
Ages membuka mata secara perlahan karena merasakan kilauan mentari yang masuk melalui celah kaca dan menerpa netra yang tengah sibuk terpejam itu. Matanya pelan ia usap sembari mencoba untuk mengumpulkan nyawa. Ia melihat kearah atap dan terdiam sebentar kemudian berbalik kesamping.
Deg,
Jantung Ages berdebar sangat keras karena mendapati Kina masih sibuk terlelap disampingnya. Tumben sekali gadis itu belum bangun jam segini, apa karena tidur di ranjang yah?.
"Kamu pasti bersyukur karena aku mengangkat mu kesini bukan?" Gumam Ages pelan dan bangga dengan dirinya sendiri.
Ages memutar tubuhnya menghadap kearah Kina yang masih sangat terlelap itu, ini kesempatan Ages untuk memandangi wajah Kina dengan puas karena saat gadis itu sadar maka ia akan menghindari Ages atau bahkan menatap kesal kearah nya.
"Kenapa saat sedang tidur saja kamu secantik ini? Apa kamu selalu cantik seperti ini?" Gumam Ages pelan.
Senyuman tidak pernah sirna dari bibir Ages pagi ini, bukankah ia terlalu kasmaran dengan Kina? Bahkan saat kina tidak melakukan apapun ia malah jatuh cinta dengan hebat.
"Apa aku benar-benar sudah jatuh kepada pesonamu?" Gumam Ages mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya ia rasakan.
"Apa aku benar-benar telah jatuh hati padamu? Sampai aku benar-benar tidak bisa kalau tidak melihat mu, aku tidak tahan kalau tidak bersamamu bahkan untuk tidur saja aku enggan karena takut kamu hilang dari pandangan ku."
Ages terus saja bergumam sendirian sembari menatap Kina yang bergerak resah itu, wajahnya memang memerah sejak tadi dan kali ini Ages benar-benar kaget karena mendengar suara Kina sedikit mendesis.
"Kenapa dengan nya?" Ages bangkit dan duduk disamping gadis itu.
"Sstt kenapa begitu panas?"
Ages kaget saat ia meletakkan tangan nya didahi Kina ia langsung merasakan suhu tubuh gadis itu sedang tidak baik-baik saja. Begitu panas dan Ages bisa melihat Kina sedang dalam kondisi yang tidak baik.
"Apa dia demam?" Khawatir Ages mencoba untuk menambah selimut Kina namun gadis itu tiba-tiba saja terbangun.
"Apa yang mas lakukan?" Kesal kina menepis tangan Ages dari depan dadanya.
Ages langsung kaget seperti nya Kina salah faham, ia sama sekali tidak berniat melakukan apapun kepada Kina. Ia hanya khawatir dan mencoba untuk menambahkan selimut gadis itu.
__ADS_1
"Kamu sepertinya demam, jangan bergerak dulu."
Kina dengan cepat menepis tangan Ages lalu mencoba untuk bangkit "Aku baik-baik saja mas," ucap Kina dengan cepat menolak Ages yang hendak menahan tubuhnya.
"Kamu panas begini mengaku baik-baik saja? Jelas kamu sedang demam jangan banyak bertingkah dulu."
"Kenapa mas perduli jika aku demam atau bukan? Lepaskan aku!" Kesal kina melawan Ages karena ia sama sekali tidak bisa mempercayai laki-laki itu.
Siapapun tahu bagaimana sikap Ages kepada nya selama ini, kesalahan nya benar-benar sudah sangat fatal dan membuat kina hampir saja kehilangan nyawanya sendiri. Lalu apa sekarang? Ia mencoba untuk bersikap baik dan perhatian? Bagaimana mungkin Kina bisa percaya. Kita tidak tahu rencana apa yang sedang ia rancang untuk menghancurkan Kina lebih dalam lagi.
"Tentu saja aku harus perduli, kenapa kamu sangat keras kepala?" Ages mencoba untuk bersabar menghadapi Kina.
Wajahnya benar-benar pucat kalau ia banyak bergerak maka ia akan jatuh dan semakin melemah.
"Cih, seolah aku tidak tahu bagaimana mas yang sebenarnya. Aku muak dengan sikap mas, berhenti membuat ku kebingungan. Bukankah mas sangat ingin aku sakit atau bahkan menghilang dari dunia ini, berhenti bersikap baik dan juga bersandiwara seolah perduli."
Ages menggeleng dengan cepat dan menahan Kina"Ku mohon kali ini kamu menurut, keadaan mu sedang tidak stabil."
"Mau sebanyak apalagi aku harus menurut kepada mas? Kenapa? Agar mas bisa seenaknya memperlakukan ku semau mas. Melecehkan ku, menganiaya dan bahkan selalu saja lancang mencium bibirku. Apa aku begitu murahan Dimata mas?" Kesal Kina dengan mata memerah menahan air matanya.
Kina mendorong Ages lalu menepis selimut yang ia pakai dengan kasar.
"Lain kali dan selanjutnya kedepan mohon mas jangan selancang itu untuk mengangkat atau memindahkan ku saat sedang tidur, aku bukan penghangat ranjang untuk mas. Walaupun mas memandang rendah diriku tetap saja aku memiliki harga diri!"
Kina bangkit dan berjalan lemas meninggalkan kamar, meninggalkan Ages yang terdiam menunduk disana.
Ia benar-benar tidak bisa lagi untuk sekedar berkutik karena ucapan kina ada benarnya ahh atau bahkan sangat-sangat benar adanya.
"Apa yang sedang kamu lakukan Ages? Kamu tidak malu dengan dirimu sendiri?" Gumam nya tersenyum menyakitkan.
Ia benar-benar sangat merasa bersalah dengan segala yang sudah ia lakukan, dan lebih parahnya sampai kini ia bahkan belum pernah melontarkan kata maaf kepada Kina. Dari dasar hatinya Ages sangat ingin mengungkapkan seluruh rasa bersalah nya namun entah kenapa saat hendak mengatakan itu rasanya tenggorokan Ages tercengang dan tercekat hingga sampai kini ia masih belum mengatakan kata maaf itu.
__ADS_1
Sementara Akmal kini sedang terpuruk karena belum juga menemukan keberadaan Kina, ia sangat tidak rela jika harus merelakan Kina. Ia sepertinya tahu kalau Ages lah yang membawa kina namun kekuasaan nya sangat tidak sebanding dengan Ages hingga sampai kini ia belum bisa mendapatkan Kina kembali.
"Aku sudah berjanji melepaskan nya dari laki-laki itu, aku sudah berjanji untuk membahagiakan nya. Maafkan aku Kina karena sampai kini belum bisa menepati itu," gumam Ages dengan penuh rasa bersalah.
Hatinya hancur saat mengingat Kina yang ia temukan begitu lusuh dan juga dipenuhi dengan luka, gadis itu terlihat sudah hancur dunianya. Dan sekarang ia bahkan lebih merasa bersalah karena ia tidak tahu apa yang ia saat ini sedang dialami oleh gadis itu, apakah ia menderita atau malah sebaliknya.
"Kuharap kamu akan baik-baik saja kina, maafkan aku karena tidak bisa berbuat apa-apa."
Tok.
"Mal, buka pintunya! Kamu harus makan dan sudah saatnya masuk kantor," ucap seseorang dari luar yang tentunya itu adalah Afri.
Akmal yang masih saja setia berbaring diatas ranjang nya tidak memperdulikan itu dan masih saja diam mengabaikan Afri.
"Mal! Kumohon jangan seperti ini. Aku takut kesehatan mu terganggu begitu juga dengan pekerjaan mu. Aku minta maaf kalau aku ada salah dengan mu," ucap Afri dengan pelan.
Namun tetap saja tidak ada sahutan dari dalam kamar laki-laki itu, Afri hanya terdiam saja dan berbalik menuju meja makan.
Makanan disana sudah ia atur dan sajikan berharap Akmal akan keluar dan makan bersama dengan nya. Tapi tetap saja ia sama sekali tidak pernah mendapatkan feedback dari laki-laki itu.
Hatinya sakit dan jelas ia seringkali merasakan itu, tapi tetap saja ia harus tetap tegar karena ia sendiri yang sudah memilih jalan ini.
"Setidaknya hargai kerja kerasku untuk memasak ini."
Afri menatap tangannya yang terkena percikan minyak panas itu. Ia mendapat banyak sekali bekas saat sedang mencoba memasak untuk Akmal. Namun ia senang karena ia mendapat itu saat sedang mencoba membahagiakan Akmal.
"Kapan kamu akan melihat ku?" Sendu dan juga sakit hati. Itulah yang selama ini Afri tanggung.
...🌼To be continued 🌼 ...
Hayo hayoo Akmal masih belum move on dari Kina yah? Yahh padahal dikit lagi Kina bakal diembat Ages tuh.
__ADS_1
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀