
Kina hanya diam saja diatas ranjang sembari merenung, hatinya sangat hancur dan merasa bersalah terhadap janin di dalam perutnya. Setelah sedikit lebih tenang kina benar-benar menyadari kesalahannya yang hampir saja berbuat bodoh mengakhiri hidupnya untuk yang kedua kali dan bahkan hampir saja mencelakai calon buah hatinya.
"Hiks,, maafkan mamah nak, maafkan mamah karena hampir saja mencelakai mu hiks,,"
Ia dipenuhi dengan rasa bersalah, bukankah ia akan semakin terlihat jahat kepada calon buah hatinya. Ia hampir saja membunuhnya dan hampir membuat janin itu tidak sempat melihat keadaan dunia ini.
"Mamah benar-benar minta maaf karena sudah sempat membuat mu terganggu disana, mamah janji akan menjaga mu dan membahagiakan mu. Cukup mamah saja yang menghadapi kehancuran hidup ini mamah tidak akan mengizinkan kamu untuk merasakan penderitaan walaupun sekecil apapun itu,"ucap Kina dengan lembut mengelus perutnya yang masih sangat rata itu.
Ia sudah bertekad untuk tetap menjaga dan mempertahankan bayi itu, tidak perduli dengan Ages atau siapapun itu baginya kebahagiaan dan juga kesehatan bayi itu adalah yang terpenting saat ini. Ia memilih pasrah saat ini, berpisah dengan Ages sudah sangat tidak mungkin dan lebih baik ia memilih pasrah dan menjalani nya saja.
Pintu ruangan itu terbuka dan memperlihatkan Ages yang begitu urakan, wajahnya benar-benar sangat sembab karena sehabis menangis tadi begitu juga dengan Kina. Mereka berdua terlihat sangat hancur jika diperhatikan dengan seksama. Laki-laki itu juga terlihat sangat runtuh tidak seperti penampakan Ages yang biasanya.
Kina hanya diam saja, ia sama sekali tidak memperhatikan Ages begitu lama karena ia lebih memilih memalingkan wajah dari laki-laki itu. Ia bingung harus bagaimana setelah ini, bagaimana ia akan hidup dengan Ages setelah mengandung anak dari laki-laki itu.
Setelah sampai di dekat ranjang Kina Ages sama sekali tidak berbicara namun tiba-tiba saja ia berlutut dihadapan gadis itu. Ia berlutut diatas lantai tepat dihadapan Kina yang mau tidak mau melihat kearah nya dengan dahi yang mengerut.
"Maafkan aku sayang, maafkan aku karena sudah membuat mu melalui hari-hari yang begitu sulit. Aku sudah membuatmu merasakan begitu banyak perih dan juga luka. Aku benar-benar gagal menjadi seorang suami untuk mu,"ucap Ages dengan penuh rasa bersalah.
Air matanya terus saja mengalir karena segala perbuatannya yang begitu kejam kepada Kina seolah terputar dalam benaknya. Kina sendiri hanya diam saja dengan air mata mengalir, sudah sangat lama kata itu ia tunggu dari Ages.
"Maafkan aku karena sudah sering membentak mu, berkata kasar dan bahkan begitu tega merenggut kesucian mu yang sudah sangat lama kamu jaga sayang. Maafkan aku karena begitu lancang melakukan hal-hal yang tidak kamu inginkan, maafkan aku atas segalanya hiks,,"
Air mata laki-laki itu begitu deras mengalir dengan keadaan menunduk ia berkali-kali mengusap air matanya yang tumpah ruah itu. Begitu juga dengan Kina mereka berdua benar-benar seperti dua bocah yang baru saja berantam dan menangis bersama di ruangan itu.
"Aku tahu kesalahan ku benar-benar sangat fatal dan aku terlihat seperti orang yang tidak tahu malu dengan mudah meminta maaf kepada mu. Namun, aku berjanji akan memperbaiki segala nya dan menebus segala kesalahanku."
Ages melihat kearah Kina yang ikut menangis itu, ia sangat tidak menyangka akan mendapatkan permintaan maaf dari Ages laki-laki yang begitu arogan dan juga kejam itu. Selama ini ia terlalu banyak mendapatkan luka dari laki-laki itu dan begitu asing baginya mendengarkan permintaan maaf dari Ages.
Hanya air mata yang keluar dari mata kina, ia tidak kuasa untuk berbicara karena segala nya begitu membingungkan baginya.
__ADS_1
Ages sendiri tidak bangkit dari atas lantai menunggu tanggapan dari Kina, ia tidak mengharapkan maaf dari kina secepat itu karena kesalahannya bukanlah kesalahan biasa yang dengan mudah bisa dimaafkan.
Kina melihat kearah Ages dengan air mata yang begitu deras, untuk bangkit ia tak memiliki tenaga sama sekali.
"Mas bangkit dari sana, tidak enak jika ada yang masuk dan melihat mas berlutut seperti itu," ucap Kina dengan pelan.
Ages tidak mendengarkan kata memaafkan dari bibir Kina dan memang ia sa sekali tidak pantas dimaafkan. Namun ia lega karena gadis itu masih mau berbicara dengan nya. Dengan perlahan Ages bangkit dan menurut kepada Kina.
"Maafkan aku, aku benar-benar akan mencoba memperbaiki segalanya."
"Maaf mas aku masih tidak ingin membahas itu sekarang, kita bahas lain kali saja."
Ages Langsung terdiam dan mengerti dengan ucapan Kina, ia mengerti dengan suasana hati Kina yang saat ini sedang tidak stabil itu.
"Kamu istirahat saja dahulu, aku akan keluar mencari makan. Aku tahu kamu tidak akan menyukai makanan dirumah sakit ini bukan?" Ucap Ages walaupun tidak ada sahutan dari Kina.
Ages memutuskan untuk keluar dari ruangan itu begitu juga dari rumah sakit untuk mencari makanan. Makanan rumah sakit pasti tidak akan cocok dengan lidah Kina.
Ia begitu kaget sampai menutup mulutnya sendiri"Kenapa begitu enak mengatakan istri dan anakku? A,apa aku akan menjadi seorang ayah?" Kaget Ages dengan senyuman yang sangat lebar.
Jantung nya bahkan berdebar saat membayangkan ia akan menjadi seorang ayah. Tidak pernah terpikirkan olehnya namun jujur saja rasa haru dan bahagia itu benar-benar sangat kuat.
"A,,aku akan menjadi seorang ayah? Kenapa aku benar-benar bersemangat dan senang akan hal itu?"
Ages tersenyum senang walaupun matanya masih sangat sembab tapi mengingat apa yang akan ia terima nanti benar-benar membuat ia sangat bersemangat.
Sementara kini keadaan di rumah Akmal benar-benar sangat semu. Afri benar-benar kewalahan menghadapi Akmal yang begitu pengecut itu, kenapa ia begitu hancur setelah kepergian Kina? Ia begitu pengecut sampai kini masih saja sibuk menutup diri di dalam kamar nya mengabaikan Afri yang selalu saja mencoba untuk menghadapi nya.
"Mal, kumohon buka pintunya. Kenapa kamu bersikap seperti ini? Mari kita makan dahulu aku khawatir kamu akan jatuh sakit," ucap Afri dengan pelan.
__ADS_1
Namun tetap saja seperti biasa tidak ada sahutan dari dalam kamar. Ia benar-benar kesal kepada Akmal.
"Laki-laki jahat! Aku tahu kamu sedang terpuruk karena gadis yang kamu cintai pergi, tapi coba hargai aku sedikit saja! Benar-benar pengecut."
Afri kesal dan berteriak di depan pintu kamar Akmal, ia sudah sangysabar melihat sikap Akmal yang benar-benar sangat menyebalkan itu.
"Kenapa kamu hanya mengangguk seperti angin lalu? Aku disini untukmu setia menunggu tapi sampai kini kamu masih belum juga sadar. Aku lelah dan sangat lelah! Dasar laki-laki jahat, kenapa aku harus mencintai laki-laki jahat seperti mu?" Kesal Afri berteriak di depan pintu kamar Akmal.
"Tolong lihat aku, tolong dengarkan aku dan tolong hargai perjuangan ku Akmal! Akhh menyebalkan sekali karena aku harus mengatakan hal-hal memalukan seperti ini, aku mencoba sabar tapi kamu benar-benar sangat pengecut. Coba saja kamu bahagia dengan nya maka aku akan rela tapi apa yang kulihat saat ini? Kamu benar-benar gagal mendapatkan nya dan malah berakhir seperti pengecut begini."
Afri mengeluarkan kekesalannya di depan pintu kamar Akmal, persetan dengan apa ia bisa mendengar nya atau tidak sama sekali. Afri sudah sangat kesal dan tidak bisa lagi bersabar.
"Keluar Akmal! Kenapa kamu begitu pengecut ka,,"
Ucapan Afri terhenti karena tiba-tiba saja pintu kamar Akmal terbuka memperlihatkan laki-laki itu.
"Kenapa begitu heboh berteriak seperti itu? Bagaimana kalau tetangga mengira sedang terjadi sesuatu disini?" Tanya Akmal dengan wajah pucatnya.
Afri bahkan belum sempat berbicara namun laki-laki itu sudah lebih dahulu terjatuh tidak sadarkan diri dihadapan Afri.
"Mal! Akmal kamu kenapa?" Kaget gadis itu dengan raut wajah yang sangat khawatir.
"Mal, jangan bercanda kumohon bangun!"
Namun Akmal sama sekali tidak membuka matanya walaupun sekeras apa Afri berteriak meminta ia untuk bangun.
...🌼To be continued 🌼...
Waduhh Akmal kamu kenapa sampai pingsan begitu? Kasian tauu Afri jadi kesusahan. Ages lagi senang-senang nya bakal jadi bapack tuhh.
__ADS_1
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀