Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 43: Kamu bukan tunangan ku


__ADS_3

    Ages masih setia di dalam mobilnya sembari memantau keadaan rumah Akmal, sejak tadi ia menunggu namun tidak ada tanda-tanda kina akan keluar dari rumah itu. Walaupun sebenarnya Ages sendiri yakin kalau gadis itu pasti akan berhati-hati dan untuk keluar saja ia mungkin akan berpikir berkali-kali karena takut Ages akan menemukan nya.


"Apa aku kesana saja yah?" Gumam Ages dengan pelan.


Hari sudah sore sekali, Ages benar-benar menunggu disana sejak tadi. Pantatnya saja sudah mulai panas karena terlalu lama duduk di dalam mobil. Namun, untuk nekat kesana memeriksa langsung Ages benar-benar enggan karena hal itu akan merusak semua rencananya.


"Baiklah kita tunggu saja sebentar lagi, mungkin saja gadis bodoh itu akan keluar dengan sendirinya."


Ages memilih untuk bersabar lagi, meskipun stok kesabaran nya benar-benar sudah mulai habis. Bukankah ia sudah cukup sabar seharian menunggu kina disana tanpa hasil sama sekali. Benar-benar membuang waktu namun entah kenapa Ages harus melakukan itu untuk menemukan kina.


Saat Ages masih sibuk memandangi keadaan rumah Akmal ia melihat sebuah motor datang kesan dan itu adalah Akmal. Wahhh Ages bahkan tidak tahu kalau saat ini sudah waktunya pulang kerja di kantor, ia ternyata sudah sangat lama menunggu disana.


Ia belum berniat pergi sebelum melihat Akmal benar-benar masuk ke dalam rumah itu, ia terlihat memasukkan sidik jarinya lalu masuk ke dalam rumah.


Ages melihat ponselnya karena ada sebuah panggilan masuk disana yang ternyata itu adalah sekretaris nya.


"Hmmm."


"Begini tuan, masalah berkas itu sudah saya cek dan tidak ada masalah sama sekali disana, kemana saya mengirimkan berkas ini tuan? Apakah langsung kerumah tuan?" Tanya sekretaris itu.


"Tidak usah, aku saja yang ke kantor sekarang!"


"Baiklah tuan, terima kasih tuan."


Ages memutuskan sambungan panggilan itu lalu bergegas menyalakan mesin mobilnya kemudian melaju meninggalkan pekarangan rumah Akmal dengan hasil yang kosong.


"Biarlah hari ini kubiarkan kalian, aku akan kembali lagi dan membawa pulang gadis gila itu."


Sementara Akmal baru saja pulang dari kantor, ia membuka pintu rumah dengan sidik jarinya seperti biasa. Dan sekedar info, perangkat itu adalah karya pertamanya setelah bekerja di perusahaan milik Ages. Dia memang berbakat hingga sampai di divisi pengembangan.

__ADS_1


"Kina, aku pulang kamu dimana?" Tanya Akmal karena melihat keadaan rumah begitu sepi.


Tidak ada sahutan sama sekali, kina sebenarnya mendengar itu namun ia hanya mengikuti instruksi dari Afri untuk bersembunyi dibalik pintu masuk.


Akmal terlihat bingung dan kina bisa melihat itu, Akmal berjalan kearah kamar milik kina dan ia malah dikagetkan saat melihat orang yang keluar dari sana bukanlah kina melainkan Afri.


"Surprise!" Afri terlihat begitu bahagia dan bersemangat disore menjelang Maghrib itu.


Kina bisa melihat itu dari wajah berseri Afri, ia benar-benar sangat tidak siap dengan melihat pasangan itu bertemu. Sepertinya mereka telah berpisah lama sekali.


Namun, apa yang dibayangkan oleh Kina sangat berbanding terbalik dengan apa yang ia lihat dan bayangan nya Akmal akan memeluk Afri dan mengatakan kalau ia sangat merindukan gadis itu. Tapi kenyataannya Akmal malah Dima saja seolah tak acuh.


"Aku datang nih mal, kamu seneng kan?" Tanya Afri dengan semangat walaupun sebenarnya ia terlihat sangat getir.


"Kenapa kamu datang ke sini? Dimana kina?" Tanya Akmal dengan kesal.


Kina benar-benar tidak menyangka dengan apa yang ia lihat itu, Afri benar-benar kehilangan semangat karena reaksi Akmal yang begitu dingin.


Akmal menatap kearah Afri dengan tatapan yang tidak bersahabat, Kina bisa melihat itu dari rahangnya yang mengeras juga bahunya yang begitu tegak berdiri.


"Berapa kali aku bilang dan ingetin ke kamu berhenti mengatakan kalau kamu tunangan aku, kenapa kamu masih belum juga mengerti fri?"kesal Akmal.


Afri benar-benar sangat kuat mentalnya, ia masih bisa tersenyum kearah Akmal saat laki-laki itu benar-benar tidak ingin melihat nya.


"Jangan gitu dong mal. Aku kangen banget sama kamu tau, emang kamu gak kangen sama aku. Aku baru aja balik dari Paris dan orang yang paling ingin aku temui itu kami mal."


"Aku tidak pernah meminta kamu untuk datang menemui ku, asal kamu tahu aku benar-benar tidak mengingat mu sama sekali. Berhenti menganggu dan aku benar-benar tidak ingin menyakiti mu."


Afri menggeleng dengan cepat lalu mendekat kearah Akmal" Aku tau mal, aku tahu kamu juga pasti mencintaiku bukan? Tolong jujur mal."

__ADS_1


Akmal tersenyum smirk kearah Afri" Sedikitpun tidak ada rasa cinta dihati ku untuk mu, kenapa kamu masih belum sadar juga. Tidak cukup kamu menghancurkan hidup ku? Aku benar-benar muak dengan segala sandiwara mu fri, berhenti menganggu ku dan biarkan aku bebas dengan pilihan ku."


Afri menggeleng"Aku tidak pernah menganggu mu mal, aku hanya ingin kau tahu kalau aku sangat ingin bersamamu. Aku tahu kamu pasti menginginkan hal itu bukan?" Tanya Afri lagi.


"Kamu masih belum paham jumppph,,"


Afri benar-benar tidak tahan lagi dengan perlakuan Akmal, laki-laki itu selalu saja mengelak dengan berbagai macam kata. Jalan keluar nya adalah dengan membungkam bibir nya agar berhenti berbicara.


Kina benar-benar kaget melihat Afri yang tiba-tiba mencium bibir Akmal hingga laki-laki itu benar-benar tidak bisa melanjutkan kata-katanya lagi.


Jujur saja, ada rasa sakit saat melihat itu ia tidak bisa berbuat apapun dan tidak berhak untuk cemburu karena Akmal dengan dirinya tidak memiliki apapun.


Akmal berusaha melepaskan ciuman Afri dengan kesal ia mendorong gadis itu hingga ciuman itu terlepas.


"Kenapa kamu tidak berubah sama sekali? Kalau kamu bersikap seperti ini maka laki-laki manapun tidak akan pernah menyukai mu. Aku sangat tidak ingin menyakiti mu tapi sikapmu benar-benar sangat ingin disakiti," ucap Akmal dengan kesal.


Ia benar-benar tidak habis pikir dengan kelakuan gadis itu, saat ia berbalik ia malah dikagetkan dengan Kina yang berdiri terdiam disana memandang kearah mereka berdua.


Benar-benar sore yang kacau bagi Akmal, ia harus bertemu dengan Afri gadis yang sudah sangat lama ia hindari dan kina malah melihat ia dicium oleh gadis itu.


"Akhh kenapa semuanya begitu melelahkan hari ini!" Akmal berlalu begitu saja memasuki kamar nya meninggalkan Afri yang terdiam menunduk itu.


Bohong kalau ia tidak sakit hati saat mendengar itu, tapi bukan berarti ia harus berhenti sebab ia yang telah memilih jalan ini.


Kina sendiri masih sangat kaget karena apa yang ia bayangkan sejak tadi ternyata sangat jauh dengan apa yang ia lihat.


...🌼To be continued 🌼...


Yahhh kasiann banget yah si Afri, Akmal ternyata gak suka sama dia huuu.

__ADS_1


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀


__ADS_2