
Kina benar-benar bernafas lega setelah membantu Ages selesai mandi, benar-benar suasana yang mendebarkan dan juga membuat ia tidak bisa bergerak dengan bebas. Ages sendiri tidak bisa lagi menahan senyumnya karena mengingat Kina yang begitu lucu saat membantu nya mandi tadi. Gadis itu terus saja memejamkan matanya takut melihat tubuh Ages padahal kan Ages memakai celananya dan hanya bertelanjang dada saja.
"Mas ihh kok masih ketawa aja? Ngeselin."
Pipi kina masih saja memerah dan malah semakin bersemu merah bak kepiting rebus saja. Bagaimana ia tidak malu karena melihat dada bidang laki-laki itu, ia tidak terbiasa dan bisa dibilang baru Ages lah yang ia lihat tubuh laki-laki.
"Habisnya kamu lucu sih sayang, bagaimana mungkin kamu bisa membantu ku memakai sabun saat kamu memejamkan mata tadi? Akhh benar-benar menggemaskan."
Ages tertawa setelah mengatakan itu dan kina melihat kearah Ages dengan tatapan yang sangat kesal.
"Kalau mas ketawa lagi kedepannya aku gak mau yah bantuin mas mandi lagi, mandi aja sendiri dengan tangan mas yang sebelah lagi."
Kesal kina karena sejak tadi ia sudah mencoba untuk sabar menghadapi sikap jahil Ages yang terus saja menggoda nya.
Ages langsung diam dan menahan tangan Kina karena gadis itu hendak keluar dari kamar.
"Apa lagi sih mas ihhh."
"Yaudah deh sayang mas minta maaf, kamu ngambekan banget sih sayang." Cemberut Ages.
"Habisnya mas sih ngeselin banget, udah tau aku lagi malu masih aja diketawain. Gak lucu ihhh."
Ages hendak tertawa karena masih saja tidak terbiasa dengan sikap imut kina, jujur saja saat gadis itu sedang kesal dan marah Ages malah melihat nya terlihat lucu.
"Tuh kan...akhh ngeselin."
"Makanya kamu juga jangan manyunin bibir gitu dong sayang, mas gak tahan karena kamu terlihat sangat imut. Akhh benar-benar membuat mas frustasi,"ucap Ages dan Kina semakin memerah saja.
"Akhh lama-lama ngomong sama mas aku bisa gak waras, lebih baik aku siapin sarapan pagi untuk mas saja."
Namun lagi dan lagi ia merasa tangannya ditahan oleh Ages hingga kina berbalik dengan kesal kearah Ages. Setiap ia hendak pergi laki-laki itu selalu saja menahan nya.
"Ada apa lagi sih mas? Nahan Mulu perasaan."
"Bantuin mas make baju dong sayang, kamu kan tau sendiri kalau mas kesulitan dengan satu tangan saja." Wajah Ages dibuat semanis mungkin untuk membujuk Kina.
Gadis itu benar-benar tidak bisa lagi berkutik, Ages tidak bisa ia tangani suer. Menolak pun percuma karena ujung-ujungnya ia juga yang harus mengalami. Bukankah lebih baik ia bergerak cepat dan menyelesaikan urusannya dengan Ages?.
Kina tidak menjawab dan langsung berjalan kearah Ages, setelan baju kantor milik Ages sudah ia siapkan sejak tadi. Dan dengan pelan ia mendekat kearah Ages untuk membantu laki-laki itu membuka piyamanya.
Ages jelas tersenyum sangat lebar karena kina bahkan tidak protes sedikitpun. Ia langsung bergerak dan membantu Ages.
"Istri ku sangat baik hehehe."
"Mas gak usah muji-muji gitu, gak bakal buat aku terbang."
Ages tersenyum karena melihat wajah Kina yang ia buat seolah sedang kesal pada Ages tahu ia sebenarnya tidak kesal dan malah Ages melihat sisi Kina yang lebih dewasa dan penuh kasih sayang.
Piyama Ages sudah terbuka dan Kina sebenarnya kaget dan juga canggung saat melihat sesuatu didalam boxer Ages sudah sedikit menonjol. Ia tidak bodoh untuk tidak tahu itu apalagi ia juga sudah pernah digagahi oleh laki-laki itu sebelumnya.
Dengan cepat ia membantu Ages memakai setelannya. Menahan nafas dan juga rasa canggung itu. Kina benar-benar hebat karena berhasil menyelesaikan misi yang penuh dengan ancaman dan juga bisa menimbulkan efek penyakit jantung karena sejak tadi jantung kina sudah tidak bisa ia ajak bekerja sama lagi.
"Sudah kan mas, kalau begitu aku kebawah dulu."
Kina dengan cepat berlalu tanpa melihat kearah Ages pada Ages sendiri masih ingin mengatakan sesuatu kepada Kina.
"Kenapa dia terburu-buru sekali? Bagaimana kalau ia terjatuh dan bayi kami kenapa-napa." Khawatir Ages.
Namun ia tersenyum lagi, ia berdiri dan melihat pantulan dirinya di cermin yang berukuran panjang itu.
"Mari kita lihat hasil dari nyonya besar kita, wahh istriku benar-benar sangat pintar dan juga pandai membuat ku terlihat sesempurna ini. Kamu benar-benar sempurna dan tampan paripurna Ages."
__ADS_1
Ia tersenyum bangga dan juga senang saat melihat style yang dipilihkan dan juga dipakaikan oleh istrinya itu, jantung nya juga sebenarnya sama berdebar dengan Kina. Sedetik pun ia tak hentinya jatuh cinta kepada kina.
Ia berkali-kali bolak balik melihat pantulan dirinya di cermin dan tetap saja ia tidak bisa berkata-kata karena melihat dirinya yang begitu sempurna.
"Wahhh gawat ini, kasihan sekali kamu Ages...kasihan karena tidak pernah jelek hahahahah."
Katakan saja ia sedikit narsis dan terlalu melebih-lebihkan. Yahh walaupun sebenarnya apa yang ia katakan adalah kebenaran yang nyata.
"Anakku pasti bangga punya papah setampan aku,"sambungnya lagi dengan senyuman bangga.
Kina sendiri kini sibuk memasak. Karena waktu yang terbatas itu ia memasak seadanya saja, ia tidak ingin Ages terlalu sering makan makanan luar dan siap saji. Oleh karena itu walaupun hanya masakan biasa ia lebih baik memberikan masakan rumahan kepada Ages dibandingkan dengan makanan di restoran lainnya.
"Wahhh kenapa gerah sekali?" Gumam kina dengan pipi yang masih memerah itu.
Ia sebenarnya sudah mencoba membuang jauh-jauh pikiran nya itu namun tetap saja sekilas ia teringat kembali. Kina benar-benar dibuat frustasi dan bingung dengan isi pikirannya akhir-akhir ini. Ia merasa seperti seorang yang mesum saja karena saat bersama Ages pikirannya benar-benar seringkali melenceng jauh.
Dengan cepat kina menggeleng karena tidak ingin memikirkan hal itu lagi, apalagi saat mengingat sesuatu yang menonjol didalam boxer Ages ia kembali merasa hawa semakin panas saja. Pipinya juga semakin memanas dan memerah.
"Sudahlah kina, jernih kan pikiran mu. Tidak baik berpikir seperti itu apalagi kamu sedang mengandung kini,"ucap Kina mencoba untuk tetap berpikir positif.
"Mikir apa kamu sayang?" Tanya Ages berbisik dan meletakkan kepalanya diceruk leher Kina.
Gadis itu jelas kaget dan hampir saja ia menjatuhkan sudip yang ada di tangan nya. Ages benar-benar membuat ia hampir saja jantungan karena datang secara tiba-tiba.
"Mas ihh ngagetin aja, untung aja kita gak kenapa-napa mas."
Ages tersenyum dan melihat kearah Kina yang sibuk memasak itu. Gadis itu benar-benar sudah pantas menjadi istrinya dan ia bahkan lebih dari pantas, Ages bisa melihat ia yang begitu ahli dalam mengurus nya.
"Mas ngapain disini? Mas udah rapi gitu jauh-jauh dari dapur. Nanti bau apek mas,"ucap Kina dengan cepat menarik Ages menuju meja makan.
Ages sendiri hanya menurut saja dibawa oleh gadis itu, senyuman nya benar-benar tidak bisa ia bendung. Setiap hal kecil yang dilakukan oleh Kina tidak pernah gagal untuk membuat ia tersenyum.
"Mas tunggu disini saja mas, sebentar lagi akan masak. Kita sudah sangat terlambat bukan?" Tanya Kina sedikit khawatir dan melihat kearah jam di dinding.
"Gak kok sayang, tadi mas ditelpon dari kantor kalau pagi ini rapat dibatalkan."
Kina akhirnya bernafas lega karena sejak tadi ia benar-benar tidak bisa tenang apalagi mengingat mereka sudah sangat terlambat. Ia takut mengganggu urusan kantor Ages karena sudah terlalu lambat.
"Akhh syukurlah mas. Aku sangat khawatir kita sudah terlambat, makanya aku hanya memasak seadanya saja."
Kina kemudian beralih menuju dapur meninggalkan Ages di meja makan yang tersenyum memandangi kina, gadis itu sepertinya tidak menyadari setiap ucapan dan gerakan nya bagaikan sihir bagi Ages. Ia semakin jauh kedalam pesona kina dan tidak bisa bangkit lagi.
"Apa dia benar-benar istri ku?" Tanya Ages kepada dirinya sendiri karena masih belum percaya bisa mendapatkan istri sebaik dan sebijak Kina.
Kina sendiri melanjutkan acara memasaknya walaupun sebenarnya ia sedikit risih dipandangi oleh Ages sejak tadi.
"Kenapa mas Ages memandangi ku seperti itu? Benar-benar membuat ku gugup saja."
Kina bergumam sendiri dengan pelan namun ia masih lanjut memasak beberapa tahu karena mendengar Emre tidak terlambat Kina menambah beberapa makanan lagi.
Ages sendiri tidak hentinya tersenyum saat melihat Kina begitu serius saat memasak dan ia juga tahu kalau masakan Kina tidak akan pernah gagal.
Setelah beberapa saat berlalu Kina akhirnya menyelesaikan masakannya dan menata di meja makan. Ages tersenyum kearah kina yang sudah datang dihadapan nya.
Gadis itu duduk didepan Ages sembari mengambil nasi dipiring lalu memasukkan beberapa lauk lainnya. Apa karena kina berasal dari kampung yah sampai gadis itu selalu saja memasak nasi dengan berbagai jenis lauk pauk. Sedangkan Ages sendiri tidak protes dan malah menyukai hal itu.
Setiap kali gadis itu memasak maka ia tidak akan pernah melupakan nasi juga teman untuk nasi itu. Ages juga tidak menyadari bahwa ia sudah sangat cocok sekali ciri khas masakan istrinya itu.
"Kamu tidak usah repot-repot untuk memasak sayang, mas jadi merasa tidak enak merepotkan mu." Ages benar-benar bersungguh-sungguh dengan ucapan nya itu.
Walaupun sebenarnya ia sangat ingin kina terus saja memasak untuknya namun karena ia takut kina merasa lelah atau mendapatkan masalah ia rela membiarkan makanan kesukaan nya lewat begitu saja.
__ADS_1
Kina tersenyum dan kini ia mengaduk nasi itu lalu menyuapi Ages dengan mengarahkan satu sendok makanan kearah Ages. Dengan cepat disambut oleh Ages.
"Tidak merepotkan kok mas, aku tidak ingin mas makan makanan dari luar melulu. Walaupun harganya mahal dan dari tempat yang benar-benar baik aku merasa lebih baik kita makan masakan rumahan saja."
Ages tersenyum dan merasa bangga dengan jalan pikiran Kina, pendidikan gadis itu memang sangat tergolong rendah namun ia tetap saja terlihat sangat keren Dimata Ages yang pendidikan nya jauh lebih tinggi.
"Mas hanya khawatir sayang, bagaimana kalau sampai kamu kelelahan atau semacamnya?"
Kina tersenyum lalu kembali menyuapi Ages"Tidak melelahkan kok mas, aku sangat suka memasak dan aku bahkan pernah bercita-cita punya usaha masakan sendiri."
Kina tersenyum saat mengatakan itu, hati Ages sedikit terenyuh dan juga ia seketika diliputi rasa bersalah. Jelas yang menghancurkan mimpi itu adalah dirinya sendiri, ia yang sudah merebut masa muda gadis itu.
Kina bisa merasakan perubahan wajah Ages dan tatapan nya begitu sendu.. sepertinya Ages sedang dilanda rasa bersalah.
"Mas nih dimakan lagi, tidak usah dipikirkan mas. Itu hanya mimpi semu dikala dulu, sekarang aku hanya ingin fokus merawat calon anak kita. Itu saja sudah membuat ku bahagia,"ucap Kina dengan cepat.
Ia benar-benar sudah merelakan itu semua, ia benar-benar hanya ingin fokus merawat kandungan nya. Dan ia tidak ingin Ages merasa bersalah lagi untuk hal yang sudah lama berlalu.
Ages menerima suapan dari Kina "Kamu juga makan sayang, sejak tadi kamu hanya menyuapi ku,"ucap Ages mencoba untuk tetap terlihat tenang walaupun sebenarnya ia memikirkan ucapan Kina tadi. Ia jelas tidak akan semudah itu untuk lupa dengan rasa bersalah nya.
Kina pun menurut dan mulai makan, mereka sudah mulai terbiasa dengan makanan sepiring berdua dan satu sendok makan.
"Bagaimana mas masakan aku?" Tanya Kina tiba-tiba mencoba mendengar pendapat dari Ages.
Laki-laki itu meminta satu sendok lagi sebelum menjawab nya dan Kina dengan cepat menurut dan menyuapi Ages secara perlahan kemudian memberikan laki-laki itu minum.
"Sangat sangat enak sayang, mas sampai ingin nambah terus. Kamu benar-benar berbakat dalam memasak sayang."
Kina tersenyum senang mendapat pujian itu dari Ages, ia memang bukan baru kali ini mendapatkan pujian dengan hasil masakannya namun karena Ages yang mengatakan itu ia benar-benar tidak bisa lagi membendung ras senang itu.
"Mas gak boong kan?" Tanya Kina lagi dengan pelan.
Cup
Bukannya menjawab Ages malah mengecup bibir kina secara tiba-tiba hingga jantung gadis itu tidak karuan lagi.
"Mas ihh aku nanya bukannya jawab malah cium-cium bibir aku."
Cup
Ages lagi dan lagi mengecup bibir Kina hingga gadis itu memerah pipinya.
"Mas!"
"Kan tadi mas cuma cium sekali tapi kamu bilang cium-cium berarti kamu minta dicium dua kali dong. Seharusnya kalau sekali kamu harus bilang cium doang,"ucap Ages dengan pendirian dan argumen nya.
Lebih baik Kina diam saja dan mengalah karena Ages tidak akan bisa ia lawan saat sedang berdebat. Apapun yang ia katakan adalah kebenaran mutlak yang tidak bisa dibantah lagi.
"Terserah mas saja,"ucap kina mengakhiri.
Gadis itu kemudian kembali menyuapi Ages hingga mereka sampai tidak sadar menghabiskan seluruh makanan yang ada dimeja makan.
...🌼To be continued 🌼...
Seperti biasa kang modus ada aja caranya biar bisa mesumin kina, heyy bapack sadarlahh jangan Caper Mulu jadi orang. Idihh mentang dah jadi calon bapak kmu makin ganteng dan juga banyak gaya.
"Kamu sebenarnya sirik apa jatuh cinta sih Thor? Aku tidak mengerti."
"Dua-duanya."
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
__ADS_1
See you guys 🧀