Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 38: Kau akan kutemukan.


__ADS_3

     Ages benar-benar turun langsung mencari keberadaan kina, ia menaiki mobilnya dengan kesal menuju tempat geng itu berada sekarang. Katakan saja ia terlalu gila karena perduli dengan Kina, entahlah ia sendiri kebingungan dengan dirinya. Bukankah ia sangat ingin gadis itu enyah dari pandangan nya. Namun entah karena apa ia malah dibuat kesulitan sendiri saat Kina tidak ada di dekatnya.


Ages malah kepikiran dengan gadis itu, terbayang wajahnya dan segala sesuatu yang pernah ia lalui dengan Kina. Bukankah hal itu lebih membuat Ages tersiksa? Kalau saja ia bisa tenang dengan kaburnya Kina maka ia akan dengan sangat mudah membiarkan gadis itu pergi begitu saja. Toh dia sendiri yang akan kesulitan karena tidak memiliki tempat untuk ia pulang.


Namun, kenyataan nya malah berbanding terbalik dengan apa yang Ages alami. Ia malah tersiksa sendiri dengan kepergian kina. Apa karena terlalu benci ia begitu tergantung untuk selalu membuat Kina menderita dalam pandangan nya.


"Berani sekali dia kabur saat aku hanya meninggalkan nya bekerja, ia kabur seolah ia sama sekali tidak perduli dengan apa yang kukatakan selama ini. Aku tidak akan berhenti membuat ia tersiksa sampai aku merasa puas," gumam Ages masih sibuk menyetir mobilnya menuju lokasi terakhir Kina.


"Kau akan ku temukan bagaimanapun keadaannya, dimana pun itu. Karena tidak akan ada waktu mu lepas dari genggaman ku. Setelah ku temukan maka kau akan kuberikan pelajaran agar tidak mengulangi nya kedua kali."


Ages AUD bertekad bulat, baginya sikap Kina yang kabur darinya begitu saja adalah salah satu bentuk sikap membangkang Kina dan gadis benar-benar seolah tengah memancing amarahnya.


"Sudah benar aku menyelamatkan nya dari kematian, bukankah dia benar-benar tidak tahu diri? Akhh gadis itu benar-benar selalu berhasil membuat ku naik pitam."


Ages memikul setir karena merasa kesal, semakin ia memikirkan kina maka semakin ia begitu kesal dengan keadaan dimana ia harus repot-repot mencari gadis itu.


"Sialan! Benar-benar diluar perkiraan ku, entahlah! Aku sendiri tidak tahu sedang apa aku mencari gadis sialan itu."


Sampai di lokasi Ages langsung turun dari mobilnya lalu disambut oleh beberapa anggota geng itu terutama ketua geng yang sudah merasakan panas dingin takut di semprot oleh Ages.


"Ma,,maaf tuan! Sampai kini kami masih belum menemukan gadis itu."


Ages tersenyum smirk, ia lalu mendekat kearah ketua geng yang tenang menunduk itu. Ia membantu untuk tegak kembali lalu menepuk pelan bahunya seolah tengah membersihkan debu menempel disana.


"Bukankah ini adalah kesekian kalinya? Kenapa kamu begitu seolah Kalian adalah amatiran! Kalau saya ingat lagi sudah berapa kali Kalian mengecewakan saya dan hanya bisa berjanji saja? Padahal kalian saya gaji mahal loh!" Sindir Ages tepat didepan wajah ketua geng itu.


Para anggota semakin ikut ketakutan, pasalnya apa yang sudah dikatakan oleh Ages itu benar-benar kenyataan. Mereka kerap kali berjanji namun sekalipun mereka tidak pernah menepatinya.

__ADS_1


"Maafkan kami tuan, kami akan segera menemukan nya. Tolong beri kami kesempatan tuan," ucap ketua geng itu dengan panik.


"Hmmm sudah kesekian kalinya juga saya mengatakan kalau saya sama sekali tidak membutuhkan kata-kata seperti itu, saya hanya butuh pembuktian."


Mereka semakin getir karena Ages benar-benar sangat sulit untuk direbut kepercayaan nya. Laki-laki itu terus saja menuntut bukti nyata .


"Padahal tadi adalah waktu yang begitu berharga dan begitu mudah untuk mendapatkan gadis itu, bagaimana bisa kalian kehilangan jejaknya dengan jumlah kalian sebanyak ini sementara gadis itu hanya seorang diri."


Ages benar-benar tidak habis pikir, ia mencoba untuk menelaah lebih dalam lagi tetap saja tidak masuk akal baginya kina bisa kabur dari sekian banyak mereka. Gadis itu juga sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja seingat Ages.


"Bukankah kalian terlalu tidak berguna untuk terus bekerja dengan saya? Kalau saja bukan karena perjanjian waktu itu maka kalian sudah lama saya buang."


"Maafkan kami tuan, kami sudah menyiapkan sebaik-baiknya strategi untuk menangkap nya. Namun tiba-tiba saja dia bersama dengan seorang laki-laki lalu laki-laki itu membawa kabur gadis itu tuan."


Ages sedikit mengeryit pasalnya ia sama sekali tidak tahu apakah itu adalah kenyataan, bagaimana bisa Kina bersama dengan laki-laki saat itu?.


"Iya tuan, mereka pergi berdua lalu kabur entah kemana."


Beberapa anggota bergumam seolah mereka memiliki sesuatu untuk disampaikan kepada Ages.


"Ada apa itu? Kenapa begitu heboh?" Tanya Ages dengan pelan.


"Kami memiliki bukti gadis itu sedang bersama dengan laki-laki lain tuan, mereka bahkan berpegangan tangan saya mencoba kabur dari kami."


Ages dengan cepat menarik ponsel itu dari tangan anggota yang lain, dan matanya terbelalak kaget saat melihat Kina benar-benar sedang berdua dengan laki-laki lain. Wajah laki-laki itu tidak terlihat jelas sama sekali karena ia membelakangi kamera namun tangan mereka terlihat sangat jelas sedang bertaut berpegangan tangan.


Darah Ages mendesir tanpa sebab, entahlah ia sendiri kebingungan dengan perasaannya yang tiba-tiba saja tidak mood itu. Bagaimana bisa merasakan tiba-tiba hawa semakin panas saja. Gerah dan juga ingin memaki.

__ADS_1


"Mereka benar-benar sedang berdua tuan, dan laki-laki itu yang membawa Gadis itu pergi,"sambungan beberapa anggota yang lain.


Ages tidak perduli siapa laki-laki itu sama sekali, namun yang jelas sekarang ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia lihat itu. Gadis itu benar-benar sudah diluar batas kemaafan bagi Ages.


Ia kabur dari genggaman Ages entah kemana dan saat Ages berhasil melihat kondisinya ia malah tengah berduaan dengan laki-laki lain? Wahh sungguh diluar dugaan sekali bukan? Bagaimana mungkin Ages akan tinggal diam?.


"Berani sekali gadis Sialan ini berselingkuh dibelakang ku? Jangan bilang dia kabur hanya untuk bertemu dengan laki-laki sialan itu? Awas saja aku akan mencari mu sampai ketemu." Batin Ages dengan kesal.


Ia hampir saja melempar ponsel itu karena emosi namun dengan cepat ditahan oleh pemilik ponsel tersebut.


"Tolong jangan dibanting tuan, itu ponsel yang saya dapatkan dengan keringat dan air mata. Kreditnya saja belum lunas tuan!"


Ages melirik kesal kearah laki-laki itu dan memberikan ponselnya dengan kasar.


"Sialan!" Ia mengumpat hingga laki-laki itu mundur ciut sembari memeluk ponsel nya.


Padahal sebenarnya Ages bukan mengumpat kepada nya, ia hanya kesal saja mengetahui fakta tidak menyenangkan itu.


"Saya berikan kesempatan satu kali lagi untuk Kalian, kalau saja dalam waktu dekat ini kalian belum juga menemukan nya. Maka kalian akan saya buang! Benar-benar sampah," ucap Ages dengan kesal.


Laki-laki itu melangkah dengan kasar lalu memasuki mobilnya melaju meninggalkan mereka yang langsung berdumal kesal karena sikap Ages.


...🌼To be continued 🌼...


Hayo hayooo cemburu bilang ae dah kagak usah malu-malu. Gak usah emosi juga hadeuhhh.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys 🧀


__ADS_2