
Kina masuk ke dalam mobil milik Ages dengan hati yang sangat berat, meninggalkan rumah Akmal benar-benar sudah ia rencanakan beberapa hari terakhir ini dan hari ini kina benar-benar berencana untuk keluar dari rumah itu meninggalkan Akmal dengan Afri agar mereka tidak terganggu dengan kehadiran nya. Namun, bukan Keluar seperti ini yang ia maksud..ia sama sekali tidak ingin pulang dengan Ages karena Ages adalah laki-laki yang sangat ia hindari selama dua Minggu ini.
"Kenapa kamu pergi dari rumah sakit hari itu?" Tanya Ages dengan pelan lalu menyetir dengan fokus.
Kina sama sekali tidak ingin berbicara dengan Ages, hatinya masih saja merasa perih saat ia harus meninggalkan Akmal dengan gadis lain. Hatinya sakit namun itu adalah jalan yang terbaik karena ia sendiri sangat tidak pantas untuk bersama dengan Akmal.
"Kenapa diam saja? Tidak tahukah kamu aku begitu kesulitan untuk menemukanmu? Kamu benar-benar tidak berubah.. menyusahkan!" Kesal Ages masih sibuk menyetir.
Kina sama sekali tidak mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut Ages, pikirannya masih saja dipenuhi dengan keadaan Akmal saat ia pulang kina sudah tidak ada disana, hatinya sakit'hanya karena tidak bisa lagi makan bersama dengan Akmal dan bahkan mencicipi masakan laki-laki itu.
"Sialan! Kenapa kamu mengabaikan ku? Kamu ingin aku pukul yah?" Kesal Ages menghentikan mobilnya dan hendak melayangkan pukulan kearah Kina.
Tangan nya yang sempat ia layangan itu langsung ia turunkan dan Ages malah dibuat kaget saat kina menangis tersedu-sedu di samping nya.
Kenapa gadis itu menangis? Padahal Ages sama sekali belum memukul nya, bukankah itu sangat aneh karena Kina menangis tanpa Sebab.
"Kenapa kamu menangis? Aku bahkan tidak memukul mu!" Bingung Ages.
Air mata gadis itu terus saja mengalir deras dengan tangisan yang tertahan tanpa suara sedikitpun, Ages merasa ada yang aneh dari dirinya saat melihat kina menangis.
Biasanya tangisan kina adalah seperti sebuah alunan lagu baginya karena ia sangat senang melihat gadis itu menderita. Namun, saat ini Ages malah tidak sanggup melihat wajah Kina yang menangis itu. Ia terlihat sedang sakit sesakit sakitnya.
"Hei, apa yang sedang kamu tangisi? Aku bahkan belum menghukum mu karena sudah membuat ku kesulitan selama kamu pergi."
Kina dengan cepat mengusap air matanya namun malah jatuh semakin deras, hatinya sakit karena kisah cinta nya benar-benar akan hilang dari harapan nya. Mengharapkan masa depan dengan Akmal sama halnya mengharapkan pelangi saat hari tengah panas-panasnya.
__ADS_1
Akmal jelas sangat jauh untuk ia gapai, Kina terlalu gampangan untuk laki-laki sebaik dan juga sempurna seperti Akmal. Ia begitu baik hati, berasal dari keluarga kaya, pendidikan tinggi dan jika diperhatikan dengan seksama maka Afri adalah pendamping paling pantas untuk Akmal.
Kina tahu itu, dan entah kenapa ia masih saja meras belum puas dan rasa sakit itu semakin sakit jika Kina mengingat wajah Akmal. Kina khawatir Bagaimana jika Akmal kembali ke rumah namun kina sudah tidak ada lagi disana.
"Heyy sudahlah, apa yang sedang kamu tangisi? Berhenti menangis."
Greb,
Ages dengan cepat memeluk kina hingga gadis itu kaget bukan main, ia ingat betul kalau Ages adalah laki-laki yang pernah membuat ia trauma didekat laki-laki. Dan Akmal lah yang paling berjasa menghilangkan rasa takut itu dari diri Kina.
Kina berontak dalam pelukan Ages karena ia sama sekali tidak ingin dipeluk oleh laki-laki itu . Ia hanya ingin Akmal yang datang dan memberikan ia pelukan kasih sayang nya, seperti saat ia hampir saja kehilangan harapan untuk hidup maka Akmal yang membuat ia kembali berharap untuk bahagia.
"Lepaskan aku mas hiks,,"
"Tidak akan, aku tidak akan melepaskan nya sebelum kamu berhenti menangis," ucap Ages mencoba untuk menenangkan Kina.
Kina masih menangis dalam pelukan Ages, gadis itu kini pasrah dan menangis dalam pelukan Ages. Ia luapkan rasa sakit, rindu dan juga kecewa nya karena biar bagaimanapun setelah ini ia harus secepatnya membuang Akmal dari kehidupan nya.
"Sstt diamlah, kamu membuat ku merasa bersalah saja. Padahal aku belum memukul mu saja kamu sudah menangis seperti ini," ucap Ages mencoba untuk menenangkan Kina.
Akmal sendiri sedari tadi tidak bisa fokus bekerja di kantor, ia tidak bisa melanjutkan pengembangan proyek baru mereka karena terus saja kepikiran dengan keadaan rumah saat ini.
"Bagaimana caraku untuk menyingkirkan Afri? Kalau terus saja begini maka Kina akan semakin jauh dengan ku. Akhh kenapa aku harus bersama dengan gadis menyebalkan seperti Afri?" Kesal Akmal dengan duduk sembari merobek kertas kecil dimeja kerjanya.
Ia ingat jelas bagaimana Afri dengan lancang mencium bibir nya dan tanpa sengaja Kina ada disana, bukankah hal seperti itu akan membuat kina semakin jauh dengan nya.
__ADS_1
Afri juga mengatakan kalau mereka bertunangan kepada Kina, hubungan yang sangat ingin Akmal hapuskan itu seharusnya tidak boleh diketahui oleh kina.
"Bagaimana caraku mengatakan kepada kina kalau aku sebenarnya menginginkan dia, bukan Afri atau siapapun itu."
Akmal mengacak pelan rambut nya karena harus berhadapan dengan Afri. Gadis itu benar-benar tidak bisa mengerti dengan keinginan Akmal untuk bebas. Sejak ia datang ke kota ini dan bertemu dengan Afri ia benar-benar kehilangan kebebasan nya.
"Gadis itu selalu saja menjadi beban bagiku, kalau jatuh cinta Jangan menyusahkan orang lain kan bisa?" Kesal Akmal.
"Heyy kenapa dengan mu? Sejak tadi menggerutu sendiri. Bagaimana dengan proyek kita. Apakah sudah bisa diluncurkan?" Tanya seorang karyawan pria yang umurnya jelas jauh lebih tua dibandingkan Akmal.
Akmal kaget karena lamunan nya bahkan sampai buyar akibat teguran itu, Akmal dengan cepat menormalkan posisi duduk juga ekspresi wajahnya. Laki-laki itu tidak ingin terlihat tidak profesional walaupun sebenernya saat ini ia sangat enggan untuk bekerja.
"Sebentar lagi akan selesai pak, sedang dalam proses pengecekan."
Akmal kembali fokus bekerja dengan meneliti serta men cek ulang produk yang akan diluncurkan itu. Ia kesulitan karena wajah dan bayang-bayang kina selalu saja memenuhi pikirannya.
Katakan saja Akmal adalah laki-laki tidak waras karena ia jelas sudah tahu kalau kina sudah memiliki seorang suami dan bahkan suami kina adalah bos perusahaan tempat ia bekerja saat ini. Namun, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam Akmal masih sangat mengharapkan kina.
Janji yang ia ucapkan kepada kina untuk secepatnya membebaskan gadis itu dari Ages bukanlah hanya sebatas janji. Karena Akmal berniat akan merebut kina dari genggaman Ages lalu hidup bahagia bersama dengan gadis itu.
...🌼To be continued 🌼...
Hayooo Ages Napa tiba-tiba meluk gitu dah? Modus apa gimana bang?.
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys 🧀