
Pagi-pagi sekali Ages sudah dibuat repot oleh Kina yang meminta untuk kembali kerumah saat itu juga, padahal hari masih sedikit gelap karena waktu masih menunjukkan pukul 05.25 dini hari. Gadis itu terlihat sangat buru-buru dan tidak bisa lagi dipending.
"Kenapa kamu sangat ingin pergi dari sini begitu cepat?" Tanya Ages yang sibuk mengikat rambut Kina karena gadis itu akan mengganti baju.
"Mas keluar sekarang!"
Ages jelas mengeryit pelan karena bukan nya menjawab pertanyaan Ages kina bahkan malah mengusirnya dari ruangan itu.
"Aku hanya bertanya kenapa malah mengusir ku sayang?" Tanya Ages dengan wajah sedikit cemberut.
"Aku mau mengganti bajuku, keluar sekarang mas!"
Ages langsung mengangguk faham dan menurut berjalan keluar dan hendak menutup pintu namun ia membuka pintu kembali saat Kina sudah membuka bajunya hingga Kini gadis itu hanya mengenakan bra saja.
"Mas ihhh." Kaget Kina saat melihat Ages sudah berdiri dipintu.
Ages jelas kaget juga karena melihat kina yang hanya mengenakan bra setelah membuka bajunya, hingga Ages hanya berdiri di tempatnya menatap kearah kina tanpa berkedip sedikitpun, gadis itu memasang wajah sangat kesal dan mencoba untuk menutupi tubuhnya dengan baju ganti ditangannya.
"Keluar gak?" Kesal Kina.
"E,,ehh i,,iya maaf! Mas cuma mau nawarin bantuan. Siapa tahu kamu butuh bantuan dari mas,"ucap Ages masih sibuk mencuri pandang kearah Kina.
"Aku tidak butuh bantuan mas!" Kesal Kina melempar baju pasien itu kearah pintu dan Ages langsung menghindar dan menutup pintu rapat.
"Dasar tukang modus, menawarkan bantuan apa? Memangnya aku bayi apa sampai harus dibantu untuk menggantikan baju?"
Kina merutuk dan juga mengomel sendirian, sembari mengenakan bajunya ia masih sedikit kesal karena tingkah Ages yang benar-benar sangat sering modus kepada nya. Jelas sekali tadi ia sedang modus kepada Kina, masuk akal kah dia menawarkan bantuan kepada Kina untuk menggantikan bajunya saat kedua tangan gadis itu baik-baik saja?.
Tiba-tiba saja ia malah teringat dengan kejadian tadi malam, jelas Ages tidak sedang modus namun Kina yang bodoh karena meminta laki-laki itu untuk tidur seranjang dengan nya.
"Ke,, kenapa aku meminta hal bodoh itu? Sebenarnya tadi malam otakmu sedang jalan-jalan kemana kina? Apakah sedang traveling keluar negeri? Bodoh gadis bodoh!"
Kina benar-benar malu kepada dirinya sendiri, jelas ia yang sedang terang-terangan meminta Ages untuk tidur disampingnya tadi malam.
Cup
Kina menutup mulutnya karena kaget saat mengingat ciuman mereka tadi malam. Ages mencium nya ahh bukan hanya sekedar ciuman saja sebab laki-laki itu juga sedikit bermain di bibirnya. Lebih gilanya lagi Kina hanya diam saja saat Ages melakukan hal itu?.
"Kenapa kamu diam saja bodoh? Akhh benar-benar membuat ku frustasi. Apa yang akan dipikirkan oleh mas Ages karena kebodohan mu itu?" Kesal Kina merasa sudah salah langkah.
"Sayang apa masih lama?" Tanya Ages dari luar .
Laki-laki itu tersenyum pelan karena mengingat apa yang ia lihat tadi "Setauku itu tidak sebesar itu? Kenapa bertambah besar yah? Apa aku yang salah dalam mengingat ukuran nya?" Gumam Ages tersenyum mesum.
Mendapatkan sinyal ia diperbolehkan masuk Ages Langsung masuk dan mencoba untuk terlihat biasa saja walaupun sebenarnya pandangan nya tidak lolos dari sana. Ia takut Kina akan marah jika melihat tingkah nya itu.
"Baiklah kita berangkat sekarang yah sayang ku!"
Kina melirik kearah Ages dengan tatapan risih, bisakah Ages tidak usah terlalu lebay memanggil nya dengan sebutan itu? Dan kenapa harus ada kata "ku" di akhir?.
Ages memegang tangan Kina namun ditepis oleh gadis itu "Aku baik-baik saja mas, aku sudah bisa jalan sendiri!"
__ADS_1
Laki-laki itu seketika cemberut dan juga merasa sedih karena sikap kina yang selalu saja menolak perhatian nya. Padahal kan dia hanya ingin bergandengan tangan dengan Kina, apa sesulit itu?.
"Kenapa mas malah diam saja? Aku tidak tahu dimana mas parkirkan mobil."
Ages langsung berjalan kearah kina dan tersenyum "Tidak apa untuk kali ini hanya berjalan beriringan saja dahulu, kita perlahan-lahan saja yah kan sayang?"
"Mas sedang berbicara dengan siapa?" Tanya Kina mengabaikan Ages.
Ages tersenyum dan bukannya marah, sebenarnya kina mau berbicara dengan nya saja ia sudah lebih dari bersyukur. Kesalahan nya memang tidak semudah itu untuk dilupakan dan Ages menyadari itu.
"Silahkan masuk tuan putri,"ucap Ages mempersilahkan Kina masuk setelah membukakan pintu untuk nya.
Kina melirik kearah Ages dengan tatapan tidak mengerti, benar-benar membuat ia merasa tidak nyaman dengan perlakuan Ages.
Ages masuk ke dalam mobil sembari bersenandung riang, benar-benar pagi yang cerah baginya padahal kalau dilihat hari saat Ini sedang mendung diluar sana.
"Mas!"
Seketika Ages yang hendak menghidupkan mesin mobil terhenti karena mendengar Kina yang memanggil nya.
"Iya sayang? Apa ada sesuatu yang tertinggal di dalam?" Tanya Ages melihat kearah Kina.
"Aku tidak mengerti sama sekali, kenapa mas bersikap begitu berlebihan? Memanggil ku dengan sebutan sayang atau sayangku benar-benar membuat aku risih tau. Bersikap biasa saja aku benar-benar tidak terbiasa," ucap Kina dengan wajah serius nya.
Ages mendekat dan memasang wajah lebih serius dibandingkan Kina"Bagian mana yang kamu anggap berlebihan sayang? Padahal aku belum memulainya. Apa salahnya aku memanggil istriku dengan sebutan sayangku? Aahh kamu ingin panggilan yang lebih dari itu, cintaku atau duniaku?"
Jujur saja Kina hampir saja muntah di tempat saat mendengar pilihan yang dibuat oleh Ages, ia tidak bisa membayangkan bagaimana telinganya akan bereaksi kalau sampai Ages memanggil nya dengan sebutan aneh itu.
Ages mendekat kearah kina dan kini laki-laki itu menindih tubuhnya yang sudah pasti ia menahan dengan tangan nya agar Kina tidak merasakan tubuhnya yang berat itu.
"Memang nya seperti apa hubungan kita?" Tanya Ages dengan wajah serius nya.
Kina menelan salivanya dengan kasar, jantung nya berdebar sangat kencang karena Ages yang tiba-tiba saja mendekat kearah nya dan wajah mereka sangat lah dekat.
"Euhh ,,ii,,,itu."
"Seperti apa hubungan kita hmmm?" Tanya Ages lebih lembut lagi dan sangat sopan ditelinga Kina.
"Bi,, bisakah mas bergeser? A,,aku tidak nyaman dengan posisi ini."
"Benarkah? Kalau begitu jawab dulu seperti apa hubungan kita? Aku tidak akan bergeser kalau kamu tidak menjawab nya."
"A,,aku tidak tahu." Kina dengan cepat mendorong Ages hingga laki-laki itu bergeser dengan pelan menjauh dari Kina.
Wajah gadis itu memerah dan hawa terasa sangat panas baginya, Ages benar-benar laki-laki buaya yang sangat handal dalam membuat seorang gadis tidak bisa bernafas dengan benar lagi.
"Kenapa menjawab tidak tahu sih? Mengecewakan sekali ah. Padahal kan sudah jelas kita itu sepasang suami istri,"ucap Ages dengan senang.
"Memang nya kita benar-benar suami istri? Kok aku gak ngerasa hal yang sama mas?"
Ages melihat kearah Kina dengan pelan dan gadis itu sepertinya serius dengan ucapannya itu. Ages sedikit gentar namun dengan cepat ia mengabaikan nya.
__ADS_1
"Sayang nanti kamu makan apa?" Tanya Ages mengalihkan pembicaraan mereka.
"Terserah mas saja, aku bisa memakan apapun."
Kina memilih untuk menutup matanya, mencoba menjernihkan pikiran nya karena sejak tadi ia merasa pikirannya masih sangat kosong.
Kina berharap dengan menghindari Akmal maka ia benar-benar akan melupakan laki-laki itu, kina sengaja meminta Ages membawa ia pulang secepatnya untuk menghindari Akmal karena ia takut goyah jika bertemu dengan laki-laki itu lagi.
Ages sendiri melirik kearah Kina yang hanya diam saja, gadis itu memejamkan matanya namun terlihat jelas ia sedang tidak tidur saat ini.
Ages tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh gadis itu namun satu hal yang pasti Ages sepertinya tahu kalau Kina sedang memikirkan Akmal karena ia juga melihat Emre berpisah malam itu.
Ages sangat ingin bertanya apa sebenarnya yang mereka bicarakan dan kenapa mereka bisa bersama? Tapi Ages menahan itu semua. Tidak ingin kina semakin kesal dengan nya karena gadis itu masih saja membatasi diri dengan nya.
"Khem!"
Ages berdehem pelan memberikan kode kepada Kina agar tidak tidur, ia sangat tidak ingin menyetir sendirian karena itu terasa menyedihkan.
"Kenapa kamu sangat ingin kembali kerumah hmm? Apalagi saat ini masih pagi sekali."
Kina membuka matanya dan duduk tegak disamping Ages, laki-laki itu tersenyum senang karena melihat Kina yang sepertinya akan bersedia menemani nya.
"Aku hanya bosan disana mas, apa mas keberatan dengan permintaan ku?" Tanya Kina sedikit menyelidiki.
Ages Langsung panik dan menggeleng dengan cepat "Ohh tidak sama sekali sayang, kenapa mas harus keberatan. Apapun itu asal kamu senang mas akan lakukan!"
"Mas fokus menyetir jangan banyak bergerak seperti itu, aku baru saja keluar dari rumah sakit dan tidak ingin masuk rumah sakit lagi."
Ages mengangguk dan kembali fokus menyetir. Ia benar-benar merasa bodoh dengan dirinya sendiri, kenapa ia bertingkah tidak wajar saat disamping gadis itu.
Kina bahkan tidak melakukan apapun kepada nya tapi dia begitu kikuk saat disamping gadis itu.
Kina berkali-kali menguap dan mengantuk, Ages menjadi serba salah karena membuat Kina tidak bisa tidur.
"Tidurlah sayang, nanti mas bangunkan kalau sudah sampai dirumah."
Kina mengangguk karena sejak tadi ia benar-benar sangat mengantuk, tapi ia mencoba menahannya karena Ages yang sedang mencoba berbincang dengan nya.
Ages tersenyum melihat kearah Kina yang sedang mencoba untuk tidur itu,ia bahagia bahkan hanya berada di samping gadis itu.
...🌼To be continued 🌼...
Ages kamu makin lama makin tengil yah, boleh gak sih aku jadi bini kedua kamu ehh ketiga maksudnya? Boleh yah!.
"Paan sih Thor? Bukannya kamu benci banget sama aku? Sejak kapan aku jadi laki idaman mu?"
"Pokoknya sekarang nikahi aku ges!"
"Ogah."
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys 🧀