Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 58: Petasan Petaka


__ADS_3

       Ages melihat sekeliling yang sangat ramai itu, jujur saja ia baru pertama kalinya ke taman kota selama ia berada di kota itu. Ia terlalu sibuk bekerja dan bekerja, saat bersama dengan Lena dahulu juga mereka habiskan banyak waktu di kantor miliknya. Baru pertama kalinya ia jalan-jalan di taman itu dan saat ia sedang bersama dengan Kina.


Tatapan nya berhenti tepat dihadapan nya yang disana Kina tengah berdiri sembari melihat kearah taman juga. Ia sedikit terperangah memandang wajah gadis itu, ia terlihat sangat cantik.


"Lena, maaf karena sudah gagal melindungi mu sayang. Untuk itu aku berjanji tidak akan gagal kedua kalinya, aku akan menjaga Kina bagaimana pun itu." Batin Ages dengan wajah yang sangat sendu.


Ia benar-benar telah bertekad untuk menjaga Kina dengan segenap jiwanya, memang kesalahan nya terhadap Kina benar-benar sangat tidak pantas untuk mengatakan akan menjaga Kina, namun tetap saja Ages tidak akan membiarkan Kina jauh darinya.


Tatapan Ages seketika terhenti kearah penampilan Kina, ia kaget karena pakaian Kina hari ini sangat terbuka dengan dress berwarna abu tua dengan lengan yang sangat tipis ditambahkan lagi panjang dress itu hanya sampai lutut saja.


"Kenapa dengan bajunya? Apa dia sedang mencoba memamerkan tubuh indahnya itu?" Batin Ages panik.


Ia sampai tidak sadar dengan penampilan Kina yang begitu terbuka itu, saat berangkat dari rumah tadi ia tidak sadar karena terlanjur senang keluar untuk kencan dengan Kina.


"Kamu mendekat lah!"


Kina yang sempat melamun mengingat Ages langsung buyar dan melihat heran dengan kening berkerut kearah Ages.


"Kenapa mas? Apa mas merasa tidak nyaman disini? Kita pulang saja?" Tanya Kina dengan pelan.


Ia mengira datang ke taman akan membuat ia senang serta menghilangkan suntuk nya, namun ternyata salah.ia malah semakin merindukan Akmal karena keadaan disana malah membuat ia mengingat laki-laki itu.


"Jelas aku tidak baik-baik saja!" Kesal Ages hingga Kina mendekat kearah nya.


"Dimana yang sakit mas? Apa kepala mas atau kaki?" Tanya Kina dengan wajah khawatirnya.


Ia sama sekali tidak sadar menunjukkan wajah khawatirnya kepada Ages, entahlah Kina juga tidak menyadari itu.


"Aku tidak sakit kepala atau kaki, aku hanya tidak suka dengan pakaian yang kamu kenakan hari ini. Apa kamu mencoba memberitahu dunia kalau kakimu putih dan mulus?" Kesal Ages dengan wajah tidak bersahabat.


Ia membuka jaket yang ia pakai dan memberikan nya kepada Kina. Benar-benar tidak bisa dibiarkan karena seluruh kaki mulus nya terpampang nyata.


Kina menerima jaket itu dan dengan cepat mengenakan nya, kalau boleh jujur ia juga sangat tidak nyaman dengan memakai baju itu. Semoga saja Ages tidak lupa kalau yang memberikan baju itu adalah dirinya, di dalam lemari tidak ada satupun baju yang tertutup yang bisa dibawa keluar rumah. Tidak mungkin Kina keluar dengan memakai baju tidur.


Dan baju yang ada di lemari yang layak pakai hanya baju itu, sudah syukur baju itu memiliki tali walaupun sangat tipis dibandingkan yang lain. Akhh mengingat seluruh jenis baju itu membuat Kina bergidik ngeri.


"Apa kamu memang sengaja? Kenapa memakai baju seperti itu ditempat ramai seperti ini? Banyak sekali mata lelaki keranjang melihat kearah mu. Akhh menyebalkan!" Kesal Ages dengan nada yang benar-benar terdengar sangat kesal.


"Kenapa mas berkata seperti itu? Siapa juga yang sengaja melakukan nya? Mas lupa kalau orang yang memberikan baju ini adalah kamu mas. Di dalam lemari hanya baju ini yang layak pakai keluar, jangan salahkan aku mas kalau banyak yang melirik kearah ku. Itu tandanya aku sangat cantik dan membuat mereka melihat kearah ku,"ucap Kina tidak mau kalah. Lebih baik membanggakan diri sesekali.


Ages jelas kesal dan kebakaran jenggot mendengar itu, Kina terdengar seolah bangga dengan itu. Ia kesal karena orang lain dengan mudah melihat kaki mulusnya.

__ADS_1


"Setelah ini kita ke butik untuk membelikan mu baju tertutup,baju itu  benar-benar tidak pantas dipakai keluar."


"Yahh padahal kan baju ini sangat bagus mas, sayang sekali jika ditutup dengan jaket. Aku buka aja yah mas jaketnya?" Tanya Kina mencoba menggoda Ages.


Mata Ages langsung terbelalak tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Kina, lebih baik mereka pulang saja kalau sampai kina membuka jaket itu.


"Kalau kamu berani membukanya awas saja, ku cium kamu sampai bibir kamu bengkak!"


Kina langsung mengunci rapat jaket itu, ancaman Ages terdengar sangat mengerikan dan bersamaan dengan itu pula senyuman Ages terbit karena melihat wajah Takut juga gugup Kina mendengarkan ancaman nya.


Setelah selesai dengan perdebatan mereka mengenai baju yang dikenakan oleh Kina, saat ini mereka tengah sibuk makan beberapa jenis jajanan yang sudah pasti Kina lah yang mengusulkan untuk memakan itu.


"Kamu yakin ini enak? Bentuknya saja sangat aneh. Kamu saja yang makan, kalau kurang ambil saja milikku."


Ages menyodorkan kentang goreng yang dibentuk memutar itu, sejak tadi ia benar-benar tidak menyukai jajanan yang dibeli oleh Kina. Ia hanya menunggu dikursi dan kina datang dengan berbagai jenis makanan kearahnya.


Kina tersenyum pelan dan menggeleng, ia masih sibuk memakan kentang goreng itu lalu mendekat kearah Ages.


"Mas coba dulu, ini enak banget tau!"


Ages menggeleng "Kalau kamu suka ambil saja milikku, makan sepuasmu dan kalau masih kurang kamu boleh tambah lagi," ucap Ages dengan senyuman senang karena melihat kina benar-benar bersemangat.


Kina menggeleng "Kalau mas gak mau makan aku juga gak ah, masa dari tadi aku yang makan sendiri."


"Kalau begitu mas coba dulu agar tahu bagaimana rasanya, belum juga dicoba untuk banyak banget komentar nya."


Kina mengambil kentang goreng memutar itu lalu mengarahkan nya kearah Ages, Ages awalnya ragu namun karena Kina yang menyuapi nya ia senang lalu mulai memakan nya.


Kina tersenyum sembari menunggu reaksi dari Ages, ia sangat senang saat mencoba memperkenalkan berbagai macam jenis makanan kepada Ages.


"Bagaimana mas?" Tanya Kina dengan wajah penasaran.


Ages sendiri tidak mengira makanan itu benar-benar enak, memang benar kata Kina. Harus dicoba lebih dahulu baru boleh komentar.


"Kenapa rasanya bisa seenak ini?" Tanya Ages dengan wajah polosnya hingga membuat Kina tidak bisa menahan gelak tawanya.


Wajah Ages terlihat sangat polos dan juga menghibur gadis itu "Kalau mas suka silahkan dimakan, mas sih tidak percaya kalau makanan ini sangat enak tau," ucap kina dengan semangat.


Ages menerima kentang goreng itu dari kina, sedangkan gadis itu kembali fokus memakan kentang goreng miliknya.


Ia mengakui kalau makanan itu benar-benar memanjakan lidah nya, sekarang ia mengerti alasan Kina begitu menyukai nya. Hingga gadis itu bahkan tidak sadar kalau sudut bibirnya kini sudah dilumuri saos kentang goreng itu.

__ADS_1


"Pelan-pelan saja makannya, tidak akan ada yang meminta makanan mu. Umur kamu berapa tahun sih?" Tanya Ages dengan gemas sembari mengusap sudut bibir gadis itu dengan ujung jarinya.


Kina yang sedang sibuk mengunyah kentang goreng itu langsung terhenti dan melihat kearah Ages. Tatapan mereka bertemu dan saling beradu pandangan satu sama lain.


Jantung Ages benar-benar sudah tidak bisa ia kendalikan lagi, wajah Kina begitu manis dihadapan nya dengan sedikit bekas saos disudut bibirnya yang belum sempat ia hapus semua.


Kina sendiri entah kenapa tidak bisa memalingkan wajah dari arah Ages, laki-laki itu terlihat sangat tampan hari ini dan perlakuan manisnya sempat membuat Kina sedikit berdebar.


Karena suasana yang begitu mendukung dan diiringi dengan alunan musik romantis di dekat mereka membuat Ages terbawa suasana. Dengan perlahan ia mendekat kearah Kina yang masih saja diam melihat kearah nya.


Jarak mereka sudah mulai menipis dengan jarak yang diperkirakan hanya beberapa senti saja. Jantung Ages benar-benar semakin tidak terkendali kala bibirnya sudah mulai dekat dengan bibir kina.


Duar,


Suara petasan terdengar meledek hebat disana, seketika Kina mundur dari arah Ages hingga saat saat itu hancur karena ledakan petasan tersebut.


"A,,aku aaku masih sangat ingin kentang gorengnya, mas masih mau gak biar aku beliin lagi?" Tanya Kina dengan gugup tanpa melihat kearah Ages.


"I,,iyaa beli saja sebanyak yang kamu mau."


Kina langsung pergi meninggalkan Ages yang sudah sangat kesal dan juga hampir marah itu bagaimana bisa suasana romantis yang Sangat sulit untuk ia dapatkan itu hancur karena suara petasan.


"Lihat saja, akan aku beli perusahaan petasan dan menghancurkan nya! Sialan," umpat Ages dengan tangan terkepal.


Ia benar-benar menyayangkan momen langka itu harus sirna karena suara ledakan petasan, jujur saja ia bisa melihat dengan jelas kalau Kina sempat terbawa suasana juga tadi.


"Akhh sialan! Bagaimana ini? Akhh petasan sialan."


Ages melirik sekitar mencari siapa pelaku dibalik meledaknya petasan perusak keromantisan itu. Namun ia sama sekali tidak menemukan nya.


...🌼To be continued 🌼...


"Awokawok kasian banget deh lu ges, makanya jangan harap bisa icip icip bibir berharga Kina," author.


"Tau ahh, ini pasti akal-akalan kamu kan Thor, nulis gitu buat aku gagal Kiss kina buat apa? Kan enak langsung sosor aja. Akhh ngeselin," Ages.


"Mohon maaf kenapa nama saya dibawa-bawa yah?" Kina.


"Mingkem ae dah," Ages.


Hahaha gimana gaess? Kasian banget yah Ages gagal nyicip bibir Kina yang habis makan kentang goreng itu wkwkw.

__ADS_1


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀


__ADS_2