Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 67: Aku takut mas.


__ADS_3

   Ages keluar dari ruangan tempat Kina dirawat dengan hati yang sangat berat, ia benar-benar tidak ingin meninggalkan Kina sendirian disana. Tapi gadis itu benar-benar sangat ingin sendiri saat ini, melihat wajah Kina yang kian memerah dan air mata yang terus saja mengalir deras Ages benar-benar tidak bisa lagi membantah dan memilih mengalah pergi saja.


Seperginya Ages meninggalkan Kina tangisnya semakin pecah saja, ia benar-benar tidak bisa lagi menahan tangisan nya hingga ia terisak menjadi-jadi seolah ia akan menghabiskan stok air matanya keluar semua.


"Kenapa aku harus hidup seperti ini hiks,,? Kenapa harus aku dari sekian banyak manusia di dunia ini? Hiks,,."


Kina berteriak dan kesal dengan takdirnya, ternyata ia tidak hanya cukup kehilangan seluruh keluarga baik itu Kaka dan bahkan kehilangan kesuciannya secara paksa dan berita apa kini yang ia terima? Ia harus mendapatkan fakta nyata bahwa sedang hamil buah hati Ages saat ini.


"Bagaimana aku akan lepas darinya jika saat ini aku harus mengandung anaknya? Hiks,,, kenapa aku harus mendapatkan nasib seperti ini hiks,,?"


Kina benar-benar tidak menerima fakta bahwa ia sedang hamil anak Ages, ia sudah sangat lama memikirkan bagaimana caranya berpisah dengan Ages? Kalau ia hamil maka akan semakin sulit untuknya berpisah dengan laki-laki itu.


Kina mencoba bangkit dari ranjang dengan tubuh lemah itu, sedikit sempoyongan namun ia masih sanggup untuk berjalan menuju sebuah meja yang disana terdapat beberapa peralatan. Ia melihat sebuah gunting dan dengan cepat mengambil nya.


Kina memang akhir-akhir ini sedang tidak dalam kondisi mental yang bagus, semenjak ia kehilangan keperawanan nya ia mulai mengalami perubahan emosi yang sangat tidak stabil. Ia mengalami kondisi mental yang sangat kacau hingga sewaktu-waktu ia bisa gegabah dan juga berpikiran sempit.


"Aku tidak mau hidup seperti ini, lebih baik aku mati jika harus hidup menyedihkan seperti ini."


Kina bergetar saat memegang gunting itu, jujur saja ia ketakutan namun tetap saja ia mencoba untuk memberanikan diri untuk mengambil gunting itu.


Ia arahkan gunting itu kearea perutnya dengan air mata yang mengalir sangat deras. Isakan nya semakin dalam dan ditambah dengan tubuh yang semakin bergetar hebat.


"Maafkan aku hiks,,a,,aku hanya tidak ingin kamu lahir ke dunia ini dan memiliki seorang ibu yang hina juga menyedihkan seperti ku ini. Aku tidak ingin kamu mengalami kehidupan yang sulit saat hadir di dunia ini hiks,, bukankah lebih baik kita pergi bersama? Hiks,,,"


Kina menangis hebat setelah mengatakan hal itu, ia sangat tidak sanggup namun tetap saja baginya untuk saat ini hanya itu jalan. Ia sangat tidak ingin anaknya lahir dari rahim wanita menyedihkan sepertinya.


"Hiks,, maafkan aku.."


Dengan keras ia menekankan gunting itu sembari mencoba mengarahkan nya diarea perutnya. Namun tiba-tiba saja ia merasakan kram diperutnya begitu terasa sakit hingga ia berteriak menahan sakit.


"Akhh,,hiks,,"

__ADS_1


Kina langsung terjatuh diatas lantai begitu juga dengan gunting yang masih ada di dalam genggaman nya. Ia menangis hebat sembari menahan rasa sakit diarea perutnya.


"Akhh,,"


Pintu terbuka lebar dan memperlihatkan Ages yang masuk dengan wajah yang sangat khawatir dan berlari menuju Kina yang terduduk dilantai sembari menangis sangat keras. Ia merasa jahat karena sudah memiliki niat buruk seperti tadi, ia jahat karena memiliki niat untuk mengakhiri hidupnya dengan anak dalam kandungan nya.


"Kenapa dengan mu sayang?" Tanya Ages khawatir mendekat kearah Kina yang menangis keras itu.


Ia malah semakin kaget saat melihat sebuah gunting ditangan Kina, kenangan saat dimana ia melihat kina tergeletak di kamar mandi penuh darah dan juga mengingat gadis itu benar-benar nekat membuat Ages sedikit gemetar dan khawatir.


"Tenanglah sayang,, maafkan aku atas segalanya. Ku mohon tenanglah," ucap Ages dengan mata memerah sembari mencoba untuk menenangkan Kina.


Perlahan ia mencoba untuk melepaskan gunting itu dari tangan Kina, sedikit kesulitan namun akhirnya ia berhasil memisahkan kina dari alat berbahaya itu.


Ia melihat kearah Kina yang menangis dengan wajah memerah dan ada raut bersalah disana seolah ia sendiri sangat tidak sanggup untuk melakukan hal itu. Karena jujur saja, kalau saja kina sedang tidak mengandung maka ia tidak akan Takut untuk melakukan itu namun mengetahui fakta ada nyawa yang baru saja hadir di dalam perutnya membuat Kina tidak sanggup dan ia langsung diliputi rasa bersalah yang mendalam.


"Hiks,,aku takut mas hiks,,"


Kina menangis sangat hebat dan air matanya tumpah ruah di hadapan Ages. Tentu saja melihat itu Ages juga tidak kuasa menahan tangisnya. Ia seolah bisa merasakan bagaimana kacau dan juga hancurnya perasaan kina saat ini.


Dengan lembut Ages menarik kina ke dalam dekapan nya. Mencoba memberitahu gadis itu bahwa semuanya akan baik-baik saja.


"Hiks,, aku ,,aku sangat takut mas hiks,,"


Air mata Ages mengalir deras merasa pilu mendengarkan isakan Kina yang kini tepat berada di dekat telinga nya sendiri. Ia merasakan sakitnya segala duka yang sudah sangat lama dialami Kina ia benar-benar tiba mengungkapkan bagaimana rasa bersalah dalam dirinya.


"Maafkan aku sayang hiks,, maafkan aku."


Air mata Ages diiringi isakan juga, laki-laki itu benar-benar terlihat sangat berbeda dengan tampilan nya yang biasa. Bahunya yang selama ini tegak kini terlihat sangat curah dan juga turun bak bunga yang layu.


Kina tidak menanggapi itu dan masih terus menangis hebat dalam pelukan Ages. Ia sungguh ingin menghabiskan stok air matanya saat itu.

__ADS_1


Sekitar beberapa menit mereka menangis bersama diatas lantai itu, dokter dan suster mendapati mereka begitu pilu disana hingga mereka bahkan mendapatkan intruksi agar sebaiknya kina tidak diperkenankan untuk duduk lama diatas lantai.


Ages sendiri sedang menunggu diluar, kina lagi-lagi harus diperiksa ulang. Gadis itu terlihat semakin pucat dan juga kondisi mentalnya sedikit tidak biasa. Tentu saja hal itu membuat Ages semakin khawatir saja.


Laki-laki itu bolak-balik mondar-mandir didepan ruangan kina. Tangannya bergetar dan ia tak hentinya melihat kearah pintu berharap dokter segera keluar dan mengatakan segalanya baik-baik saja kini.


"A,,aku tidak ingin kehilangan Kina dan anakku."


Ages terus saja mengulang-ulang kalimat itu dengan air mata tak hentinya mengalir deras. Rasa bersalah terus saja datang menghantui nya, membayangkan bagaimana kondisi mental kina saat ini ia sungguh-sungguh sangat khawatir dan tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.


"Mengapa aku begitu tidak bertanggungjawab sebagai laki-laki? Kenapa kina harus bertemu dengan laki-laki bejat seperti diriku ini hiks,,"


Ia tidak bisa berhenti menyalahkan dirinya sendiri, kina benar-benar sudah mengalami banyak kesulitan dalam hidupnya semenjak bersama dengan Ages.


"Aku tidak pantas untuk dimaafkan namun aku tidak akan berhenti untuk memperbaiki kesalahanku, aku benar-benar gagal menjadi seorang laki-laki yang bertanggungjawab."


Ages tidak hentinya menyalahkan dirinya sendiri hingga pintu ruangan kina terbuka lalu seorang dokter datang menghampiri Ages yang juga langsung mendekat karena khawatir.


"Ba,, bagaimana hasil pemeriksaan ulang istri saya dok? Apakah ada masalah?" Tanya Ages dengan wajah khawatirnya dan tidak lupa juga dokternya itu sendiri bisa menangkap momen tangan Ages tidak hentinya bergetar.


Dokter itu langsung menggeleng dan tersenyum singkat karena ia benar-benar kagum dengan kekhawatiran Ages. Mereka terlihat seperti kelurga yang sangat harmonis saja.


"Pasien mungkin sedang mengalami syok ringan, mentalnya sedikit terganggu namun tidak usah khawatir pak. Dengan memberikan perhatian penuh juga kelembutan maka pasien akan baik-baik saja. Masalah psikis yang dialami pasien ini hanya bersifat sementara.


Ages lega dengan apa yang ia dengar itu walaupun sebenarnya ia juga khawatir dengan dirinya sendiri. Ia benar-benar tidaklah pantas untuk mencoba mendekati kina. Gadis itu pasti masih sangat membencinya.


"Aku benar-benar gagal menjadi suami yang baik untuk nya, tapi aku sangat ingin berusaha untuk menjadi suami yang bisa ia anggap tempat yang aman dan selalu ia rindukan."


...🌼To be continued 🌼...


Aaa author nangis banget ngetiik pas bagian kina begitu terganggu mentalnya dan bahkan hampir saja bunuh dirinya dengan anak dalam kandungan nya. Sakit banget kayaknya jadi si Kina. Tapi Ages juga kasian banget ihh .

__ADS_1


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀


__ADS_2