Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 77: Si paling bisa


__ADS_3

     Ages pamit kepada Kina untuk keluar sebentar, Gadis itu sendiri hanya diam saja di kamar. Ages yang berpesan untuk ia diam di kamar saja, beristirahat dan juga membaca atau sekedar memainkan ponselnya saja. Kina hanya menurut saja karena mungkin saja Ages sedang memiliki urusan lain diluar.


Walaupun hari sudah sangat sore atau bahkan sudah hampir Maghrib dan Kina juga sebenarnya sangat penasaran kemana Ages begitu tiba-tiba.


"Mas pergi sebentar yah sayang, kamu jangan kemana-mana dan jangan banyak bergerak dulu."


Kina mengangguk saja karena ia sama sekali tidak ingin memancing emosi Ages. Sudah syukur Ages baik dan tidak pernah lagi semena-mena kepada nya.


Ages tersenyum lalu menutup pintu kamar, setelah itu ia berjalan menuju mobilnya yang sedang terparkir di depan rumahnya.


Ia begitu bersemangat dan sedikit bersenandung riang. Laki-laki itu jelas sedang dalam mood yang bagus sekarang.


Ia seperti sedang terdorong untuk melakukan sesuatu bahkan saat dipenghujung hari begini. Ia menjalankan mobil dengan cepat dan melaju meninggalkan rumah.


"Kemana mas Ages dijam segini? Bukankah kantor sudah masuk jam pulang dijam segini? Sepertinya mas Ages tidak sedang menuju kantor sekarang. Lalu kemana dia pergi?" Kina sedikit penasaran kemana sebenarnya Ages hendak pergi.


Setelah berpikir dan mencari jawaban kina menggeleng dan memilih untuk tidak memperdulikan hal itu. Bukankah Ages sudah besar dan itu juga privasinya.


"Kenapa kamu tiba-tiba penasaran kina? Apa kamu sudah jatuh ke pesonanya hanya karena hal tadi?" Bingung kina dengan dirinya sendiri.


Sementara Ages yang sudah menempuh sedikit perjalanan langsung berhenti tepat di depan sebuah swalayan. Apakah ia berangkat begitu terburu-buru dari rumah dijam segini hanya untuk mengunjungi swalayan?.


"Aku berbelanja apa saja yah?" Tanya Ages turun dari mobilnya dan memasuki swalayan dengan sedikit semangat.


Ages melihat beberapa bahan yang ia butuhkan melalui internet, katakan saja Ages itu sangat labil karena cemburu dengan ucapan Kina pada siang tadi. Gadis itu padahal tidak sengaja mengungkit kalau Akmal ternyata pernah memasak untuknya nya. Dan ternyata hal itu membuat Ages tidak mau kalah dan akan memasak untuk kina juga.


"Dia pikir dia bisa mengalahkan ku hanya karena dia memasak untuk istriku? Apa? Telur lapis? Aku juga bisa membuat itu bahkan lebih enak dari masakan mu."


Kesal Ages sembari memasukkan beberapa bahan makanan yang sudah ia pilih kedalam keranjang nya sendiri. Ia berbelanja sembari menggerutu kesal mengingat wajah kina yang mengenang laki-laki lain dihadapan nya.


"Akhh kenapa aku malah kesal sekarang? Seharusnya aku berbelanja dengan senang hati karena ini adalah bahan makanan yang akan kumasak untuk istri ku tercinta."


Ages tersenyum dan mencoba untuk menghilangkan rasa kesal dihatinya, dan mengingat wajah Kina hingga ia kembali bersemangat untuk berbelanja.


Kina sendiri sejak tadi merasa bosan di kamar, Ages juga tidak kunjung datang dan tidak ada kabar sama sekali. Lebih baik ia keluar dari kamar dan kebawah untuk melihat apakah ada hal yang bisa ia kerjakan untuk mengusir rasa bosannya.


Gadis itu teringat bahwa mereka belum makan malam, bukankah lebih baik ia melihat kedapur saja untuk mempersiapkan makan malam. Siapa tahu ada yang bisa ia masak.


"Semoga saja ada bahan yang bisa digunakan, sepertinya mas Ages belum pernah belanja karena ia lebih memilih pesan makanan padahal lebih baik makan masakan sendiri,"gumam kina menuruni anak tangga dengan pelan.


Ia sangat berhati-hati dalam setiap tindakan juga pekerjaan nya, karena ia juga tidak ingin mencelakai calon buah hatinya sendiri.


"Kita lihat dulu yah sayang siapa tahu ada yang bisa dimasak,"gumam Kina mengelus perutnya dengan lembut.


Namun belum juga ia sampai ke dapur ia malah dikagetkan dengan kedatangan Ages yang begitu heboh dengan beberapa plastik yang jelas itu adalah perbelanjaan yang ia beli tadi. Kina bisa melihat beberapa jenis sayuran disana ditambah lagi banyak sekali jenis bahan masakan lainnya.


"Loh! Mas dari mana saja dengan perbelanjaan itu?" Kaget Kina berdiri mematung dihadapan Ages.


Ages sendiri tersenyum cengengesan, sebenarnya ia sangat ingin merahasiakan ini dari kina. Ia ingin memasak sendiri tanpa sepengetahuan gadis itu dan memberikan kejutan hasil masakannya.


"Loh, kan mas udah bilang jangan kemana-mana. Bagaimana tadi kalau sampai kau terjatuh atau sebagainya saat mas tidak ada?" Tanya Ages dengan pelan. Namun ia terlihat sangat kesulitan dengan barang bawaannya itu.


Kina benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran laki-laki itu. Apa dia mengira Kina adalah bocah berumur dua tahun? Tentu saja gadis itu bisa menjaga dirinya sendiri.


"Mas pikir aku bocah dua tahun apa? Aku bisa berhati-hati dan menjadi diriku sendiri mas, tidak usah lebay begitu bisa kan? Benar-benar merepotkan!" Kesal Kina mendekat kearah Ages dan meraih beberapa plastik dari tangan laki-laki itu.

__ADS_1


"Kamu tidak usah ikut membantu mas sayang, mas bisa sendiri. Letakkan saja perbelanjaan itu nanti mas sendiri yang akan mengambil nya,"ucap Ages tidak ingin Kina kelelahan.


Benar-benar merepotkan dan juga menyebalkan. Apa karena Kina tidak pernah mendapatkan banyak perhatian seperti ini atau karena Ages yang terlihat sangat lebay? Kina benar-benar tidak terbiasa dengan sikap laki-laki itu.


"Mas ihh bisa kan biasa aja? Bawa plastik berisi sayur begini gak bakal buat aku kelelahan, di kampung dahulu aku bahkan pernah bekerja sebagai pengangkut barang asal mas tahu saja. Tidak usah terlalu diambil pusing dan dibesar-besarkan mas, aku benar-benar tidak terbiasa."


Ages meletakkan perbelanjaan itu dan mendekat kearah Kina, gadis itu jelas sangat kaget karena tiba-tiba saja ia merasakan sebuah pelukan dari Ages dengan keadaan yang masih memegang plastik berisi sayur itu.


"Ke,, kenapa malah tiba-tiba meluk gini mas?" Kaget Kina karena tiada angin tiada hujan Ages benar-benar bersikap aneh.


Ages sendiri memeluk Kina karena terharu dengan ucapan gadis itu, ternyata dia sudah lama hidup susah dan ia malah semakin susah karena Ages saat dulu. Benar-benar menambah rasa bersalah dalam dirinya, seharusnya ia tidak mempersulit hidup gadis itu dahulu.


"Mas? Lepas ihh aneh banget meluk-meluk,"ucap Kina pelan dan mencoba untuk mendorong Ages.


Ages mengeratkan pelukannya nya dan bahkan menyeruakkan kepalanya disisi leher gadis itu hingga Kina semakin merasa kebingungan.


"Mas aku gak suka yah kalau mas begini, bertingkah tidak jelas. Membingungkan,"ucap kina dengan pelan.


"Maafkan mas hmm, maafkan mas tidak tahu betapa sulitnya hidupmu selama ini sayang, seharusnya mas tidak membuat mu menderita dahulu dan seharusnya mas lebih menyayangi mu membuat mu nyaman dan menghilangkan segala kesedihan juga penatmu selama ini. Oleh karena itu mas akan berusaha untuk menjadi suami yang lebih baik, mas akan berusaha membuat mu lebih bahagia sayang."


Kina tidak bisa membohongi perasaannya lagi, jujur saja ia terharu mendengar itu dari Ages. Jantung nya berdebar tak karuan dan air matanya hampir saja menetes. Kalau boleh jujur juga, kina mengaku begitu sedih dengan hidup nya tapi biar bagaimanapun itu adalah hidupnya maka ia harus menerima nya.


Kina mencoba untuk melepaskan pelukan Ages dan melihat kearah laki-laki itu dengan pelan, Ages sendiri melihat kearahnya. Laki-laki itu bisa melihat Sirat kesedihan dalam diri Kina melalui matanya.


"Sudahlah mas aku baik-baik saja, semua itu sudah berlalu tidak ada gunanya untuk dikenang lagi."


Kina mencoba untuk ikhlas dan tidak mau lagi mengungkit-ungkit juga mengingatnya, lebih baik ia fokus menjaga calon buah hatinya agar ia tidak kehilangan nya.


Ages mengangguk dan mencoba untuk mengerti perasaan Kina, ia tidak ingin menanyakan apakah gadis itu sudah memaafkan nya karena ia tidak ingin membuat gadis itu merasa tertekan dan Ages juga tidak ingin terkesan memaksa.


Kina melotot kaget, seorang Ages memasak? Apa kina tidak salah dengar?sejak kapan laki-laki itu bisa memasak dan bersemangat begitu?.


"Mas yakin? Emang mas bisa masak?" Tanya Kina sedikit tidak yakin.


Ages sendiri tidak yakin apakah ia benar-benar bisa memasak,namun ia tidak ingin terlihat lemah dihadapan Kina dan lebih baik meninggi dihadapan gadis itu sekalian cari muka.


"Te,,tentu saja aku bisa. Aku bisa melakukan segala hal sayang, bukan cuma si Akmal Akmal itu yang bisa. Aku juga bisa," ucap Ages dengan sedikit kesal.


"Ha? Kenapa malah lari ke Akmal? Kenapa aku merasa ragu dengan kemampuan mas? Mas terlihat sangat tidak meyakinkan untuk bisa memasak."


Kina menatap curiga kearah Ages karena laki-laki itu jelas terlihat sangat tidak cocok untuk laki-laki yang bisa memasak.


"E,,enak saja, mas bisa kok. Kamu tunggu aja sayang. AMS akan hidangkan masakan yang enak untuk kita malam ini, kamu juga tunggu papah yah sayang nanti papah masakin makanan enak," ucap Ages berbicara kearah perut Kina.


Jujur saja kina semakin berdebar karena tingkah manis Ages tersebut, laki-laki itu terlihat hendak mengelus perutnya namun ia urungkan karena ia takut kina merasa tidak nyaman.


Ages mulai mengeluarkan beberapa bahan makanan, sebelum pergi ia sudah lebih dahulu memasak nasi ke dalam rice cooker, kini tinggal memasak makanan pendamping nasi. Ages sengaja ingin memasak telur lapis untuk kina dengan harapan bisa menandingi masakan Akmal agar gadis itu tidak lagi mengingat masakan laki-laki lain selain dirinya.


"Mas yakin? Kalau gak bisa mending aku aja deh mas yang masak."


Kina mencoba untuk bergabung disamping Ages namun laki-laki itu jelas tidak akan mau, sejak awal ia terlihat sangat tidak ingin melibatkan Kina. Ia pergi berbelanja sendiri tanpa mengajak kina dan untuk memasak juga ia sangat tidak ingin dibantu.


Ages dengan pelan mengangkat tubuh Kina hingga gadis itu kaget, ia mendudukkan Kina di sofa ruang depan. Tidak ingin gadis itu melihat acara memasaknya karena ia akan terganggu dan merasa nervous.


"Kamu nonton tv aja yah sayang, nanti kalau udah selesai mas panggil kamu."

__ADS_1


Ages tersenyum menyalakan televisi dan memberikan remote kepada gadis itu, kina lebih memilih untuk pasrah saja. Ages kalau sudah begini seperti nya tidak akan bisa ia hentikan.


"Kalau mas butuh bantuan panggil aku aja mas, gak usah dipaksa kalau gak bisa."


"Mas bisa kok,"ucap Ages tidak terima disebut tidak bisa.


Kina akhirnya memilih untuk diam saja, sedangkan Ages sendiri kembali ke dapur untuk melanjutkan acara memasaknya.


Perlahan ia melihat resep dan juga bahan-bahan yang diperlukan setelah bahan-bahan itu dipersiapkan Ages mulai memotong berbagai jenis bahan itu.


"Wahhh aku benar-benar suami yang baik dan juga bertanggungjawab, siapapun akan bangga memiliki suami seperti ku. Aku tidak percaya sedang memasak saat ini hahaha. Kamu benar-benar hebat Ages,"ucap Ages sedikit berbangga diri sembari melanjutkan acara memasaknya.


"Setelah dipotong bahan apa yah setelah nya, kenapa aku tidak mengerti dengan resep ini. Banyak sekali aturannya."


Ages sedikit kesulitan dalam memahami tutorial masakan itu. Padahal ia sudah berulang kali membacanya tetap saja ia merasa ragu.


"Akhh dasar chef penipu, katanya sudah banyak sekali ditonton orang. Kenapa malah tidak becus begini? Menjelaskan tapi tidak jelas sama sekali,"kesal Ages mencoba untuk lebih memahaminya.


Ia kemudian tersenyum setelah faham bagaimana kelanjutan nya, ia sudah selesai mengocok telur dan memotong beberapa bahan lainnya yang akan ia jadikan lapisnya nanti.


Sekarang giliran ia untuk memanaskan air, mengupas kentang untuk ia rebus di air panas itu.


Ia terlihat sangat sibuk dengan pekerjaan nya, walaupun sempat terkendala karena tidak faham dengan maksud resep itu Ages kembali semangat setelah hampir menyelesaikan sedikit perjalanan memasak nya.


Kina sendiri memilih untuk mencari channel televisi yang seru, namun tetap saja perhatian juga fokus nya teralihkan dengan Ages yang sibuk memasak di dapur.


"Apakah mas Ages akan baik-baik saja? Kenapa aku khawatir kalau ia tidak bisa memasak."


Kina memilih untuk mengusir ke khawatiran itu, tapi tetap saja ia jelas mengenal Ages dan laki-laki itu sama sekali tidak bisa memasak.


"Akhh sudahlah, itu urusan mas Ages. Kalau tidak enak kan bisa tinggal dimasak lagi, ku hentikan juga tidak akan bisa."


Kina memilih untuk membiarkan nya saja karena Ages akan puas jika ia benar-benar sudah melakukan nya.


"Akhhh,"


Suara teriakan dan juga ringisan terdengar jelas ditelinga Kina dan itu berasal dari arah dapur.


Kina jelas kaget dan langsung berdiri menghampiri Ages yang sedang memasak di dapur.


"Ya ampun mas!"


Kina kaget dengan keadaan Ages yang saat ini ada dihadapannya.


...🌼To be continued 🌼...


Udah kenapa tuh si songong? Banyak tingkah sih. Jangan bilang dia kenapa-napa?.


"Singkong dari mana heyy? Saya itu terkenal tidak sombong dan baik hati." Ages.


"Sebahagia kamu aja deh ges,"author


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀

__ADS_1


__ADS_2