Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam

Pemuas Hasrat Iparku Yang Kejam
Bagan 59: Kina digoda


__ADS_3

     Dengan cepat kina berlari menjauh dari Ages, ia benar-benar malu kepada dirinya sendiri dan juga kepada sekitar. Bagaimana bisa ia ikut terhanyut dalam suasana tadi dengan Ages? Sialnya ia bahkan hampir saja menutup matanya saat melihat Ages yang hendak mencium bibirnya ditengah keramaian itu.


"Hey ada apa dengan mu kina? Sepertinya kamu sedang kemasukan setan sesaat tadi. Bagaimana bisa kamu diam saja saat tahu apa yang akan dilakukan oleh mas Ages? Jelas sekali bibirnya hampir saja mencium bibirmu. Kenapa kamu masih diam saja tadi?" Kesal kina merutuki kebodohan nya sendiri.


Bagaimana bisa ikut-ikutan merasa suasana tadi begitu romantis hanya karena Ages mengusap sudut bibirnya menghilangkan bekas saos kentang goreng itu? Jantung nya bahkan ikut-ikutan berdetak kencang.


"Kenapa kamu bahkan hampir menutup mata tadi? Seharusnya kamu malu pada dirimu sendiri kina," gumam kina mendengus kesal.


Untung saja petasan itu meledak disaat yang tepat, hampir saja Kina terbuai dan Ages juga hampir mencium bibirnya. Kalau saja tidak ada ledakan petasan itu maka Kina benar-benar akan menyalahkan dirinya sendiri, atas dasar apa ia harus menerima ciuman dari laki-laki itu?.


"Terima kasih petasan, semoga perusahaan petasan semakin maju dan bisa  menyelamatkan orang-orang seperti ku."


Kina sejak tadi bergumam sendiri dengan nada yang pelan tentunya, ia sampai tidak sadar kalau antrian kentang gorengnya Sudah sejak tadi menjadi bagiannya.


"Neng, Mau pesan lagi apa mau bercerita sendiri lagi disana?" Tanya penjual kentang goreng itu.


Kina seketika sadar dan melihat penjual kentang goreng itu, ia bahkan tidak sadar kalau sudah gilirannya. Ia melihat kebelakang masih banyak yang sedang antri dan melihat kesal kearahnya. Ternyata sejak tadi ia sudah lama berdiri dan membuat banyak orang menunggu.


"Akhh maaf pak, tolong buatkan sepuluh yah," ucap Kina hingga petugas itu kaget karena sejak tadi ia juga sudah memesan banyak dan kini ia minta 10 lagi.


"Baiklah neng, sebentar!"


Kina memang sengaja memesan 10 kentang goreng padahal ia sudah menghabiskan 4 tadi, ia yakin kenapa ia sampai lalai dan terlena seperti tadi pasti karena ia sedang kelaparan saja.


"Aku harus makan banyak kemudian kenyang, maka tidak ada alasan lagi untuk ku merasa kosong seperti tadi."


Ages sendiri terdiam dengan wajah kecewa dan mood yang sudah mulai hancur, benar-benar sangat mengesalkan karena tidak ada yang berjalan lancar baginya hari ini.


"Akhh padahal sedikit lagi tadi, petasan petaka sialan itu. Awas saja kalau sampai kutemukan siapa yang meledakkan nya, akan ku ledakkan petasan tepat di depan wajahnya."


Ages benar-benar kesal dan bertekad untuk mencari siapa pelakunya, matanya terus saja menelisik seisi taman namun tidak ada tanda-tanda orang yang memainkan petasan.


"Setelah merusak kesenangan orang lain sepertinya sialan itu kabur, benar-benar tidak memiliki nurani."


Kina sendiri datang dengan sepuluh kentang goreng ditangannya hingga ia terlihat kesulitan untuk membawanya seorang diri. Ia sebenarnya merasa sangat canggung karena suasana tadi, namun ia harus tetap bersikap biasa saja agar Ages juga tidak semakin merasa canggung.


"Sedang mencari apa mas? Apa mas membutuhkan sesuatu?" Tanya Kina penasaran karena sejak ia datang Ages terlihat sedang mencari sesuatu diarea taman itu.


"Mencari pelaku kejahatan," ucap Ages dengan pelan.

__ADS_1


"Ha?"


Kina tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh laki-laki itu, ia duduk agak jauh dari Ages hingga laki-laki itu dibuat bingung.


"Kenapa kentang goreng mu sebanyak itu? Apa kamu benar-benar menyukainya?" Tanya Ages dengan wajah kebingungan.


"Iya mas, apa mas butuh sesuatu?" Tanya Kina karena ia mengira Ages sedang menginginkan sesuatu sebab matanya masih saja menelisik taman.


"Aku butuh kejadian tadi dilanjutkan,"batin Ages tanpa berani mengungkapkan nya.


"Apa mas masih mau?" Tanya Kina sejak tadi berbicara dan menawarkan berbagai macam hal.


Ia benar-benar masih merasa canggung hingga tidak tahu harus bagaimana, alhasil ia semakin banyak berbicara dan menyodorkan berbagai macam hal.


"Kamu makan saja, sepertinya kamu benar-benar sangat menyukai kentang goreng itu."


"Baiklah kalau mas tidak mau, jangan menyesal kalau sampai kentang ini habis kumakan."


"Tidak akan, kamu makan saja sampai kenyang."


Karena mendapatkan persetujuan itu dari Ages kina pun mulai memakan kentang goreng itu satu persatu.


Kina sudah menghabiskan tiga tusuk kentang goreng itu, lagi dan lagi karena terlalu sibuk makan ia tidak sadar sudut bibirnya dilumuri saos . Ages senang karena Seolah-olah waktu dan keadaan sedang mendukungnya hingga mengulang kejadian yang sama.


"Kali ini kuharap akan berhasil," ucap Ages dalam batinnya.


Ia hendak mendekat dan mengusap sudut bibir kina sembari berbicara manis "Makan yang pelan dong, jadi belep,,,"


Kina langsung bangkit dari duduknya dan menghindari Ages, lagi dan lagi gagal!.


"Aku mau es krim mas, mas mau gak? Biar aku pesan juga?" Tanya Kina dengan pelan.


"Terserah mu saja," ucap Ages dengan wajah tidak bersahabat lagi. Ia kesal dan bahkan setengah mati kesal.


Kina mengangguk dan berjalan menuju tempat penjualan es krim dengan kentang goreng ditangannya sembari memakannya disana. Kebetulan sekali penjual es krim nya tidak terlalu jauh dari tempat Ages duduk.


"Gagal lagi gagal lagi, penjual es krim sialan. Apa perlu kuborong semua?" Kesal Ages melihat kina yang sangat senang menunggu es krim itu.


Seketika kekesalan Ages hilang karena melihat senyuman Kina, ia tidak jadi marah karena melihat Kina merasa senang.

__ADS_1


"Setidaknya kina tersenyum selebar itu, aku senang saat ia juga senang."


Ages duduk di kursi taman sembari melihat kearah Kina yang sedang antri dan sudah menghabiskan seluruh kentang gorengnya. Ages tentu saja tertawa melihat itu, baru kali ini ia melihat Kina makan sebanyak dan sehebat itu.


"Kenapa aku baru sadar kalau makannya sangat lahap? Lalu kenapa tubuhnya sekecil itu?" Heran Ages melihat kearah kina yang terlihat tidak sabar menunggu gilirannya.


Ia bergerak dengan acak dan sesekali melompat karena bosan menunggu, Ages hanya bisa tertawa saat menonton itu.


"Kenapa dia begitu manis dan juga imut? Apa dia selalu seperti itu selama ini?" Bingung Ages sembari melihat kearah Kina dengan seksama.


Kina sama sekali tidak menyadari itu, ia tidak sadar bahwa Ages tengah memandangi nya dengan tatapan penuh cinta dan juga perhatian. Orang disekitarnya saja tahu akan hal itu dan mereka tersenyum melihat itu, jujur saja kina benar-benar manis bahkan dalam pandangan orang lain.


Seketika senyuman Ages luntur saat melihat ada seorang pria yang masuk kebarisan antrian tepat dibelakang kina, jelas Ages tahu sebenarnya apa tujuan laki-laki itu.


"Sialan, apa yang sedang laki-laki sialan itu coba lakukan?" Kesal Ages.


Ages bisa melihat ia terus saja mengajak kina berbicara dan melihat tatapan nya kepada kina jelas membuat Ages merasa cemburu dan dibuat panas dingin.


Kina juga terlihat meladeninya berbicara walaupun ia masih terlihat sangat cuek kepada laki-laki itu, Ages semakin kebakaran jenggot karena laki-laki itu bahkan memukul bahu gadis itu dengan pelan saat mereka tertawa.


"Apanya sedang mereka coba lakukan dihadapan ku? Ada suaminya disini woyy!"


Ages bangkit dari duduknya dan berlari kearah Kina, ia tidak akan membuahkan kina berlama-lama dengan laki-laki modus itu.


"Kita pulang sekarang," ucap Ages dengan kesal menarik tangan Kina menjauh dari antrian panjang itu padahal dua orang lagi sudah akan menjadi giliran Kina.


Kina kaget bukan main karena tangannya ditarik paksa dan orang yang menarik paksa itu adalah Ages.


...🌼To be continued 🌼...


Ahhahah ada yang kebakaran jenggot nih gaess, kasian banget Ages kamu cemburu yah wkwkw.


"Udah deh Thor jangan mancing, jangan sampai ku hancurkan semua penjual es krim di seluruh negeri ini, gara-gara antri beli es krim istriku digoda orang lain."


"Lebay bat dah."author.


Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.


See you guys 🧀

__ADS_1


__ADS_2