Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 63: Satu ranjang


__ADS_3

      Kina benar-benar kesal karena sikap lancang Ages terhadap dirinya, kenapa yah sikap Ages benar-benar semakin membuat ia kesal juga selalu berhasil terlihat sangat menyebalkan dihadapan Kina? Perasaan kina dahulu sangat takut saat melihat nya karena ia begitu dingin juga kejam. Namun kali ini rasa takut itu memang sudah hilang dan berganti menjadi kesal.


"Akhh masih saja membuat ku marah dan kesal, lancang sekali mas Ages mencium ku dan tanpa rasa bersalah sama sekali." Kesal Kina.


Gadis itu tengah sibuk memasak di dapur, ingin rasanya ia membiarkan Ages kelaparan sebagai hukuman atas perbuatannya itu. Tapi Kina bahkan tidak punya nyali untuk melakukan hal itu, lebih baik cari aman saja dan tidak usah mencari kesialan dengan memancing emosi Ages.


"Wahh sepertinya kamu semakin pintar memasak yah? Kenapa banyak sekali jenis makanan nya?" Tanya Ages yang baru saja datang dari atas.


Kina yang sibuk dengan mengaduk sambal melirik kearah Ages yang dengan cepat ia berbalik karena melihat Ages yang bertelanjang dada sembari hendak memakai kaos oblong nya.


"Mas apaan sih? Kalau mau Makai baju yah dikamar."


Ages melirik kearah kina dengan pelan lalu tersenyum karena kina sepertinya sedang malu karena melihat dada bidang nya.


"Awas tuh sambelnya bisa gosong!"


Kina yang sempat melihat kearah lain langsung berbalik dan melihat kondisi sambal yang masih aman dan tidak sempat gosong itu.


Kina menyelesaikan acara memasak nya dan kini mereka berdua sedang sibuk makan berdua di meja makan. Entahlah, sejak kapan mereka begitu serasi terlihat saat sedang makan berdua? Padahal kejadian sebenarnya mereka sama sekali tidak saling sapa atau berbicara.


Kina hanya diam saja menyantap makanan nya, sejak tadi Ages berbicara banyak hal sedangkan gadis itu hanya diam saja karena masih kesal dan marah terhadap Ages.


"Kamu mendengarkan ku tidak?" Tanya Ages dengan pelan.


"Ha? Mas dari tadi ngomong yah?" Tanya Kina dengan wajah kesal nya.


Ages benar-benar kesal karena Kina sepertinya sengaja mengabaikan nya "Yasudahla! Kamu benar-benar menyebalkan," ucap Ages kesal lalu memilih melanjutkan makannya.


Kina sedikit mencibir karena kesal "Bukankah dia yang lebih menyebalkan?"


Bahkan sampai selesai acara makan mereka masih saling mendiamkan satu sama lain. Ages bangkit lebih dahulu dan meninggalkan Kina menuju kamarnya.


Kina membersihkan seluruh meja makan dan juga pantry lalu naik ke kamar untuk beristirahat.


"Kamu kemari!" Panggil Ages kearah kina yang baru saja masuk itu.


Kina memutar bola mata kesal, ia sedikit curiga dengan kelakuan Ages. Ia semakin waspada karena tadi Ages mungkin hanya mencium nya saja bagaimana jika laki-laki itu nekat melakukan hal lain.


"Maaf mas aku sedang kelelahan karena harus meladeni orang yang berpura-pura sakit hari ini, ahh iya sudah ketahuan yah kebohongan nya. Biarkan aku istirahat mas," gumam kina dengan pelan ia berbaring diatas sofa di kamar itu. Biasanya kina tidur diatas lantai tanpa alas namun entah kenapa gadis itu berakhir tidur di sofa saat ini.


Kina awalnya hanya mencoba untuk tidur di sofa dan ia bersyukur Ages tidak komen dan marah dengan sikap lancangnya memakai sofa itu.

__ADS_1


"Padahal aku sedang berbaik hati untuk menawarkan ranjang ini untuk nya, terlalu luas untuk aku sendiri." Ages bergumam pelan tentu saja kina tidak bisa mendengar itu.


Kina sendiri malas meladeni Ages karena laki-laki itu sepertinya memiliki niat lain untuk membuat ia kesal dan bahkan berbuat lebih kepada nya.


Kina melirik kearah Ages yang masih saja memandangi nya dari belakang. Jelas hal itu membuat kina bergidik ngeri seolah Ages sedang merencanakan sesuatu kepada nya.


Kina mencoba melirik lagi dan lagi tetap saja ia masih diam menatap kearah Kina, bulu kuduk Kina merinding karena melihat tatapan nya.


"Kenapa dengan nya? Kenapa memandangi ku seperti itu? Apa aku melakukan kesalahan lagi?" Bingung kina dengan wajah tidak mengerti.


Kembali lagi ketiga kalinya kina melirik dan seketika ia menyilangkan tangan nya di tubuh nya "Jangan bilang dia memikirkan hal lain atau merencanakan hal yang buruk kepada ku?" Khawatir kina.


Ia tidak tahan karena tatapan Ages itu "Kenapa mas memandangi ku seperti itu? " Kesal kina berbalik dan melihat kearah Ages.


Ages mengeryit tidak mengerti seolah ia tidak faham dengan ucapan Kina "Siapa juga yang melihat kearah mu?" Ucap laki-laki itu tidak mau mengaku.


"Yah mas sendiri! Pura-pura gatau padahal dari tadi ngeliatin," sindir Kina kesal.


"Terlalu pede itu sangat tidak baik, coba kurangi porsinya."


Ages menggeleng karena merasa kina terlalu pede, padahal gadis itu sendiri sudah sangat yakin kalau sejak tadi Ages benar-benar melihat kearahnya.


Kina membelakangi Ages karena merasa kesal, laki-laki itu tertawa pelan karena berhasil membuat kina mati Kamus padahal kenyataannya ia memang memandangi gadis itu sejak tadi.


"Bagaimana yah caranya membuat kina bersedia tidur di ranjang ini? Gadis itu pasti akan memikirkan hal lain kalau aku langsung dengan gamblang mengajaknya padahal kan aku hanya mencoba untuk berbaik hati memberikan tumpangan tempat tidur untuk nya," gumam Ages berpikir keras.


Kina sendiri sudah mulai mengantuk karena sejak tadi ia benar-benar tidak ada diamnya, mulai dari pagi itu menjaga Ages dan bahkan di taman banyak kejadian yang membuat ia banyak bergerak begitu juga dengan malam ini ia juga memiliki banyak kegiatan di dapur dan ditambah lagi ia kelelahan karena meladeni Ages berdebat.


Perlahan matanya mulai tertutup dengan keadaan duduk.gadis itu sama sekali tidak keberatan tidur dengan keadaan duduk seperti itu.


"Apa dia tidur? Dengan keadaan duduk?" Kaget Ages benar-benar tidak habis pikir dengan Kina.


Ia bangkit dari ranjang dan berjalan kearah kina yang benar-benar sudah terlelap diatas sofa dengan keadaan duduk itu.


"Apa tidak pegal?" Bingung Ages berjongkok dihadapan Kina dan memandangi gadis itu.


Ia tersenyum melihat wajah Kina yang tertidur dengan mulut sedikit menganga, ia benar-benar terlelap padahal posisinya sangat tidak nyaman untuk dikatakan sebagai tidur yang nyenyak.


"Bagaimana bisa kamu tertidur dengan pulas saat kamu sedang duduk?"


Ages tertawa pelan lalu kembali melihat kearah kina, gadis itu bergerak dan hampir saja terjatuh dengan cepat Ages menahan kepala gadi itu dengan tangannya.

__ADS_1


Ia mengira kina akan terbangun namun gadis itu memang seperti batu saat sedang tidur, ia sama sekali tidak terganggu dengan kehadiran Ages yang sempat menahan kepalanya.


"Hahah pantas saja kamu bisa tertidur dengan keadaan seperti ini," ucap Ages benar-benar tidak habis pikir.


Perlahan ia mendekat kearah Kina dan tubuh gadis itu melayang keudara karena digendong oleh Ages.


"Tidur disana bisa membuat tubuhmu pegal-pegal, lebih baik diranjang saja. Kamu harus bersyukur punya suami sebaik aku," ucap Ages tersenyum bangga.


Entah pada siapa dia mulai membanggakan diri dan bukankah hal seperti itu sama sekali tidak pantas untuk dibanggakan, memang sudah sewajarnya ia bersikap baik dan lembut kepada Kina. Baru segitu saja sudah bangga.


Ages dengan perlahan membaringkan Kina diatas ranjang lalu menutup tubuh gadis itu dengan selimut, mengelus pelan surai hitam Kina.


Cup


Ages mencium pelan kening Kina yang sama sekali tidak terganggu dengan kecupan singkat itu, Ages tersenyum malu-malu pada dirinya sendiri.


"Kenapa dengan ku? Jantung ku berdebar sangat kencang."


Ages benar-benar tidak hentinya memandangi kina yang masih saja terlelap itu, gadis itu saat sedang tidur benar-benar terlihat sangat menggemaskan.


"Bahkan saat tidur saja kamu berhasil membuat ku tertawa, benar-benar gadis yang sangat menggemaskan."


Ages tertawa lalu memilih naik ke ranjang juga , ikut tidur walaupun sebenarnya ia ragu apakah ia benar-benar akan bisa tertidur saat ada kina disampingnya.


"Selamat malam dan selamat tidur istriku!"


Cup


Kecup Ages sekali lagi namun kali ini ia mengecup pelan bibir Kina dan ia langsung malu menutup dirinya dengan selimut.


...🌼To be continued 🌼...


Khemm,,,khem,,, kebiasaan banget deh si tukang nyolong ciuman. Gak malu mas sama umur?.


"Pura-pura gak denger aja deh, lagian kan hak aku dong mau cium apa enggak. Sibuk banget cemburu bilang?" Ages.


"Mit amit"author.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀

__ADS_1


__ADS_2