Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 97:mas rapat saja


__ADS_3

Suasana di kantor benar-benar sangat sepi saat ini, Kina dan Ages masih diruangan menunggu kabar dari Niken apakah seluruh anggota rapat sudah berada di ruangan atau bukan. Ages terlihat sedang sibuk melihat beberapa file yang masuk ke ponselnya.


Tiba-tiba saja ia merasakan kalau sebuah tangan meraih dasinya kemudian merapikan dasi itu dengan lembut. Jelas itu adalah Kina yang datang kearahnya untuk merapikan dasinya.


"Kenapa bisa berantakan begini mas?" Tanya Kina pelan dan merapikan nya.


"Hehehe mas mungkin tidak sengaja membuat nya berantakan begitu sayang karena terlalu sibuk mengurus beberapa berkas ini."


"Masih banyak yah mas?"tanya Kina duduk didekat Ages yang sedang membaca beberapa berkas itu.


"Sudah selesai kok sayang,mas hanya ingin memastikan nya saja jadi mas membaca ulang apakah ada kesalahan."


Kina tersenyum sembari melihat kearah Ages yang begitu Rajin dan semangat itu padahal jelas sekali pagi tadi ia sangat enggan untuk berangkat ke kantor karena takut Kina akan kelelahan jika ikut ke kantor.


"Lihatlah papah sayang, sangat rajin bekerja bukan? Nanti kalau kamu dan lahir harus rajin kayak papah yah!"


Kina mengelus perutnya dengan lembut seolah sedang berbicara dengan buah hatinya. Memang ia sudah sangat sering melakukan hal itu, mengajak berbicara bayinya yang sebentar lagi akan lahir kedunia ini.


Ages meletakkan berkas yang sudah selesai ia kerjakan itu dan mendekat kearah Kina yang duduk disampingnya sambil bersandar itu.


"Papah Rajin karena ada kalian sayang, papah jadi semangat apalagi nanti kalau kamu udah lahir sayang, sehat-sehat disana yah jangan bikin mamah sakit juga."


"Iya papah hehehe,"ucap Kina tersenyum kearah Ages seolah itu adalah buah hati mereka yang sedang berbicara.


Ages mencium perut Kina dengan lembut sembari mengusap perutnya lagi dan lagi. Gadis itu tersenyum kearah Ages dan merasa sangat beruntung bisa bersama dengan seorang Ages. Sudah sangat lama ia masih memikirkan bagaimana hal ini, ia masih saja tidak mengira seberuntung ini bisa bersama dengan Ages.


"Tidak merasa sakit kan sayang?"tanya Ages dengan lembut.


Kina tersenyum sembari menggeleng kearah Ages "aku baik-baik saja mas, aku benar-benar tidak sabar menunggu kelahiran anak kita."


Ages memeluk Kina dengan lembut dan mengusap Surai Hitam nya "Mas juga demikian sayang, sebentar lagi kita akan bertemu dengan nya sayang."


Ages melepaskan pelukannya dan melihat kearah istrinya itu begitu juga Kina yang melihat kearah nya. Mereka sama-sama tersenyum dan mendekatkan diri.

__ADS_1


Cup


Bibir itu saling merapat satu sama lain, Ages mendiamkan bibirnya menunggu pergerakan dari Kina. Biasanya laki-laki itulah yang mendominasi setiap permainan mereka baik itu ciuman atau semacamnya namun kali ini Ages sangat ingin melihat Kina yang mendominasi.


Karena tidak ada pergerakan dari Ages Kina memberanikan diri untuk menggerakkan bibirnya dengan kaku, sudah sering kali mereka lakukan tetap saja Kina masih saja sekaku itu. Ages tersenyum senang karena Kina yang mendominasi permainan ini walaupun masih terasa kaku.


Kina mengalungkan tangannya dileher Ages begitu juga dengan Ages yang langsung menarik pinggang Kina agar mereka lebih dekat satu sama lain.


Kina benar-benar berusaha sebaik mungkin memimpin permainan ini, dengan lembut ia mengulumm bibir Ages sembari melumaat nya."


Ages tersenyum lagi karena merasakan kalau Kina sedang berusaha keras untuk membuat Ages senang.


Tiba-tiba saja ada suara ketukan hingga Kina dengan cepat melepaskan ciuman itu, tapi Ages menahan nya dan kembali mencium bibir Kina hingga kina kaget.


"Mashpmmm."


"Sebentar lagi sayang, mas masih kurang energi nih hemmm."


Tiba-tiba suara pintu diketuk lagi dari luar hingga Kina kaget kemudian melepaskan diri dari Ages"Mas, kayaknya rapat akan dimulai."


Kina dengan cepat merapikan pakaian Ages juga dasinya yang sempat berantakan karena permainan singkat mereka tadi.


"Masuk!"


Tiba-tiba saja pintu terbuka dan Niken masuk ke dalam sembari membawa beberapa bahan materi yang akan di presentasikan."


"Rapat sudah bisa dimulai pak, seluruh anggota rapat sudah menunggu bapak." Niken melihat kearah Kina yang kancing bajunya sempat terbuka itu, jelas ia tahu kalau kedatangan nya benar-benar mengganggu waktu boss dan istrinya itu.


Niken jelas merasa bersalah karena sudah menganggu mereka tapi mau gimana lagi rapat akan segera mulai.


"Sayang, mas rapat dulu yah kamu sama Niken yah. Kalau kamu ikut kesana itu akan berlangsung lama dan membuat mu merasa bosan, "ucap Ages lembut dan Kina mengangguk tersenyum kearah suaminya.


"Iya mas aku baik-baik saja disini, semangat suamiku!" Kina tersenyum sembari mengatakan itu.

__ADS_1


Ages juga ikut tersenyum karena mendengar itu dari Kina, dengan cepat ia mengecup pelan bibir Kina lagi hingga Niken yang berdiri disana berbalik melihat kearah lain. Tiba-tiba saja bossnya melakukan hal itu dihadapan nya.


Kina jelas malu karena hal itu apalagi melihat reaksi Niken yang kaget dan berbalik kearah lain.


"Mas ihhh, malu ah ada Niken."


Kina memukul bahu Ages kesal dan malu bercampur aduk karena Niken melihat hal itu, ages sendiri hanya tersenyum dan cengengesan kearah istrinya itu.


"Kalau begitu mas rapat dulu yah sayang, kamu sama Niken dulu." Ages bangkit mengusap kepala Kina dan berjalan kearah Niken.


"Tolong jaga istriku dengan baik yah, kalau ada apa-apa segera panggil saya ke ruangan."


Niken dengan cepat mengangguk kearah Ages "Baik pak, akan saya jaga dengan baik. Dan untuk rapat hari ini, ini adalah bahan materi yang akan kita rapatkan pak."


Ages menerima bahan materi itu dan berlalu meninggalkan Kina juga Niken diruangan itu, sebelum ia pergi ia masih melihat kearah Kina dengan wajah tidak rela meninggalkan gadis itu.


"Kenapa mas masih berdiri disana? Dadah papah!"


Kina melambaikan tangan nya kearah Ages dan Ages juga tersenyum melambaikan tangannya kearah Kina kemudian ia menutup pintu rapat.


Niken tersenyum tipis melihat kelakuan bosnya itu, jelas ia baru kali ini melihat sisi itu dari seorang Ages karena selama ini Ages adalah laki-laki yang sangat dingin dan juga tegas kepada siapapun dikantor itu. Namun kali ini Niken bisa melihat kalau Ages adalah suami yang sangat penuh perhatian dan kasih sayang dilihat bagaimana ia memperlakukan Kina dan ia bahkan sangat mencintai gadis itu.


Dia juga bersyukur karena hal itu, ia sudah melihat bagaimana Ages selama ini. Laki-laki itu terlihat sangat dingin dan seolah tanpa ada kehidupan namun karena kedatangan Kina laki-laki itu berubah menjadi seorang laki-laki yang hangat.


Cinta benar-benar bisa merubah kepribadian seseorang.


...🌼To be continued 🌼...


Ages tuh bucinn Banega tauuu, makanya ges jadiin author jadi bini kedua kamu hehehe.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀

__ADS_1


__ADS_2