Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 52: Kumohon sebentar saja.


__ADS_3

     Kina berdiri mematung sembari mengikuti gerak gerik dokter yang tengah sibuk memeriksa keadaan Ages yang masih belum sadarkan diri itu. Ia memperhatikan dengan seksama bagaimana dokter itu mengobati luka ditangan Ages baik itu membersihkan luka serta membalutnya dengan perban.


Ia benar-benar tidak terlalu tahu mengenai pengobatan jadi saat dokter itu sibuk mengobati Ages mata Kina tidak berhenti memandangi seolah sedang belajar saat itu juga.


"Pasien sudah selesai diobati, tidak perlu khawatir dengan keadaan nya. Ia hanya kelelahan saja ditambahkan lagi dia sudah kehilangan banyak darah dan sepertinya seharian dia belum makan apapun."


Kina mendengarkan dengan seksama lalu bertanya beberapa hal mengenai kondisi Ages baik itu makanan apa yang sebaiknya diberikan kepada Ages.


"Bagaimana dengan keadaan nya dok? Kenapa sampai kini belum bangun juga?" Tanya Kina khawatir.


Dokternya itu tersenyum pelan lalu menepuk bahu Kina,merasa lucu dengan kina yang sejak tadi sangat sibuk dan memberikan banyak sekali pertanyaan kearahnya.


"Sebentar lagi dia akan siuman kok, setelah ia terbangun secepatnya berikan bubur untuk menambah stamina nya."


Kina mengangguk dengan cepat kemudian mengucapkan banyak sekali terima kasih karena sudah bersedia datang mengobati Ages.


"Terima kasih dok, kalau saja dokternya tidak datang saya sungguh tidak tahu harus bagaimana mengobati nya,"ucap Kina dengan ramah.


"Sudah menjadi kewajiban saya sebagai dokter heheh. Kalau begitu saya permisi yah eh jangan lupa bajunya digantikan juga yah karena itu sudah tidak steril lagi."


Kina mengangguk lalu dokter itu pamit diantarkan oleh kina sampai didepan rumah.


Setelah kepergian dokter itu Kina kembali ke kamar, ia mengambil sebuah baskom berisi air hangat begitu juga dengan beberapa handuk kecil.


Setelah mempersiapkan handuk dan air Kina berjalan kearah lemari untuk mengambil baju santai, ia mencari baju yang nyaman dikenakan oleh Ages nantinya.


Setelah segalanya sudah ia persiapkan,kina mematung berdiri memperhatikan Ages yang masih saja menutup mata itu. Ia kebingungan harus bagaimana menggantikan pakaian laki-laki itu.


"Bagaimana ini? Pasti tidak akan mudah untuk menggantikan pakaian mas Ages, aku takut dan juga rasanya sangat aneh aku harus membuka bajunya."


Kina berpikir berkali-kali namun mengingat ucapan dokter tadi membuat ia mau tidak mau harus mengganti bajunya Ages.


Kina duduk ditepi ranjang dan dengan sedikit ragu kina mulai membuka satu persatu kancing kemeja yang dikenakan oleh Ages itu. Sebenarnya ia benar-benar sangat takut untuk melakukan hal itu tapi ia mencoba untuk berani.


Setelah kemeja Ages sudah terbuka kina memasukkan handuk kecil kedalam baskom itu dan memerasnya. Ia usap perlahan diarea tubuh Ages mencoba untuk membersihkan tubuh pria itu.


Setelah itu Kina mencoba memakaikan baju kaos kepada Ages, benar-benar sangat kesulitan namun Kina sedikit lega akhirnya ia berhasil memakaikan nya.


Sekarang giliran menukar celana Ages, ia benar-benar sangat canggung dan merasa berat hati untuk menukar itu.

__ADS_1


"Akhh sepertinya tidak apa jika aku tidak menukarnya, aku tidak sanggup untuk melakukan hal itu." Kina bangkit dari ranjang dan hendak membereskan semuanya kina kembali duduk di tepi ranjang dengan mencoba mengumpulkan keberanian akhirnya ia berhasil membuka celana milik Ages.


Ia sama sekali tidak berani untuk menatap kearah bagian bawah laki-laki itu, namun jelas saja itu tidak akan berhasil. Hingga ia sedikit kaget saat melihat sebuah tonjolan dibalik dalaman yang dikenakan oleh Ages itu.


Buru-buru kina memakaikan celana pendek itu kepada Ages kemudian membersihkan segalanya setelah selesai ia gunakan.


Ia menggeleng berkali-kali mencoba menghilangkan pikiran itu, lebih baik ia mulai memasakkan bubur untuk Ages saja.


Karena tidak ada apa-apa dikulkas, kina meminta bapak itu untuk membelikannya keluar.


"Ini neng, apa den Ages sudah sadar?" Tanya bapak itu sembari memberikan beberapa bahan pesanan Kina.


Kina menggeleng dengan cepat sembari menerima perbelanjaan itu "Belum pak, tapi dokter berkata kalau mas Ages baik-baik saja."


"Saya lupa memberitahu neng kalau tadi den Ages terlihat sangat buru-buru dan kembali dengan keadaan seperti ini. Mungkin saja den Aden habis berkelahi dengan seseorang."


Kina mengangguk karena ia juga sebenarnya memikirkan hal yang sama, dilihat dari luka Ages ia benar-benar tidak biasanya seperti itu. Apa yah penyebab mereka berkelahi? Siapa orang yang ia ajak berkelahi? Semua pertanyaan itu berputar dibenak Kina.


Kina hampir selesai memasak bubur untuk Ages dan bubur itu kini sudah matang sempurna, kina sengaja meninggalkan nya diatas kompor agar tetap terjaga rasa panasnya. Ia tidak ingin Ages memakan bubur yang sudah dingin.


"Sebaiknya aku melihat keadaan mas Ages dahulu,"ucap kina berjalan menuju kamar.


"Mas sudah bangun?" Tanya Kina sedikit ragu.


Ia masih saja sama Takutnya kepada Ages,saat laki-laki itu tidak sadarkan diri saja ia sedikit takut apalagi saat Ages sudah sadar kini. Entahlah, ia masih belum siap jika Ages menghukum nya.


Ages tidak menjawab, ia hanya menatap wajah kina dengan tatapan yang sangat sendu. Tatapan laki-laki itu begitu dalam dan ada Sirat kesedihan disana, kina saja sampai kebingungan dengan arti tatapan Ages. Bukankah seharusnya ia menatap Kina dengan sorot kemarahan atau juga ketidaksukaan.


"Ke,, kenapa mas menatap ku seperti itu?" Gugup Kina mencoba melihat kearah lain.


Ages masih saja menatap Kina dengan tatapan sendu itu, hatinya sakit saat mengingat segala perlakuan buruk nya terhadap gadis itu. Kalau saja ia bisa mengatakan kalau ia sangat ingin meminta maaf,namun bibirnya terasa kaku begitu juga dengan lidahnya benar-benar terasa Kelu untuk meminta maaf saja ia tak kuasa.


"Mas kenapa diam saja? Memandangi ku seperti itu kenapa mas? Aku benar-benar kebingungan."


Lagi dan lagi tidak ada jawaban dari Ages, kina semakin khawatir. Apakah ia bahkan sampai tidak bisa berbicara karena kehabisan tenaga?.


"Kalau begitu aku kebawah dulu yah mas mengambil bubur untuk mas, sudah kumasak tadi."


Kina bangkit dari tepi ranjang kemudian hendak berjalan namun tangan Ages dengan pelan menahan nya dan laki-laki malah menarik kina kedalam pelukannya.

__ADS_1


Deg,


Kina kaget karena perlakuan Ages yang begitu tiba-tiba itu, ia sama sekali tidak takut saat Ages mencoba memeluk nya karena kali ini pelukan dari laki-laki itu sungguh sangat berbeda. Terkesan sangat hangat dan juga lembut seolah tengah menyalurkan sebuah pesan.


"Mas,,maa,,Maas tolong lepaskan aku, kenapa malah memeluk ku secara tiba-tiba begini?" Tanya Kina bingung sembari mencoba untuk melepaskan pelukan Ages.


Ages dengan cepat mempererat pelukannya dipinggang kina yang kini benar-benar ia dekap dengan sempurna. Kina tidak bisa memungkiri bahwa pelukan Ages yang ini benar-benar sangat hangat hingga ia merasa nyaman.


Namun dengan cepat ia menggeleng mengusir rasa nyaman sesaat itu, sejak kapan ia mengatakan kalau pelukan Ages itu nyaman?.


"Tolong mas lepaskan aku, aku tidak nyaman seperti ini."


Kina mencoba untuk melepaskan pelukan Ages namun laki-laki itu malah semakin mengeratkan nya hingga kina benar-benar kewalahan untuk melepaskan nya.


"Ku mohon sebentar saja seperti ini, aku butuh pelukan mu istriku!".


Deg,


"Istriku?" Batin Kina kebingungan.


Ages sendiri masih sibuk memeluk kina mencari rasa aman dan nyaman disana. Kina benar-benar tidak mengerti dengan Ages kenapa tiba-tiba bersikap seperti ini dan ia bahkan mengatakan hal yang tidak biasa ia katakan.


"Apa ada sesuatu yang salah di otak maks Ages? Ia mungkin mengalami gegar otak atau semacamnya."


Kina menebak apa sebenarnya yang terjadi pada Ages, laki-laki itu bersikap tidak seperti dirinya sendiri.


Ages masih sibuk menelisik dan mencari kenyamanan dalam pelukan Kina yang hanya diam saja pasrah membiarkan Ages memeluk dirinya.


...🌼To be continued 🌼...


Hayooo Ages kamu modus bilang aja hehehe.


"Apaan sih Thor, gue jahat juga lu gak terima. Giliran gue baik ku curigaan. Au ahhh sebel." Ages .


"Yah emang kamu itu harus diserba salahin ges," author


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀

__ADS_1


__ADS_2