagi saat melihat tatapan Alka. Ia merasa semakin rendah saja.


"Apa benar kamu ingin menikah dengan putriku? "


"Sejak kapan kamu menganggap ku sebagai putri mu? " Kesal Zely dengan mata memerah.


"Bapak juga kenapa tidak pergi saja? Saya mohon! "


"Kalau ingin menikahi putriku kamu harus punya banyak uang, dan juga bisa memberikan saya kehidupan yang bagus. "


"Ibu! Kumohon diamlah, jangan berbicara apa-apa. " Zely semakin frustasi karena kelakuan ibunya sudah sangat memalukan baginya.


Alka melihat kearah Zely yang sekuat tenaga menahan air matanya sembari melihat keatas berkali-kali. Ia sungguh ingin menghilang saat ini.


"Wahhh tepat sekali kalian sudah ada disini sekarang, jadi kami tidak perlu lelah menunggu dan mencari kalian. "


Tiba-tiba saja segerombolan laki-laki bertubuh gagah datang kearah mereka membuat Alka semakin kebingungan karena tiba-tiba saja orang-orang aneh terus saja berdatangan kearah rumah Zely.


"Yatuhan apa harus sekarang? " Zely semakin frustasi dan menarik rambutnya keras. Rasa sakit dikepala nya semakin bertambah sakit saja.


"Pak, saya mohon pergilah sekarang. "


Alka tidak mungkin pergi meninggalkan mereka dengan laki-laki bertubuh gagah itu, apalagi wajah mereka sangat sangar.


"Tapi tidak mungkin saya meninggalkan kalian dengan mereka, " Ucap Alka menunjuk sekumpulan laki-laki yang mulai mendekat itu.


"SAYA MOHON PAK! " Suara Zely sangat keras hingga Alka kaget dan melihat kesal hendak marah.


Namun melihat air mata Zely yang mengalir begitu deras membuat amarahnya hilang dan digantikan dengan kebingungan.


"Kenapa kamu menangis? Kamu yang membentak saya. " Bingung Alka.


"Wahhh ada apa ini? Kenapa ada mobil mewah disini? Berarti kamu sudah menggait laki-laki kaya yah? Sudah bisa bayar hutang dong? " Laki-laki bertubuh paling besar datang dengan wajah tersenyum mengulurkan tangannya kearah ibunya Zely yang sedikit mabuk itu.


"Kamu sabar dulu, saya belum punya uang saat ini. Laki-laki sialan yang kutemui tadi tidak memberikan uang setelah meniduri ku. Sial! "


Mata Alka membulat saat mendengar itu dari ibunya Zely, Zely sendiri hanya diam saja melihat kearah lain karena sudah tak sanggup untuk melihat kearah Alka lagi.


Air matanya sudah mengalir deras karena rasa malu yang sudah tidak bisa ia bendung lagi.


"Itu adalah masalah mu, saya hanya ingin kamu segera melunasi hutang mu! "


"Kamu bersabarlah sebentar lagi anak ku akan menikah dengan laki-laki kaya ini, dan aku akan segera melunasi nya. Yah kan? " Ibunya menyikut bahu Zely yang melihat kearah belakang sejak tadi.


Ia sungguh ingin mati saat ini, pasti Alka semakin memandang rendah dirinya karena semua yang ia lihat dan dengar itu.


"Bagaimana kalau kamu menyuruh calon menantimu untuk melunasi hutangmu saat ini? "


Ibunya Zely tersenyum dan merasa itu bukanlah ide yang buruk.


"Bagaimana calon menantu? Apa kamu bersedia melunasi hutang Zely? "


"Ibu!!!  Sejak kapan aku punya hutang? Aku mohon Ibu sadarlah. Ibu berbicara dengan siapa saat ini. Aku mohon Ibu jangan seperti ini lagi, " Teriak Zely dengan keras karena sudah tidak tahan lagi.


Alka melihat kearah Zely dengan tatapan yang tidak bisa ia artikan lagi.


"Berapa banyak hutang yang dimiliki oleh ibu kepada kalian? " Tanya Alka pelan.


Air mata Zely semakin deras karena itu.


"Kenapa bapak ikut campur? Saya sudah menyuruh bapak pergi dari tadi. Apa bapak sangat ingin melihat saya dipermalukan? " Teriak Zely dan berlari meninggalkan Alka juga ibunya serta rentenir itu dengan air mata yang sangat deras.


...🍄🍄Bersambung 🍄🍄...


Aaaa nangis Banget ngetiknya, kasian banget gak tega buat Zely kayak gini.


Jangan lupa yah like, komen dan vote cerita ini.


See you guys🙃


...🕸Soundtrack #tell me-Kim na young🕸...


...🍄🍄Aku sudah berusaha sekuat yang kubisa, bahkan aku sampai lupa kapan terakhir aku beristirahat🍄🍄...


      Sejak berangkat dari rumah hingga kini sudah ditengah perjalanan tidak ada satupun diantara mereka yang memulai pembicaraan terlebih dahulu. Zely hanya diam saja menatap lurus kedepan sedangkan Alka fokus menyetir. Bahkan suara detik jam tangan Alka terdengar sangat keras.


"Embb,, saya turun disini saja pak, " Ucap Zely tiba-tiba memecah keheningan karena ia sungguh tidak ingin Alka bertemu dengan ibunya saat ini. Kalau ingin dipertemukan jangan sekarang karena ia takut ibunya dalam. Keadaan tidak pantas untuk dilihat saat ini.


Alka melihat kearah Zely dengan bingung "Dimana rumahmu disini? Satupun tidak ada rumah disini. "


"Rumah saya tidak jauh dari sini pak, bapak tinggalkan saya disini saja. "


"Saya tidak ingin bertanggungjawab saat terjadi sesuatu dengan mu, tidak mungkin saya menurunkan mu ditengah jalan begini. "


Zely meremas celananya dengan keras karena ia sungguh tidak ingin diantar sampai kerumah saat ini.


"Sa, saya sungguh baik-baik saja pak. Saya mohon turunkan saya disini saja. "


Alka semakin curiga saja karena Zely sangat ngotot ingin diturunkan disana sekarang juga.


"Apa yang membuat mu begitu panik? Saya akan tetap mengantarmu ketempat tujuan. "


Zely hanya bisa bersikap pasrah saat ini, ia sudah berdoa sejak tadi semoga ibunya tidak sedang dirumah atau tidak berada diluar rumah saat ini.


"Dimana rumahmu? " Tanya Alka sembari melihat kearah Zely yang sangat panik itu.


Saat hendak sampai didepan rumahnya ia melihat tidak ada ibunya disana dan ia sedikit bernafas lega.


"Disini pak! " Tiba-tiba mobil berhenti tepat di depan rumah yang terbuat dari kayu itu. Belum lagi beberapa bagian dari dinding sudah ada yang rusak seperti disengaja.


"Disini? " Bingung Alka saat melihat rumah Zely yang benar-benar jauh dari luar dugaan nya. Walaupun gadis itu tidak terlihat kaya tapi ia juga tidak terlihat semiskin itu.


"Iya Pak, Terima kasih telah mengantarkan saya. Mohon segera bapak pergi dari sini. "


Zely mendorong pelan Alka hingga laki-laki itu kaget bukan main karena tiba-tiba saja Zely main usir saja setelah ia mengantar gadis itu dengan selamat.


"Kenapa dengan mu? Apa ada sesuatu yang kami sembunyikan? " Selidik Alka.


Zely terus saja merasa panik karena takut sewaktu-waktu ibunya datang dan menimbulkan masalah nantinya.


"Bapak pulang saja sudah malam tidak baik disini berlama-lama. " Zely lagi-lagi berusaha membuat Alka pergi.


"Tunggu! Ada apa ini? " Tiba-tiba saja seorang wanita datang dengan pakaian sangat seksi hingga diatas pahanya belum lagi bajunya tanpa lengan membuat ia terlihat seperti seorang gadis saja padahal bisa dilihat dia sudah tidak sepatutnya memakai pakaian seperti itu lagi.


Zely langsung kalang kabut karena wanita yang baru datang itu adalah ibunya yang sangat ia hindari untuk bertemu dengan Alka.


Ia menarik rambutnya frustasi saat ibunya perlahan mendekat kearah mereka berdua, walaupun Alka menikahinya hanya untuk menutup skandal tetap saja Alka adalah laki-laki yang sudah lama ia sukai dan ia tak ingin memperlihatkan betapa hancur dan memalukan nya keluarga nya.


"Sudah kubilang untuk segera pergi, " Gumam Feli dengan wajah memerah menahan malu setengah mati.


"Ada apa ini? Kenapa kamu mendorong laki-laki tampan ini begitu hmm? " Ibunya datang dengan tersenyum lalu bertingkah genit kearah Alka hingga Alka bingung melihat nya.


"Si,, siapa dia? " Bingung Alka melihat kearah Zely yang malu nya sudah tidak bisa tahan lagi.


Ia sangat ingin menangis keras saat ini, benar-benar memalukan saat calon suaminya melihat kondisi ibunya yang tidak sepatutnya itu dan belum lagi Ibunya sedikit mabuk.


"Bapak pergi saja, saya mohon pak. "


Zely setengah mati memohon untuk Alka pergi namun karena ia semakin bingung ia sama sekali tidak berniat untuk pergi.


"Aahh kalau tidak Salah kamu adalah laki-laki yang ada diberita dengan anak ku Zely yah? " Tanya ibunya Zely kearah Alka hingga laki-laki itu kaget bukan main.


"Anak? Ini ibu kamu? " Tanya Alka memastikan hingga Zely semakin malu bukan main.


Hatinya sangat sakit, ia tahu apa yang saat ini Alka pikirkan saat melihat ibunya yang berpakaian seperti gadis tidak baik itu.


Jelas Alka kaget saat mendengar itu karena penampilan ibunya Zely sungguh tidak wajar untuk usianya dan itu berbanding terbalik dengan penampilan Zely sendiri.


"Saya Alka buk, " Ucap Alka memperkenalkan dirinya.


"Bapak tidak usah memperkenalkan diri, bapak tidak lihat kondisinya sedang tidak sadar kan? " Air mata Zely hampir saja mengalir karena rasa malu yang menjadi jadi apalagi saat melihat tatapan Alka. Ia merasa semakin rendah saja.


"Apa benar kamu ingin menikah dengan putriku? "


"Sejak kapan kamu menganggap ku sebagai putri mu? " Kesal Zely dengan mata memerah.


"Bapak juga kenapa tidak pergi saja? Saya mohon! "


"Kalau ingin menikahi putriku kamu harus punya banyak uang, dan juga bisa memberikan saya kehidupan yang bagus. "


"Ibu! Kumohon diamlah, jangan berbicara apa-apa. " Zely semakin frustasi karena kelakuan ibunya sudah sangat memalukan baginya.


Alka melihat kearah Zely yang sekuat tenaga menahan air matanya sembari melihat keatas berkali-kali. Ia sungguh ingin menghilang saat ini.


"Wahhh tepat sekali kalian sudah ada disini sekarang, jadi kami tidak perlu lelah menunggu dan mencari kalian. "


Tiba-tiba saja segerombolan laki-laki bertubuh gagah datang kearah mereka membuat Alka semakin kebingungan karena tiba-tiba saja orang-orang aneh terus saja berdatangan kearah rumah Zely.


"Yatuhan apa harus sekarang? " Zely semakin frustasi dan menarik rambutnya keras. Rasa sakit dikepala nya semakin bertambah sakit saja.


"Pak, saya mohon pergilah sekarang. "


Alka tidak mungkin pergi meninggalkan mereka dengan laki-laki bertubuh gagah itu, apalagi wajah mereka sangat sangar.


"Tapi tidak mungkin saya meninggalkan kalian dengan mereka, " Ucap Alka menunjuk sekumpulan laki-laki yang mulai mendekat itu.


"SAYA MOHON PAK! " Suara Zely sangat keras hingga Alka kaget dan melihat kesal hendak marah.


Namun melihat air mata Zely yang mengalir begitu deras membuat amarahnya hilang dan digantikan dengan kebingungan.


"Kenapa kamu menangis? Kamu yang membentak saya. " Bingung Alka.


"Wahhh ada apa ini? Kenapa ada mobil mewah disini? Berarti kamu sudah menggait laki-laki kaya yah? Sudah bisa bayar hutang dong? " Laki-laki bertubuh paling besar datang dengan wajah tersenyum mengulurkan tangannya kearah ibunya Zely yang sedikit mabuk itu.


"Kamu sabar dulu, saya belum punya uang saat ini. Laki-laki sialan yang kutemui tadi tidak memberikan uang setelah meniduri ku. Sial! "


Mata Alka membulat saat mendengar itu dari ibunya Zely, Zely sendiri hanya diam saja melihat kearah lain karena sudah tak sanggup untuk melihat kearah Alka lagi.


Air matanya sudah mengalir deras karena rasa malu yang sudah tidak bisa ia bendung lagi.


"Itu adalah masalah mu, saya hanya ingin kamu segera melunasi hutang mu! "


"Kamu bersabarlah sebentar lagi anak ku akan menikah dengan laki-laki kaya ini, dan aku akan segera melunasi nya. Yah kan? " Ibunya menyikut bahu Zely yang melihat kearah belakang sejak tadi.


Ia sungguh ingin mati saat ini, pasti Alka semakin memandang rendah dirinya karena semua yang ia lihat dan dengar itu.


"Bagaimana kalau kamu menyuruh calon menantimu untuk melunasi hutangmu saat ini? "

__ADS_1


Ibunya Zely tersenyum dan merasa itu bukanlah ide yang buruk.


"Bagaimana calon menantu? Apa kamu bersedia melunasi hutang Zely? "


"Ibu!!!  Sejak kapan aku punya hutang? Aku mohon Ibu sadarlah. Ibu berbicara dengan siapa saat ini. Aku mohon Ibu jangan seperti ini lagi, " Teriak Zely dengan keras karena sudah tidak tahan lagi.


Alka melihat kearah Zely dengan tatapan yang tidak bisa ia artikan lagi.


"Berapa banyak hutang yang dimiliki oleh ibu kepada kalian? " Tanya Alka pelan.


Air mata Zely semakin deras karena itu.


"Kenapa bapak ikut campur? Saya sudah menyuruh bapak pergi dari tadi. Apa bapak sangat ingin melihat saya dipermalukan? " Teriak Zely dan berlari meninggalkan Alka juga ibunya serta rentenir itu dengan air mata yang sangat deras.


...🍄🍄Bersambung 🍄🍄...


Aaaa nangis Banget ngetiknya, kasian banget gak tega buat Zely kayak gini.


Jangan lupa yah like, komen dan vote cerita ini.


See you guys🙃


...🕸🕸Soundtrack #Adrenaline-Aalia(ost.vincenzo) 🕸🕸...


🍄🍄Kau tak tau dan kau juga tak mau tau, itulah masalahnya sekarang 🍄🍄


    Sejak tadi zely hanya bisa diam saat diperjalanan menuju rumah Alka. Ia sangat gugup saat ini, bagaimana ia akan bersikap disana? Ia sungguh tidak tau apakah keluarga Alka akan menerima dia dengan baik atau bahkan sebaliknya. Menjadi orang tidak tahu malu itu sangat sulit dan zely benar-benar merasa bingung kini.


Mobil berhenti tepat dihadapan sebuah bangunan besar juga megah, zely sangat yakin itu adalah rumah Alka yang berstatus sebagai boss sekaligus laki-laki yang ikut terlihat isu dengan nya.


"Kenapa masih bengong? Cepat ikut saya masuk kedalam. " Alka berjalan begitu saja mendahului zely yang saat ini sangat gugup.


"Tu,, tunggu pak, apa di dalam sana keluarga bapak sudah berkumpul?" Tanya zely memastikan.


Alka mengangguk dengan cepat dan berjalan kembali.


"Pak, tunggu."


"Ck, ada apa lagi? "


"Apa kita akan masuk dengan cara seperti ini kedalam? " Tanya zely dengan pelan.


Alka memicingkan mata bingung dengan pertanyaan gadis itu.


"Maksud saya begini pak, kalau kita datang kesini dan bapak membawa saya menemui keluarga bapak untuk memberitahu keputusan kita tadi lebih baik kita membuat skenario kita terlihat lebih nyata lagi. "


Zely dengan hati berdebar datang mendekat kearah Alka dan dengan gerakan pelan ia menggenggam tangan Alka hingga laki-laki itu sedikit memicing heran.


"Mari kita lanjutkan pak. " Zely berjalan begitu juga dengan Alka.


Jantung zely bagaikan sedang marathon dengan sang juara karena tidak beraturan. Ia sungguh merasa Bingung dari mana ia mendapat ide juga keberanian itu tadi.


Di dalam rumah sudah berkumpul mamahnya Alka juga adiknya andin, memang hanya mereka berdua yang Alka miliki di dunia ini. Ayahnya sudah menjadi almarhum sejak ia menduduki Bangku SMA.


Zely benar-benar kalap karena merasa akan disidang saja dihadapan orang tua Alka yang sejak tadi menatap tersenyum kearah mereka berdua yang datang dengan tangan saling bergandengan.


Andin sendiri hanya berekspresi datar saja melihat keduanya datang. Baginya itu benar-benar terlihat sangat palsu. Apalagi ia mengenal kakaknya dengan jelas kalau kakaknya belum pernah dekat dengan seorang gadis selain dirinya juga yesha. Dan sekarang ia ingin menikah? Wah sekali. Tidak mungkin perasaan cinta secepat itu tumbuh dalam satu malam.


"Wahh kalian akhirnya datang, sejak tadi mamah dan Andin menunggu disini. " Sambut mamah Alka dengan wajah ramah sedang Andin hanya menatap dengan ogah-ogahan.


"Aku tidak niat untuk menunggu tapi mamah maksa, karena kalian sudah datang aku mau keatas dulu. " Andin dengan ketus hendak bangkit namun langsung ditahan oleh mamah dan menyuruh nya untuk duduk kembali lagi.


Zely menelan ludah dengan sangat kuat karena melihat reaksi dan kesana pertamanya dengan adik kandung Alka. Kalian juga pasti faham bagaimana reaksi ketidaksukaan Andin dengan kedatangan Zely yang begitu tiba-tiba itu.


"Kamu kenapa sih? Mamah sudah peringatkan tadi."


"Ck, aku mau keatas mah. "


"Sapa dulu kakak iparmu, hehehe. " Mamah Alka tertawa pelan kearah Zely yang ikut tersenyum walau hatinya sudah ketir karena gugup.


"Halo kak, sudah kan mah! " Andin langsung berlalu dengan kesal bahkan saat Zely belum sempat untuk membalas sapaan terpaksanya itu.


"I,, iya.. " Suara Zely yang hendak menyapa balik itu perlahan samar dan tersenyum kikuk ia melihat kearah mamah.


Tangannya sudah berkeringat banyak sekali karena merasa benar-benar gugup berkali-kali ia meremas celananya. Alka sendiri menyadari itu sambil tersenyum smirk seolah ia sedang menikmati tontonan itu.


"Heheheh Andin mungkin sedang banyak tugas makanya buru-buru ke kamar. Maklum yah nak. "


"I,, iya buk heheh. Maaf karena sudah menganggu saat ini buk. " Zely benar-benar tidak tahu harus bagaimana setelah ini.


Ia melihat kearah Alka yang hanya diam saja sejak tadi. Membiarkan Zely merasa kikuk seperti orang bodoh saja.


Zely menyikut pinggang Alka hingga laki-laki itu sedikit terlojak dan melihat kesal kearah nya.


"Apa-apaan kamu? " Ketus Alka dengan wajah datar dan dingin.


Zely sebenarnya kaget dan sedikit takut dengan tatapan nyalak itu namun ia mencoba untuk menguatkan hatinya.


"Kenapa bapak diam saja sejak tadi? Saya tidak tahu harus bagaimana? " Zely berbisik dengan wajah paniknya.


"Yah itu urusanmu bukan urusan saya! "


Zely mengepalkan tangannya kesal karena jawaban dari Alka sangat tidak membantu sama sekali.


"Heheheh, " Zely tersenyum Kikuk lagi karena mamah sejak tadi melihat kearah nya sembari tersenyum.


"Mamah boleh nanya gak menantu? "


Zely kaget sekali karena tiba-tiba mamah sudah memanggilnya dengan sebutan menantu. Padahal ia belum resmi bersanding dengan Alka.


"Me,, menantu? " Bingung Zely dengan wajah polosnya.


Mamah tertawa karena melihat wajah Zely yang kaget itu "Iya menantu, apa kamu tidak suka dengan panggilan mamah? "


"Bu,, bukan begitu tante. Sa,, saya. "


"Mamah kenapa sih membuat Zely kaget begitu. Belum apa-apa mamah sudah memanggilnya dengan sebutan menantu. Itu akan membuat dia merasa tidak nyaman. "


"Benarkah menantu? Apa kamu tidak nyaman? "


"Ti,, tidak apa-apa kok tante heheh. "


"Jangan panggil tante lagi dong sayang, mamah kamu panggil mamah saja yah. "


Zely dengan pelan menganggukkan kepala nya "I,, iya mah heheh. "


"Nah, gitu kan enak di dengar. "


"Iya mah hehehe. "


"Hahaha heheheh, kenapa dengan mu? " Ketus Alka melihat kearah Zely yang sungguh sangat gugup itu.


"Mamah boleh nanya kan sayang? "


"Silahkan ma,mah." Zely masih belum terbiasa karena itu.


"Bagaimana bisa kamu mengenal Alka? Kenapa tiba-tiba kalian mengumumkan ingin menikah secara tiba-tiba? " Mamah benar-benar terlihat sangat penasaran.


Zely meremas pelan celananya karena bingung harus menjawabnya bagaimana. Ia tidak mungkin menjawab bahwa ia sudah lama menyukai laki-laki itu dan mendapatkan kesempatan untuk mendekati nya hingga kejadian malam itu terjadi.


"Eugh,, "


"Kami baru kenal mah dan aku langsung menanyakan apakah dia ingin menikah dengan ku, setelah ia setuju maka kami umumkan pernikahan kami di publik malam itu. " Jawab Alka dengan cepat dan sangat jelas terdengar seperti alasan saja.


Zely hanya menunduk saja karena ia sungguh bingung harus bagaimana setelah ini.


"Wahhh apakah menantu memang mencintai Alka? "


Zely langsung kaget. Tidak mungkin ia mengakui perasaan nya sekarang. Dan kalau ia tidak mengatakan ia mamah akan kecewa.


"Anu,, "


"Sudah malam mah. Lebih baik dia pulang sekarang. "


Alka bangkit dengan cepat membuat Zely kebingungan begitu juga dengan mamah.


"Kenapa masih duduk disana? Tidak mau pulang yah? "


"I,  iya pa,,, eh mas. " Zely langsung bangkit dengan canggung.


Alka langsung menarik tangan Zely dengan kasar bahkan belum sempat ia pamit kepada mamah.


"Hati-hati Alka, jangan membuat menantu mamah seperti itu. " Mamah mengikuti dari dalam.


"Cepatlah pulang! Saya tidak ingin melihat mu berlama-lama. " Ketus Alka kepada Zely yang tersenyum lesu itu namun dengan cepat ia menormalisasi kan wajahnya lagi.


"Bapak tidak usah khawatir, sebentar lagi Bapak akan melihat wajahku dalam waktu yang sangat lama. Semoga bapak tidak bosan hahha. " Zely meremas celananya karena ia sungguh sudah menjadi orang yang tidak tahu malu saat ini.


"Loh, kenapa kamu tidak mengantar menantu pulang? " Tanya mamah dengan heran saat Zely hendak pulang dengan jalan kaki.


"Tidak usah diantar mah, dia sudah besar dan bisa pulang sendiri. " Ketus Alka.


"I,, iya mah heeh. Zely pamit mah. "


"Antar sekarang! " Bentak mamah dan mau tak mau Alka langsung menurut karena ia sangat tidak suka berdebat dengan mamahnya.


"Ck, naiklah! "


Dengan ragu Zely menaiki mobil Alka dan mereka meninggalkan pekarangan rumah.


...🍄🍄Bersambung 🍄🍄...


Waduhh gak adik ipar gak suami nakutin banget hahah. Zely tahan gak yah.


Jangan lupa yah like, komen dan votenya gaess.


See you in the next part ☺


🕸🕸Soundtrack #to get you alone-Baekhyun (EXO)🕸🕸


🍄🍄Menjadi gadis kuat itu tidak lah mudah, karena tak ada hati yang tak bisa retak🍄🍄


Saat ini zely sedang berada dalam Bus menuju terminal tempat ia biasa berhenti sepulang kerja. Hari ini ia memang pulang kerja lebih awal dari biasanya. Sejak tadi ia tak hentinya tersenyum karena mengingat tawaran Ren selaku asisten pribadi Alka, pria yang sudah lama ia idamkan itu.


Ia menekan nomor dilayar ponsel nya itu dengan bibir penuh senyuman.


"Halo, " Seru seseorang dari seberang telepon.


Zely tersenyum dengan semangat setelah menerima panggilan itu"Lu sibuk ngk? Gua mau ketemu nih ada yg mau gua bahas, penting Banget duhh sekalian aja ajak Radi. "


Terdengar helaan nafas dari seseorang yang sejak tadi zely ajak berbicara melalui telepon itu.


"Ngk bisa keluar nih, Gua sama Radi lagi makan siang, kalau ngk lu aja deh yang kesini mumpung lagi jam istirahat. Lu tau kan kita tuh ngk bisa santai kayak lu. "


"Yaudah iya deh buk dokter, tungguin gua eh pesan sama Radi jangan lupa siapin makanan buat gua hehehehe. "


"Oke sip, gua tutup yah. " Gadis itu mematikan sambungan.


Alka sampai dirumah lebih awal dari biasanya, ia turun dari mobil dengan lesu karena satu hari ini ia sudah banyak beraktivitas lebih dari biasanya.


"Ngk mampir dulu nih? " Tanya Alka pada Ren yang sejak tadi enggan untuk turun dari mobil.


"Ngk ah lain kali aja, gua masih ada urusan."


"Yaudah serah deh, gua masuk. Besok lu jemput gua jam biasa aja soalnya ngk ada hal yang perlu kok."


"Hgokeyy." Ren melajukan mobil meninggalkan pekarangan rumah.


Alka memasuki rumah dengan menarik nafas sedikit berat, setiap kali ia hendak masukin rumah ia selalu saja mengumpulkan mental dan kesabaran. Pulang kerumah adalah hal yang sangat ia enggan untuk lakukan tapi sejak tadi mamah sudah berkali-kali menghubungi nya.


Saat pintu terbuka Alka sudah melihat mamahnya menunggu diruang depan.


"Eh sudah pulang yah. Sini dulu sayang mamah mau ngomong sesuatu nih. "


Alka tau apa yang akan mamahnya bicarakan dan ia hanya bisa pasrah dan mendekat meskipun sempat mendengus sedikit kasar.


"Ada apa mah? Alka lelah nih. "


"Ini gara-gara kamu ngk ada yang ngurus makanya lesu gitu. Mamah kan sudah berkali-kali menyuruh mu untuk segera menikah. Kamu ini sungguh keras kepala. "


Alka memutar bola mata dengan kesal karena mamahnya selalu saja mengungkit itu. Tak bosan bosannya.


"Ck, mamah kenapa sih? Alka bosen banget dengerin itu itu mulu. "


"Mamah lebih bosan nyuruh kamu buat nikah, kamu tuh kenapa sih sayang? Apa salahnya untuk memulai berumahtangga? Kamu itu sudah sewajarnya menikah dan mamah sudah sangat ingin punya cucu."


"Ck, mamah kenapa sih? Suruh Andin saja yang menikah aku capek bahas itu mulu. "


"Andin masih sekolah kamu ini gimana sih? Kamu yang seharusnya menikah masa nyuruh adik kamu sih? "


"Aku belum mau menikah mah, jangan paksa kehendak aku dong. "


"Mamah tidak mau tau, kalau sampai satu minggu ini kamu belum juga memperkenalkan calon menantu mamah kamu mamah jodohkan dengan yesha anak om Bimo. "


"Mamah sudah tidak waras yah? Yesha itu masih anak-anak kenapa malah dijodohkan dengan ku sih? Aku ngk mau. "


"Mamah tidak peduli dengan itu, intinya kamu harus menuruti kata mamah. Sudah sabar mamah menghadapi mu selama ini. "


"Ck, terserah mamah saja aku malas berdebat. "


Alka memilih untuk meninggalkan mamahnya, sungguh setiap hari ia sangat bosan mendengarkan ocehan mamahnya yang menyuruh untuk secepatnya menikah.


Alka sama sekali belum memiliki pandangan untuk menikah, untuk mengurus dirinya saja ia sudah kesulitan. Ia sama sekali enggan untuk berbaur dengan orang asing dan itu merepotkan.


"Huh, " Helaan nafasnya berat sekali karena memikirkan ucapan mamahnya itu.


Ia tau mamahnya tidak main-main kali ini. Dan ia sangat bingung harus bagaimana sekarang? Apakah ia benar-benar akan menikah atau bagaimana kedepannya?.


Kalau ia tak secepatnya memperkenalkan seorang gadis maka ia akan dijodohkan dengan gadis SMA dan gadis itu benar-benar merepotkan sekali.


"Tidak bisa kubayangkan aku harus bersama dengan yesha seumur hidupku. Menghindari nya saja sudah melelahkan bagaimana harus bersamanya. " Gumam Alka membuka bajunya hendak mandi.


"Masa sih? Lu yakin sama tuh orang? " Seorang gadis berjas putih sedang duduk dengan zely begitu juga seorang laki-laki yang berkulit putih dan mengenakan jas putih juga.


"Gua sih yakin pak ren itu orang baik, ngk ada tuh tanda-tanda kalau dia mau niat buruk sama gua. Alasan nya juga ngk ada. "


"Gua sih serah lu aja, intinya hati-hati kalau ada apa-apa ku langsung hubungi gua aja. "


"Hmm gaya lu rad, udah kayak mas pacar aja. Mana berani gua gangguin orang penting kayak lu pada. Tidur aja lu pada ngk ada waktu gimana mau ngurusin gua. "


"Gua serius nih, Hati-hati aja makanya. Kalau sampai lu kenapa napa gara-gara mau pdkt sama bos lu itu awas aja gua ngk bakal diam. "


"Elleh ada maunya tuh zel, sok keren banget luh rad. " Ledek fida selaku sahabat akrab zely itu.


Mereka bertiga sudah menjadi sahabat sejak SMA dan kini kedua sahabatnya itu sudah sukses dan menjadi dokter muda sedangkan ia hanya jalan ditempat dan kadang posisi nya sebagai asisten menejer sudah sering hampir ter lengser.


Namun, itu bukanlah prmbatas untuk terus saling menjalin persahabatan. Malah mereka semakin saling menyayangi karena sudah jarang bertemu.


"Eh udah jam kerja nih, kita masih punya banyak urusan nih zel. "


Zely mengangguk tersenyum kearah kedua sahabatnya itu.


"Silahkan bertugas kedua pahlawan ku. Jaga para pasien yah dan tetap lah kukuh dengan pekerjaan kalian jangan lalai. Hmmm"


"Gaya lu udah kayak orang tua aja. Kita pamit yah maaf ngk bisa nganter lu ke depan. " Radi memgelus pelan rambut zely dan fida juga melakukan hal demikian.


Zely mengangguk tersenyum lalu berjalan pelan karena kedua sahabatnya itu sudah tak nampak wujudnya lagi.


"Huh, aku sangat malas untuk pulang. "


Zely berjalan dengan penuh rasa enggan. Kembali kerumah sama dengan mengunjungi sebuah jurang neraka. Ia sungguh sangat membenci rumah.


Setelah lama berjalan dan dan menikmati diluar rumah zely terpaksa kembali pulang meski enggan.


Belum juga ia buka knop pintu, sebuah baskom tebal sudah terlempar kearah wajahnya hingga sedikit lebam.


"Ibu." Teriak kesal zely saat tau ibunya lah yg melakukan itu.


Seorang wanita yang berpakaian seperti seorang gadis saja, dipenuhi dengan make up dan juga baju kekurangan bahan itu. Padan usianya sudah tak terbilang muda lagi.


"Masih tau jalan pulang yah? Berapa kali dihubungi tapi tak kau ubris? Kenapa tidak sekalian saja kamu tidak usah pulang. Mati kalau bisa. "


Zely mengepalkan tangannya dengan keras dan mencoba untuk bersabar.


"Kalau aku mati siapa yang akan membelikan semua keperluan mu itu? Ibu mau jadi gelandangan? " Kesal zely memasuki rumah.


"Hidup Ibu hancur gara-gara kamu. " Sungut ibunya hingga zely berkali-kali mengepalkan tangannya.


"Kenapa menyalahkan ku saat Ibu sendiri yang membuat hidup Ibu hancur? Apa hubungannya dengan ku saat Ibu yang membuat ku dengan laki-laki yang tidak bertanggung jawab itu. "


Gadis yang berstatus sebagai ibunya itu hanya diam saja.


"Saat itu aku sudah mencoba untuk menghilangkan mu tapi tetap saja kamu masih hidup seperti ini. Benar-benar seorang gadis penghancur masa depan. Siapa sangka aku sudah memiliki seorang putri sebesar kamu ini. "


"Wahh baru kali ini aku mendengar mu menyebutkan ku sebagai putrimu. Sebutkan apa lagi kali ini? " Zely mencoba untuk bersabar.


Ibunya sedikit tersenyum smirk setelah itu "kamu akhirnya faham juga. Berikan aku uang 1juta."


"Apa? Jangan ngada-ngada drh buk aku lagi lelah ini. Belum lagi aku ada urusan sebentar lagi. Dari mana aku mendapatkan uang sebanyak itu? "


"Yah mana kutahu, intinya satu juta nya mana? "


"Ngk ada. "


"Ck, kamu melarang ku pergi dengan laki-laki tapi tak bertanggungjawab dengan kebutuhan ku. Asal kamu tau saat aku keluar dengan laki-laki sudah banyak yang bisa kuhasilkan. "


"Ibu, bisakah berhenti membahas itu? Aku adalah putrimu apakah kamu tidak malu mengatakan hal seperti itu padaku? Ibu sungguh sudah gila. " Kesal zely memasuki kamar nya dengan kesal.


"Uangnya mana? Kenapa kamu malah masuk sih? Jangan beralasan sekarang. " Ibu nya tak ingin menyerah bahkan sudah sangat keras ia panggil.


Zely menutup telinga nya dengan keras. Sungguh ia sangat benci dengan suasana ini. Suasana yang setiap harinya harus ia hadapi itu.


🍄🍄berlanjut 🍄🍄


Waduh punya emak kok gitu banget ya?

__ADS_1


Jangan lupa yah like, komen dan vote😍🙏


maaf yah guyss nyemakk soalnya takut ilang di draft. sengaja dibuat acakk hehehe


__ADS_2