
Ages sampai di kantor desa mood yang sudah hancur, benar-benar pagi yang menyebalkan baginya sebab ia harus melihat wajah kina dimana-mana bahkan orang yang sama sekali tidak mirip dengan Kina malah terlihat seperti dirinya, bukankah hal itu benar-benar memuakkan bagi Ages?.
"Sila, kenapa sih dengan ku?" Gerutu Ages saat memasuki lift.
Saat pintu lift hendak tertutup masuklah seorang gadis dengan ragu-ragu ke dalam lift. Ages benar-benar kaget karena ia melihat Kina masuk kesana, bagaimana bisa? Bukankah gadis itu telah pergi meninggalkan nya?.
Ages berkali-kali mengucek matanya berharap itu bukanlah bayangan nya saja, mencari kina benar-benar melelahkan baginya dan bukankah itu adalah hal yang bagus jika kina yang datang sendiri kepada nya?.
Namun, Ages langsung mendengus kesal karena melihat kenyataan bahwasanya gadis itu ternyata bukan Kina melainkan seorang karyawan yang kebetulan akan naik keatas juga.
"Sialan!" Umpat Ages karena ia tak hentinya melihat bayangan kina bahkan dalam diri orang lain.
Gadis yang berada di lift itu langsung gemetar, ia mendengar dengan jelas umpatan Ages. Apakah ia salah karena sudah masuk lift yang sama dengan Ages? Ia juga sangat ragu untuk ikut masuk namun ternyata di dalam lift itu adalah Ages CEO dingin dan juga terkesan kasar itu.
Saat sebelum Ages mengumpat saja ia sudah sangat takut dan kaku, bagaimana mungkin ia bersikap biasa saja saat Ages mengumpat tepat disampingnya.
Dengan cepat ia keluar setelah pintu terbuka karena ada beberapa orang yang hendak masuk.
"Loh! Bukannya kamu hendak keatas?" Tanya Ages kebingungan pasalnya tadi gadis itu menekan lantai yang sama dengan nya.
Gadis itu dengan cepat menunduk dan lari terbirit-birit karena takut, siapapun akan takut jika diumpati telat disampingnya sendiri walaupun sebenarnya Ages tidak mengumpat untuk nya.
"Ada apa dengan nya? Bukankah dia lebih gila dibandingkan dengan ku?" Gumam Ages.
Orang-orang yang baru saja masuk kedalam lift itu seketika menoleh kearah Ages, mereka tersenyum pelan karena merasa ada yang aneh dengan CEO itu. Namun saat laki-laki sedikit berdehem seketika tubuh mereka kaku dan diliputi rasa tegang padahal sebenarnya Ages hanya sedang mengalami sedikit batuh dan ada yang mengganjal tenggorokan nya.
"Bagaimana hasil pertemuan dengan cabang Fajar tadi malam?" Tanya Ages dengan cepat kearah sekretaris nya yang duduk tepat di dekat ruangan nya.
"Berjalan dengan lancar pak, berkasnya akan segera sampai pukul 2 siang nanti. Akan segera saya berikan kepada bapak jika sudah sampai," ucapnya dengan pelan dan juga sopan.
"Baiklah, kamu kembali bekerja!"
Ages masuk ke dalam ruangan nya, terasa sepi tanpa sebab padahal selama ini ia memang sendiri saat sedang dikantor. Kina hanya beberapa kali ikut kesana dengan nya namun entah kenapa rasanya kantor itu seolah merindukan sosok kina. Garis bawahi bukan Ages yang rindu tapi kantor!.
__ADS_1
Ages meletakkan tas miliknya diatas meja dan melihat beberapa berkas, mencoba mengalihkan pikirannya yang runyam sejak pagi tadi. Namun jujur saja ia sama sekali tidak bisa fokus. Bukan tanpa sebab hanya saja Ages mencoba mengelakkan prasangka bahwa ia sedang dilema karena kina yang tidak kunjung ada kabar.
"Akhh Sialan! Aku benar-benar tidak bisa fokus," umpat Ages sembari meletakkan berkas itu dengan kasar.
Ia tekan nomor ponsel seseorang dilayar ponsel miliknya, karena pikirannya terganggu maka ia juga harus mengetahui perkembangan yang sesungguhnya.
"Halo tuan," Ucap seseorang dari seberang telepon.
"Tidak usah berbasa-basi lagi, cepat laporkan bagaimana perkembangan dari pencarian kalian? Sudah ada kabar?"
Terdengar dengusan pelan dari seberang telepon pertanda bahwa itu bukanlah berita yang baik, Ages seolah sudah faham hasilnya namun tetap saja ingin mendengar nya secara langsung.
"Kenapa diam saja? Cepat laporkan!"
"Anu,,anuu tuan."
"Sudah berapa kali saya sampaikan untuk berhenti berbasa-basi saya sedang berhadapan dengan saya? Laporkan!"
"Maaf tuan, kami masih belum menemukan tanda-tanda gadis itu. Ia benar-benar tidak ada jejak sama sekali.
"Benar-benar tidak berguna, bukankah aku terlalu lunak kepada mereka saat mereka sama sekali tidak berguna."
Padahal sebenarnya Ages mengira akan mudah mendapatkan kina saat ia menyewa jasa pencari seperti itu.
Pintu rumah terdengar seperti ada yang membuka, kina yang sejak tadi duduk di ruang tamu menunggu Akmal langsung bangkit dari duduknya dan memegang sebuah sapu dengan tangan kirinya. Ia takut kalau itu adalah orang jahat yang hendak maling atau semacamnya.
Kina berjalan dengan pelan menuju arah pintu, ia hendak melayangkan pukulan dengan sapu itu namun tiba-tiba saja ia terhenti saat melihat itu adalah Akmal.
"Heyy ada apa?" Tanya Akmal yang dibuat kaget oleh nya.
Kina langsung terduduk lega karena itu adalah Akmal, jujur saja kalau sampai rumah itu kemalingan saat ia ada disana maka ia yang akan disalahkan walaupun sebenarnya ia ragu Akmal akan melakukan hal tersebut.
"Aku mengira tadi yang masuk itu adalah orang jahat seperti maling dan lainnya, kamu membuat ku kaget mal!"
__ADS_1
Akmal tersenyum dan membantu kina untuk bangkit dari duduknya lalu membawa gadis itu untuk duduk disofa ruang tamu miliknya.
"Bagaimana kondisi tangan mu? Apa tidak sakit tadi saat memegang sapu?" Tanya Akmal khawatir.
Kina dengan cepat menggeleng karena ia sama sekali tidak merasa sakit karena tangan kiri yang memegang sapu tersebut.
"Aku baik-baik saja kok mal, maaf yah tadi aku hampir aja mukul kamu."
" Sudahlah tidak apa, malah aku bangga dengan sikap mu yang benar-benar sangat waspada itu."
Kina hanya diam saja, sebenarnya ia sama sekali tidak sepeka juga se waspada itu dahulu sebelum ia mendapatkan berbagai hal mengerikan dari Ages.
"Nih, baju buat kamu!"
Kina kaget karena tiba-tiba saja Akmal memberikan dua paper bag kearahnya dengan ukuran sedikit besar. Laki-laki itu keluar sebentar tadi dengan alasan hendak bertemu dengan teman namun tiba-tiba datang malah memberikan bingkisan untuk nya.
"Ha? Ba,, baju kenapa tiba-tiba kamu ngasih aku baju mal?" Tanya Kina dengan pelan.
"bukankah kamu mengatakan sangat ingin melihat kampus ku? Tidak mungkin kamu kesana dengan penampilan seperti itu bukan?" Tanya Akmal dengan lembut.
Kina sebenarnya awalnya bercanda ingin ikut walaupun sesungguhnya ia sangat ingin ikut dan merasakan bagaimana rasanya kuliah seperti Akmal.
"A,aku ,,aku hanya bercanda tadi."
Kina berbohong, ia sangat ingin ikut namun takut membuat Akmal kecewa juga direpotkan karena nya.
"Aku tahu kamu serius na, lagian kan gapapa sekalian jalan-jalan juga. Aku gak tenang kalau ninggalin kamu sendiri disini."
Kina benar-benar merasa tidak enak karena sudah merepotkan Akmal dalam banyak hal bahkan ia harus membawa kina ke kampus karena takut meninggalkan gadis itu sendirian.
...🌼To be continued🌼...
Akmalll lafyuuuu so machhhh, kamu tuh sweet banget gak ada obat, sini sama author aja udahh ayokk.
__ADS_1
Jangan lupa yah like komen ya wan lawan.
See you guys 🧀