
Akmal mulai memelankan kecepatan motor nya saat melihat pekarangan rumahnya sendiri, saat ini mereka sudah aman dari kejaran geng yang diutus oleh Ages untuk mencari dan menemukan kina.
"Kita sudah sampai na, kita sudah aman sekarang."
Dengan pelan Kina melepaskan pelukannya di pinggang Akmal. Laki-laki itu sedikit kecewa namun ia bersyukur Kina bisa selamat dari mereka.
Kina turun dengan perlahan dibantu oleh Akmal saat turun dari motornya, laki-laki itu membuka pintu depan sidik jarinya dan kina mengikuti Akmal memasuki rumah.
Gadis itu masih sedikit gemetar karena takut, ia tidak habis pikir kalau sampai ia ditangkap lalu diantar menghadap Ages. Ia tidak akan tahu apa yang akan ia terima karena sikap nekadnya kabur saat itu.
Akmal duduk di sofa dengan wajah datarnya, ia melirik Kina yang terlihat sedikit merenung diam di sofa tepat dihadapan nya.
Laki-laki itu seolah peka dengan keadaan Kina yang tidak stabil itu, gadis itu pasti masih syok karena mereka hampir saja menangkap nya tadi. Akmal bangkit dari duduknya lalu ke dapur untuk mengambil segelas air putih untuk Kina.
"Minum dulu, kamu tidak usah khawatir lagi kita sudah aman sekarang!"
Akmal memberikan segelas air itu lalu duduk di dekat Kina, melihat keadaan gadis itu.
"Makasih mal, aku gapapa kok."
Kina meraih segelas air putih itu lalu meminumnya dengan perlahan, ia melihat kearah Akmal yang hanya diam saja sejak tadi ahh tidak! Akmal diam sejak ia membawa Kina kerumahnya. Laki-laki itu sama sekali tidak pernah bertanya atau menyinggung kenapa kina seperti ini? Kenapa gadis itu kabur dengan pakaian pasien dan kenapa ada orang-orang yang mencari Kina?.
Akmal sendiri sebenarnya begitu penasaran dengan keadaan Kina. Banyak sekali pertanyaan dalam benaknya karena sejak kehadiran Kina di kota ini gadis itu terlihat berbeda dari Kina yang biasa. Segalanya begitu berbeda gadis itu selalu saja muncul dihadapan nya dengan dengan suasana yang mencurigakan.
Kina meletakkan gelas itu dimeja dengan pelan lalu menatap kearah Akmal hingga laki-laki memasang wajah kebingungan karena tiba-tiba kina melihat kearah nya.
__ADS_1
"Kenapa kamu gak nanya mal?"
"Ha? Nanya apa na?" Tanya Akmal dengan pelan.
"Yahh nanya aja, aku yakin kamu pasti pengen banget nanya sesuatu sama aku kan? Banyak hal yang sangat ingin kamu ketahui bukan?" Tanya Kina dengan pelan.
Akmal langsung faham kemana arah bicara kina itu, ternyata ia juga merasa terganggu karena belum ada kejelasan mengenai apa yang sedang ia alami tadi.
"Ooh itu, jelas aku punya banyak pertanyaan. Tapi aku gak bakal ngebebani kamu dengan beberapa pertanyaan yang bikin kamu ngerasa gak nyaman. Aku bakal nunggu kamu siap buat cerita,"ucap Akmal dengan pelan.
Kina benar-benar tersentuh dengan kepribadian Akmal, laki-laki itu benar-benar sangat perduli dengan perasaan nya. Padahal Akmal memiliki hak untuk bertanya kepada nya namun laki-laki itu malah memilih memendam nya.
"Aku gapapa kok mal, aku malah gak nyaman aja kamu terus bantuin aku tanpa tahu apa yang sebenarnya."
"Aku ngebantu kamu karena aku peduli na, aku gak bakal maksa kamu buat cerita. Kamu berhak menyimpan masalah mu sendiri tapi kalau kamu pengen cerita atau butuh bantuan aku bakal ada buat kamu."
Akmal benar-benar Setuju dengan ucapan Kina, walaupun sebenarnya ia tidak tahu penyebab perbedaan itu apa.
"Kenapa kamu lari dengan baju pasien malam itu?" Tanya Akmal dengan mencoba memberanikan diri untuk bertanya.
Kina tersenyum pelik kearah Akmal, ia benar-benar sangat tidak siap untuk bercerita namun biar bagaimanapun hanya Akmal lah yang bisa ia jadikan sebagai tempat untuk bercerita.
Kina dengan pelan melihat kearah Akmal, sedikit tarikan nafas ia ambil kemudian ia mulai menceritakan segala kisah hidupnya kepada Akmal. Mulai dari ia datang ke kota itu, kehilangan Lena,dan kini ia bahkan sudah menjadi seorang istri bagi laki-laki dewasa yang begitu suka menyiksanya.
Akmal benar-benar kaget saat mendengar itu dari Kina, Baga bisa gadis itu ternyata sudah menjadi seorang istri? Dengan bos nya sendiri dikantor.
__ADS_1
Jadi, apa yang ia lihat dikantor hari itu adalah kenyataan bahwasanya Ages bersikap semena-mena kepada Kina. Memaksa gadis itu memakai baju tidak senonoh untuk mempermalukan nya.
Kina benar-benar malu menceritakan hal tersebut kepada Akmal namun ia merasa sedikit lega karena saat ini ia bisa membagi segala lara yang sedang ia tanggung selama ini.
"Aku malu menceritakan ini kepada mu mal, tapi aku lebih merasa tidak enak saat kamu harus selalu membantu ku dengan keadaan tidak tahu apa-apa. Sekarang terserah kamu mal, mau terus membantu ku atau bahkan Lepas tangan karena aku sudah sangat banyak merepotkan mu." Kina berbicara sambil menundukkan kepalanya.
Akmal tidak berniat membuat gadis itu merasa malu, ia bertanya karena khawatir dengan perubahan sikap Kina yang dahulu hingga sekarang sangat kah berbeda sekali.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu na? Aku sama sekali tidak pernah merasa kamu merepotkan mu. Aku benar-benar sangat ingin membantu mu sebisaku, ku pastikan akan membebaskan mu dari laki-laki jahat itu. Bersabar lah kina, kita lalui ini bersama!"
Air mata kina langsung mengalir deras karena mendengar ucapan Akmal, ia benar-benar mengira Akmal akan memandang rendah dirinya setelah tahu apa dibalik kehidupan nya yang sudah runyam itu.
Ia tidak mengira masih ada manusia berhati baik seperti Akmal. Walaupun ia harus menanggung malu dihadapan laki-laki itu tapi ia lega karena memiliki seseorang yang bisa ia jadikan sebagai tempat untuk pulang.
"Hiks,,aku sangat malu tapi entah kenapa aku bersyukur mal. Hiks,, kenapa hidup ku harus seperti ini?" Tangis kina dengan suara parau dan air mata yang mengalir deras.
Akmal benci saat melihat air mata mjatuh di pipi kina, laki-laki itu benar-benar melihat kina menangis dan ia kaget sebab kina yang ia kenal dahulu adalah gadis yang ceria dan juga penuh semangat. Kina sudah kehilangan jati dirinya karena laki-laki bejad itu.
Akmal benar-benar bersumpah dengan hatinya, ia akan membuat Ages membalas semua perbuatannya. Ia akan membuat kina hidup dalam kebahagiaan juga tidak akan ada lagi luka disana.
Katakan saja Akmal terlalu belagu dengan segala janji juga keinginan itu. Karena Akmal sudah tidak memperdulikan itu, baginya saat ini adalah kina harus bebas dari laki-laki kejam itu.
...🌼To be continued 🌼...
Aduhhh kasian banget sih Kina, mau tidak mau ia harus jujur kepada Akmal walaupun sebenarnya ia sangat malu menceritakan nya. Aku sih dukung kina buat jujur aja.
__ADS_1
Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.
See you guys 🧀