Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 47:Demi Akmal


__ADS_3

      Pagi-pagi sekali Akmal sudah berangkat lebih dahulu ke kantor, Kina masih sibuk mengompres kening Afri yang masih saja panas itu. Afri demam sejak semalaman, ia menangis hebat dan bahkan sampai ketiduran dalam keadaan mata sembabnya.


Kina benar-benar kasihan kepada gadis cantik itu, ia begitu indah dan tidak pantas untuk terlihat menderita seperti itu. Menambah rasa bersalah dalam diri kina karena ia jelas tahu Afri menangis karena sikap Akmal tadi malam, Akmal bersikap seperti itu dan menyangkut pautkan kina hingga menyakiti hati Afri.


"Gadis sebaik kamu memang sangat pantas untuk Akmal, maafkan aku karena sudah menjadi beban dalam hubungan kalian."


Kina membilas handuk kecil itu kemudian menempel nya kembali kedahi gadis itu, ia merasa sangat bersalah kepada Afri. Kalau saja ia tahu Akmal sudah memiliki tunangan maka ia tidak akan pernah mau ikut Akmal kerumahnya dan menjadi orang yang menghalangi perjuangan cinta Afri.


"Aku akan buatkan bubur untuk mu," ucap Kina pelan meskipun Afri masih belum sadarkan diri.


Kina melihat kearah dapur yang sepi itu, makanan dimeja makan yang sudah ia siapkan untuk Akmal juga masih terlihat rapi tidak disentuh sama sekali. Mungkin laki-laki itu juga sedang tidak bagus moodnya. Ia berangkat ke kantor hanya pamit sekilas saja. Biasanya ia akan mengatakan banyak hal kepada kina, namun karena kina sibuk mengurusi Afri Akmal memilih pamit begitu saja.


Bubur yang saat ini dimasak kina sudah matang dengan sempurna,ia menyeduhnya kedalam sebuah mangkuk untuk ia bawa ke kamar namun ia kaget saat Afri keluar dari kamar dengan penampilan yang sudah rapi seolah gadis itu sedang tidak sakit.


"Loh? Kamu mau kemana Fri? Demam kamu udah mendingan yah?" Tanya Kina masih dengan nampan berisi bubur juga teh manis buatan nya.


"Aku gapapa kok na, maaf yah udah ngerepotin kamu. Aku mau keluar bentar ketemu teman aku,"ucap Afri dengan senyuman khasnya seolah ia bukanlah gadis yang tengah menangis hebat malam itu.


"Kamu sarapan dulu, aku khawatir kamu kenapa-napa fri! Dari tadi malam kami belum makan juga," ucap Kina meletakkan bubur itu dimeja ruang tamu lalu menarik Afri dengan perlahan agar duduk lebih dahulu.


"Padahal aku gapapa loh na, tapi karena kamu udah baik banget masakin bubur buat aku. Aku gak bisa nolak hehehe, makasih yah na!"


Benar-benar gadis yang sangat baik bukan? Ia tengah terlihat sibuk hendak keluar namun karena menghargai kina Afri menyempatkan diri untuk duduk dan memakan bubur buatan Kina.


"Sangat enak sekali na, terima kasih banyak yah. Maaf aku keluar dulu yah. Gapapa kan kamu sendiri?" Tanya Afri dengan rasa bersalah.


"Aku tidak apa Fri, kamu santai saja. Kalau ada apa-apa kabari aku yah."


Afri tersenyum mengangguk lalu keluar dari rumah itu meninggalkan kina yang kini sendirian. Ia terdiam sejenak kemudian ia bergerak membersihkan meja makan juga dapur yang sempat ia kotori tadi.


Saat sedang bekerja ia sama sekali tidak bisa mengalihkan pikirannya dari hubungan Akmal juga Afri, entahlah ia terus saja merasa bahwa dengan hadirnya ia diantara mereka Afri semakin kesulitan untuk mendapatkan Akmal begitu juga dengan Akmal yang semakin terlihat berbeda dalam pandangan Kina.

__ADS_1


"Sepertinya pergi dari sini adalah hal yang benar untuk aku lakukan, aku sudah terlalu lama menumpang dengan Akmal. Bukankah aku terkesan tidak tahu diri jika terus saja menjadi benalu disini? Aku harus mandiri dan juga mencari kehidupan ku sendiri tanpa harus menganggu ketenangan orang lain."


Kina kini yakin dengan tekadnya, memang ia sudah memikirkan hal ini semalaman namun ia sedikit ragu karena rasanya kepada Akmal. Akan tetapi melihat gadis sebaik Afri ia sama sekali tidak sanggup untuk berharap lebih kepada Akmal yang jelas lebih pantas bersanding dengan Afri.


Kina sudah selesai membersihkan dapur kini ia meraih  sebuah kertas yang sudah ia tulis semalaman, ia benar-benar sudah menyiapkan hal-hal seperti ini jika sewaktu-waktu ia harus pergi dari rumah ini.


"Terima kasih dan maaf yah mal," gumam Kina meletakkan surat itu tepat dipintu kamar Akmal yang ia selipkan dari bawah pintu.


Walaupun sebenarnya kina merasa sangat berat untuk memilih jalan ini, ia memang harus melakukan nya karena ia tidak ingin menghambat kebahagiaan orang lain. Cukup hidup nya yang hancur jangan sampai orang lain merasakan hal yang sama dengan nya.


Kina yang sedikit merenung itu malah dikagetkan dengan suara bel berbunyi. Kina yakin itu adalah Afri karena kalau itu Akmal laki-laki itu akan langsung masuk dengan memakai sidik jarinya sendiri.


"Loh, kok cepat sekali pul,,,"


Kina yang mengira itu adalah Afri langsung kaget karena saat ia membuka pintu yang muncul bukanlah Afri, melainkan Ages yang sudah berdiri dengan gagah dihadapan Kina.


"Ma,,mas a,,Ages?" Kaget Kina langsung diburu rasa takut dan hendak menutup pintu kembali.


Terlambat.


"Hai! Lama tak jumpa,"sapa Ages dengan senyuman ramah yang jelas Kina bisa merasakan kalau Ages tengah berpura-pura.


Kina hanya diam saja tidak membalas sapaan Ages, ia masih berusaha untuk menutup pintu dan berharap siapapun datang untuk menolong nya.


"Kenapa sombong begitu hmmm? Setidaknya kamu harus membalas sapaan ku dong. Dan satu lagi kamu tidak akan bisa lolos lagi kali ini."


Kina benar-benar takut mendengar itu dari Ages, tak terbayangkan lagi sebesar apa kemarahan Ages kepada dirinya. Apakah ia akan mendapatkan beberapa pukulan lagi atau bahkan ia harus merasakan dilecehkan lagi?.


"Dua Minggu bebas bukankah sudah sangat lama? Apa kamu masih kurang? Bukankah sudah saatnya pulang kerumah?" Tanya Ages masih mencoba berbicara baik-baik kepada Kina.


"Aku tidak tahu rumah mana yang mas maksud? Aku tidak memiliki rumah dikota ini." Jawab kina dengan dingin.

__ADS_1


Ages tersenyum mengerti, kina benar-benar terlihat sangat enggan untuk pulang dengan nya.


"Apa kamu sama sekali tidak ingin pulang kerumah? Aku sudah sangat lelah mencari mu."


"Untuk apa mas mencari ku? Bukankah mas  sangat ingin aku pergi dari pandangan mas?" Tanya Kina dengan wajah sedikit sendu.


"Aku malas berdebat saat ini, cepat keluar dan ikut aku untuk pulang. Aku masih berusaha berbicara baik-baik dengan mu sebelum aku melakukan hal gila," ucap Ages dengan pelan.


"Aku tidak mau pulang dengan mas, aku benar-benar tidak ingin kembali ke rumah itu."


"Benarkah? Apa kamu masih tetap menolak pulang saat aku mengatakan kalau aku bisa saja menghancurkan hidup laki-laki yang saat ini sedang bersama mu. Akmal bukan? Kalau tidak salah dia adalah karyawan dikantor ku dengan predikat pendidikan paling rendah disana. Bagaimana yah? Walaupun dia sangat berbakat namun mengingat ia masih seorang mahasiswa bisa saja aku dengan mudah menggeser tempat nya atau bahkan menghancurkan hidupnya."


Kina langsung ketakutan saat mendengar itu, Ages benar-benar gila. Untuk apa ia sangkut pautkan masalah Kina dengan Akmal? Kenapa ia malah menjadikan Akmal sebagai ancaman untuk Kina yang sudah pasti gadis itu akan sangat kalah telak dan tidak akan bisa menolak nya.


"Kenapa kamu sangat licik mas?" Kesal Kina dengan wajah memerah mat berkaca-kaca. Ia jelas Takut hidup Akmal akan hancur jika ia sampai tidak menurut kepada Ages.


"Ayo keluar, aku lelah berdiri disini."


"Mas tunggu saja aku akan keluar dengan beberapa barang ku."


"Tidak usah bawa apapun dari rumah Sialan ini, aku tidak Sudi jika mereka bersemayam dirumah ku."


Ages dengan cepat menarik tangan Kina menuju mobil meninggalkan rumah Akmal begitu saja..jelas Kina merasa sangat berat hati jika ia harus pergi dengan keadaan seperti ini.


Ia memang sangat ingin keluar dari rumah itu demi Afri juga Akmal akan tetapi ia sama sekali tidak meminta untuk kembali ke tempat Ages dan bersama dengan laki-laki itu.


"Bagaimana hidup ku setelah ini? Apakah aku akan baik-baik saja?" Batin Kina dengan hati yang tidak tenang.


...🌼To be continued 🌼...


Aaaa gila sih Ages emang beda hahah, bisa-bisanya dia datang langsung kerumah Akmal buat jemput kina. Untuiaja Akmal gak ad disana hadeuhhh.

__ADS_1


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀


__ADS_2