Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 51: Peluk aku.


__ADS_3

    Kina terbangun dari tidur lelap nya dan kaget saat mendapati dirinya terbangun diatas ranjang milik Ages. Suasana kamar yang ia tempati beberapa hari terakhir di rumah Akmal benar-benar sangat berbeda dengan suasana di kamar milik Ages.


Kina masih saja duduk diatas ranjang sembari memeluk dirinya sendiri, ia benar-benar harus bersiap-siap menjalani kehidupan seperti dahulu lagi. Menghadapi kekejaman Ages dan juga sikap kurangajar Ages terhadap dirinya.


Kina kembali teringat dengan Akmal, hatinya masih saja sedikit pilu karena menghadapi kenyataan bahwa ia harus merelakan kisah cinta nya yang bahkan belum pernah ia mulai sebenarnya.


Ia tahu mengharapkan Akmal dengan keadaan seperti ini adalah sikap tidak tahu diri, ia adalah seorang gadis biasa dan bahkan sudah bersuami. Mana berhak mengharapkan seorang Akmal laki-laki hebat itu sungguh tidak seharusnya ia anggap sebagai seseorang yang ia sukai.


Air mata gadis itu sedikit mengalir membayangkan betapa ia sangat tidak tahu malu karena sempat berharap sebuah kebahagiaan dengan Akmal.


Dengan cepat ia mengusap air matanya karena ia sudah tidak memiliki waktu luang untuk mengenang Akmal lagi, sepertinya ia akan sangat mudah untuk melupakan Akmal karena setelah ini ia akan sangat sibuk dengan urusan Ages.


Kina berharap bisa melupakan Akmal seiring waktu,ia benar-benar harus secepatnya melupakan laki-laki itu. Karena berlama-lama mengenangnya bukanlah sesuatu hal yang baik.


"Ahh aku tidak punya waktu untuk ini, aku harus secepatnya bekerja sebelum mas Ages datang."


Kina langsung bangkit dari ranjang dan melihat suasana kamar Ages yang sangat berantakan itu, pakaian nya berserakan dimana-mana dan bahkan handuk basah saja tergeletak begitu saja diambang pintu kamar mandi.


"Kenapa kamar ini berubah menjadi kandang kucing? Apa saja yang dilakukan mas Ages sampai tidak sempat merapikan nya?"


Kina benar-benar tidak habis pikir dengan suasana kamar yang sangat berantakan itu, ia mulai membersihkan satu persatu baju yang berserakan itu.


Selesai dengan membersihkan kamar Ages Kina perlahan turun dari atas dan melihat suasana rumah bahkan lebih berantakan lagi, banyak sekali bungkus makanan disana.


"Apa mas Ages makan mie instan?" Bingung Kina.


Bukankah Ages pernah bilang kalau ia tidak menyukai makanan siap saji, tapi melihat bekas bungkusan makanan itu Kina yakin Ages benar-benar tidak teratur makan nya.


"Kenapa dengan mas Ages? Padahal baru ditinggal dua Minggu saja udah begini."


Kina menggeleng karena tidak mengerti dengan sikap Ages yang benar-benar terlihat aneh itu, sejak tadi ia tidak melihat Ages. Sepertinya laki-laki itu sedang keluar.


Kina sama sekali tidak berniat untuk Kabur dari rumah Ages karena ia tidak ingin membahayakan Akmal. Ages sudah berkata bahwa ia tidak akan segan untuk menghancurkan hidup Akmal jika kina sampai membuat ia kesal.

__ADS_1


"Sudahlah Kina, kamu terima saja tadirmu ini."


Kina mengalihkan kembali pikiran nya untuk lebih fokus bekerja karena ia tidak ingin Ages marah saat laki-laki itu kembali ia belum juga membereskan rumah.


Kina sudah selesai membersihkan dapur juga ruang tamu, ia hendak menghidupkan mesin cuci namun tiba-tiba saja langkahnha terhenti saat melihat Ages yang tiba-tiba saja masuk dari luar.


Kina mencoba menguatkan hatinya untuk tidak takut melihat Ages, laki-laki itu pasti akan menghukumnya karena sudah nekad kabur dari rumah saat itu.


Ia mencoba untuk tenang meskipun kakinya sedikit gemetar saat melihat Ages yang perlahan masuk dari arah luar. Jantung nya berpacu laju dan darahnya mendesir karena diburu rasa takut.


"Kuat kuatlah Kina, jangan terlalu takut. Kamu yang salah dan sudah seharusnya kamu menerima hukuman mu sendiri,"ucap kina memegangi tangan nya yang gemetar itu.


Kina sudah siap siaga untuk menguatkan dirinya menerima segala bentuk kemarahan dari Ages namun ia malah dibuat heran dengan keadaan Ages yang masuk dengan kondisi sempoyongan.


Kina ragu, ia takut kejadian malam itu terjadi lagi. Posisi Ages sama seperti malam itu, laki-laki mabuk dan melecehkan dirinya merenggut sesuatu yang paling berharga dalam diri Kina.


Kina benar-benar takut, namun ketakutan itu hilang saat melihat Ages yang terjatuh diatas lantai dengan kondisi tangan yang terluka dan banyak sekali bekas darah kering disana.


"Pak,, tolong."


Kina berteriak memanggil tukang yang sering dirumah mereka, bapak itu juga bertugas untuk menjaga keamanan rumah.


Kina berkali-kali memanggil nya hingga bapak itu langsung datang berlari kearah kina dan kaget dengan keadaan Ages yang terlihat lemah itu.


"Ada apa ini neng?"


Kina menggeleng kebingungan"Bukankah bapak ada di depan tadi? Mas Ages datang dengan keadaan seperti ini."


"Bapak sedang memperbaiki kursi di taman belakang neng, sebaiknya kita angkat bapak ke kamar saja."


Kina mengangguk dan mengikuti bapak yang membawa Ages ke dalam kamar. Setelah itu bapak melihat keadaan Ages yang terbaring itu.


"Sepertinya den Ages sedang kelelahan neng, luka ditangannya sedikit parah. Bukankah lebih baik kita hubungi dokter saja?" Tanya bapak itu dengan pelan.

__ADS_1


Kina mengangguk pasrah, ia juga kebingungan karena melihat keadaan Ages yang tidak biasa itu. Ia belum pernah melihat Ages seperti ini sebelumnya.


"Baiklah bapak telpon dokter dulu neng,"ucap bapak itu lalu menelpon dokter agar datang kesana.


Kina duduk di tepi ranjang melepaskan sepatu juga kaos kaki yang dikenakan oleh Ages itu kemudian meletakkan nya di tempat khusus sepatu milik Ages.


"Sebentar lagi dokter akan datang neng, tidak usah khawatir den Ages pasti baik-baik saja."


Kina mengangguk kearah bapak itu, ia benar-benar kaget karena tiba-tiba saja melihat Ages yang datang dengan keadaan seperti ini.


"Kalau begitu bapak kebawah yah neng, kalau ada apa-apa panggil bapak saja."


Kina mengangguk dengan cepat lalu menutup pintu kamar setelah bapak itu pergi.


Kina mendekat kearah Ages yang memejamkan mata itu, wajahnya terlihat sangat sendu bahkan saat sedang pingsan. Entahlah, Kina juga kebingungan kenapa ekspresi Ages berubah dan ia juga terlihat sangat hancur saat ini.


"Kenapa dengan nya? Kenapa ia terluka begini? Apa dia berkelahi?" Tanya Kina mencoba menebak apa yang sebenarnya terjadi kepada Ages.


Ia mengambil air di baskom dan mengambil sapu tangan untuk mencoba membersihkan luka Ages.


"Kenapa dokter lama sekali? Aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana sekarang lukanya. Aku tidak tahu mengenai pengobatan apapun," bingung Kina.


Ia benar-benar khawatir dengan keadaan Ages, ia tahu tidak seharusnya ia khawatir dengan keadaan laki-laki bejat itu. Tapi biar bagaimanapun hanya Ages yang ia miliki dan begitu juga dengan Ages.


"Kenapa dia terluka begini?"


...🌼To be continued 🌼...


Kalau aku jadi Kina aku gak bakal khawatir helehh, rasain aja tuh Ages kalau perlu lebih parah dari itu.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀

__ADS_1


__ADS_2