Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 76: Hairdryer dan kamu


__ADS_3

    Ages masih kesal mendengar Kina menyebut nama Akmal tadi, bukankah sudah sangat sering ia dibuat kesal oleh gadis itu. Saat itu juga ia menyebut nama laki-laki lain saat mendapatkan es krim dari Ages. Benar-benar berhasil membuat Ages kesal juga cemburu. Jujur saja Ages tidak bisa memungkiri itu semua, ia jelas cemburu dengan nama laki-laki yang disebutkan oleh istri nya itu.


"Memasak? Ha! Lihat saja aku akan menunjukkan kalau aku lebih pandai memasak dibandingkan dengan laki-laki itu, menggoda istri ku dengan memasak bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan. Dasar laki-laki kolot,"gumam Ages dengan kesal.


Kina yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat bingung kearah Ages, wajah laki-laki itu sangat masam dan juga seolah baru saja bertengkar dengan seseorang.


"Ada apa mas? Apa ada masalah?"tanya Kina perlahan lalu meletakkan handuk ditempatnya.


Gadis itu baru saja mandi sore karena hari ini ia belum pernah mandi, ia memutuskan untuk mandi sore dan ia malah dibuat bingung saat melihat Ages yang duduk ditepi ranjang dengan wajah yang ditekuk.


Ages menggeleng dengan cepat lalu melemparkan sebuah senyuman kearah Kina, gadis itu jelas malah semakin kebingungan. Kenapa wajah Ages bisa secepat itu berubah saat melihat Kina.


"Benar-benar aneh sekali, padahal sangat jelas tadi aku melihat mas Ages memasang wajah masam. Kenapa tiba-tiba Sid tersenyum seperti itu?" Bingung Kina dengan wajah tidak mengerti.


"Tidak apa kok sayang, kamu udah selesai mandinya?" Tanya Ages basa basi.


"Mas lihat?" Tanya balik kina dengan singkat lalu mengambil handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya.


Ages tersenyum bukannya marah karena dijawab ketus oleh kina Ages malah tersenyum kemudian bangkit menghampiri Kina.


Gadis itu kaget karena Ages berjalan kearah nya, apa laki-laki itu marah karena sikapnya? Kina benar-benar menyesal karena sudah bersikap seperti itu. Karena Ages sudah melembut bukan berarti ia bebas bersikap seenaknya kepada Ages.


"Ke,, kenapa mas?" Tanya Kina sedikit ketakutan.


Padahal Ages memasang wajah biasa saja sudah membuat kina ketakutan. Salahnya sendiri tidak bisa mengendalikan moodnya apalagi setelah ia mengandung saat ini ia begitu sulit untuk mengatur moodnya sendiri.


"Biar mas bantu mengeringkan rambut mu sayang,"ucap Ages diluar dugaan Kina.


Ia sebenarnya sudah mengira Ages akan marah karena sikap kurangajar nya itu namun ternyata ia salah menduga karena Ages malah menawarkan bantuan untuk mengeringkan rambut gadis itu.


"A,,aku bisa sendiri mas, terima kasih atas tawaran nya." Kini gadis itu sedikit lebih sopan menjawab ucapan Ages mencoba untuk menetralkan moodnya sendiri.


"Biar mas bantu saja sayang, sini udahhh."


Ages menarik pelan gadis itu dan Kina yang sudah sempat ketakutan itu hanya bisa menurut saja. Lebih baik menurut dan tidak membuang tenaga juga.


"Kamu duduk dulu yah sayang,"ucap Ages mendudukkan Kina ditepi ranjang dan gadis itu hanya bisa menurut.


Ages kemudian berlalu menuju lemari untuk mengambil hairdryer yang berwarna putih bersih itu.


Kina bernafas lega dan bersyukur karena selamat dari amukan Ages. Ia benar-benar merutuki dirinya karena sudah lancang bersikap seperti itu.


"Kamu harus bersyukur Kina, kamu sudah selamat. Kenapa kamu begitu tidak tahu diri sampai bersikap begitu? Untung saja mas Ages tidak marah. Kamu harus bisa mengontrol mood mu."


Kina mencoba untuk tetap tenang dan menarik nafas dalam-dalam. Gadis itu harus lebih banyak bersyukur dan gadis itu semakin sadar bahwa Ages benar-benar sudah sangat jauh berubah dari dirinya yang biasa.


Laki-laki itu yang dahulu sangat suka marah dan juga emosional. Laki-laki itu juga bahkan sangat marah kalau kina tidak menjawab pertanyaan nya selang beberapa detik namun tadi, gadis itu sudah sangat tidak sopan kepada nya ia sama sekali tidak marah dan malah menawarkan bantuan.


"Apa mas Ages benar-benar sudah berubah?" Batin Kina.


Ia bisa merasakan tangan laki-laki itu dengan pelan dan lembut mengusap rambutnya sembari menggunakan hairdryer untuk mencoba mengeringkan rambut Kina.


"Bagaimana rasanya setelah mandi dan keramas sayang? Apa kepala mu masih terasa sakit?" Tanya Ages perhatian.

__ADS_1


Jujur saja kina masih belum terbiasa dengan hubungan itu, ia masih belum terbiasa dengan Ages yang bertanya tentang hal-hal kecil dan juga mendapatkan perhatian dari laki-laki itu. Tapi bukankah alangkah lebih baiknya ia harus mulai membiasakan dirinya, karena biar bagaimanapun Ages adalah ayah dari anaknya.


"A,,aku baik-baik saja mas, kepala ku juga sudah tidak sakit lagi."


Ages tersenyum mendengar jawaban kina yang lebih mendingan dibandingkan jawaban nya sebelum-sebelumnya. Ia sangat senang dan merasa damai dengan suasana saat ini, mereka benar-benar seperti suami istri sungguhan.


"Syukur lah sayang, kalau ada apa-apa secepatnya kabari mas dan jangan ditahan. Mas gak mau kamu pingsan kayak waktu itu."


Kina mengangguk saja dan kembali terdiam menghadap kearah depan, Ages juga sibuk mengeringkan rambut Kina dengan telaten.


"Akhirnya kering juga sayang, sekarang saatnya rambut mu diikat. Biar mas yang ikatkan,"ucap Ages dengan pelan.


Kina menggeleng den menolak karena ia sudah cukup dibantu dengan mengeringkan rambutnya ia sudah tidak ingin merepotkan Ages.


"A,,aku saja mas, sudah cukup mas membantu ku mengeringkan rambut ku. Aku tidak ingin merepotkan mas lebih banyak lagi,"ucap gadis itu dengan pelan.


Ages jelas menolak karena ia sama sekali tidak merasa direpotkan dan malah ia sangat senang jika Kina yang merepotkan nya.


"Biar mas saja, untuk apa kamu merasa merepotkan? Mas kan memang sudah memiliki kewajiban untuk menjaga merawat dan mencukupi seluruh kebutuhan kamu, walaupun mas tidak pantas untuk mengatakan itu. Mulai saat ini dan seterusnya mas sangat ingin direpotkan oleh mu sayang."


Ages dengan wajah serius nya dan berharap kina mengerti dengan maksud juga tujuan nya.


"Baiklah terserah mas saja,"ucap Kina mengakhiri nya.


Ages tersenyum dan mulai menata rambut Kina untuk ia ikat nanti nya, gadis itu hanya bisa pasrah dan diam saja membiarkan Ages mulai mengikat rambutnya.


"Bagaimana?" Tanya Ages tiba-tiba berbisik ditelinga Kina.


Gadis itu yang awalnya sedang merenung tiba-tiba dikagetkan dengan Ages yang berbisik ditelinga nya. Dengan pelan kina berbalik dan melihat kearah Ages.


Tiba-tiba saja bibir mereka bertabrakan membuat kina berdebar-debar dan langsung mundur hingga ia hampir saja jatuh dari ranjang.


Dengan cepat Ages menahan tubuh gadis itu hingga Kina tidak sampai jatuh. Kalau saja Ages tidak menahan nya maka Kina akan jatuh keatas lantai.


Jantung Kina berdebar sangat kencang melihat wajah Ages yang begitu khawatir itu, jujur saja ia tidak bisa lepas dari pesona Ages bagaimana pun itu. Ia kaget dan juga hampir tidak bisa bernafas dengan benar.


Ages dengan cepat mengangkat tubuh Kina menuju ke inti ranjang, ia benar-benar sangat kaget juga khawatir dengan keadaan Kina. Padahal niatnya hanya ingin menggoda gadis itu namun malah hampir mencelakai nya.


"Ma,, maafkan aku sayang, aku sama sekali tidak bermaksud untuk mengagetkan mu. A,apa ada yang sakit?  Akhh bodoh sekali aku hampir saja mencelakai mu juga anak kita."


Wajah Ages benar-benar sangat khawatir dan dipenuhi rasa bersalah, ia sama sekali tidak bermaksud. Kina bisa melihat wajah khawatir Ages dan pandangan nya juga tidak bisa lepas dari laki-laki itu.


"Ke,, kenapa dengan ku? Apa karena aku terlalu kaget yah sampai berdebar begitu hebat seperti ini?" Batin Kina tidak bisa melepaskan pandangannya dari arah Ages.


"Sa,,sayang?" Panggil Ages berkali-kali namun tidak ada sahutan dari Kina.


Gadis itu masih terlalu tenggelam dengan memandangi wajah Ages, ia tidak bisa melepaskan tatapan nya bahkan berkedip pun ia hampir lupa.


Ages malah semakin dibuat khawatir karena gadis itu sama sekali tidak menjawab panggilan nya. Apakah ia begitu syok karena ulah Ages.


"Maafkan mas, mas sama sekali tidak bermaksud untuk membuat mu kaget. Mas minta maaf sayang,"ucap Ages dengan wajah penuh bersalah nya.


Kina benar-benar tidak percaya bahwa ia malah dibuat kagum disaat seperti ini. Ia baru sadar bahwa Ages ternyata begitu menyayangi nya sampai ia bersikap seperti itu. Wajahnya sangat khawatir dan juga ia bahkan hampir saja menangis.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja mas, tidak usah terlalu dipikirkan."


Kina menggeleng dan buru-buru menghilangkan sikap tidak biasanya itu, sejak kapan ia begitu terpesona dengan sosok Ages?.


"Maafkan mas, aku sama sekali tidak berniat untuk mengagetkan mu. Awalnya mas hanya ingin menggoda mu saja. Aduhh benar-benar tidak waras,"rutuk Ages kepada dirinya sendiri.


Kina tidak bisa menahan senyumnya karena baru kali ini ia melihat Ages mengatai dirinya sendiri tidak waras, selama ini laki-laki itu mengatakan hal itu kepada orang lain.


Apa benar yah cinta bisa membuat orang lain bodoh? Apa benar kekuatan cinta sehebat itu? Ages yang begitu arogan begitu berbeda saat ini. Kina bisa menyaksikan perbedaan dan juga perubahan yang sangat drastis itu.


"Sudahlah mas, aku baik-baik saja. Makanya ke depan jangan gitu ihh, suka banget gangguin orang."


Ages mengangguk pelan dan mencoba untuk menghilangkan rasa bersalah itu. Jujur saja jantung nya hampir saja copot tadi, ia begitu kaget karena hampir saja mencelakai kina juga calon anak mereka.


"Jadi kamu udah maafin mas kan? Mas benar-benar tidak sengaja melakukan hal itu."


"Hmm,"jawab Kina dengan singkat.


Ages jelas tidak yakin dengan jawaban gadis itu. Ia masih sangat merasa bersalah jika Kina menjawab dengan jawaban ambigu itu.


"Sayang kamu maafin mas kan?"


"CK, iya mas aku maafin."


"Yaudah bukti kamu udah maafin mas sini tak coba dulu cium pipi mas,"ucap Ages dengan pelan mencoba mencari kesempatan didalam sebuah tragedi.


Kina mengeryit karena Ages benar-benar sangat aneh, bukankah ia adalah pihak yang membutuhkan maaf? Kenapa malah memberikan syarat begitu?.


"Loh? Kok malah mas yang banyak aturan?" Bingung Kina tidak mengerti.


"Katanya udah dimaafin tapi kok gak mau buktiin sih?" Sindir Ages tepat dihadapan Kina.


"Kenapa sih ahhh mas jangan suka gak jelas gitu dong, ngeselin ahh."


"Kan mas cuma mau bukti sayang, udah cepetan cium pipi mas biar masalah kelar."


"Mau dimaafin gak sih mas? Kalau gak mau yaudah terserah mas aja. Udah minta maaf malah bikin aturan, aneh ihh."


Ages langsung kena mental karena ucapan Kina, sepertinya taktik itu tidak berhasil untuk mendapatkan kecupan dari kina.


"Baiklah karena hari ini mas yang salah jadi mas maklumi deh,"ucap Ages dengan pelan.


Kina hanya memilih untuk mengabaikan itu. Ages benar-benar sangat berbeda dengan yang ia kenal dahulu. Dan kalau boleh jujur kina sedikit merasa nyaman dengan Ages yang saat ini berada di dekatnya.


...🌼To be continued 🌼...


"Hayoo Ages! Kamu hampir aja cekakain Kina, banyak tingkah sih. Untung aja kina gapapa, kalau sampai Kina kenapa-napa maka calon dedek juga bakal kena. Emang siap yah kamu gagal jadi bapack?"author


"Kamu nyumpahin aku Thor? Tolong yah kalau ngetiik tuh yang bener. Jangan jahat gitu sama aku." Ages


"Lebay bener. Serah lu dah ." Author.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

__ADS_1


See you guys 🧀


__ADS_2